Gencar Lakukan Penertiban, Dinas Penataan Ruang Makassar Tertibkan 100 Bangunan Tanpa IMB

Zonamakassar.com, Makassar – Dinas Penataan Ruang kota Makassar semakin gencar melakukan penertiban terhadap bangunan yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, Nirman Miswan Mungkasa, mengatakan Dinas Penataan Ruang kota Makassar mengimbau kepada masyarakat agar mengurus IMB sebelum melakukan pembangunan. Pasalnya, jika tidak maka akan melanggar aturan.

Apalagi, kata dia, berdasarkan data Dinas Penataan Ruang kota Makassar setidaknya sudah ada 100 bangunan yang mendapatkan teguran karena tidak memiliki IMB saat membangun.

“Kami bekerja sesuai dengan aturan dan SOP (Standar Operasional Prosedur). Kalau ada yang melanggar kami pasti akan surati sebagai bentuk teguran kepada pemilik bangunan,” ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, Dinas Penataan Ruang telah melakukan penertiban bangunan, bahkan sampai ke tahap penyegelan.

“Pemilik bangunan yang tidak proaktif melakukan klarifikasi maka dikenai sanksi terberat sampai penyegelan dan pembongakaran bangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan ada tim yang bertugas memberi teguran bagi mereka yang sementara membangun atas dasar ada atau belum mempunyai IMB di Kota Makassar.

“Untuk progres teguran bangunan yang belum memiliki IMB sudah kita arahkan untuk mengurus IMB-nya, hingga saat ini sudah lebih dari 100, dimulai dari awal tahun ini,” paparnya.

Diketahui, sebelumnya Dinas Penataan Ruang Kota Makassar telah membentuk 14 tim pengawasan yang tersebar pada tiap kecamatan di Kota Makassar.

Hingga saat ini, Dinas Penataan Ruang Kota Makassar sudah menindaki empat bangunan liar. Keempat bangunan tersebut ada yang langsung dibongkar dan ada yang baru sampai pada tahap penyegelan.(*)

Bentuk Transparansi ke Masyarakat, Dinas Penataan Ruang Makassar Siapkan Program Baru

(Plt) Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar Nirman Miswan Mungkasa


Zonamakassar.com, Makassar – Dinas Penataan Ruang kota Makassar telah menyiapkan sejumlah program baru. Program tersebut sebagai bentuk transparansi Dinas Penataan Ruang kepada masyarakat.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar Nirman Miswan Mungkasa menjelaskan sudah menyiapkan sejumlah program baru. Beberapa itu diantaranya Program Aplikasi Siparua, program Sertifikat Laik Fungsi (SLF), program TKPRD, dan program Penertiban Bangunan, serta program Pendataan Bangunan.

“Ini sebagai upaya pemaksimalan, mengefisienkan dan mengefektifkan kegiatan,”katanya Senin, 22 April 2019.

Lebih jauh, Nirman memaparkan bahwa aplikasi Siparua tersebut merupakan aplikasi yang sudah bisa diunduh melalui smartphone android. Meski begitu, kata dia, program tersebut masih sementara proses.

“Semoga bulan ini sudah bisa diakses,” harapnya.

Melalui aplikasi Siparua, kata dia, nantinya masyarakat dapat mengetahui kegiatan Dinas Penataan Ruang. Hal itu sebagai bentuk transparansi Dinas Penataan Ruang terhadap masyarakat di Kota Makassar.

“Beberapa data kegiatan Dinas Penataan Ruang akan disajikan, juga ada pengaduan masyarakat mengenai Penataan Ruang di Kota Makassar,” terangnya.

Selain itu, dia menyebut program Sertifikat Laik Fungsi merupakan salah satu izin yang mengkaji kelayakan bangunan yang akan beroperasi.

“Kita mau masyarakat terlayani dengan baik, tapi kualitas izin tak terbaikan,” terangnya.

Kendati demikian, ia juga mengatakan Dinas Penataan Ruang punya kendala ihwal kurangnya sumber daya manusia dan anggaran yang terbatas. Meski begitu, ia mengatakan telah melakukan banyak bimbingan teknis untuk mengoptimalkan anggaran yang ada.

“Solusinya melakukan banyak bimbingan teknis dan perbaikan SOP kegiatan. Mengoptimalkan anggaran yang ada, kemudian menjelaskan pada tim penganggaran berkaitan kendala lapangan yg tdk optimal,” tutupnya.(*)

Aplikasi Siparua Dinas Penataan Ruang Makassar Siap di Uji Coba

ZonaMakassar.Com, Makassar – Dinas Penataan Kota Makassar akan pengujian aplikasi bersama Siparua. Aplikasi Siparua sendiri merupakan singkatan dari Sistem Informasi Penataan Ruang.

Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar Nirman Miswan Mungkasa menjelaskan aplikasi Siparua sebagai bagian dari upaya untuk memaksimalkan pengawasan terhadap pendirian bangunan di Kota Makassar.

“Belum diluncurkan, saya ingin mengoptimalkan lagi agar masyarakat menggunakannya lebih mudah lagi,” ujarnya.

Aplikasi Siparua juga untuk mengajak masyarakat dalam mengawal dan melaporkan bangunan yang melanggar di Kota Makassar. Pada aplikasi tersebut tersedia ruang khusus pengaduan yang memungkinkan masyarakat untuk melaporkan lokasi pelanggaran melalui google maps, dan disertai dengan memberi bukti dokumentasi berupa foto dan juga tersedia ruang keterangan terhadap laporan yang bakal diajukan.

“Aplikasi tersebut sudah bisa diunduh melalui play store, tetapi itu masih uji coba, ” kata dia.

Dia menatakan, saat ini, masih menemukan beberapa kerumitan pada aplikasi tersebut. Untuk itu, dia menyebut telah meminta untuk melakukan perbaikan agar maksimal.

“Supaya orang yang melakukan pengaduan kepada pemerintah bukan hoaks,” terangnya.

Kendati begitu, ia menyebut menarget aplikasi tersebut dalam waktu dekat diperkenalkan kepada masyarakat . Di sisi lain dia menekankan tak ingin aplikasi tersebut asal-asalan.

Menurut dia, dengan adanya aplikasi tersebut, nantinya bakal memudahkan dirinya untuk melakukan pengawasan untuk memastikan penertiban bangunan yang melanggar aturan.

“Lebih intens lagi, pengawasan lebih kencang lagi,” tutupnya.(*)