Manfaatkan CCTV War Room, Dinsos Makassar Jaring Gepeng dan Anjal

Zonamakassar.com, Makassar – Dinas Sosial (Dinsos) kota Makassar semakin gencar melakukan penertiban keberadaan gelandangan dan pengemis (Gepeng) serta anak jalanan (Anjal) yang sering mangkal di jalan protokol di kota Makassar.

Kepala Dinsos Makassar Ahmad Nansum mengatakan pihaknya kali ini memanfaatkan CCTV War Room untuk mendeteksi keberadaan Anjal dan gepeng yang sering meresahkan masyarakat. Apalgi di bulan suci Ramadan ini, semakin menjamurnya Gepeng dan Anjal di kota Makassar

Untuk itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Tim CCTV dan NTPD 112 di War Room kota Makassar, dan tim CCTV untuk terus memberi informasi terkait keberadaan gepeng dan anjal.

“Untuk kemudian kami lakukan penindakan. Kedepan Kami akan mencoba bekerja sama dengan BLK hal apa yg bisa dibuat kedepannya dalam mengasesment gepeng anjal ini, ” tegasnya.

“Gepeng dan Anjal yang kami jaring ini selanjutnya kami lakukan pendataan dan pembinaan, selain itu kami juga memiliki Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) dimana tim kami dari Peksos melakukan Assesment kepada anjal yang terjaring, ” pungkasnya.(jul)

Jelang Ramadhan Anjal dan Gepeng Serbu Kota Makassar

Zonamakassar.com, Makassar – Kota Makassar menghadapi serbuan anak jalanan (anjal), maupun gelandangan dan pengemis (gepeng) tiap Ramadhan. Didominasi warga pendatang dari sejumlah kabupaten.

Mengantisipasi ulah anjal dan gepeng, Tim Terpadu kerjasama Dinas Sosial (Dinsos) Sulsel, Dinsos Makassar dan stakeholder lainnya menggelar operasi penertiban, Minggu, (05/05/2019). Hasilnya, dari razia yang digelar di sejumlah titik, diamankan lebih 50 anjal, gepeng maupun pak ogah.

Lebih separuh dari pelaku yang terjaring merupakan anak-anak usia sekira 3 sampai belasan tahun. Mereka diduga korban eksploitasi yang dilakukan orang tua maupun orang dewasa yang mempekerjakan mereka di jalanan.

Ketua Forum Lembaga Kesetaraan Sosial Anak (LKSA) Provinsi Sulsel Muh Rizal menerangkan, puluhan anjal dan gepeng dijaring saat beraksi di sejumlah titik seperti Jalan Boulevard, Adiyaksa, hingga Veteran. Mereka kebanyakan beraksi dengan cara mengemis, berjualanan tisu ataupun buku dan modus lainnya.

Kata Rizal, kebanyakan oknum yang diamankan merupakan wajah lama yang bahkan sudah berulang kali terjaring. Sehingga rencannya, mereka akan ditempatkan sementara di panti Lembaga Kesetaraan Sosial Anak (LKSA) Sulsel untuk menerima pembinaan.

“Ini sudah bukan yang pertama, sudah ada yang ke tujuh kalinya. Memang sengaja di eksploitasi ini sama orang tuanya. Anak-anaknya ini akan dibina, dididik, sampai orang tuanya siap mengambil dengan catatan tidak lagi dibawa ke jalan,” jelasnya.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinsos Sulsel Fadly Lesmana menerangkan, razia anjal dilakukan untuk menindaklanjuti program pengentasan yang gencar disosialisasikan sebulan belakangan. Katanya, meski sudah diimbau tak melakukan aksi sejak Mei, anjal dan gepeng malah semakin marak.

Sehingga Dinsos Sulsel mengkoordinir penertiban mulai sehari sebelum Ramadan. “Sudah sebulan lalu sosialisasi supaya tidak turun ke jalan, tapi tetap turun sehingga sekarang kita tertibkan,” katanya.

Hasil penjaringan akan dilakukan asesmen dari tim Pekerja Sosial (Peksos), Kementerian Sosial untuk menentukan tindak lanjutnya. Jika direkomendasikan harus melalui pembinaan, mereka rencannya akan melalui sejumlah program.

Fadly mengatakan, anjal dan gepeng anak mendapatkan dukungan ekonomi produktif dan latihan pengembangan skill. Namun sebelum itu, mereka akan digembleng secara militer selama sebulan. Kegiatan itu bekerjasama Kodam XIV Hasanuddin.

“Kodam sudah siap. Rencana kita bisa lakukan, tergantung rekomendasi lembaga Peksos, kalau sudah mencukupi 50 orang kita lakukan segera,” katanya di temui di Posko Tim Terpadu, Kantor Dinsos Sulsel, Jalan AP Pettarani.

Dinsos Makassar Mulai Benahi Penerima Manfaat PKH

ZonaMakassar.com – Pembenahan data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi fokus Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar. Hal tersebut dimaksudkan agar penyaluran PKH bisa tepat sasaran dan sesuai peruntukannya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinsos Makassar Iskandar Lewa mengungkapkan saat ini setidaknya ada sebanyak 22.871 warga Makassar yang masuk sebagai penerima manfaat PKH. Iskadar menegaskan PKD bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan.

“Bukan menambah orang miskin,” ungkap Iskandar.

Sejak ditunjuk menjadi pelaksana tugas, Iskandar rutin blusukan ke rumah-rumah warga penerima manfaat. Melihat kondisi dan berdiskusi terkait permasalahan dalam penyaluran dana PKH.

“Semua penerima berterima kasih dan bersyukur dengan program Presiden Jokowi ini,” ungkap Iskandar.

Iskandar mengungkapkan, masih banyak keluhan terkait cara penyaluran. Karena itu, atas perintah Wali Kota Makassar M Ramdhan Pomanto, Dinas Sosial Makassar diminta mengevaluasi dan menyelesaikan semua persoalan program PKH.

“Pelan-pelan kita benahi. Target kami, semua penerima manfaat adalah yang berhak. Tidak boleh ada orang kaya tapi menjadi penerima dana PKH,” ujarnya.

Untuk mencegah penyalahgunaan dana PKH, Iskandar sudah membuka posko pengaduan. Beroperasi 24 jam. “Bekerja sama dengan polisi,” katanya.

Jumlah dana PKH yang diterima warga bervariasi. Iskandar mengatakan, jumlah dana yang diterima setiap rumah tangga bervariasi. Mulai dari Rp 550 ribu sampai Rp 2 juta.

Indeks bantuan sosial PKH tahun 2019 terdiri dari dua jenis bantuan. Bantuan tetap dan bantuan berdasarkan komponen. Bantuan tetap setiap keluarga per tahun adalah Rp 550 ribu dan PKH Akses Rp 1 juta. Bantuan berdasarkan komponen setiap jiwa per tahun terdiri dari Ibu Hamil Rp 2,4 juta, anak usia dini 0 sampai 6 tahun Rp 2,4 juta.

Siswa SD/Sederajat Rp 900 ribu, SMP/Sederajat Rp 1.5 juta, SMA/Sederajat Rp 2 juta, penyandang disabilitas berat Rp 2,4 juta, lanjut usia 60 tahun ke atas Rp 2,4 juta.

Bansos PKH diberikan 4 kali dalam satu tahun yakni pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.

“Total yang disalurkan untuk Kota Makassar sekitar Rp 64 miliar,” kata Iskandar.

Sekda Makassar Minta Tagana Dinsos Tanggap Bencana

ZonaMakassar.Com, Makassar – Dinas Sosial (Dinsos) Makassar melantik 100 orang anggota Taruna Siaga Becana (Tagana) saat peringatan HUT ke-25 Tagana di Anjungan Pantai Losari Makassar, Senin (25/3/2019).

Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, M Anshar yang hadir mewakili Wali Kota Makassar mengingatkan kepada Tagana Dinsos Makassar untuk selalu siaga dan tanggap bencana.

“100 Tagana yang baru dikukuhkan diharapkan bekerja profesional dan selalu siaga bencana yang kemungkinan terjadi di kota Makassar,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar Iskandar Lewa mengatakan, pada Januari lalu ada 27 titik daerah rawan banjir dalam wilayah kota Makassar yang sangat membutuhkan perhatian kita dalam mengantisipasi.

“Untuk mengantisipasi rawan banjir di musim penghujan, pihaknya merekrut 100 orang yang diambil masing-masing tiga orang dari 27 titik daerah rawan banjir mereka dipersiapkan untuk antisipasi tanggap bencana banjir,” ucapnya.

Lanjut Iskandar sebelum dikukuhkan menjadi Tagana, ke seratus anggota yang direkrut tersebut diberikan bimbingan berupa pelatihan penanganan untuk mengantisipasi bencana banjir.

“Kita berikan bimbingan tentang bagaimana tekhnis cara pencegahan dini terhadap siaga bencana banjir, dimana kegiatan pelatihan diikuti Ketua Karang Taruna setiap Kelurahan, ketua RT dan tokoh-tokoh masyarakat,” jelasnya.(*)