Diskominfo Makassar Ingin Kembangkan Makassar Tekhnopark

ZonaMakassar.com – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Makassar gelar Pembinaan dan Pengembangan Star Up untuk pengelolaan Makassar Teknopark di Hotel Golden Tulip, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (29/4/2019).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka senantiasa menjawab tantangan di era 4.0 yang semakin kompleks, khususnya dalam pemanfaatan teknologi untuk pengembangan Kota Makassar.

Kepala Diskominfo Makassar, Ichwan Jacub ditemui usai kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini fokus lebih kepada penanaman wawasan kepada para pemuda mahasiswa.

“Start up ini merupakan suatu bagian yang saat ini tidak dapat dipisahkan dalam pengembangan kota seperti Makassar, terlebih kita sekarang sudah punya Makassar Teknopark,” ungkap Ichwan.

Dirinya juga berharap kedepannya para pemuda mahasiswa yang hadir mendominasi kegiatan ini dapat memberikan sumbangsih dan kontribusi yang lebih baik dalam pengembangan Makassar Teknopark.

“Kecepatan akses informasi, dan melihat peluang pendapatan dari E-Commerce kedepan juga harus mulai menjadi alternatif dikembangkan di Makassar Teknopark sehingga kita harapkan peran penting dari adik-adik mahasiswa ini,” jelasnya.

Selain pemuda mahasiswa berbagai perwakilan dari sejumlah perwakilan SKPD turut hadir juga dalam kegiatan tersebut.

Tunjukkan War Room ke BK DPR, Diskominfo Makassar Usulkan Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

ZonaMakassar.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar menerima kunjungan Badan Keahlian (BK) DPR RI saat bertandang ke Makassar War Room, Gedung Balai Kota Makassar, Rabu (10/4/2019).

Kunjungan BK DPR RI ini untuk melibatkan stakholder untuk mendapatkan masukan terhadap Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang tahun ini masuk prioritas program legislasi nasional untuk di disahkan sebagai undang-undang.

Tim dari Badan Keahlian DPR RI meminta sejumlah masukan terkait masalah perlindungan data pribadi yang kerap muncul ditengah masyarakat, termasuk sejumlah usulan yang dianggap penting di akomodir dalam menjawab persoalan perlindungan data pribadi di era digital saat ini.

“RUU ini sangat penting untuk menjawab keresahan publik terkait penyalahgunaan data pribadi di era internet saat ini. Makanya kami mendatangi berbagai stakholder seperti Dinas Kominfo Makassar untuk mendengar langsung masukan dan pendapat terhadap rancangan ini” ujar Dr. Lidya Suryani Widayati, salah satu anggota Badan Keahlian DPR RI.

Menurut Lidya, banyak draft yang saat ini masih menjadi perdebatan, termasuk definisi dan batasan tentang data pribadi itu sendiri.

Sementara itu, pada kesempatan ini, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Kominfo Makassar, Denny Hidayat mengusulkan agar RUU yang dimaksud bisa mengakomodir hadirnya cyber security strategy yang menjadi rujukan bersama di Indonesia.

“Ini semacam proteksi perlindungan dunia maya dari sumber-sumber yang dianggap berbahaya, apalagi scope nya sudah lintas negara. Kebocoran data pribadi bisa menjadi sangat sensitif dan memiliki implikasi domestik dan internasional jika tidak dibuatkan regulasi yang memadai” ujar Denny Hidayat.

Menurut Denny, setiap detik, jutaan data pribadi di apload oleh masyarakat ke berbagai penyedia layanan digital. Namun sejauh ini belum ada regulasi yang menjamin data-data pribadi tidak mengalami kebocoran atau penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Contoh sederhana saja, hampir setiap hari kita di hubungi oleh pihak-pihak tertentu yang menawarkan layanan asuransi dan sejenisnya. Pertanyaannya, dari mana mereka mendapatkan nomor telepon kita. Bisa saja data kita sudah diperjual belikan diluar sana” lanjutnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Bidang Persandian, Abram Lululangi menyampaikan pentingnya dibentuk sebuah otoritas yang khusus bertanggungjawab penuh mengawal pelaksanaan undang-undang baru ini.

“Hampir semua negara bersoal dengan masalah ini. Hadirnya revolusi digital mengharuskan para pengambil kebijakan untuk menyusun ulang berbagai regulasi yang sudah tidak kompatibel lagi dengan perkembangan zaman” ujar Abram Lululangi.

Gandeng Startup, Diskominfo Makassar: Potensi Ekonomi Digital di Indonesia Sangat Menjanjikan

ZonaMakassar.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kota Makassar massif menggelorakan kebangkitan digital di kalangan generasi muda Makassar.

Kepala Bidang Aplikasi Telematika Diskominfo Makassar, Denny Hidayat mengatakan salah satu yang didorong untuk mengambil peran penting dalam persaingan di era ekonomi digital yakni para pengusaha rintisan yang lebih banyak digeluti oleh para anak muda atau akrab di istilahkan startup.

“Potensi ekonomi digital di Indonesia sangat menjanjikan. Kita bisa lihat data terakhir yang di keluarkan menko perekonomian dimana pada tahun 2022 nilai e-commerce di Indonesia bakal mencapai 55 – 65 miliar USD. Tentu ini lonjakan yang begitu besar jika kita lihat data tahun 2017 yang hanya 8 miliar USD” ujarnya saat menjadi pembicara pada diskusi yang bertajuk “Membangun daya saing dengan team work ICT dalam memenangkan revolusi industri 4.0” yang di gelar di Anomali Cafe, Jumat (5/4/2019).

Pada diskusi kali ini, hadir sejumlah pelaku startup di kota Makassar yang selama ini banyak bergelut dalam penciptaan inovasi baru dengan sentuhan digital.

Menurut Denny, perubahan perilaku masyarakat di era digital ini menjadikan peluang besar bagi startup dalam meraih momentum. “Rata-rata pengeluaran masyarakat di Indonesia yang mengakses pasar digital terus meningkat dari tahun ke tahun, bahkan tahun lalu sudah mencapai 90 USD atau 2 persen PDB per kapita” ujarnya.

Selain Denny Hidayat, pada diskusi ini juga tampil membawakan materi, yakni Ketua Makassar Teknopark, DR. Jusman, serta Abdul Aziz Lihawa yang berprofesi sebagai konsultan bisnis dan manajemen.

“Secara skill, startup kita di Makassar sangat mumpuni dan handal, namun kita kadang kedodoran dalam hal membangun team work. Ini yang penting dielaborasi kedepan, termasuk terus memaksimalkan kelembagaan rumah software Indonesia Makassar Teknopark (RSMTP)” ujar Jusman.

Sementara itu, Abdul Aziz Lihawa banyak berbicara tentang sistem manajemen kerja dan beberapa hal yang membuat perusahaan rintisan sering gagal meraih target.

Begini cara Diskominfo Makassar Amankan Data, gandeng Siber dan Sandi Negara

ZonaMakassar.Com, Makassar – Ancaman serang siber akan data yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menjadi perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar. Sebagai upaya pencegahan, Diskominfo Makassar menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara untuk mengamankan data.

Diskominfo Makassar pun mendatangkan pemateri dari Badan Siber dan Sandi Negara untuk menjadi pemateri di Bimbingan Teknis (Bimtek) pengembangan sandi terkait penerapan dan penilaian mandiri indeks keamanan informasi di Hotel Aerotel Smile Makassar, Selasa (2/4/2019).

Sandiman Muda, Mohammad Nur Afif, mengatakan salah satu instrumen penting untuk keamanan data yakni kesiapan organisasi ataupun pemerintah dalam menangkal serangan siber.

“Salah satu instrument bagi kami untuk menganalisas tingkat kesiapan pengamanan informasi di setiap organisasi atau pemerintah daerah, yakni indeks keamanan Informasi (KAMI). Perangkat ini memberikan gambaran kondisi kesiapan dan kematangan kerangka kerja keamanan informasi disetiap daerah” paparnya.

Menurut Afif, Indeks KAMI bertujuan meningkatkan kesadaran, pemahaman dan penguasaan sumber daya tentang pentingnya manajemen informasi dalam menjaga kelancaran dan keberlangsungan layanan publik, serta memetakan profil resiko keamanan informasi secara umum.

Sementara itu, Kepala Bidang Persandian, Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan, Yulianus Sonda saat tampil berbicara memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar selalu pemda pertama di Sulawesi Selatan yang melakukan inisiatif audit keamanan informasi.

“Kami mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pemkot Makassar. Mudah-mudahan pemda lain segera menyusul mengingat pentingnya sistem pengamanan informasi di era pelayanan digital ini”ujarnya.

Bimtek pengembangan sandi diikuti oleh sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah lingkup kota Makassar. Kegiatan ini di buka oleh Staf ahli bidang ekonomi,keuangan dan pembangunan, A.Ahmad Kafrawi.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Ichwan Jacob berharap kegiatan ini semakin meneguhkan sistem keamanan data dan informasi sebagai aset penting pemerintah kota Makassar dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada seluruh warga kota Makassar.

Diskominfo Makassar Bahas Integrasi Data Bersama OPD

ZonaMakassar.Com, Makassar – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar terus memassifkan proses integrasi data dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah di Kota Makassar. Hal ini dilakukan demi memudahkan proses pengambilan keputusan berbasis data di semua bidang layanan publik di kota Makassar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Ichwan Jacub mengatakan bahwa tahun ini pemerintah kota Makassar fokus pada pembangunan infrastruktur, termasuk membangun layanan berbasis teknologi di seluruh bidang layanan.

“Tahun ini tahun infrastruktur di kota Makassar. Kita berharap big data kita tuntas tahun ini, termasuk integrasi seluruh aplikasi layanan yang ada di setiap OPD” ujar Ichwan Jacub saat membuka acara Penguatan Sumber Daya komunikasi Publik dan Penyediaan Akses Informasi yang di gelar di Digital Valley Makassar, Rabu (27/3/2019).

Kegiatan yang bertema Integrasi dan Kolaborasi Digital Government di Era Connectivity ini diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah yang ada di Pemerintah Kota Makassar.

Kepala Bidang Aplikasi Telematika, Dinas Kominfo Makassar, Denny Hidayat saat tampil berbicara selaku narasumber mengatakan bahwa saat ini dunia memasuki era konektivitas yang menjadikan seluruh komunitas saling terhubung.

“Kita sedang melaju ke masa depan dimana setiap komunitas dunia berupaya untuk saling terhubung. Konektifitas membawa implikasi kesejahteraan dan kemakmuran. Termasuk jika kita ingin membangun digital government, proses digitalisasi data menjadi sebuah keharusan” ujar Denny Hidayat.

Pemkot Makassar menurut Denny Hidayat tengah intens melakukan proses integrasi layanan ke dalam satu platform yang dikendalikan di Makassar War Room.

Sementara itu, Ade Ismar Gobel, selaku Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, mengajak seluruh OPD untuk massif menciptakan konten dan narasi capaian pembangunan yang selama ini di lakukan oleh Pemerintah Kota Makassar.

“Salah satu faktor penting dalam pencapaian target program pembangunan yang dilaksanakan, yakni memperkuat komunikasi pemerintah, khusus nya sumber daya kehumasan di setiap OPD” ujar Ade Ismar Gobel.(*)

Hadirkan Praktisi Media, Diskominfo Makassar Gelar Pelatihan Kehumasan

ZonaMakassar.Com, Makassar – Seluruh praktisi hubungan masyarakat (Humas) lingkup Pemerintah Kota Makassar berkumpul membahas perkembangan dunia kehumasan di era revolusi industri 4.0.

Kegiatan yang bertajuk Forum Jurnalistik dan Organisasi perangkat Daerah ini di gelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar di Hotel Aston Makassar, selasa (19/3/2019). Seminar yang berlangsung sehari ini menghadirkan dua pemerhati media, yakni Upi Asmaradhana yang juga merupakan Founder dan CEO Kabar Group Indonesia serta Arqam Azikin, selaku akademi dan pengamat komunikasi.

“Dunia kehumasan sudah berubah sangat cepat. Sekarang kita sudah masuk di era Revolusi Industri 4.0 dimana teknologi memiliki peran yang begitu besar dalam keseharian masyarakat. Namun, dari semua perubahan itu, narasi kehumasan harus narasi positif yang membangun serta menjunjung tinggi keadaban, kearifan, kreativitas, dan tanggung jawab sosial dalam mendekatkan pemerintah dan masyarakat” ujar Asisten Pemerintahan Kota Makassar, Andi Aziz Hasan saat membuka acara.

Menurut Andi Aziz Hasan, selain bertanggungjawab membangun reputasi organisasi, Humas juga memiliki tugas yang tidak kalah pentingnya, yakni memerangi hoaks, fitnah, termasuk ujaran kebencian.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Makassar, Ade Ismar Gober berharap seluruh praktisi humas yang ada di setiap instansi Pemkot Makassar agar bisa saling bersinergi dan berkordinasi dalam pengembangan kompetensi kehumasan.

“Selain memiliki kemampuan berinteraksi dengan wartawan, tenaga humas yang ada di setiap OPD harus mampu memperkaya literasi dan mengolah dan memproduksi informasi, baik di kanal media meanstream maupun di kanal media sosial” ujar Ade Ismar Gobel.

Diskusi sehari ini mengambil tema “Tranformasi Government Public Relation yang Smart dan Professional” dan di ikuti oleh seluruh praktisi humas lingkup OPD Kota Makassar, praktisi radio sekota Makassar, serta mahasiswa dan pelajar.

Upi Asmaradhana yang juga di kenal sebagai wartawan senior mengatakan bahwa humas harus mampu membangun dan mempertahankan reputasi, citra dan komunikasi yang baik dan bermanfaat bagi organisasi dan masyarakat. “Sukses tidaknya sebuah organisasi dapat dipengaruhi oleh kinerja humas atau Public Relation” ujar Upi Asmaradhana.

Sementara itu, Arqam Azikin meminta seluruh praktisi humas pemerintah untuk bisa membangun sistem informasi yang terkoneksi dengan humas-humas yang ada di setiap instansi pemerintah.

“Perkembangan dunia informasi sangat jauh berubah sejak era digital tiba. Humas sudah harus bisa membangun kolaborasi dan jaringan baik dengan wartawan, maupun dengan pekerja humas lainnya di setiap organisasi pemerintahan. Jika jaringan ini berhasil di bentuk, tentu saja keterbukaan informasi publik yang transparan dan kredibel mampu tercipta sekaligus menghadirkan kepercayaan publik terhadap pemerintah” lanjutnya.

Asa Penyampaian Kinerja, Diskominfo Makassar Beri Pelatihan Humas OPD Pemkot Makassar

ZonaMakassar.Com, Makassar – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar memberikan pelatihan kepada seluruh jajaran Humas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di Aston Hotel, Selasa (19/3/2019).

Staf Ahli Pemkot Makassa Aziz Hasan menegaskan Pemkot Makassar terus mendorong keterbukan publik dalam hal pelayanan data dan informsi kepada masyarakat tentang kinerja pemerintah. Untuk itu, pentingnya bagian Humas di OPD memahami jurnalistik dan kehumasan.

” Humas memiliki peran strategis dalam penyampaian kinerja OPD kepada publik,” ujarnya

Nantinya, kata dia, tidak ada lagi informasi yang ditutup-tutupi oleh OPD sebagai bahan keterbukaan publik.

“Tidak ada lagi SKPD yang tidak terbuka atau menutup informasi wartawan dan publik. Ini pembelajaran bagi kita, untuk memberikan informasi yang apa adanya,” ucapnya

Informasi dan data seperti program dan serapan anggaran, kata Azis Hasan, mesti diketahui publik, terlebih lagi di era keterbukaan informasi seperti saat ini.

“Seperti serapan anggaran dan program, sekarang ini di era 4.0 kita dituntut lebih terbuka,”pungkasnya.

Sosialisasi Data Elektronik OPD, Diskominfo Makassar: Agar Penyajian Akurat dan Terpadu

ZonaMakassar.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar menggelar Sosialisasi Integrasi Data Elektronik SKPD. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Citadines, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (14/3/2019).

Asisten I Pemkot Makassar, Azis Hasan mengatakan, Pemkot Makassar sedang membenahi tata kelola data pemerintah melalui desain alur kerja terpadu yang menghubungkan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Sehingga penyajian data yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat diakses baik instansi maupun masyarakat dapat dijamin,” ungkap Azis Hasan.

Oleh karena itu, dia menghimbau OPD agar menyajikan data dengan format data terbuka. Apalagi, Diskominfo Makassar telah membangun platform digital sebagai kanal penyajian data.

“Data Pemerintah yang berintegritas, disajikan dengan format data terbuka serta dapat dibagi-pakaikan lagi antar instansi pemerintah sehingga terjadi keterpaduan,” katanya.

Azis Hasan menegaskan, sistem ini perlu diterapkan di Pemkot Makassar secara maksimal diperkuat dengan Peraturan Walikota Nomor 4 Tahun 2018 tentang Sistem Pengelolaan Data Terpadu Daerah Kota Makassar.

Bahas Disrupsi Teknologi, Diskominfo Makassar libatkan Praktisi Radio se Makassar

ZonaMakassar.com – Pemerintah Kota Makassar mengajak seluruh praktisi radio untuk ikut menjadi bagian lahirnya smart people di kota Makassar. Hal itu di ungkapkan Asisten Bidang Pemerintahan Kota Makassar, Abdul Azis Hasan saat membuka seminar

Verifikasi bidang usaha produktif di Hotel LA’RIZ Wthree Lagaligo Makassar, Rabu (13/3/2019).

“Radio itu salah satu media yang masih vital di kota Makassar. Banyak program radio yang sudah mengakar ditengah masyarakat sejak dulu. Makanya kita berharap radio bisa menjadi bagian dari upaya besar kita menciptakan masyarakat cerdas di kota Makassar” ujar Abdul Aziz Hasan.

Menurutnya, terjadinya disrupsi teknologi tentu saja ikut mendera dunia radio, apalagi saat ini banyak media baru yang bermunculan dengan platform teknologi yang lebih mudah di akses.

“Disrupsi teknologi itu sesuatu yang tidak bisa di hindari. Olehnya itu, Praktisi radio juga harus menciptakan inovasi kreatif dengan sentuhan teknologi. Makanya seminar ini penting untuk menciptakan sinergi dan menyusun rencana strategis menghadapi revolusi industri ke empat ini” lanjutnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepada Dinas Komunikasi dan Komunikasi Kota Makassar, Ichwan Yacub secara khusus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku radio yang selama ini tetap setia menciptakan konten-konten radio yang kreatif dan bermanfaat.

“Kita ingin melawan hoax di kota Makassar dengan cara memperbanyak narasi-narasi positif di benak warga. Radio-radio di Makassar memiliki karakter dan segmen pendengar setia yang berbeda, dan ini sangat strategis untuk membangun smart people melalui konten-konten cerdas di masing-masing radio” lanjutnya.

Seminar sehari dengan tema “Transformasi di era disrupsi teknologi” melibatkan para praktisi radio yang ada di kota Makassar serta para pengelola menara telekomunikasi. Hadir sebagai narasumber yakni akademi Politeknik Ujung Pandang, Irfan Syamsuddin, ST, PG.Dipl.BEC, M.Com.ISM,Ph.D, serta praktisi radio Andi Mangara.

Diskominfo Makassar Percepat Integrasi Teknologi Layanan Publik di Forkada 2019

ZonaMakassar.com – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar mendorong percepatan integrasi layanan berbasis teknologi melalui Forum Perangkat Daerah (Forkada) yang di gelar di Hotel Lariz Withree Makassar, rabu (27/2/2019).

Dalam forum ini, sejumlah stakholder yang terlibat dalam proses integrasi dan sinergitas peningkatan pelayanan informasi dan komunikasi di kota Makassar hadir memberikan masukan, diantaranya kelompok masyarakat, LPM, lurah, camat, organisasi perangkat daerah lingkup kota Makasar, serta perusahaan operator seluler yang ada di kota Makassar.

“Kita berharap forum ini mampu menyatukan dan menyelaraskan berbagai keinginan antara stakholder dan masyarakat terkait penyesunan rencana awal Renja agar melahirkan sinergitas dan harmonisasi antar OPD. Tentu saja muaranya adalah peningkatan pelayanan publik di kota Makassar” Ujar Asisten Pemerintahan Kota Makassar, Azis Hasan saat membuka acara.

Hadir sebagai narasumber dalam forum ini, yakni Kepala Bidang E-Gov Dinas Kominfo Propinsi Sulsel, Lukmanuddin, Kepala Bidang Infrastruktur Pengembangan Wilayah Bappeda Kota Makassar, Imbang, serta Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Kota Makassar, Denny Hidayat.

Sementara itu ditempat yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Ichwan Yacub menjelaskan posisi strategis Dinas Kominfo dalam mengembangkan smart city di Kota Makassar. “Kita ingin mewujudkan kota yang cerdas namun tetap mengedepankan kearifan lokal. Olehnya itu, dengan hadirnya seluruh stakholder yang terkait, kita berharap layanan publik yang kita bangun benar-benar saling terintegrasi dengan sistem smart city yang sudah kita kembangkan, sehingga tidak terjadi overlapping antara aplikasi yang satu dengan yang lainnya” ujar Ichwan Yacub.

Selain itu, Ichwan juga berharap sistem layanan informasi yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan dan kepuasan masyarakat sebagai penerima layanan.