Presiden AS Donald Trump Positif Covid 19

Zonamakassar.com, Makassar – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dinyatakan terinfeksi virus corona. Hal itu diungkapkan Trump melalui akun Twitter resmi.

“Malam ini, @FLOTUS dan saya dinyatakan positif Covid-19. Kami akan segera memulai proses karantina dan pemulihan. Kami akan melewati ini BERSAMA!,” cuit Trump, Jumat (2/10).

Sebelumnya diketahui bahwa Trump dan Melania dikabarkan akan menjalani karantina setelah seorang penasihat kepresidenan yang dekat dengannya, Hope Hick, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

“Ibu Negara dan saya sedang menunggu hasil tes kami. Sementara itu, kami akan memulai proses karantina kami,” cuit Trump di Twitter sebelum hasilnya keluar.

Trump dan istri diketahui telah menjalani tes corona pada hari Kamis (1/10) malam waktu setempat dan berharap hasilnya bisa keluar paling lambat Jumat pagi.

Sebelumnya, penasihat kepresidenan Trump, Hope Hicks, dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Pejabat administrasi Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan Hope mulai merasakan gejala ringan saat perjalanan pulang dengan pesawat usai menghadiri kampanye di Minnesota pada Rabu (30/9) malam.

Sejak itu Hope dikarantina. Kemudian wanita itu dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada Kamis (1/10) pagi.

Hope cukup intens bersama Trump selama satu pekan terakhir. Selain bersama Trump ke Minnesota, dia juga mendampingi ke debat calon presiden pada Selasa (29/8) malam.

Sejak corona muncul di AS awal tahun ini, Trump kerap meremehkan dan menolak mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi.

Dia sering terlihat tidak mengenakan masker di muka umum dan abai pada anjuran jaga jarak. Trump bahkan sempat mengadakan kampanye dalam ruangan tertutup yang mengundang ribuan orang.

Virus corona masih merajalela di Negeri Paman Sam. Teranyar lebih dari enam juta orang di AS telah terinfeksi, dan 200 ribu orang meninggal dunia.

Trump sendiri kini berusia 74 tahun. Jika menilik beberapa penelitian maka dia termasuk dalam kelompok rentan.

Gedung Putih saat ini dilaporkan mulai memperketat protokol kesehatan. Siapapun yang akan berada di dekat presiden atau wakil presiden dites virus corona setiap hari, termasuk wartawan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS merekomendasikan orang-orang yang telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang positif untuk menjalani karantina selama 14 hari.

(ans/dea)

Trump Dimakzulkan, RI Diuntungkan

Zonamakassar.com, Makassar — Pemakzulan Donald Trump bisa membawa kebaikan bagi Indonesia. Namun, tahapannya belum usai.
Selama ini Presiden Ke-45 Amerika Serikat (AS) itu kerap mengeluarkan kebijakan kontroversial. Terutama untuk negara muslim. Dia sosok yang kerap memunculkan kebencian global.
Pengamat hubungan internasional Universitas Fajar (Unifa), Andi Meganingratna menyebut, Amerika Serikat merupakan negara hegemon. Ketika terjadi sesuatu di sana, akan membawa pengaruh ke seluruh dunia.
“Kalau jadi dimakzulkan, itu akan memberi dampak bagi konstelasi politik. Minimal, bagaimana peranan Amerika selanjutnya. Karena Trump memang presiden yang agak ekstraordiner,” terang Meganingratna dikutip FAJAR, Kamis, 19 Desember.
Jika Trump lengser dari kursi presiden, maka konstelasi dunia politik internasional jauh lebih baik, termasuk untuk Indonesia. Lantaran, power Amerika Serikat tak lagi seperti dulu. Sudah ada Tiongkok yang menunjukkan power.
“Dampaknya untuk Indonesia pasti ada. Karena kebijakannya Trump sekarang pasti berpengaruh buat hubungan bilateralnya dengan negara-negara lain,” nilainya.
Hanya saja, perjalanan pemakzulan belum usai. “DPR sudah memakzulkan. Di DPR itu kan banyak dari Demokrat. Cuma masalahnya di Senat itu sebaliknya. Jadi kemungkinan besar Trump bisa tetap menjabat,” ungkap Ketua Prodi Hubungan Internasional Unifa itu.
Mega, sapaannya menambahkan, meski kisruh politik ini tak berdampak besar, hubungan Amerika Serikat dan Indonesia mesti tetap berlanjut. Di masa depan, kedua negara ini bisa saling menopang.
“Indonesia dan Amerika Serikat di masa depan pasti akan terus berhubungan karena mau tidak mau Indonesia butuh karena power Amerika termasuk besar. Tidak akan memburuk menurut saya,” pungkasnya.