Sambut Harganas, DP2KB Makassar Akan Gelar Sepeda Santai

Zonamakassar.com, Makassar – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Makassar akan menggelar Sepeda Santai Harganas sebagai rangkaian menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Sulawesi selatan (Sulsel) pada 30 Juni 2019 nanti.

Kepala DP2KB Makassar, Andi Zulkifly Nanda mengatakan pihaknya sudah membahas dan menyiapkan kegiatan untuk memeriahkan Harganas. Salah satu kegiatan yakni Sepeda Santai Harganas yang rencananya akan digelar pada 30 Juni 2019 nanti.

Peringatan Harganas rencananya akan dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah bersama Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb dan juga Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel Rini Riatika Jauhari.

” Semua jajaran harus mengambil bahagian untuk menyukseskan Harganas,” ujarnya.

Sementara untuk, acara sepeda santai Harganas ini, disiapkan Grandprize 2 unit motor untuk peserta.(*)

Rakerda Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Makassar inginkan Sinergitas Pusat dan Daerah

Zonamakassar.com, Makassar – Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Makassar kembali di gelar ditahun 2019 rakerda tahun ini bertemakan “Meningkatkan Sinergitas Implementasi Program Kerja Pusat dan Daerah Dalam Mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang dan Keluarga Berkualitas” Selasa,(30/04/19)

Dalam acara RAKERDA pada kali ini mengundang semua lintas sektor, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi, serta penyuluh KB Se Kota Makassar.

Dalam sambutannya Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KBKota Makassar Drs. Muh Ramli, MM bahwa Kegiatan Rapat Kerja daerah Program KB Kota Makassar, adalah kegiatan yang strategis karena merupakan forum evaluasi pelaksanaan program KB tahun lalu, serta sebagai wadah penggalangan kesepakatan bagi segenap pelaksanaan program KB dalam menyusun rencana program secara berjenjang, dengan memberikan gambaran tentang pelaksanaan program KB di Kota Makassar. Serta pedoman bagi pelaksana di lapangan serta instansi terkait guna mencapai keterpaduan dan kebersamaan dalam menyukseskan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keiuarga secara optimal

Bersama Ini Kami sampaikan bahwa pada tahun 2018 yang Ialu Dinas Pengendalian Penduduk & KB Kota Makasgar ditargetkan sebanyak 46.432 Akseptor KB baru berkat dukungan Mitra Kerja seperti jajaran Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK, TNI dan POLRI serta organisasi profesi serta kerja keras Penyuluh KB dilapangan, Dinas Pengendalian Penduduk & KB MakassaR peserta Kb baru yang dicap[ai sebanyak 43.758 Akseptor, atau 94,24 %, capaian ini memberi kontribusi terhadap kesertaan masyarakat berKB secara aktif di Kota Makassar yakni dari 192.984 Pasangan usia subur, yang berKB aktif sebanyak134.476 atau 69,68 % terhadap PUS sebanyak 192.984 atau setiap sepuluh PUS yang ber KB sebanyak 6-7 pasangan.

Disamping itu WaliKota Makassar dalam hal ini diwakili oleh Assisten I Bidang Pemerintahan Kota Makassar Bapak Drs. Aziz Hasan,M,Si menyampaikan bahwa Kita sangat bersyukur bahwa hasil pelaksanaan Program KB oleh Pemerintah Kota Makassar sebagaimana yang dilaporkan oleh Panitia bahwa pada Tahun 2018 yang lalu capaian Program KB Baru mencapai sebanyak 43.758 atau 94,24 % terhadap target sebanyak 46.432 akseptor sehingga Kota Makassar membina akseptor KB aktif dan lestari sebanyak 134.476 akseptor atau 69,68% dari jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 192.984 Pasangan Usia Subur di Kota Makassar dengan asumsi bahwa diantara 10 PUS sudah terdapat 6-7 peserta KB yang aktif menggunakan alat kontrasepsi.

Sejalan dengan suksesnya Program KB di Kota Makassar setelah dilakukan kajian dampak program KB khususnya terhadap kelahiran tercegah dengan Rumus Standard dari BKKBN Pusat, diperoleh untuk Tahun 2018 sebanyak 26.435 kelahiran dengan asumsi bahwa kalau seandainya bayi-bayi tersebut lahir, maka bisa menempati sama dengan jumlah penduduk 1 (satu) kecamatan di Kota Makassar.

Kondisi yang menggembirakan ini, akan memberikan konsekuensi logis bagi Pemerintah Kota sebagai Ibu Kota Provinsi untuk lebih memacu program yang terkait masalah kependudukan perkotaan melalui Program KB.(*)

Gelar Pelatihan, DP2KB Makassar Genjot Kesehatan Reproduksi Remaja

ZonaMakassarCom,Makassar – Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP2KB) Makassar fokus menggenjot kesehatan reproduksi remaja di kota Makassar dengan cara menggelar pelatihan kesehatan reproduksi remaja.

Dalam pelatihan ini DP2KB Kota Makassar mengundang para anggota Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja jalur masyarakat di Kota Makassar.

Kepala DP2KB Makassar, Andi Zulkifly Nanda mengatakan tujuan pelatihan kesehatan reproduksi adalah mengharapkan agar peningkatan kualitas remaja dengan pemberian akses informasi, pendidikan, konseling.

“Kita juga ingin pelayanan tentang kesehatan reproduksi dan pendewasaan sehingga menjadi pelopor, penggerak dan pengelola PIK Remaja serta sumber informasi tentang Substansi Generasi Berencana (Genre) untuk teman sebayanya,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (26/4/2019).

Zulkifly berharap kegiatan seperti ini dapat terus disampaikan kepada masyarakat, apalagi melihat perkembangan remaja kita saat ini sangat memprihatinkan.

“Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) penelitian remaja mengaku mempunyai teman yang pernah melakukan hubungan seksual pranikah usia 14-19 tahun (perempuan 34,7%,Laki-laki 30,9 %), usia 20-24 tahun (perempuan 48,6 %,Laki-|aki 46,5 %),” ungkapnya.

Data ini, imbuhnya, menunjukkan bahwa masalah kesehatan reproduksi dikalangan remaja jika diabaikan akan berpengaruh besar pada pertumbuhan penduduk dan masa depan bangsa.(*)

Pengendalian Penduduk, DP2KB Beri Konseling KB ke Pasangan Subur

(Plt) Kepala DP2K Makassar Andi Zulkifly Nanda

ZonaMakassar.Com, Makassar – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DP2KB) Makassar memberikan konseling KB bagi pasangan usia subur di Hotel Grand Popular, Makassar, Rabu (27/3/2019).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DP2K Makassar Andi Zulkifly Nanda mengatakan pentingnya konselung bagi pasangan usia subur. Hal tersebut agar program pengendalian penduduk di kota Makassar bisa berjalan dengan baik.

“Kita tidak hanya mengatasi masalah urbanisasi. Tapi kita fokus di program bagaimana mengendalikan penduduk dan bagaimana masyarakat mengerti pentingnya merencanakan keluarga demi mencapai kualitas keluarga,” ujarnya.

Ia mengaku jika hal tersebut tidak dilakukan DP2KB Makassar maka bisa saja lahir sekira 25 ribu bayi di kota Makassar.

“Bisa dibayangkan andaikata 25 ribu bayi ini. Itu sama dengan membuat 1 kecamatan atau kelurahan baru. Belum lagi ditinjau dari pengeluaran pemerintah Kota Makassar dan subsidi yang ditanggung pemerintah, baik dari segi sosial, ekonomi,”pungkasnya.(*)