DP3A Makassar Selamatkan Bocah 12 Tahun yang Disuruh Ibu Tirinya Jadi Pengemis

ZonaMakassar.com – Ditengah terik matahari, suara tangisan anak perempuan berusia 12 tahun, warnai riuk pikuk suara bising di Kota Makassar. Beruntung, bocah malang ini berhasil ditemukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar di sebuah toko di Jalan Pettarani Makassar, Jumat (19/4/2019) siang tadi.

Kepala DP3A Makassar, Tenri A Pallalo mengatakan bocah perempuan tersebut merupakan seorang pengemis yang dipaksa oleh ibu tirinya sendiri. Korban bahkan diantar dan akan kembali dijemput oleh orang tua tirinya setelah mendapatkan uang.

“Jadi kita temukan dalam keadaan menangis. Diduga dipaksa oleh ibu tirinya untuk mengemis kemudian dijemput ditempat yang sama setelah mendapatkan uang,” kata Tenri di Kantor P2TP2A Makassar, Jumat (19/4/2019).

Untuk selanjutnya, D3A Makassar juga akan mengembangkan kasus ini dengan menelusuri keberadaan ibu tirinya yang tega memaksa dan memperjakan korban sebagai pengemis. Hal ini diduga karena ayah korban sendiri juga sementara masih menjalani proses hukum karena terlibat kasus pencurian.

“Kita masih terlusuri dulu ibunya dimana, karena sampai sekarang tidak ada kabar ibunya juga sampai sekarang. Infonya ayahnya ditahan karena mencuri,” jelasnya.

Hingga saat ini, korban masih sementara berada dirumah aman P2TP2A Kota Makassar. Dan Tenri berharap agar barang siapa yang mengenal anak tersebut untuk bisa datang ke Kantor P2TP2A Makassar.

Demi Wujudkan KLA, D3A Makassar Sudah Siapkan 5 Klaster Penilaian

ZonaMakassar.Com, Makassar – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) kota Makassar melakukan pengembangan gugus tugas Kota Layak Anak (KLA) Tahun anggaran 2019 di Hotel D’Maleo, Jumat (22/3/19).

KLA merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen, sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Adapun 5 klaster penilaian Kota Layak Anak yaitu klaster hak sipil dan kebebasan, klaster lingkungan keluarga dan pengasuh alternatif, klasted kesehatan dasar dan kesejahteraan, klaster pendidikan dan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, dan klaster perlindungan khsusus.

Forum ini dibuka oleh Wali Kota Makassar yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah kota Makassar, H. Baso Amiruddin.

Baso Amiruddin mengatakan, hal ini dilakukan demi mengimplementasikan Undang-Undang perlindungan anak sesuai vusi-misi, program dan kebijakan pemerintah Kota Makassar terhadap kualitas hidup dan tumbuh kembang anak.

“Tidak bisa dipungkiri masih banyak perilaku yang tidak menghargai norma-norma hak asasi manusia dan pelanggaran terhadap pemenuhan hak anak dan perlindungan anak,” ucap Baso Amiruddin.

Ia menambahkan, hal tersebut dapat berdampak serius pada kualitas hidup dan tumbuh kembang anak.

“Diperlukan komitmen dari pemerintah masyarakat dan dunia usaha,” tegasnya.