Dispar Makassar Gandeng Sineas Kembangkan Ekonomi Kreatif

Zonamakassar.com, Makassar – Dinas Pariwisata (Dispar) Makassar menggandeng sejumlah Sineas dengan menggelar Workshop Pengembangan Keterampilan Pelaku dan Kualitas Produksi Ekonomi Kreatif, di Hotel Gammara, Jalan Haji Bau Makassar, Sabtu (21/9/2019).

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Makassar Amalia Malik Hambali mengatakan Dispar Makassar ingin mengangkat 16 Sub sektor pariwisata Makassar, di mana salah satunya adalah fotografi dan videografi.

“Sektor fotografi sangat berkembang di Makassar dan sudah 5 kali Jambore Fotografi,” ujarnya

Amalia mengaku dengan adanya workshop Sinematografi agar adanya sharing dan diskusi dengan sejumlah ahli di bidangnya masing-masing.

“Kita berharap pemuda bisa ikut diskusi dan kepada seniornya. Momen dan bisa mendapatkan hasil foto layak dan iklan dan peningkatan ekonomi kreatif di Kota Makassar,” pungkasnya.

Apresiasi Ketua PKK Makassar ke Pengusaha Milenial

ZonaMakassar.Com, Makassar – Ketua Tim Penggerak PKK kota Makassar Indira Jusuf Ismail mengapresiasi pemuda milenial Makassar yang berani membuka usaha. Hal itu disampaikan saat menghadiri dan membuka Pekan Produk Kreatif Makassar Tahun 2019 di Hotel Claro, Jalan AP. Pettarani, Makassar. Selasa (2/4/2019).

Indira Jusuf Ismail memberikan suntikan motivasi dan semangat bagi calon enterpreneur di bidang ekonomi kreatif.

“Anak muda sekarang harus bersyukur, untuk memulai usaha ada referensinya, bisa lewat internet. Akses fasilitasi baik fair pemerintah terkait dan informasi juga semakin mudah,” ungkap Indira Jusuf Ismail.

Dia menekankan, anak muda harus jeli memanfaatkan sumber daya, termasuk informasi secara tepat guna. Salah satunya tentang bagaimana membaca perkembangan dan pangsa pasar.

“Dulu saya pernah juga buka usaha kedai, namanya Enak-Enak. Kami menyediakan pisang goreng, ubi goreng, teh dan pastinya kopi,” katanya.

Meski tidak terlalu suka kopi karena rasanya yang pahit, Indira Jusuf Ismail mengaku menjual kopi sebab penikmatnya jelas, dari semua kalangan.

“Contohnya, saya tidak suka minum kopi juga teh, tapi saya tetap jual karena banyak yang suka. Meskipun kemudian harus berhenti dulu usahanya,” ujar Indira.

Perkembangan sekarang, kata Indira, harus ditangkap oleh anak muda. Dia menilai kopi sudah menjadi sebuah kebutuhan.

“Kita harus pintar-pintar melihat prospeknya. Lagipula membuka usaha sedari dini sangat bagus, selain mendorong pertumbuhan ekonomi juga menciptakan lapangan kerja,” pungkas ibu tiga orang putri ini.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Makassar, Amalia Malik mengungkapkan pekan produk kreatif ini berbeda dari tahun sebelumnya, sebab sasarannya yakni kaum milenial.

“Kita menyentuh kaum milenial sehingga kita membuat acara ini yang sifatnya untuk kaum milenial,” ungkap Amalia Malik saat membuka kegiatan di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Selasa 2 April 2019.

Amalia melihat Makassar sangat berkembang dengan usaha kopi. Hal itu terbukti, kata dia, dengan menjamurnya warung kopi dan kafe.

“Melalui kegiatan pekan produk kreatif kami berharap bisa meningkatkan perekonomian kota Makassar,” katanya.