Pembukaan F8, Danny Pomanto Sebut Peran Besar Kemenpar

Zonamakassar.com, Makassar – Makassar International Eight Festival and Forum atau lebih dikenal F8 akhirnya terselenggara di Centre Point of Indonesia (CPI), Jumat (11/10/2019). Meski tanpa dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi selatan (Sulsel), panitia pelaksana tetap berhasil menggelar event yang digagas oleh mantan Wali Kota Makassar M Ramdhan Pomanto.

Danny Pomanto sebagai inisiator event FC, mengaku bersyukur bisa kembali melaksanakan F8 tahun 2019, meski harus pindah tempat dari Anjungan Pantai Losari ke CPI. Danny mengaku terlaksananya F8 tak lepas dari dukungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

” Kemenpar benar-benar memberikan dukungan penuh sehingga terselenggaranya F8 ini,” ujarnya dalam sambutan.

Danny berharap Kemenpar tetap memasukkan agenda F8 dalam event Kemenpar tahun 2020. Apalagi konsep yang dilakukan ditempat yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau masih dikasih kesempatan, kita akan buat F8 jauh lebih baik dari hari ini bahkan jauh lebih meriah dari tahun depan,” ungkapnya.

Sementara, Staf Ahli CoE Kemenpar RI Tazbir menilai pelaksanaan F8 sangat spektakuler. Bahkan, kata Tazbir, pelaksanaan F8 memiliki view terbaik untuk pelaksanaan event pariwisata.

“Banyak event di Indonesia, tapi F8 view terbaik. Tahun depan kalau diadakan bagusnya backdropnya dihilangkan biar tamu menghadap laut terus kapalnya dikasi lampu biar keliatan, ini tempatnya bagus dan ini sangat cocok untuk dilaksanakan tahun depan,” ujarnya.

Ia mengaku banyak nilai-nilai kreativitas dalam pelaksanaan F8.

“Event inilah pertama muncul Writer Festival di Indonesia Timur, ini adalah proses kreatif yang begitu sangat luar biasa, dan itu akan kita launching besok,” ujarnya.

Pindah Tempat, F8 tak Lagi Digelar di Losari

Zonamakassar.com, Makassar – Gelaran Makassar Eight Festival and Forum (F8) dipastikan akan tetap digelar tahun ini. Meski demikian, untuk tempat dipastikan tidak lagi akan digelar di Anjungan Pantai Losari Makassar.

Pemindahaan tempat F8 diumumkan langsung oleh Direktur Utama PT. Festival Delapan Indonesia, Sofyan Setiawan saat jumpa pers di Warung Upnormal Jalan Bontolempangan Makassar, Senin (2/9/2019).

“ Kita sudah dapat informasi dari Pemkot Makassar, kalau kita tidak bisa menggunakan Anjungan Pantai Losari untuk gelaran F8 tahun ini,” ujarnya kepada awak media.

Meski demikian, kata Wawan sapaan akrabnya, Pemkot Makassar sudah menyiapkan tempat lain untuk menyelenggarakan F8, yakni di Lapangan Hertasning Makassar.

“Kita lega sudah mendapatkan kepastian lokasi acaranya dari Pemkot Makassar. Karena kita sudah ditanya-tanya oleh peserta dari sejumlah negara dan juga sponsor,” beber dia.

“Mungkin kami kecewa, tapi juga sekaligus lega. Setelah hampir satu bulan menunggu akhirnya kita dapat kepastian bahwa Losari tidak bisa digunakan sebagai lokasi kegiatan,” imbuhnya.

Wawan mengaku F8 Makassar yang sudah digelar tiga tahun terakhir sudah diidentikkan dengan Pantai Losari. Apalagi F8 Makassar dikenal sebagai The Biggest Waterfront Festival atau festival tepi laut terbesar.

“Kami sangat menghargai keputusan Pemkot termasuk usulannya yakni F8 digelar di Lapangan Hertasning. Tapi, F8 itu dikenal sebagai Festival Waterfront, jadi memang kami siapkan opsi lain yang berada di wilayah pesisir atau tepi laut,” ujar Wawan.

Wawan mengungkapkan opsi tempat lain yang bisa digunakan yakni Centre Point of Indonesia (CPI) yang bersebelahan dengan Anjungan Pantai Losari Makassar. Wawan mengaku untuk tanggal pasti gelaran F8 Makassar akan digelar pada 11-13 Oktober 2019.

“Yang jelas lokasinya nanti di wilayah pesisir atau tepi laut. Ada dua yang kami sasar, jadi mengenai kepastian akan segera kami infokan,” kata dia.

Wawan menegaskan Jika pada tahun sebelumnya konten F8 yakni Fashion, Food and Fruit, Fiction Writers and Fonts, Folks, Fusion Music, Flora and Fauna, Film dan Fine Art tersebar di sepanjang Anjungan Pantai Losari dengan panjang 1,7 km, maka pada tahun ini seluruh konten dikonsepkan berada dalam satu lokasi.

“Pemindahan ini tidak akan berdampak terhadap konten, memang pada tahun ini kita pusatkan di satu lokasi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya tersebar di sepanjang 1,7 km,” kata dia.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada beberapa daerah yang telah melakukan konfirmasi ulang terkait kehadirannya di event F8 tahun ini. Beberapa di antaranya Kabupaten Solok, Jakarta, Maluku Ambon, dan Yogyakarta.

“Kalau untuk negara seperti Jepang, India, Belgia dan Australia juga telah konfirmasi soal kehadirannya kepada kami melalui kedutaan besarnya masing-masing” tutupnya.

Launching F8 2019, Wali Kota Makassar Sebut Kombinasi Futuristik Robotik

ZonaMakassarCom, Jakarta, – Pihak Kementrian Pariwisata melaunching South Sulawesi Calendar Of Event Wonderful 2019, di Balairung Soesilo Soedirman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jalan Merdeka Barat No.17, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/19).

Makassar Internasional Eight Festival and Forum atau lebih dikenal event F8 salah satu event yang fenomenal ikut dilaunching langsung oleh Deputi Pengembangan Pemasaran I, Kemenpar, Rizki Handayani.

Pada kegiatan ini, Wali Kota Makassar , Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto hadir dan memberikan sambutan hangatnya langsung dihadapan ratusan hadirin.

Danny memaparkan sesuatu yang baru menyambut F8 2019. Ada yang beda. Kali ini Danny memadukan antara culture atau budaya dengan teknologi di era 4.0 Millenial.

Niatnya, ditengah teknologi yang semakin hari semakin canggih ini para generasi muda tidak melupakan budayanya. Ini merupakan ramuan seluruh budaya Sulsel.

“Tahun ini kita akan melihat sebuah kombinasi memasukkan futuristik robotik. Kami ingin mempertemukan cultur ekperimen budaya yang akan bertemu dengan teknologi robotik,” ucap Danny.

“Sebuah kehormatan ke-4 kalinya untuk menyampaikan sebuah ide yang hari ini sudah masuk top ten pesona Indonesia. Pada saat pertama f8 saya launching semua bingung. Namun, branding yang terbangun ini sudah menunjukkan eksistensi yang luar biasa,” ungkapnya.

Hal itu, kata Danny dapat terlihat dengan total pengunjung F8 2018 tahun lalu yang mencapai 2,5 juta orang dengan total transaksi 29 Milyar. Tahun ini sendiri target tak muluk-muluk, hanya saja fokus mendongkrak pengunjung nusantara dan International.

Tahun ini juga, Danny berusaha akan menghadirkan

Sophia, sebuah robot humanoid yang diyakini akan menjadi senjata ampuh di event F8 tahun 2019 ini.

Sementara, Rizki Handayani menyambut baik serta memberikan apresiasi yang tinggi atas event yang telah tiga kali berturut-turut terselenggara dengan sukses.

Terbukti dengan anggaran yang digelontorkan sebesar 700 juta. “Apresiasi yang diberikan ini menunjukkan dukungan kami yang penuh terhadap event-event yang ada. Apalagi di Sulsel saya yakin bukan hanya ada 4 event dalam satu tahun pasti lebih. Jadi berikan kami listnya, ini tugas kami,” katanya.

Ide kreatif, unik dan terbaik ini membuat Rizki terkesan dimana menampilkan 8 unsur pertunjukan fashion, film, folk, flora and fauna, fine art, fussion music, dan fiction writer and font.

Hal senada juga dikatakan, Asisten II Pemprov Sulsel, Muh. Firda, menekankan melalui penyelenggaraan event F8 ini pihaknya ingin menunjukkan kepada masyarakat Indonesia dan mancanegara.

Bahwa Makassar atau Sulsel merupakan destinasi menarik. Wilayahnya sangat kaya dengan daya tarik alam, budaya, serta daya tarik wisata buatan.

Selain F8, ada beberapa event yang juga ikut dilaunching seperti Lovely December Toraja, dan Festival Phinisi Bulukumba. (*).

Robot Jemput Tamu, Menari, dan Jadi Ajudan, Launching Kalender Event Sulsel 2019 Tampilkan Smart City

ZonaMakassar.Com, Jakarta – Ada hal menarik pada launching South Sulawesi Calender of Event Wonderful 2019 yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jl. Merdeka Barat, Jakarta (25/4).

Seperti halnya acara-acara umumnya, pada lauching kalender event Sulsel 2019 ini juga terdapat penjemput tamu, tarian hiburan hingga ajudan pejabat yang mendampingi saat membawakan sambutan. Namun yang unik adalah karena semua itu dilakukan oleh robot.

Saat tamu vip memasuki ruangan, sebuah robot seukuran manusia dewasa yang mengenakan patonro (ikat kepala khas Sulsel) telah berdiri di depan pintu masuk. Ia lalu berjalan lebih awal mengiringi tamu yang mengikutinya dari belakang hingga ke tepat duduk utama.

Setelah itu, robot ini juga mendekat ke podium tepat di belakang pembawa sambutan layaknya seorang ajudan.

Tak hanya itu empat robot-robot kecil juga mengisi hiburan dengan menari-nari di atas panggung.

Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto saat menyampaikan announcement F8 (Makassar International Eight Festival) menjelaskan kehadiran robotic futuristic tersebut sebagai simbol era teknoligi 4.0.

“F8 kali ini sangat berbeda. Kita akan hadirkan kombinasi teknologi tinggi dan budaya yang tinggi. Kita akan bikin eksplorasi budaya yang akan menpertemukan teknologi robotic sebagai simbol kemajuan teknologi tinggi 4.0 di Makassar,” jelas Danny.

Lebih dari itu, Danny bahkan menyebut akan mengundang Robot terkenal di dunia seperti Ashimo dan Sofia. Jika itu terwujud maka F8 akan semakin disoroti masyarakat internasional.

F8 sendiri menjadi satu dari 4 festival pariwisata di Sulsel yang masuk sebagai wonderful event kementerian pariwisata. Mereka adalah Festival Phinisi, Toraja International Festival, dan Festival Takabonerate. Namun hanya F8 merupakan event yang tercepat, hanya dalam kurun 3 tahun sudah bertengger di wonderful event pariwisata nasional.

F8 juga mendapat respon yang sangat baik dari kementerian pariwisata. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I, Kemempar Ir. Rizki Handayani menyebut hal tersebut sebagai sesuatu sangat kreatif.

“Ini menunjukan Sulsel khususnya di Makassar siap menuju era teknologi 4.0. Ini simbol yang menunjukkan kebangkitan kembali era teknologi digital yang dimulai dari Makassar,” katanya.

Rizki juga tak henti-hentinya melayangkan pujian kepada wali kota Makassar sebagai penggagas F8. Terutama dengan kekuatan luar biasa wali kota berlatar belakang arsitek itu menciptakan branding.

“Dalam waktu 3 tahun sudah masuk 10 Wonderful of Event Kementrian Pariwisata. Ini karena branding yang sangat kuat. Tentu kami berterima kasih sekali ke Pak Wali Kota Makassar, karena hal ini tidak akan terwujud jika kepala daerahnya tidak komitmen dan konsisten. Ini tidak gampang,” pungkasnya.

Walau memang kendalanya, karena menurut Rizki, sang penggagas yakni wali kota Makassar akan segera mengakhiri masa jabatanya Mei tahun ini. Namun ia berpesan F8 tak boleh surut karena telah menjadi event yang sangat besar.

“Semoga Gubernur Sulsel senantiasa melihat dan juga memberi support keberlangsungan event ini guna semakin memajukan pariwisata kita ke depan,” tutupnya.

Harapan Wali Kota Makassar Kepada Pengurus IMA Gaungkan Program F8

ZonaMakassar.com – Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto menjamu para peserta Rakernas Indonesia Marketing Association (IMA) di kediaman pribadinya Jalan Amirullah Makassar, Sabtu (2/3/2019) malam.

Danny Pomanto menyampaikan rasa terima kasihnya, IMA memilih kota Makassar sebagai tempat pelaksanaan Rapat Kerja bertajuk “Peran IMA dalam memasarkan daerah.”

“Terima kasih sudah memilih Makassar sebagai tempat Raker. Peran IMA tentu sangat dibutuhkan utamanya dalam rangka memasarkan daerah-daerah seperti Makassar,” ucap Danny.

Selain bercerita banyak terkait aneka kuliner khas yanng dimiliki, Danny juga memperkenalkan Festival F8 Makassar akan datang. Bahkan Ia mengungkapkan bakal menghadirkan robot Asimo di festival yang telah masuk 10 festival terbaik Internasional Indonesia itu.

“Anda pasti kenal F1, itu adalah kecepatan mobil formula one. Anda juga pasti kenal F16 kecepatan pesawat mengawal nusantara. Tapi anda baru mengenal F8, kecepatan memahami budaya lewat Makassar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua IMA founder sekaligus chairman markplus INC Hermawan Kartajaya, mengapresiasi Makassar selalu menjadi tuan rumah yang baik di setiap kegiatan IMA. IMA sendiri telah dua kali melakukan raker di kota ini.

“Peran IMA dalam memasarkan daerah saya mau kongkrit. Kita koneksikan Makassar dengan negara-negara network kita di Asia. Kita tinggal tunggu perintah bapak wali kota bagaimana memasarkan kota ini ke depan,” pungkasnya.