Nurdin Abdullah Diduga Terima Uang Rp5 miliar dari Kontraktor

Zonamakassar.com, Makassar – Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) diduga telah menerima uang suap senilai total Rp5 miliar lebih dalam kurun satu bulan terakhir.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, menuturkan, uang diduga suap tersebut berasal dari tersangka Agung Sucipto (AS) yang juga Direktur PT. Agung Perdana Bulukumba dan juga kontraktor lain.

Duit ini dimaksudkan sebagai “pelicin” dari Agung kepada NA, agar mendapat proyek infrastruktur pada APBD Sulsel tahun 2021. Kata Firli, Agung telah melobi NA sejak awal Februari melalui Sekretaris Dinas PU Pemprov Sulsel, Edy Rahmat. (Baca juga: Jadi Tersangka, Nurdin Abdullah Ditahan 20 Hari di Rutan KPK)

Menurut Firli, uang tersebut tidak langsung diberikan kepada NA, melainkan melalui perantara. Pemberian pertama dilakukan akhir 2020 senilai Rp200 juta.

“Pada akhir tahun 2020, NA menerima uang sebesar Rp200 juta,” ujar Firli pada konferensi pers OTT Nurdin Abdullah di gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021) seperti ditayangkan akun YouTube KPK.

Berselang dua bulan kemudian, kata Firli, NA kembali menerima uang dari kontraktor melalui perantara ajudan gubernur yakni Samsul Bahri. Duit yang disebutkan sebesar Rp1 miliar.

“Kemudian, pertengahan Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp1 miliar,” beber Firli.

Tak cukup sampai di situ, kontraktor Agung juga diduga memberi uang Rp2 miliar kepada Nurdin melalui perantara SB. “Awal Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp2,2 miliar,” tutur Firli. (Baca juga: KPK Perlihatkan Duit Satu Koper dari OTT Nurdin Abdullah)

Selanjutnya, saat OTT pada Sabtu dini hari, KPK menyita uang yang disimpan dalam koper sebanyak Rp2 miliar yang diberikan Agung melalui perantara Edy.

Sehingga jika dihitung secara total, Nurdin melalui perantaranya menerima uang diduga suap sebesar Rp5,4 miliar dalam kurun waktu dua bulan sejak akhir Desember 2020 yang disebut Firli.

Akibat perbuatannya, Nurdin Abdullah dan Edy sebagai penerima melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Ketua KPK Firli Bahuri; Memaknai 16 Tahun Pengabdian Komisi Pemberantasan Korupsi

Zonamakassar.com, JAKARTA | 29 Desember merupakan tanggal bersejarah bagi Lembaga Antirasuah karena pada tanggal tersebut pertama kalinya Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi jilid 1 ( satu -red ) dilantik yang menandai operasionalisasi pemberantasan korupsi pasca satu tahun UU No 30 th 2002 tertanggal 27 Desember 2002 diundangkan.

Bahwasanya selama 16 tahun KPK telah melengkapi pengabdiannya dalam upaya pemberantasan korupsi dengan segala peluang dan tantangan yang ada. Waktu tersebut bukanlah waktu yang singkat akan tetapi bukan pula waktu yang panjang namun segala sesuatunya terasa penuh makna, karena perjuangan dan prestasi bersama seluruh rekan-rekan penggawai Komisi Pemberantasan korupsi, hal tersebut dituturkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri kepada media secara eksklusif ” memaknai 16 Tahun KPK “,minggu 29 Desember 2019 di Jakarta.

Lebih lanjut, ketua KPK Firli Bahuri menuturkan bahwa raihan hasil pemberantasan korupsi yang ditandai dengan tidak sedikit para koruptor yang diseret ke meja hijau dari kelas teri ( kecil -red ) sampai dengan kelas kakap ( big fish -red ) yang berorientasi kepada penyelematan keuangan negara, menjadi satu parameter bahwa apa yang dicapai hari ini tentu merupakan andil para pemimpin KPK pendahulu dan segenap pegawai KPK.

Namun kiranya harus diakui bahwasanya masih banyak yang harus dilakukan terutama sinergitas dengan para aparat penegak hukum lainnya sehingga pemberantasan berhasil guna dan berdaya guna sebagaimana tujuan dibentuknya Komisi pemberantasan Korupsi, Imbuh Ketua KPK Firli Baruri.

Adapun untuk membangun kekuatan serta memfokuskan pikiran dan tenaga dengan tetap memelihara passion, energy dan semangat pengabdian demi kecintaan kepada KPK serta Negara yang sama-sama kita cintai bersama. Memang terasa begitu banyak persoalan yang harus dihadapi, dikelola secara paralel dengan berbagai permasalahan datang silih berganti secara terus menerus tanpa henti.

Kiranya jika diibaratkan sebuah kapal besar yang sedang mengarungi samudra, Kapal besar itu adalah kapal NKRI, untuk itu KPK harus dapat memastikan dia bisa selamat sampai tujuan, ” Tegas Firli Bahuri.” Maka dari itu semua penumpang harus dapat mengambil dan memainkan perannya sesuai dengan tugas pokok serta fungsinya masing-masing.

Hal yang penting lagi adalah seluruh awak dan penumpang kapal tidak membuat kegaduhan, sehingga kapal besar tadi siap mengarungi samudra , menerobos ombak dan gelombang serta badai. Mesin sudah terpasang, kayuh sudah disiapkan, kompas tujuan arah sudah ditentukan maka selanjutnya mari bersama menuju tujuan indonesia yg sejahtera, Indonesia yang cerdas serta Indonesia yang adil bagi semuanya anak bangsa. Ujarnya.

Waktu 16 tahun pengabdian KPK jika diiIbaratkan jalan panjang, maka jalan itu terbentang panjang seakan tak berujung yang tetap akan kami lalui, kalaupun ibarat lautan maka terlalu amat sangat luas tanpa batas akan tapi tetap akan kami lalui degan berbagai tantangnnya.

Selayaknya jalan maka tidak ada jalan yang mulus dan lurus namun penuh turunan curam, tanjakan yang begitu mendaki, belokan yang begitu tajam. Namun kami masih memiliki keyakinan, tidak ada jalan yang tak berujung, tiada pentas yang tak berakhir. Walaupun masalah datang silih berganti, namun pasti ada saja solusi. Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa tidak akan pernah memberi masalah tanpa jalan penyelesaiannya.

Yang terpenting adalah kita harus katakan pada masalah bahwa kita memiliki ALLAH SWT Tuhan yang maha kuasa, dan kiranya kita juga meyakini bahwa masalah tidak akan pernah membunuh kita tapi justru akan membuat kita menjadi lebih kuat ( we believe that problem would not ever kill us, but that’s bring us to be more stronger).

Dalam momentum serta kesempatan yang baik ini kiranya mewakili Lembaga KPK Memohon Maaf sekiranya kalau lembaga KPK belum dapat maksimal dalam melakukan pemberantasan korupsi, akan tetapi kami akan terus berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, iklim usaha , keyakinan investor , dan terus menjadi pengawal setia NKRI, guna keberlanjutan Pembangunan nasional.

Maka dalam rangka mewujudkan tujuan Negara perlu andil besar seluruh anak bangsa dimanapun berada untuk dapat berkarya dalam semangat kebhinekaan, kebersamaan dalam keberagaman termasuk anak bangsa yang sekarang ini mendapat amanah mengabdi di KPK. Kini saatnya , kita seluruh anak bangsa berikrar bahwa…” It is time for us to pay back to our state Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Tutup Ketua KPK Firli Bahuri.

(@yfi)

Ini Sepak Terjang Ketua KPK Baru, Komjend Polisi Drs. Firli Bahuri, M,Si

Zonamakassar.com, Jakarta – Terpilih sebagai ketua KPK yang akan segera memimpin lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi untuk masa jabaran 2019 – 2023, Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri adalah sosok yang telah dikenal dikalangan lembaga tersebut.

Pria kelahiran Lontar, 8 November 1963 merupakan putra bungsu enam bersaudara dari pasangan Bahuri-Ayahanda dan Tamah-Ibunda tersebut memiliki karir yang cukup gemilang di Kepolisian Republik Indonesia.

Dalam kesempatan silaturahmi ketua umum IMO-Indonesia Yakub Ismail di Mabes Polri, Kamis 28/11/19 pekan kemarin, Komjen Pol. Firli Bahuri sempat bercerita sedikit saat ditanya pencapaiannya saat ini, Alhamdulilah Ucapnya….Insya Allah semoga selalu diberikan petunjuk dan lindungan Nya. Agar amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya

Sebagaimana diketahui bahwa Komjen Pol. Firli Bahuri memulai karirnya sejak memasuki sekolah bintara polri pada tahun 1984 ( seba milsuk II dodiklat 006 betung polda sumbagsel ) setelah 3 kali gagal mengikuti Akabri di 82,83 dan 84. Selanjutnya setelah lulus bintara polri bertugas di polres cibabat polda jabar dan kemudian pada tahun 1987 mengikuti pendidikan militer Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI), itupun setelah ia sempat gagal seleksi AKABRI di magelang pada tahun 1985 dan 1987.

Setelah berhasil menuntaskan studinya di AKABRI pada tahun 1990, ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) pada tahun 1997 serta program pasca sarjana Kajian ilmu kepolisian Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2000.

Sekolah Staf dan Pemimpin Polri (Sespim) berhasil ia selesaikan pada 2004, dan bertugas di Polda Metro jaya.

Selama bertugas, dirinya selalu menunjukkan dedikasi yang tinggi untuk negara yang dicintainya. Ia juga tak berhenti menorehkan sejumlah prestasi lewat perjuangan kerasnya. Melihat prestasinya yang memukau, deretan kepercayaan pun dilimpahkan kepadanya.

Pada 2001 ia diangkat menjadi Kapolres Lampung Timur, ini merupakan jabatan strategis untuk awal karirnya di lembaga Kepolisian Republik Indonesia.

Dalam perjalanannya, Komjen Pol. Firli Bahuri memperlihatkan keseriusannya dalam menjalankan tugas dan amanah yang dipercayakan oleh negara.

Alhasil, pada 2005 ia kembali ditunjuk sebagai Kasat III/Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sebelum itu, dirinya juga sempat menjabat Wakapolres di Lampung Tengah.

Perjalanan karirnya kian hari kian cerah, ia akhirnya ditempatkan menjadi Kapolres Kebumen pada 2006. Pada tahun berikutnya, 2007, ia kembali diangkat menjadi Kapolres Brebes.

Berkat kinerjanya yang membuat decak kagum banyak pihak, ia kemudian menerima sejumlah promosi jabatan yang datang silih berganti.

Dimulai dari ditunjuknya menjadi Wakapolres Metro Jakarta Pusat (2009), dilanjutkan dengan Asisten Sespri Presiden (2010), hingga mengemban amanah jabatan Ditreskrimus Polda Jateng pada 2011.selama bertugas di dir reskrimsus polda jateng, beberapa bupati , walikota dan anggota dewan tersangkut kasus korupsi dituntaskan secara profesional.

Kepercayaannya kian meningkat setelah dirinya mengikuti seleksi sebagai Ajudan Presiden dan wakil Presiden RI 2012, dan mengemban amanah sebagai ajudan wakil presiden RI 2012 -2014, sebelum akhirnya menjabat Wakapolda Banten 2014.

Jabatan prestisius lainnya pun terus menyusul. Dirinya diangkat menjadi Karodalops Sops Polri 2016 dan saat itulah aksi super damai 212 dikelolanya dg apik sehingga berjalan aman dan nyaman. Di akhir tahun 2016 ia juga ditunjuk sebagai Wakapolda Jawa Tengah. Karirnya kian melejit hingga akhirnya menjabat Kapolda Nusa Tenggara Barat febuari 2017 sampai dengan april 2018.

Adapun pada tahun 2018, ia dipercayakan menempati posisi Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebuah langkah awal sebelumnya dirinya benar-benar ikut berkontestasi dalam penjaringan calon pimpinan KPK pada pertengahan 2019 silam.

Namun, sebelum itu dirinya juga sempat menjabat Kapolda Sumatera Selatan (2019), daerah tempat ia menghabiskan masa kecil dan studinya di awal.

Pada tahun yang sama, 2019, ia juga ternyata menerima kepercayaan menjadi Kepala Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Kabaharkam polri).

Tentu saja, perjalanan panjang karir Komjen Pol. Firli Bahuri yang sungguh luar biasa itu bukan sesuatu yang kebetulan. Akan tetapi semua yang ia dapatkan merupakan sebuah hasil yang lahir dari proses yang panjang dengan tekad yang kuat serta Doanya Kepada Allah Swt. Ia meyakini bahwa Semua yang telah diterima karena kuasa dan kehendak Allah SWT. (@yfi/IMO-Sulsel)

Firli Bahuri Sah Jadi Ketua KPK

Zonamakassar.com, Jakarta – Komisi III DPR memilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK. Hal ini telah disepakati dalam musyawarah Komisi III.

“Seluruh perwakilan fraksi-fraksi menyepakati untuk menjabat pimpinan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai Ketua adalah saudara Firli Bahuri,” kata Pimpinan rapat Komisi III Azis Syamsudin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Sementara itu, wakil ketua diisi empat pimpinan KPK lainnya. Yaitu Lili Pintauli, Nawawi, Nurul Ghufron dan Alexander Marwata.

Demikian keputusan ini,” ujar Azis.