Habib Rizieq Shihab Dibawa ke Rutan Polda Metro Jaya

Zonamakassar.com, Jakarta – Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab akhirnya keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sekira pukul 00.22 WIB.

Habib Rizieq Shihab resmi ditahan di rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya, Minggu, dinihari, (13/12/2020).

Penahanan ini usai dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka kasus penghasutan.

Habib Rizieq pun disangkakan dengan Pasal 160-216 KUHP, yang ancaman hukumannya 6 tahun penjara.

Dengan tangan diborgol, HRS digiring ke rutan Polda Metro Jaya pukul 00.28 WIB.

Terlihat seorang perempuan simpatisan Habib Rizieq menangis histeris melihat HRS di borgol.

“Jangan borgol habib kami.” teriaknya.

Sebelumnya, HRS mendatangi Polda Metro Jaya, Sabtu, (12/12/2020), sekitar pukul 10.24 WIB untuk menjalani pemeriksaan.(*)

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko : Ijtimak Ulama III Picu Gerakan Massa

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko merespons wacana Ijtimak Ulama ketiga yang disebutnya berpotensi memicu gerakan massa. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

ZonaMakassarCom, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut penyelenggaraan Ijtimak Ulama III, yang disampaikan Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis terindikasi untuk menciptakan gerakan massa usai pemungutan suara Pemilu 2019.

Indikasi itu, kata Moeldoko dapat dilihat dari isu kecurangan Pemilu yang akan dibawa dalam Ijtimak Ulama tersebut.

“Iya bisa ke arah situ (menciptakan gerakan). Karena apa? Persoalan kecurangan itu selalu dihembuskan. TSM itu ya, terstruktur, sistematis, masih, ada satu lagi luar biasa. Ini menurut saya sebuah upaya yang harus kita hentikan,” kata Moeldoko di kantornya, Jakarta, Jumat (26/4).

Moeldoko meminta semua pihak tak langsung menjustifikasi sebuah persoalan yang belum tuntas. Menurutnya, dugaan kecurangan maupun kelalaian dalam pesta demokrasi lima tahunan bisa diselesaikan melalui jalur konstitusional.

“Bukan dengan Ijtimak, itu apa urusannya itu. Urusan politik kok dicampur adukan enggak karu-karuan, sehingga membingungkan masyarakat,” ujarnya.

Saat ditanya apakah sebaiknya rencana menggelar Ijtimak Ulama III itu dibatalkan, Moeldoko tak menjawab tegas. Mantan Panglima TNI itu hanya menyebut masyarakat saat ini membutuhkan situasi yang aman dan nyaman.

“Menurut saya dalam suasana yang seperti sekarang ini masyarakat membutuhkan suasana yang nyaman. Jangan menciptakan suasana yang menakuti masyarakat,” tuturnya.

Pemerintah antisipasi

Lebih lanjut, Moeldoko mengatakan bahwa pemerintah juga telah siap jika ada kelompok masyarakat yang ingin membuat gerakan usai Pemilu. Ia mewanti-wanti agar kelompok masyarakat tak menunggangi masalah Pemilu untuk merancang sebuah gerakan.

“Kalau ada cara-cara bagaimana menciptakan sebuah trigger dengan upaya-upaya bisa dengan cara disiapkan dengan baik dan seterusnya. Untuk itu kami juga siap menghadapi situasi seperti itu,” ujarnya.

Pensiunan jenderal bintang empat itu mengatakan bahwa pemerintah terus memantau dari indikasi membuat gerakan massa karena tidak puas dengan hasil Pemilu. Moeldoko meminta agar tak mencoba-coba menciptakan sebuah gerakan karena nantinya merugikan masyarakat

“Kita harus menyelesaikan dengan cara-cara kesatria, bukan dengan cara cara yang tidak baik. Itu perlu saya sampaikan agar apa? Agar kita semuanya kembali kepada terciptanya sebuah kondisi yang semua dari kita bisa menikmati dengan baik,” kata Moeldoko.