Pencanangan Hari Kebudayaan, Dinsos Makassar Kompak Kenakan Baju Adat

ZonaMakassar.Com, Makassar – Memperingati Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya kota Makassar pada 1 April kemarin, Dinas Sosial (Dinsos) kota Makassar kompak mengenakan baju adat Bugis-Makassar, Baju Bodo.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinsos Makassar, Iskandar Lewa mengatakan seluruh ASN, pegawai serta pilar-pilar sosial di Dinsos terlihat mengenakan baju adat asal berbagai daerah di Sulawesi Selatan dengan dengan berbagai ragam warna.

“Jadi Semua pegawai ASN serta Pilar-Pilar Sosial mengenakan baju adat, semua bidang dan seluruh staf tanpa terkecuali di Dinas Sosial,” ucap Iskandar Lewa.

Iskandar juga menambahkan, pentingnya pencanangan hari kebudayaan ini, agar masyarakat makin mencintai kearifan lokal yang menganut asas Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu.

“Pencanangan Hari Kebudayaan ini sangat penting, sebagai wujud dari kecintaan kita terhadap NKRI dan kearifan lokal, Budaya menganut asas Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu,” tambahnya.

Sebelumnya, Walikota Makassar, Danny Pomanto telah menetapkan bahwa tanggal 1 April merupakan peringatan Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya Kota Makassar. Tahun ini merupakan tahun pertama peringatan ini dilaksanakan.

Selain mengenakan pakaian adat, Perwali ini juga mewajibkan kantor, mal, restoran, hingga bioskop untuk memutar musik dan lagu tradisional.

Pemprov Sulsel Apresiasi Pencanangan Hari Kebudayaan

ZonaMakassar.Com, Makassar – Pencanangan Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya yang dicanangkan oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Makassar mendapatkan apresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Hal tersebut disampikan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo saat pencanangan Hari Kebudayaan yang berlangsung di Benteng Rotterdam, Senin (1/4/2019).

Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel ini menyampaikan Gubernur Sulsel sangat mengapresiasi gebrakan yang dilakukan oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto untuk mencanangkan Hari Kebudayaan.

“Hari Kebudayaan Makassar yang digagas Bapak Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto adalah sesuatu yang layak kita berikan apresiasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengajak kepada semua pihak agar terus melanjutkan kebudayaan Sulawesi Selatan. Menurutnya, budaya tak hanya sebagai warisan sejarah melainkan adalah sebuah kehormatan, identitas, dan pemersatu.

Lebih jauh dikatakan, ia menganggap, NKRI akan tetap ada selama kebudayaan masih ada. Pomanto pun tak segan memberikan pendapat bahwasanya semboyan Indonesia, bhinneka tunggal Ika memiliki kekuatan besar pada budaya yang ada.

“Maka jangan tinggalkan budaya, budaya sopan santun kita, budaya musyawarah kita, budaya gotong royong kita, adalah hal yang luar bias,”pungkasnya.

Sekcam Mamajang Ajak Pegawai Sukseskan Hari Kebudayaan

Zonamakasssar.com, Makassar – Upacara Bendera di Halaman Kantor Camat Mamajang, Senin (1/4/2019) dipimpin Sekretaris Camat Mamajang, Rendra. Berbeda dari biasanya, upacara kali ini, mewajibkan seluruh staf kepala seksi serta lurah yang mengikuti upacara menggunakan pakaian adat khas Sulawesi Selatan.

Hal tersebut dikarenakan, tepat pada hari ini merupakan Pencanangan Hari Kebudayaan Kota Makassar 1 April 2019 yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan Kota Makassar.

Rendra mengatakan, kemajuan Kota Makassar dengan tetap memegang nilai-nilai luhur dan warisan budaya terbukti pada hari ini.

“Upacara kita kali ini agak berbeda, dimana kita kembali diingatkan untuk senantiasa melestarikan kekayaan budaya yang kita miliki, semoga Hari Kebudayaan ini dapat kita maknai bersama,” ungkap Rendra.

Usai pelaksanaan Upacara dengan mengenakan pakaian sdat dari berbagai daerah, rencananya Deklarasi Hari Kebudayaan akan dianjutkan di Benteng Fort Rotterdam.

Peringati Hari Kebudayaan, Pegawai Hingga Siswa Kenakan Baju Bodo

Siswa-siswi sekolah mengenakan pakaian adat untuk memperingati Hari Kebudayan Kota Makassar,Setiap 1 April

ZonaMakassar.Com, Makassar -Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Makassar menetapkan 1 April sebagai Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya.

Memperingati Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya, seluruh instansi, perkantoran, hingga sekolah serentak mengenakan baju bodo yang merupakan baju adat suku Bugis-Makassar.

Kepala Disbud Makassar Sittiara Kinnang mengatakan pencanangan hari kebudayaan dan bulan Budaya merupakan wujud untuk menjaga budaya Sulsel, khususnya Makassar.

“Pencanangan Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya sebagai bentuk perhatian pemerintah akan budaya Makassar,” sebutnya.

Sebelumnya Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto sudah mengeluarkan surat edaran ke seluruh instansi pemerintahan lingkup Pemkot Makassar untuk mengenakan baju adat pada 1 April 2019.

Peringati Hari Kebudayaan, Pegawai Hingga Siswa Kenakan Baju Bodo

Siswa-siswi sekolah mengenakan pakaian adat untuk memperingati Hari Kebudayan Kota Makassar,Setiap 1 April

ZonaMakassar.Com, Makassar -Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Makassar menetapkan 1 April sebagai Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya.

Memperingati Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya, seluruh instansi, perkantoran, hingga sekolah serentak mengenakan baju bodo yang merupakan baju adat suku Bugis-Makassar.

Kepala Disbud Makassar Sittiara Kinnang mengatakan pencanangan hari kebudayaan dan bulan Budaya merupakan wujud untuk menjaga budaya Sulsel, khususnya Makassar.

“Pencanangan Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya sebagai bentuk perhatian pemerintah akan budaya Makassar,” sebutnya.

Sebelumnya Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto sudah mengeluarkan surat edaran ke seluruh instansi pemerintahan lingkup Pemkot Makassar untuk mengenakan baju adat pada 1 April 2019.

Pemkot Makassar Tetapkan 1 April Sebagai Hari Kebudayaan

ZonaMakassar.Com, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Kebudayaan Makasssar menetapkan pada 1 April sebagai hari kebudayaan dan bulan budaya.

Untuk memperingati hari kebudayaan dan bulan budaya pada tanggal 1 April nanti akan diisi dengan kegiatan berunsur kebudayaan Makassar.

Sejumlah kegiatan akan ditampilkan mulai dari parade budaya 1000 penari, pertunjukan seni budaya, FGD dengan teman budaya, festival seni budaya hingga festival makanan tradisional.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto berharap dengan adanya pencangan hari kebudayaan dan bulan budaya diharapkan kebudayaan Bugis-Makassar tetap terjaga.

“Semoga dengan ada pencanangan hari kebudayaan Kota Makassar ini dapat menjadikan kebudayaan Makassar lebih dikenal lagi oleh masyarakat Indonesia dan semakin mendunia. Mariki’ bersama-sama sukseskan acara ini,” pungkasnya.(Jul)

Melalui Hari Kebudayaan Wali Kota Makassar Ingin Anak Muda Mengenal Budaya

ZonaMakassar.Com, Makassar – Dinas Kebudayaan kota Makassar menggelar rapat persiapan Teknis Pelaksanaan Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya, Serta Parade Budaya, Sipakattau lantai 2 kantor Balaikota Makassar, Kamis (28/3/2019). Hadir dalam rapat tersebut Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan Kepala Dinas Kebudayaan Sittiara Kinnang.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku perlunya peringatan hari kebudayaan. Pasalnya dengan adanya hari kebudayaan, membuat anak muda di Makassar mengenal budaya asalnya.

“Hari kebudayaan itu kalau dilihat dari konsepnya memberikan kita pembelajaran yang sangat penting karena wilayah atau daerah tanpa kebudaayaan ibarat padang pasir tanpa tanaman, begitupun orang tanpa budaya sama seperti orang yang tak punya sopan santun,” Ucapnya

Lanjut, pentingnya masyarakat mengenal kebudayaan adalah orang yang tidak punya identitas, maka hari kebudayaan Kota Makassar sangatlah penting.

Danny Pamantomejelaskan tiga hal yang menjadi tantangan besar untuk pemerintah Kota Makassar. “Yakni apakah budaya di pahami oleh anak kita, apakah budaya ini adalah pemersatu kita, apakah budaya ini adalah identitas kita?” ungkapnya.

“Maka dengan itu hari kebudayaan sangatlah penting, pertama kita buat lebih menarik agar milenial tertarik dengan budaya , kedua kita ingin memberikan timeline tentang budaya nusantara dan tentunya budaya Makassar.” pungkasnya.

Canangkan Hari Kebudayaan, Wali Kota Makassar Akan Buat Perwali

ZonaMakassar.com – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menunjukkan perhatiannya terhadap kebudayaan dengan akan membuat Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya Kota Makassar.

Danny Pomanto mengaku dengan adanya Perwali Kebudayaan bisa menjadi ikatan bagi warga Makassar untuk menjaga budaya. Danny mengaku akan menandatangi Perwali tersebut per tanggal 1 April 2019.

Dengan adanya Perwali tersebut, mewajibkan seluruh warga Makassar mengenakan pakaian adat tradisional di tanggal 1 April. Selain mengenakan pakaian adat, kantor, mal dan restoran hingga bioskop diwajibkan memutar musik dan lagu tradisional.

“Semua mal-mal, restoran ilustrasi musik atau backsoundnya memutar musik tradisional. Kita mengenang budaya bugis, Makassar, mandar toraja kita di 1 April nanti,” ujar Danny.

Danny menegaskan telah mengkonsultasikan terobosannya ini dengan Pemerintah Pusat dan telah menyetujui dan mengapresiasinya.

“Nanti juga anak-anak yang ke sekolah akan kita suruh bawa kue tradisional Bugis Makassar. Ini demi mengenalkan kepada mereka akan kekayaan budayata,” ucapnya.

Menurut Danny, Hari dan Bulan Kebudayaan pertama kali dicanangkan di Indonesia. Olehnya segenap SKPD dan forkopimda Makassar wajib mendukungnya.

“Ini sebuah tantangan yang kemudian dijawab oleh ibu kadis. Saya apresiasi,” kata Danny.

Danny pun menegaskan pentingnya hari kebudayaan dan bulan budaya. Menurutnya di era modern ini hampir tidak ada lagi unsur budaya. Bahkan, sifat dari revolusi industri 4.0 berpotensi menghilangkan budaya Makassar.

“Saya takutnya budaya kita akan ditinggalkan. Pada saat yang sama, dinas kebudayaan menginisiasi kegiatan ini untuk menangkal hal hal yang tidak diinginkan,” terang Danny.

Danny berharap, melalui Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya, anak anak milenial utamanya yang masih duduk di bangku SD hingga SMA mengenal betul sejarah hingga unsur budaya baik di Sulawesi Selatan hingga luar Sulsel.

“Budaya itu bukan hanya makanan, pakaian, nyayian tapi budaya adalah seluruh kehidupan di tanah leluhur kita,” kata Danny.

Danny pun menegaskan, di kegiatan nanti akan menampilkan seluruh etnis budaya di Indonesia yang mencakup 34 Provinsi, bukan hanya budaya Sulsel saja.