Pemkot Adakan Doa dan Dzikir di HUT Makassar 413

Zonamakassar.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menggelar doa dan dzikir bersama dalam menyambut HUT Makassar yang ke -413 di di Baruga Anging Mamiri Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu, (7/11/2020).

Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mangatakan, di hari jadi Kota Makassar merupakan moment dimana harus kembali merenungkan dan mengrefleksikan diri.

“Mari kita semua merenungkan dan mengrefleksikan diri apa yang kita telah perbuat dan karya apa yang kita berikan kepada warga kota Makassar. Tidak ada manusia yang tidak sepakat bahwa kita ingin yang lebih baik dari hari hari kemarin,” ucap Rudy.

Rudy mengajak seluruh jajaran pemerintahannya untuk terus berkarya membangun serta menjadikan Kota Makassar aman tentram tertib dan sejahtera

“Mari kita terus berbuat yang terbaik dan berkarya untuk kota Makassar yang kita cintai, Pemerintah Kota sebagai rumah kita bersama harus memberikan pelayanan yang ikhlas kepada warga masyarakat,” harapnya.

Kegiatan dzikir dan doa dipimpin langsung oleh Ustad Habib Hamid Al Amin serta diisi dengan musik rebana dan pembacaan ayat ayat suci Al-Quran.

Dengan menerapkan protokol kesehatan, dzikir dan doa bersama dihadiri Sekda Kota Makassar M.Ansar, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana, Dandim 1408/ BS Kolonel Kav. Dwi Irbaya Sandra, serta jajaran kepala SKPD camat dan Lurah.

413 Pasangan Nikah Massal Meriahkan HUT Kota Makassar

Zonamakassar.com, Makassar – Sebanyak 413 pasangan akan dinikahkan secara massal oleh Pemerintah Kota Makassar. Kegiatan kolosal ini merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun Kota Makassar ke 413 yang jatuh pada tanggal 9 November 2020.

Hal ini terungkap saat berlangsung pertemuan Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin dengan Ketua Pengadilan Agama Makassar, Drs. H. Muhadin, SH., MH di Rumah Jabatan Walikota Makassar, Selasa (13/10/2020).

“Ini bagian dari upaya untuk membantu warga kita yang selama ini terkendala berbagai urusan-urusan administratif akibat belum memiliki surat pernikahan yang legal. Selain itu, ini juga sangat membantu anak-anak kita mendapatkan Kartu Keluarga atau juga surat akte kelahiran yang selama ini terkendala akibat orang tua mereka yang belum memiliki surat nikah” ujar Prof Rudy.

Ia berharap, dengan kegiatan Nikah Massal ini, persoalan- persoalan administrasi yang selama ini dihadapi masyarakat bisa diselesaikan.

“Kami juga mengapresiasi seluruh stakholder yang terlibat membantu warga kita dalam program nikah massal ini, baik itu Pengadilan Agama Makassar, Dinas Dukcapil, Dinas Sosial, serta elemen lainnya” lanjut Prof Rudy.

Sementara itu, Kepala Seksi Jaminan Kesejahteraan Sosial Dinsos Makassar, La Heru mengatakan saat ini tim dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) masih melakukan pendataan diseluruh kecamatan di Makassar termasuk memberi kesempatan kepada pasangan yang ingin ikut dalam program ini.

“Kita memberi kesempatan kepada pasangan yang sudah menikah namun belum memiliki surat nikah. Silahkan berkordinasi dengan TKSK yang ada disetiap kecamatan” lanjutnya.

Rencananya, pelaksanaan nikah massal akan laksanakan pada bulan November di salah satu gedung sekolah di Makassar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (*)