Ancaman Imam Nahrawi: Siap-siap Saja yang Merasa Terima Dana KONI

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengancam kepada sejumlah pihak yang dianggap turut menerima uang panas kasus suap dan gratifikasi yang menjeratnya, akan disampaikan dalam persidangan (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Zonamakassar.com, Jakarta – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK).
Namun, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengancam akan membongkar siapa saja yang terlibat dalam kasusnya.
Imam menyebut dakwaan Jaksa KPK keliru. Hal ini dilontarkannya usai mendengar dakwaan terhadapnya yang disebut menerima suap mencapai Rp11.5 miliar dan gratifikasi Rp8.6 Miliar.
“Banyak narasi fiktif (dalam dakwaan) di sini. Nanti kami akan lihat (dalam pemeriksaan saksi),” kata Imam usai menjalani persidangan perkara kasus suap dan gratifikasi dana hibah Kemenpora kepada KONI tahun 2019, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (14/2).
Bahkan, Imam pun mengancam kepada sejumlah pihak yang dianggap turut menerima uang panas kasus suap dan gratifikasi yang menjeratnya, akan disampaikan dalam persidangan. Dia pun meminta agar Jaksa membuktikan dakwaannya.
“Siap-siap saja yang merasa nerima dana KONI ini, siap-siap,” tegas Imam.
Kendati demikian, Imam enggan membeberkan aliran uang panas dana suap KONI kepada sejumlah pihak. Namun, dia meminta dukungan untuk menjalankan proses perkara yang menjeratnya.
“Terimakasih supportnya ya semua teman-teman. terimakasih dukungannya,” katanya. (jpc)

Harapan Menpora Agar Pihak Swasta Aktif Bantu Olahraga Tanah Air

ZonaMakassar.Com, Makassar – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta pihak swasta serta para pelaku usaha yang ada di Indonesia untuk aktif berpartisipasi mendukung dunia olahraga Tanah Air.

Pernyataan itu disampaikan Imam usai penandatanganan nota kesempahaman (MoU) antara Kemenpora dan tiga induk cabang olahraga terkait dana bantuan pelatnas di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

“Ini adalah kesempatan bagi semua pelaku dunia usaha dan juga swasta untuk ikut bersama-sama membantu, mendukung kemajuan olahraga di Indonesia,” kata Imam dikutip dari Antara.

Imam menyebut dibutuhkan perjuangan yang besar untuk memajukan dunia olahraga di Indonesia. Perjuangan itu harus dilakukan bersama-sama dan oleh semua pihak, tidak bisa dilakukan secara sepihak.

“Tidak bisa kalau hanya mengandalkan pemerintah saja. Semuanya harus berpartisipasi. Tidak akan ada prestasi tanpa partisipasi,” ujar Imam.

Kemenpora sendiri baru saja memberikan bantuan dana untuk tiga induk organisasi cabang olahraga Indonesia, yakni Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI), dan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI).

“Kami berharap, melalui dana bantuan ini, pelatnas segera dimulai. Segera persiapkan atlet-atlet untuk menghadapi SEA Games 2019 dan Olimpiade 2020. Persiapkan semua atlet dengan sebaik-baiknya sehingga mentalnya semakin kokoh dan kuat,” ucap Imam.

Kepada induk-induk organisasi cabang olahraga lainnya, Imam meminta untuk segera mengajukan permohonan dana bantuan agar pelatnas dapat dimulai secepatnya.(*)