Meski Head to Head Pilkada Luwu Utara, Pengamat: Bupati Indah Sulit dikalahkan

Zonamakassar.com, Makassar – Penantang petahana Tahar Rum yang juga merupakan wakil bupati Luwu Utara, menyiapkan skenario head to head untuk menumbangkan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

Sekalipun head to head pengamat politik menilai Indah sulit ditumbangkan.Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto menilai posisi sebagai petahana tentu selalu diuntungkan, apalagi saat masa jabatan pemerintahan berjalan normal.”Petahana selalu diuntungkan ketika pemerintahan normal. Di situ dia dapat untung popularitas positif, selain petahana memiliki kendali dan loyalitas ASN,” kata Andi Ali.

Selain itu, lanjut Andi Ali, petahana selama berkuasa memiliki akses program pemerintahan, meskipun ada larangan menjanjikan program pemerintah, tapi tidak ada larangan mengklaim hasil itu.”Wakil bupati yang maju jarang menang jika melawan petahana. Kecuali bupatinya bermasalah. Ibu Indah saat head to head kemarin kan menang karena bupatinya memang bermasalah,” ungkap ketua jurusan Ilmu Politik Unhas itu, Selasa, 8 Oktober.

Dalam kondisi normal, lanjut Andi Ali, wakil bupati itu berada di posisi sub koordinat, meskipun populer dia tidak dikenal dalam kebijakan pemerintah. Yang selalu diuntungkan adalah bupati.”Sejauh ini tidak ada hal-hal yang luar biasa, yang bisa digunakan untuk menjatuhkan Indah, tidak pernah ada berita yang heboh terkait pemerintahannya. Bedah halnya jika bermaslah, tentu penantang apalagi head to head besar peluang untuk menang,” pungkasnya. (bay)

Susi Air Akan Mengudara di Luwu Raya

ZonaMakassar.Com, Masamba – Pesawat Susi air dengan subsidi pemerintah kembali mengudara di langit Bumi Lamaranginang. (07/03/2019).

Hal itu usai Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani melakukan Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perusda Simpurusiang dengan pihak Bandara Andi Djemma Masamba, Rabu (6/3).

Penandatanganan MoU ini merupakan program jembatan angkutan udara kargo perintis.

Kepala UPB Bandara Andi Djemma Masamba, Muhammad Sabu dalam laporannya menyampaikan tahun ini subsidi angkutan udara akan melayani lebih banyak melayani penerbangan, diantaranya:

* Rute Masamba – Seko sebanyak 516 penerbangan (Pulang Pergi)

* Rute Masamba – Rampi sebanyak 516 penerbangan (Pulang Pergi)

* Rute Seko – Palu sebanyak 172 penerbangan (Pulang Pergi)

* Seko – Tanq Toraja sebanyak 86 penerbangan (Pulang Pergi)

* Rampi – Tana Toraja sebanyak 86 penerbangan (Pulang Pergi).

“Total target penerbangan kita yaitu 1.380 dengan jumlah penumpang yang diangkut sekitar 13.800,” terang Sabu.

Bupati Luwu Utara dalam sambutannya mengapresiasi peningkatan jumlah penerbangan yang disubsidi.

“Kita ketahui bersama pada tahun sebelumnya sekitar 12.000 penumpang, dan tahun ini ditargetkan 13.800. Khusus kargo tahun lalu hanya 600 ton, tahun ini meningkat hampir dua kali lipat yakni 1038 ton. Kami yakin dengan kerja keras target akan dicapai bahkan dilampaui, dan kita doakan yang penting Susi Air tetap dalam kondisi baik dan tak ada kendala,” kata Indah.

Tahun ini, dijelaskan Indah bahwa pengelolaan angkutan perintis kargo diserahkan kepada Perusda.

“Diserahkan kepada Perusda, agar 1.036 ton jumlah yang diberikan kepada Pemda Luwu Utara dapat terkelola secara maksimal dan diperuntukan untuk kebutuhan masyarakat. Terimakasih yang mendalam dari masyarakat kami, mudah-mudahan perhatian pemerintah terhadap Luwu Utara semakin baik dari waktu ke waktu,” harap isteri dari Muhammad Fauzi ini.(Hms)

Tandu Jenazah Puluhan Kilometer, Warga Minta Bupati Luwu Utara Tak Diam

ZonaMakassar.Com, Luwu Utara – Jenazah warga Desa Rampi, Luwu Utara, Renti Tata harus ditandu puluhan kilometer akibat akses wilayahnya yang tidak kunjung diperbaiki. Masyarakat Rampi sangat berharap infrastruktur jalan segera dibangun.

“Pemerintah daerah Luwu Utara jangan hanya diam dan terus tutup mata dengan kondisi pahit yang dirasakan oleh keluarga kita atau masyarakat di Kecamatan Rampi,” ujar perwakilan pemuda Rampi, Bangsi Bati, dikutip dari detikcom, Jumat (15/2/2019).

Bangsi mengatakan pembangunan akses jalan menuju Rampi harus menjadi prioritas utama pemerintah. Sayangnya, hingga saat ini dia melihat pembangunan infrastruktur itu dinilai sangat lamban.

i membuat kita terisolasi. Pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat pada umumnya,” kata dia.

“Dengan tidak terbangunnya akses infrastruktur ini, tentunya akan mempengaruhi sejumlah komponen kebutuhan masyarakat. Seperti pelayanan publik di masyarakat. Contoh pendidikan, kesehatan, dan pembangunan,” sambung dia.

Tidak hanya itu, dia juga menyoroti sarana dan prasarana di Puskesmas Rampi yang dianggapnya masih sangat terbatas. Keterbatasan ini mulai dari jumlah tenaga medis dan fasilitas lainnya.

“Harusnya menjadi prioritas. Melengkapi segala perangkat yang tidak ada, agar tak ada lagi warga yang dirujuk sampai ke rumah sakit karena melihat situasi dan kondisi akses jalan yang belum terbangun,” kata Bangsi.

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengakui ini bukan pertama kalinya jenazah harus ditandu puluhan kilometer menuju Rampi.

“Ini kejadian bukan pertama kali. Kita ketahui kejadian yang sudah kesekian kali,” kata Indah saat ditemui wartawan di kantor Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan jauhnya jarak dan belum bagusnya akses jalan menuju Rampi menjadi kendala utama jenazah mengapa harus ditandu puluhan kilometer. Dia berharap akses pesawat menuju Rampi lewat bandara perintis dapat ditingkatkan, khususnya pada akses pengiriman kargo.

“Awal tahun pesawat belum subsidi, kemudian kalau kargo belum ada karena belum selesai lelang, sehingga kita berharap ada percepatan,” ungkapnya.

“Ini kan jadi keprihatinan bersama. Kami berharap ada sinergi ada pemda, pemerintah provinsi, dan pusat. Pusat kemarin minta percepatan tender kargo,” sambungnya.

Dengan dibukanya pengiriman kargo, Indah berharap pengiriman jenazah menuju Rampi tidak menjadi sangat mahal. Perlu diketahui, untuk mengirim jenazah ke Rampi, keluarga jenazah harus merogoh kocek Rp 50 juta.

“Sehingga masyarakat tidak membutuhkan biaya yang terlalu mahal. Kemarin Rp 50 juta itu nonsubsidi. Kalau kargo jauh lebih murah,” kata dia.

Untuk perbaikan jalan menuju Rampi, lanjut Indah, desain pembangunannya baru akan selesai tahun ini. Hal inilah yang menyebabkan dirinya mendorong segera dipercepat perbaikan sarana transportasi udara ke daerah itu.

“Kalau Rampi ini masih didesain. Fokusnya tahun ini masih desain,” kata Indah. (fiq/asp)