Gubernur Akan Pangkas Birokrasi Perizinan yang mempersulit Investasi

Zonamakassar.com, Makassar – Menanggapi pidato Presiden Joko Widodo tentang visi Indonesia, Minggu (14/7/2019) malam, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah akan memangkas birokrasi yang memperjualbelikan izin-izin sehingga mempersulit investor masuk ke Indonesia.

“Apa yang disampaikan Presiden, itu yang selama ini menjadi masalah terjadi di Indonesia. Beliau tahu apa hambatan investasi kita. Saya ingin mengatakan bahwa arahan Presiden bahwa seluruh pemangku kepentingan, pemangku amanah menjalankan dengan baik. Saya sangat percaya, arus investasi masuk di Indonesia akan semakin besar,” kata Nurdin ketika dikonfirmasi lewat telepon selulernya, Senin (15/7/2019).

Menurut Nurdin, pembangunan infrastruktur yang dimaksud Presiden Jokowi tentu akan merasakan betul betapa beratnya mengurus izin-izinnya. Presiden ingin menyederhanakan dan mempercepat izin-izin itu, semua yang menjadi hambatan dibereskan.

“Yang penting lagi, kita bekerja betul-betul integritas. Jangan ada lagi perjualbelikan izin-izin, karena merupakan ujung tombak pembangunan di Indonesia. Saya melihat, beliau mempunyai niat yang sangat mulia untuk mendorong percepatan keserjahteraan di Indonesia. Termasuk juga pembangunan sumber daya manusia, jadi betul-betul melahirkan generasi yang kuat, sehat yang pada akhirnya harapan kita 2045 Indonesia menjadi negara urutan ke-6 terkuat di dunia,” tandasnya.

Terkait perizinan, lanjut Nurdin, dia akan memangkas habis birokrat yang masih bermain-main soal perizinan. Ia berjanji tidak pandang bulu untuk memberantas mereka yang menghambat investasi di Sulawesi Selatan.

“Yang memperlambat izin, mempersulit izin akan kita pangkas habis,” tegasnya.

Nurdin mengungkapkan, saat ini ada satu investor besar akan bekerja sama dengan Kawasan Berikat Nusantara, nilainya mencapai RP 40 triliun. Di sana akan dibangun kawasan industri terpadu di Kabupaten Takalar.

“Selain itu, kita juga terus mendorong potensi wisata kita. Di mana ada Danau Matano, Danau Towuti, Pulau Takabonerate di Sulawesi Selatan yang bisa menggaet turis-turis mancanegara. Coba kita lihat, 6 juta turis yang masuk ke Indonesia, sedangkan yang masuk ke Sulsel hanya mencapai 0,6 persen saja. Itu sangat kecil sekali,” tambahnya.

Pemkot Makassar Tawarkan 10 Top Investasi ke Pemerintah Belanda

ZonaMakassar.com – Pasca lauching Top 10 Invesment (10 top investasi) milik pemerintah kota Makassar tahun lalu, minat perusahaan dagang berbagai negara-negara maju begitu tinggi. Semua ramai-ramai menggodok berbagai potensi investasi di Makassar, negara Belanda salah satunya.

Hal ini terlihat saat Delegasi Dagang Perusahaan Belanda, bersama Tim Kedubes Belanda melakukan pertemuan dengan Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto terkait potensi kerjasama perdagangan dan investasi antara Makassar dan Belanda, di kediaman Wali Kota, Selasa (23/4/2019).

Dalam misi dagang Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Sulawesi Selatan pada tanggal 23 dan 24 April 2019, sebanyak sembilan Perusahaan dan Organisasi Belanda, yang sebagian besar sudah memiliki kehadiran tetap di Indonesia, ikut terlibat.

Mereka adalah Deltares, Engeldot-Water, Pelatihan & Konsultasi MDF, Arsitek OASA, Royal HaskoningDHV, Royal IHC, Simavi, Boskalis, dan rempah-rempah Verstegen.

Wakil Kepala Departemen Ekonomi Kedutaan Besar Belanda Joost Nuijten yang memimpin delegasi perdagangan menggambarkan keahlian Belanda di bidang-bidang seperti urusan maritim, pengelolaan air, pengelolaan limbah, pertanian dan konsultan. Tujuannya adalah untuk menawarkan wawasan perusahaan-perusahaan ini ke dalam peluang ekonomi, investasi, dan perdagangan di kawasan ini, serta membangun dan memperkuat koneksi bisnis di Sulawesi Selatan.

Terkait 10 Top Investasi Makassar, Nuijten tidak menyebutkan secara spesifik salah satu potensi yang akan dikerjasamakan. Tetapi menurutnya, delegasi Dagang Belanda memiliki keahlian diberbagai bidang, sehingga memungkinkan untuk masuk di 10 top investasi tersebut.

“Perusahaan kami tidak bergerak pada satu proyek saja,” kata Nuijten.

Sementara itu, Wali kota Danny Pomanto mengatakan pertemuannya dengan delegasi dagang Belanda salah satunya membahas master plan air di Makassar, baik water supply (suplai air) maupun waste water (air limbah).

Danny mengakui dari 10 investasi, seluruhnya memerlukan waste management yang baik. Mulai dari pengelolaan air limbah, sanitasi, dan suplai air.

“Ini saya lihat menjadi hal yang paling berpotensi dikerjasamakan,” terang Danny

DPMPTSP Makassar Gali Potensi Investasi di Kecamatan

ZonaMakassar.Com, Makassar – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Makassar terus membuat gebrakan untuk meningkatkan investasi di kota Makassar. Salah satu cara yang dilakukan DPM-PTSP Makassar yakni dengan membuat peta potensi investasi yang ada di Kecamatan di kota Makassar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPM-PTSP Kota Makassar Firman Hamid Pagarra menyatakan mulai mengembangkan potensi-potensi unggulan yang ada di Kecamatan.

Mantan Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Makassar ini menyebut, ke depan, akan membuat peta potensi investasi yang digunakan untuk memiliki data base (basis data) tentang investasi yang ada di kota Makassar.

“Jadi setiap kecamatan memiliki keunggulannya masing-masing,” tegasnya, Kamis (4/4/2019).

Hal ini, kata dia, untuk memberi pemahaman dan kiat-kiat terhadap pelaku usaha ekonomi kreatif. Selain itu, bertujuan menambah pengetahuan tentang potensi unggulan daerah dan informasi investasi di kota Makassar.

“Agar mampu meningkatkan kesejahteraan bagi kota Makassar,” paparnya.

Dia juga menambahkan bahwa di Kota Makassar sudah memiliki top 10 Investment yang tersebar di beberapa kecamatan yang bisa digabungkan dengan potensi yang ada di daerah masing-masing.

“Ini akan menjadi sangat baik,” tutupnya.

Lirik LRT ; Perbankan Jerman Investasi di Makassar

ZonaMakassar.com – Program Top Ten Investment menjadi daya tarik bagi para investor untuk berinvestasi di Makassar. Sejumlah program pun ditawarkan, termasuk soal Light Rail Transportation (LRT) di kota Makassar.

Rencana pembangunan LRT di kota Makassar pun mulai mengundang investor. Setelah sebelumnya Australia dan Korea, kali ini Tim KFW Bank dari pemerintah Jerman.

Kedatangan KFW Bank dalam rangka penjajakan kerjasama bidang transportasi publik di wilayah Makassar khususnya LRT. Tim KFW diterima langsung Danny Pomanto di kediamannya, Rabu, (27/2).

Danny sendiri menyambut baik hal tersebut. Terlebih sejalan dengan 10 mimpi besar yang telah digaungkan Wali Kota berlatar belakang arsitek ini.

“Kami sangat apresiasi hal itu. LRT masuk top ten ivestment kita. Salah satunya juga New Balaikota, yang juga kita telah rencanakan stasiun LRT di situ, jadi nyambung,” kata Danny.

Tim KFW Bank of German dan DPP Maska yang hadir yakni Mr Marko Davilla dan Dirk Schneider. Proyek ini ditwarkan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan dan sebagai fasilitas transportasi publik di Makassar.

KFW adalah Bank Development milik pemerintah Jerman yang salah satu kegiatannya adalah memberi bantuan pembangunan infrastruktur di negara negara berkembang.

Kepala Bagian Perekonomian dan Kerjasama Kota Makassar Najiran Syamsuddin membenarkan jika Jerman adalah negara ketiga yang menawarkan kerjasama pengembangan LRT setelah Australia dan Korea.

“Ini merupakan penjajakan kerjasama KFW Bank Jerman khususnya pengembangan LRT. Bulan 6 sudah akan melakukan desiminasi apa saja yang benar-benar dibutuhkan dari sistem kreta api di Makassar,” ungkap Najiran.

Ada pun mekanismenya, lanjutnya kalau bentuknya hibah internasional Maka akan disalurkan ke pemerintah pusat, kemudian ke provinsi dan selanjutnya disalurkan ke Makassar. Sementara ini juga tengah menunggu Perpres RI tentang perkeretaapian sebagai alas hukumnya.

Namun, Najiran juga menjelaskan jika Asian Development memiliki potensi besar untuk pengembangan LRT ini. Pasalnya menurut dia 9 dari 12 Direktur ADB sudah hadir di Makassar dan melihat 10 program investasi Makassar.

“Semua memiliki peluang, kalau KFW Bank merupakan funding komisi Eropa sedangkan ADB di Asia. Tapi kalau ADB prosesnya bisa lebih capat, karena hibah langsung tersalurkan ke kota penerima tanpa tender,” jelas Najiran.