Tinjau Korban Longsor Sukajaya, Jokowi Hujan-hujanan

Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan dadakan ke Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Selasa pagi (7/1). Foto BPMI Setpres


Zonamakassar.com, Bogor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan meninjau penanganan bencana banjir dan longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Selasa (7/1).

Kunjungan mendadak itu berlangsung saat Presiden ketujuh RI itu menempuh perjalanan menuju Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, untuk mengunjungi korban banjir.

Rombongan kepresidenan berangkat dari Istana Bogor pada Selasa pagi.

Namun, di luar agenda, Jokowi memutuskan singgah terlebih dahulu di Kecamatan Sukajaya yang memang dilewati dalam perjalanan tersebut.

Informasi disampaikan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, yang mendampingi Presiden dalam perjalanan.

“Pak Yayat, Bapak Presiden ingin melihat Sukajaya. Jadi kita belok dulu,” ujarnya kepada Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden, Yayat Hidayat, melalui pembicaraan telepon.

Kecamatan Sukajaya sedianya dikunjungi Presiden pada Minggu (5/1) lalu. Namun batal lantaran kondisi cuaca membuat Helikopter Super Puma TNI AU yang membawa Jokowi, gagal mendarat.

Kali ini, Jokowi langsung mengunjungi Kantor Desa Harkat Jaya yang menjadi lokasi posko bantuan bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor. Akses menuju lokasi itu baru sebagian yang dibersihkan pascalongsor dan banjir.

Kepala Negara juga sempat meninjau proses pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor dan berlokasi tidak seberapa jauh dari kantor desa.

Saat itu, kondisi hujan membuat mantan gubernur DKI Jakarta tersebut kebasahan.

Setelah peninjauan, suami Iriana itu melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Lebak, untuk memastikan penanganan bagi para warga terdampak banjir di sana juga berjalan dengan baik.

Dalam kunjungan ini Jokowi didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan para staf kepresidenan. (jpnn).

Jenguk Wiranto di RSPAD, Ini Respon Presiden Jokowi Terhadap Kasus Penusukan

Zonamakassar.com, JAKARTA — Presiden RI Joko Widodo memerintahkan Kapolri, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), dengan dibantu TNI mengusut kasus penusukan yang menimpa Wiranto.

Mantan Walikota Solo ini juga mengajak seluruh masyarakat di Tanah Air bersama-sama memerangi radikalisme dan terorisme

Penjelasan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tersebut, usai menjenguk Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta Pusat.(10/10/2019).

Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo menjelaskan, Wiranto adalah sosok tipe orang yang sangat merakyat dan tidak ingin terlalu ramai ajudan.

“Bidang Polhukam selama ini yang mengkoordinir Menko, juga bagian figur yang memang bersahaja dan tidak mau kawal,” kata Tjahjo.

Tjahjo berharap, polisi bisa mengusut tindakan penusukan ini secepatnya. Politikus PDIP ini percaya Polri bisa mengungkap siapa dalang di balik insiden penusukan Wiranto.

Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan saat ini Wiranto masih berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Dia menyebut Wiranto terluka di bagian bawah perut dan saat ini dalam keadaan sadar meski belum bisa merespons pembicaraan orang lain. Ngabalin mengatakan, keadaan Wiranto tidak terlalu mengkhawatirkan.

Sebelumnya Wiranto tiba di RSPAD Gatot Subroto pukul 14.46. Pukul 15.09, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Syafruddin juga sudah tiba di RSPAD. Selain Syafruddin, datang terlebih dahulu Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

Wiranto ditusuk ketika turun dari mobil di Alun-alun Menes, Pandeglang. Saat ini pelaku diamankan di Polsek Menes dan sedang dimintai keterangan.

Pukul 11.55, Wiranto dibawa ke Klinik Menes Medical Center Pandeglang untuk mendapat pertolongan pertam. Pukul 12.00, Wiranto dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Pandeglang.(*)

Jokowi yang Terpojok dan Sikap NasDem

Oleh: Gantyo Koespradono, Dosen IISIP Jakarta
Zonamakassar.com, – TIDAK melakukan kesalahan konstitusional apa-apa, Presiden Joko Widodo terus digoyang elite politik dan kelompok yang mengaku paling suci dan bisa menyelesaikan semua permasalahan bangsa.
Digempur dengan berbagai aksi unjuk rasa dengan tuntutan yang tidak jelas, bahkan sudah kedaluwarsa, Presiden Jokowi hanya bisa diam dan terus bekerja untuk rakyatnya.
Orang bodoh sebenarnya dengan mudah bisa menebak apa sesungguhnya motivasi para dalang pengunjuk rasa yang memanfaatkan orang yang sebenarnya tidak tahu apa-apa.
Ya, mereka hanya ingin membuat keonaran di negeri ini yang ujung-ujungnya pelantikan anggota DPR hasil Pemilu Serentak 2019–termasuk di dalamnya pelantikan presiden–gagal.
Untuk diketahui, pelantikan anggota baru DPR-RI akan dilakukan esok, Selasa (1/10) dan pelantikan presiden terpilih (Joko Widodo) pada 20 Oktober.
Buat saya, upaya menggagalkan agenda konstitusi bangsa tersebut, bukan saja tindakan bodoh, melainkan juga kejahatan yang amat keji. Mereka berniat makar.
Saya katakan kejahatan, sebab aksi mereka (diaktualisasikan dalam bentuk unjuk rasa) telah mengganggu ketenteraman rakyat Indonesia, terutama warga Jakarta dan sekitarnya.
Pagi ini, Senin (30/9) saya dihubungi seorang ibu yang akan menggelar resepsi pernikahan putranya di Gedung Manggala Wanabakti (di samping gedung DPR) pada 12 Oktober mendatang.
Si ibu galau setelah mendengar informasi jalan-jalan di sekitar gedung DPR akan ditutup hingga 20 Oktober mendatang.
“Nanti gimana kalau para tamu undangan nggak pada datang,” katanya.
Namun, yang membuat lebih galau buat banyak orang, setidaknya saya, adalah partai-partai pendukung Jokowi di koalisi tidak bersuara membela Jokowi.
Kesan saya (semoga keliru), mereka tidak bergerak di barisan depan untuk membentengi Jokowi.
Sekadar mengingatkan partai-partai koalisi pendukung Jokowi adalah PDI Perjuangan, NasDem, Golkar, PKB, dan PPP.
Padahal, fakta tidak terbantahkan, kader-kader partai itu terpilih duduk di Senayan dan akan dilantik esok, juga lantaran partainya mengusung Jokowi.
Para pembela yang konsisten mendukung dan membentengi Jokowi justru para relawan, netizen, penulis, dan penggiat media sosial yang selama ini dicap sebagai “cebong”.
Hampir setiap saat mereka tidak lelah memberikan ulasan-ulasan lewat tulisan mencerahkan agar bangsa ini semakin waras dan tidak terus terjerumus ke lembah kebodohan nan akut.
Ke mana parpol saat Jokowi diserang secara terstruktur, sistematis dan masif oleh para pecundang? Mana suara kalian?
Beruntung dalam situasi yang membuat saya pesimistis, Partai NasDem lewat ketua umumnya, Surya Paloh, bersuara saat dia memberikan pembekalan kepada 59 anggota terpilih DPR-RI yang akan dilantik besok.
Surya Paloh rupanya ikut galau ketika banyak pihak mendesak Presiden Jokowi agar segera mengeluarkan Perppu UU KPK. Padahal soal ini sebenarnya sudah selesai. Begitu pula soal RUU KUHP yang diputuskan ditunda pembahasannya.
Surya Paloh memahami, Presiden Jokowi dalam posisi yang jelas-jelas tidak nyaman ketika dihadapkan pada masalah tersebut. Sebab, jika salah langkah, justru membuat negeri ini semakin tidak kondusif.
Senang saya mendengar Paloh yang mengajak kader-kadernya di DPR agar terus membangun komunikasi dan dialog dengan berbagai pihak untuk menjaga keutuhan bangsa.
Paloh juga meminta anak buahnya agar tidak memberikan kesempatan kepada provokator politik dan kaum radikal di negeri ini yang ikut memperkuat (izinkan saya tafsirkan dengan istilah “menunggangi”) barisan aksi mahasiswa yang dibungkus seolah-olah menentang UU KPK yang telah direvisi.
Para penunggang itu disebut Surya Paloh sebagai pihak yang punya agenda tersembunyi (hidden agenda).
Surya Paloh akhirnya menegaskan sikap partainya terhadap agenda konstitusi yang telah berjalan dengan baik, antara lain proses Pemilu Serentak 2019 yang di dalamnya ada pemilihan presiden dan wakil presiden.
Dia mengajak para kadernya di DPR dan masyarakat untuk terus mewaspadai hidden agenda yang diusung para provokator perusak bangsa.
“Tidak ada jalan lain. Kita tidak mungkin mundur. Kita hadapi tantangan itu dengan seluruh kemampuan apa pun yang kita miliki,” tegas Paloh.
Secara bertanggung jawab, menurut Paloh, Partai NasDem akan terus mendukung hasil konstitusi (pemilu). NasDem tidak akan berkompromi dengan siapa pun yang akan menjatuhkan pemimpin (presiden) yang terpilih secara sah.
Semoga apa yang disuarakan Partai NasDem diikuti partai-partai koalisi yang telah mengantarkan Jokowi terpilih kembali sebagai presiden RI untuk periode 2019-2024. Jangan biarkan pecundang berkeliaran dan melakukan tindakan liar. Tindakan inkonstitusional! (MI)

Jokowi Masuk Jebakan “Betmen”?

Zonamakassar.com, Jakarta – Sejak Jokowi-JK (Joko Widodo- Jusuf Kalla) memimpin diperiode pertama, indonesia nyaris diterpa badai gelombang besar diawal-awal pemerintahannya, sekarang memasuki periode kedua ini hampir sama dengan yang sekarang, banyak pihak menilai kampanye janji tinggal janji, Indonesia makin tak jelas arahnya. Demikian jargon politik yang slalu dimainkan oleh para pendemo?

Apakah benar demikian mari kita tilik lebih jauh terkait ‘jargon politik’ tersebut. Siapa saja aktor pemainnya. Ini sangat penting diketahui agar tidak salah langkah/ terapi dilapangan, sebab kalau salah malah akan semakin memantik api makin membesar.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA) Samuel F. Silaen katakan sulit ditepis, ada tangan- tangan elit yang ikut bermain, rakyat warung kopi saja sepertinya cukup pintar untuk membaca skenario permainan pihak- pihak yang tidak mau ketinggalan ‘kereta’ kira-kira begitu, “ujar Silaen kepada wartawan di jakarta.

Saran dan pendapat saya kepada presiden Jokowi agar tidak mau disetir oleh lingkaran/ orang sekelilingnya. Kata Silaen, mungkin jokowi terdesak jika dianalogikan dalam permainan catur, karena ‘leadership’ sedang diuji dalam periode kedua ini, untuk membawa kemenangan dalam permainan, meski harus menumbangkan ‘peluncur’ atau ‘kuda’ demi menghalau serangan musuh yang semakin merangsek kebenteng pertahanan, “urai Silaen alumni LEMHANAS Pemuda tahun 2009.

Tambah Silaen, “Jokowi saat ini sedang masuk kedalam jebakan ‘betmen’ dari sekian kebijakan yang diambil, sehingga kelihatan tak beraturan (seperti: program yang bertajuk “Jebakan Betmen di serial televisi), jika salah langkah maka akan semakin gawat kira-kira bagitu.

Curhat Jokowi paham dan tahu diri bahwa Dia. Yang beredar di Medsos “Tidak semua kalangan elite bisa terima punya presiden seperti saya.

Saya itu kan bukan siapa-siapa….

Bukan anak konglomerat…..

bukan orang kaya, dan tidak datang dari keluarga terpandang.

Penghinaan itu kan hanya bisa dilakukan oleh orang yang merasa lebih tinggi kepada mereka yang dianggapnya rendahan.

Saya, yaaaa mungkin saja rendahan. Tapi jadi presiden kan memang untuk bekerja pada negara, bukan menjadi penguasa segala2nya.

Kunci menghadapi kebencian dan penghinaan adalah rendahkan hati serendah2nya, fokuskan perhatian kita untuk semakin banyak bekerja.

Penghinaan apabila kita hadapi dengan rasa sombong sedikit saja, bisa membuat kita sakit.

Jangan dilawan, biarkan saja.”

Seruan dan desakan mahasiwa dan masyarakat menilai bahwa ekonomi terpuruk. akibat kiblat ekonomi yang tak jelas, Hukum makin tajam ke bawah, tumpul ke atas, Politik semakin gaduh.

“Rakyat miskin bertambah, PHK di mana-mana, harga-harga terus naik. Lamban memperhatikan rakyat namun cepat tanggap dengan korporat kapitalis, “papar aktivis KNPI ini.

Jika melihat demo- demo sekarang ini masih dalam koridor yang wajar dan pantas, tuntutan mahasiswa menurutnya, kondisi itu semua akibat leadership yang lemah. NKRI layaknya republik ‘multipilot’ yang kehilangan martabat, nawa cita jadi duka-cita.

Pertama, bahwa konflik agraria masih menjadi persoalan utama rakyat yang belum terselesaikan.

Kedua, pendidikan tidak menjadi prioritas dalam nawa cita

Yang ketiga, lanjut bahwa mereka melihat praktek politik dan hukum yang gaduh dan tebang pilih terjadi di Indoesia

Keempat, kesehatan tak tercover seluruhnya alias amatiran dalam bentuk kartu sakti (iuran BPJS naik)

“Kelima, kesejahteraan masyarakat jauh dari janji- janji politik dan hanya retorik, “tukasnya.

Itu semua menjadi PR (pekerjaan rumah) presiden jokowi- maruf pada periode kedua ini, disamping situasi global yang tidak begitu baik, maka jokowi harus bisa memilih pembantunya yang loyal tegak lurus agar tidak kempes pelan-pelan. Ini periode kedua yang sangat menentukan masa depan indonesia ditengah percaturan dunia yang begitu cepat jangan sampai bubar jalan, “tutupnya mengakhiri obrolan.

#JokowiOrangBaik

#JokowiYangTerbaik

#LanjutkanDuaPeriode

Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Mobil Esemka di Boyolali

Presiden Joko Widodo mengadakan peresmian pabrik PT Solo Manufuktur Kreasi (Esemka) di Boyolali, Jawa Tengah. ( Sri hartono )

Zonamakassar.com, Boyolali – Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) meresmikan pabrik Esemka yang berada di Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

Acara peresmian pabrik yang berada di Desa Demangan, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah itu juga dihadiri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Pabrik Esemka dikelola oleh PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang juga memfasilitasi pemegang merek, fasilitas seluas 12.500 ribu meter persegi dan dibangun di atas tanah 115 ribu meter persegi. Di pabrik ini adalah proses produksi seperti pengecekan kendaraan, pengecatan, hingga pengetesan.

Nilai investasi yang digelontorkan untuk pabrik ini disebut sebesar Rp600 miliar. Kapasitas produksi pabrik mencapai 18 ribu unit per tahun, itu berarti 1,500 unit per bulan atau sekitar 50 unit per hari.

Dalam pidatonya, Jokowi akan membahas tentang pabrik Esemka yang dapat berdampak positif bagi Indonesia, terutama di Boyolali yang akan mendapatkan manfaat sangat besar.

“Sebab itu kita semua harus mendukung,” kata Jokowi dalam sesi pidatonya.

Eddy Wirajaya, Presiden Direktur SMK, menyampaikan, peresmian pabrik ini diharapkan mampu membuat Esemka merintis di industri otomotif Tanah Air. Dia juga melihat pabrik ini termasuk Meningkatkan Sumber Daya Manusia di Indonesia karena pihak Esemka disebut menyeleksi rutin siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan membantu proses produksi mobil Esemka.

“Saya bersama seluruh karyawan Solo Pabrikan Kreasi menarik sangat senang dan senang menerima semua dukungan dan partisipasi dari semua pihak pada akhirnya kami berhasil membuat pabrik dan seluruh fasilitas Esemka,” kata Eddy.

Selain meresmikan pabrik, SMK juga memperkenalkan model pertama yang disediakan massal yaitu pikap bernama Bima. Ada dua pilihan mesin buat niaga ringan ini, yaitu 1.200 cc dan 1.300 cc. Di pasar otomotif nasional Bima akan bersaing dengan produk Jepang, yaitu Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max.

Sumber : CNN Indonesia

Presiden Jokowi Resmi Umumkan Ibukota Baru di Kalimantan Timur

Zonamakassar.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan ibu kota baru berada di Kalimantan. Hal itu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

“Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur,” kata Jokowi.

Jokowi menyatakan bahwa keputusan ini dilakukan setelah pemerintah melakukan kajian intensif.

“Pemerintah telah melakukan kajian mendalam dan intensifkan studinya selama tiga tahun terakhir,” ujar Presiden.

Saat mengumumkan ibu kota baru, Jokowi terlihat didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Selain itu, terlihat juga sejumlah pejabat pemerintahan, di antaranya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Hadir juga Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.(*)

Di Depan Dubes RI, Erdogan Sebut Jokowi “My Brother”

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) dan Presiden Indonesia Joko Widodo menggelar jumpa pers besama, usai pembicaraan di Ankara, Turki, Kamis (6/7/2017).

Zonamakassar.com, Ankara – Duta Besar RI untuk Republik Turki Lalu Muhamad Iqbal menyerahkan surat kepercayaan dari Presiden RI kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam upacara yang berlangsung di Istana Kepresidenan Kulliyesi, Ankara, Jumat (23/8/2019).

Dalam pembicaraan bilateral usai Upacara Penyerahan Surat Kepercayaan yang didahului dengan Upacara Penghormatan oleh Pasukan Khusus Kepresidenan (presidential guard), Presiden Erdogan beberapa kali menyebut Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan sapaan “my brother” atau “saudaraku”.

“Di setiap pertemuan di mana kami hadir, saya selalu menyempatkan diri bertemu dengan brother Widodo,” ucap Presiden Erdogan kepada Dubes Iqbal, sebagaimana disampaikan melalui keterangan tertulis KBRI Ankara dan dikutip Antara, Sabtu (24/8/2019).

Presiden Erdogan merujuk ceritanya tersebut ketika bertemu dengan Presiden Jokowi di Osaka, Jepang, beberapa waktu lalu.

Pembicaraan bilateral antara Presiden Erdogan dengan Dubes RI tersebut berlangsung di ruang tamu Istana Kepresidenan Kulliyesi, yang menjadi simbol Turki baru.

Iqbal sendiri mengatakan, Presiden Erdogan sangat memberikan perhatian khusus kepada Indonesia.

Iqbal sendiri mengatakan, Presiden Erdogan sangat memberikan perhatian khusus kepada Indonesia.

“Dalam diskusi yang sangat interaktif, sangat jelas bahwa Presiden Erdogan memberikan perhatian khusus kepada Indonesia. Indonesia dan Presiden Jokowi punya tempat khusus di hati beliau,” kata Dubes Iqbal menceritakan suasana diskusinya dengan Presiden Erdogan.

Dalam diskusi tersebut, Presiden Erdogan didampingi oleh Penasihat dan Juru Bicara Kepresidenan Ibrahim Kalin serta Dirjen Asia Pasifik Kemlu Namik Guner Erpul.

Pidato ‘Visi Indonesia’ Jokowi Mendapat Dukungan Warganet

Zonamakassar.com, Makassar – Pidato berapi-api dari Presiden terpilih Joko Widodo dalam ‘Visi Indonesia’ mendapat respons positif dari warganet. Pidato yang berlangsung di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, itu bahkan sempat trending topic nomor satu dimedia sosial Tanah Air.

“Banyak dukungan warganet Indonesia terhadap pidato politik Jokowi yang berapi-api,” kata pakar komunikasi dari Lembaga Pemantauan Media Sosial PoliticaWave, Sony Subrata, Jakarta, Senin, (15/7/2019).

Sony mengatakan percakapan tentang tagar Visi Indonesia mencapai 14.400 di twitter. Hal itu menunjukkan kinerja periode pertama Jokowi bisa menjangkau semua lapisan masyarakat.

“Warganet Indonesia berharap agar Indonesia menjadi negara yang maju dan bersaing di dunia internasional,” ucap dia.

Jokowi sebelumnya membeberkan lima hal saat menyampaikan visi Indonesia ke depan untuk membawa Indonesia maju dan sejahtera. Dalam pidato yang berlangsung 30 menit itu, Jokowi menyinggung soal pentingnya toleransi dan keberagaman di Indonesia.

Mantan Wali Kota Solo menekankan tidak ada toleransi bagi mereka yang berupaya mengganggu Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

“Kita ini memiliki norma agama, etika, dan tata krama ketimuran. Kita punya budaya yang luhur. Kita harus ingat ini, Pancasila adalah rumah bersama sebagai saudara se-bangsa dan se-Tanah Air. Tidak ada toleransi sedikitpun bagi yang mengganggu Pancasila,” ujar Jokowi yang langsung disambut tepuk tangan meriah para pendukungnya, Minggu, 14 Juli 2019.

Jokowi juga akan mempermudah perizinan bagi para investor. Dia tidak ingin ada perizinan yang berbelit-belit. Karena masuknya investasi akan membuka lapangan pekerjaan.

Jokowi bahkan tak segan mencopot jajarannya yang menghambat investasi. “Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan,” tegas Jokowi.

Sikap Jokowi yang menyampaikan pidato secara berapi-api itu pun mendapat dukungan dari warganet. Mereka memuji penampilan Mantan Gubernur DKI ini dari atas mimbar.

Banyaknya dukungan dan pujian terhadap pidato Jokowi ini, menjadikan #VisiIndonesia, sempat memuncaki trending topic di Indonesia.

Di Stasiun MRT, Prabowo beri Ucapan Selamat ke Jokowi

Zonamakassar.com, Jakarta – Calon presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Joko Widodo yang ditetapkan sebagai calon presiden terpilih pada Pemilihan Presiden 2019.

Ucapan selamat ini ia sampaikan saat bertemu dengan Jokowi di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

“Ada yang bertanya kenapa Pak Prabowo belum ucapkan selamat atas Pak Jokowi ditetapkan sebagai presiden, saya katakan saya ini walau bagaimanapun ada ewuh pekewuh, tata krama,” kata Prabowo.

“Jadi kalau ucapkan selamat, maunya tatap muka, jadi saya ucapkan selamat,” ujar Prabowo lagi.

Kata-kata Prabowo ini disambut teriakan warga yang hadir dalam pertemuan itu. “We love you…” demikian teriakan warga kepada Prabowo.

Kata-kata Prabowo ini disambut teriakan warga yang hadir dalam pertemuan itu. “We love you…” demikian teriakan warga kepada Prabowo.

Sementara itu, Jokowi sebelumnya mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan sahabat.

Menurut Prabowo, mereka memang berteman. Hanya, saat ikut kontestasi Pilpres 2019, keduanya mengambil posisi berseberangan yang saling bersaing dan mengkritik.

“Jadi kalau kadang-kadang bersaing, mengkritik, itu tuntutan politik, tuntutan demokrasi, tetapi setelah bertarung keras, kita tetap dalam kerangka keluarga besar Republik Indonesia,” ucap Prabowo.

Rusdi Masse Silaturahmi ke Presiden bersama Rombongan DPP Nasdem di Istana Bogor

Zonamakassar.com, Jakarta – Rombongan Surya Paloh Ketua Umum Partai Nasdem menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Bogor, Pertemuan digelar pukul 16.00 WIB. Senin (8/7/2019).

Surya membawa rombongan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem dari seluruh Indonesia. Tak terkecuali Ketua DPW NasDem Sulsel H Rusdi Masse (RMS).

Surya juga didampingi Sekjen Nasdem Johnny G Platte serta Ketua Fraksi Nasdem DPR RI Ahmad Ali.

Tadi DPP Nasdem dan seluruh 34 DPW Propinsi Nasdem se Indonesia bertemu Presiden di istana bogor jam 16.00 WIB. Delegasi DPP Nasdem dipimpin oleh Ketum Nasdem abang Surya Paloh,” kata Johnny G Platte saat dihubungi, Senin sore.

Rusdi Masse yang juga mantan Bupati Sidrap dua periode membagikan foto dirinya bersalaman dengan Joko Widodo.

“DPP NasDem dan seiruh ketua DPW se Indonesia ketemud an bersilaturahmi dengan Bapak Presiden,” ujar RMS. Turut mendampingi Ketua Liga NasDem Sulsel Syamsir.

Apa yang menjadi pembahasan NasDem dengan Jokowi? Johnny belum mau mengungkapkan pembahasan dalam isi pertemuan ini. Ia meminta wartawan untuk bertanya lagi usai pertemuan.

“Subyek pertemuan akan disampaikan setelah rapat,” kata dia.