Kargo Udara Naik, Pengusaha Logistik dan Maskapai Cari Jalan Damai

ZonaMakassar.Com, Jakarta -Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hari ini memanggil maskapai penerbangan dan pengusaha di bidang logistik membahas kenaikan tarif kargo udara.

Direktur Keamanan Penerbangan Kemenhub Dadun Kohar mengatakan, rapat yang berlangsung secara tertutup membahas jalan keluar atas kenaikan tarif kargo udara yang membuat pengusaha logistik mengeluh.

“Kita sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini bersama-sama untuk mencarikan yang terbaik untuk semuanya,” katanya usai rapat di Gedung Sainath Tower, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).

Namun belum ada hasil untuk menindaklanjuti kenaikan tarif kargo udara. Kata dia secara lebih detail itu akan dibahas dalam rapat selanjutnya. Pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan Senin depan.

“Belum, kita belum berbicara seperti itu. Akan ditindaklanjuti dalam pertemuan berikutnya,” ujarnya.

Secara umum, dia mengatakan pertemuan antara pengusaha logistik dan maskapai yang diwadahi Kemenhub berlangsung lancar. Kedua belah pihak punya itikad baik untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan dalam kesempatan terpisah mengatakan, rapat hari ini fokus terhadap maskapai Garuda Indonesia. Pihaknya bersama pengusaha logistik ingin ada win-win solution. Pengusaha logistik yang hadir diwakili Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspedisi Ekspres Indonesia (Asperindo).

Dia belum bisa menjelaskan secara detail tindak lanjut dari pertemuan tersebut. Pasalnya pertemuan hari ini belum fokus membicarakan persoalan tarif kargo udara secara detial.

“Cuma tadi memang poinnya adalah dari pemerintah memfasilitasi ketemu Asperindo sama Garuda atau mungkin nanti kelanjutannya sama maskapai lain. Ya sudah nanti ketemu lah kita ngobrol gimana kita cari jalan terbaik yang win-win gitu,” tambahnya. (*)

(Trio Hamdani)

Tarif Naik 300 % , JNE Stop Kirim Barang Lewat Kargo Udara

ZonaMakassar.Com, Jakarta – Pengusaha logistik mengeluhkan tarif kargo penerbangan yang naik dan terlalu mahal.

Presiden Direktur PT JNE Mohamad Feriadi mengatakan, imbasnya JNE sudah melakukan penghentian penggunaan kargo udara secara total. Nantinya, anggota Asperindo yang lain pun kata dia akan melakukannya.

Feriadi menegaskan pihaknya akan melakukan aksi penghentian itu hingga waktu yang belum ditentukan. Dia mengatakan pihaknya akan menggunakan jalur darat dalam operasinya.

“Kami sebagai konsumen Garuda yang merasa tarifnya sangat tinggi kami mencari alternatif pengiriman yang lebih efisien ya. Akhirnya kami mengalihkan kiriman yang lewat udara kami alihkan lewat darat,” kata Feriadi.

“JNE sudah total, yang lain sambil kita cek lagi. Tapi kita mau ini total, kita mau anggota kita bertahan,” ungkap Feriadi dikutip dari detikFinance, Kamis (7/2/2019).

Presiden Direktur PT JNE Mohamad Feriadi mengatakan, imbasnya JNE sudah melakukan penghentian penggunaan kargo udara secara total. Nantinya, anggota Asperindo yang lain pun kata dia akan melakukannya.

“JNE sudah total, yang lain sambil kita cek lagi. Tapi kita mau ini total, kita mau anggota kita bertahan,” ungkap Feriadi yang di kutip dari detikFinance, Kamis (7/2/2019).

Feriadi menegaskan pihaknya akan melakukan aksi penghentian itu hingga waktu yang belum ditentukan. Dia mengatakan pihaknya akan menggunakan jalur darat dalam operasinya.

“Kami sebagai konsumen Garuda yang merasa tarifnya sangat tinggi kami mencari alternatif pengiriman yang lebih efisien ya. Akhirnya kami mengalihkan kiriman yang lewat udara kami alihkan lewat darat,” kata Feriadi.

Feriadi mengatakan belum menentukan sampai kapan pihaknya melakukan penghentian penggunaan kargo udara. Dia mendesak agar maskapai penerbangan menurunkan kembali tarif kargo.

“Belum ditentukan kapannya, tergantung liat kondisi ya, apakah airline akan turunkan tarif atau tidak. Karena kalau itu tarif airline diturunkan kami akan kembali seperti sedia kala,” ungkap Feriadi.

“Kan sekarang masalahnya itu tarifnya kan mahal ya kami merasa keberatan,” tegasnya.

Sebelumnya Feriadi dan pihaknya, mengeluhkan tingginya kenaikan tarif pada kargo udara. Menurutnya tarif kargo udara naik hingga 300%.

“Persentase kenaikan total mencapai lebih dari 300%. Makanya tinggi sekali. Kenaikan itu terjadi pertama sejak Juni 2018. Sampai Januari ini naik dua kali total 300% lebih,” katanya ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/2/2019) (**)