Pelapor Kasus Ketapang di Makassar, Segera Laporkan Dugaan Kasus Korupsi di Kabupaten Sinjai

Zonamakassar.com, Makassar – Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) dalam waktu dekat akan melakukan pelaporan terhadap kasus dugaan korupsi proyek Paket 3 Pekerjaan Peningkatan Jalan di Kabupaten Sinjai.

Anggota Departemen Agitasi dan Propaganda (Agitprop) KP-GRD, Faisal Takwin saat di temui di salah satu tempat d Kota Makassar, Senin, 2 November 2020 mengaku, sebelumnya pihaknya telah melakukan investigasi di lokasi dan menganggap proyek tersebut tidak dikerjakan dengan semestinya.

Dalam rekaman video dan foto saat investigasi dilakukan, terlihat hasil proses pengaspalan telah mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Selain itu ketebalan aspal juga dianggap sudah tidak sesuai. Beberapa titik dari ruas jalan yang dikerjakan yakni di Kecamatan Sinjai Tengah dan Sinjai Barat tidak sesuai standar. Aspal yang semestinya memiliki ketebalan minimal 4cm, setelah dilakukan pengecekan beberapa titik hanya 3cm. Belum lagi beberapa pengaspalan dilakukan pada saat hujan sehingga agregat suhu hotmix diduga tidak sesuai yang dipersyaratkan, akibatnya aspal gampang rusak karena material tidak bersenyawa dengan baik.

Tak hanya pekerjaan pengaspalan, pengerjaan drainase juga dianggap bermasalah. Dinding drainase sangat rapuh.

Dari hasil investigasi yang dilakukan KP-GRD, penyebab rapuhnya dinding drainase dikarenakan pasir yang digunakan adalah pasir yang diambil dari sungai tak jauh dari lokasi pengerjaan. Pasir tersebut dianggap tidak sesuai standar pengerjaan karena bercampur tanah dan seyogianya hanya bisa digunakan sebagai timbunan sertu.

Di lokasi pengerjaan proyek yang menghabiskan anggaran Rp. 26.799.974.000 ini juga tidak ditemukan alat mixer (molen), yang seharusnya menurut Faisal harus ada agar bahan yang digunakan (semen dan pasir) bisa tercampur baik dan bersenyawa.

Yang lebih parah kata Faisal, para pekerja mengaku takaran pasir dan semen yang digunakan sebagai campuran sudah tidak masuk di akal, yakni menggunakan campuran delapan gerobak pasir untuk satu sak semen dengan berat 40kg.

Dari hasil investigasi tersebut, KP-GRD meyakini ada indikasi korupsi yang terjadi dalam proyek tersebut. Sehingga, KP-GRD akan segera melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Ditkrimsus Polda Sulawesi Selatan untuk ditindaklanjuti.(rls)