Kerjasama Kemenkop UKM, Pemuda Tani HKTI Siapkan Program Optimalisasi Pemberdayaan Petani

Foto : Ketua Umum HKTI Rina Saadah, Lcm M.Si bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Drs. Teten Masduki dalam menjalin kerjasama dan membenahi masalah pertanian

Zonamakassar.com, Jakarta – Pemuda tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menjalin kerjasama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dalam menanggani masalah lahan pertanian, pemasaran hasil pertanian hingga angkatan kerja pertanian dan nelayan.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oeh Ketua Umum HKTI Rina Saadah, Lcm M.Si, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Drs. Teten Masduki, bersama dengan jajaran pengurus pusat dan perwakilan pengurus propinsi.

Pemuda Tani HKTI menggunakan kesempatan ini sebagai media aspirasi menyampaikan keadaan lapangan kondisi para petani dan nelayan yang berada di bawah naungan Pemuda Tani HKTI dan juga menyampaikan program-program unggulan kedepan yang menjadi fokus Pemuda HKTI.

Pemuda Tani HKTI berupaya menjadi dan menawarkan solusi, baik melalui program pemberdayaan hingga pendampingan.

“Pemuda Tani HKTI menyiapkan program untuk optimalisasi pemberdayaan petani, terutama petani milenial yang menjadi penerus usaha pertanian dan juga penggunaan teknologi pada kegiatan pertanian yang akan menjadi unggulan, selain juga dalam penyerapan produk-produk yang dihasilkan dalam kegiatan perdagangan.” Ujar Ketua Umum Pemuda Tani HKTI, Rina Saadah.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM, Drs. Teten Masduki, menyampaikan ada banyak program yang sebenarnya dimiliki oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk memberdayakan dan mengoptimalkan pemasaran produk pertanian dan nelayan, bahkan hingga pendampingan dalam bentuk bantuan pendanaan.

“program pendanaan melalui LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) telah menjadi upaya Pemerintah untuk masuk terlibat membantu UKM, namun dengan LPDB ini kita mau UKM mempersiapkan diri dengan business scale yang lengkap. Jangan lagi berkoperasi digunakan untuk akal-akalan atau abal-abal.” Terang Teten Masduki.

Lebih lanjut Menteri Koperasi dan UKM menyampaikan ada banyak program yang bisa memaksimalkan kegiatan produksi,

Menurutnya, program untuk menyiapkan korporatisasi pertanian menjadi andalan untuk menjadi sarana awal pengoptimalan produksi pertanian, lalu koperasi pemasaran datang menjadi solusi untuk menyalurkan dan menyerap produk-produk yang dihasilkan.

“Program Inkubasi dan implementasi kolaborasi dan konsolidasi melalui koperasi juga menjadi target utama untuk mengelola bisnis sektor pertanian dan maritim.” Lanjut Teten masduki

Audiensi juga ditutup dengan koordinasi teknis antara Sekretaris Jenderal Pemuda Tani HKTI, Azhimahdar Ahmad dengan Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Agus Santoso dan Riza Damamik serta Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Victoria Simanungkalit yang segera memetakan wilayah yang akan disiapkan program, mulai dari NTB, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan yang akan dijadikan percontohan dan untuk diikuti area lainnya dibawah naungan Pemuda Tani HKTI.

“Kami mengapresiasi Menteri Koperasi dan UKM yang bergerak cepat dan nyata untuk segera merealisasikan aspirasi petani dan nelayan milenial dibawah naungan Pemudah Tani HKTI.”pungkas Rina saadah.