Kemlu Bantah Rizieq Syihab soal Perintah Menlu ke KBRI Pilih Jokowi

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Lalu Iqbal Foto: Andreas Gerry /kumparan


ZonaMakassar.Com, Makassar – Imam Besar FPI Rizieq Syihab menuding Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan instruksi kepada staf dan KJRI di Arab Saudi untuk memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Amin.

Tudingan itu disampaikan Rizieq dalam sebuah cuplikan video yang ramai beredar di media sosial sejak akhir pekan lalu.

“Beberapa waktu yang lalu, Menteri Luar Negeri datang ke Saudi , kemudian melakukan pertemuan baik di KBRI dan KJRI. Selanjutnya tanpa malu-malu Menteri Luar negeri, tanpa sungkan-sungkan secara terang-terangan yaitu mengajak para staf dan seluruh pekerja di KBRI dan KJRI agar bekerja keras memenangkan paslon 01 yaitu Jokowi,” ujar Rizieq dalam video youtube, Senin (1/9/2019).

Menanggapi tuduhan Rizieq, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Lalu Muhammad Iqbal menyatakan, tudingan tersebut tak benar.

Iqbal menjelaskan, memang Retno datang ke Saudi Arabia dan bertemu dengan staf dan KJRI di sana. Namun, kedatangan tersebut tidak ada kaitannya dengan politik praktis.

“Kami sampaikan bahwa statement itu tidak benar. Menlu berkunjung ke Jeddah dilakukan berkaitan dengan perlindungan WNI, yaitu peresmian gedung pelayanan satu atap. Tidak ada kaitan dengan politik,” ujar Iqbal saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat dikutip Kumparan, Senin (1/4/2019).

Peresmian tersebut dilakukan pada tanggal 4 Maret yang lalu. Selain meresmikan gedung pelayanan satu atap, lanjut Iqbal, Menlu juga melakukan kunjungan ke sekolah Jeddah-Indonesia.

Terkait pertemuan dengan staf dan KJRI, menurutnya hal tersebut adalah kegiatan rutin yang dilakukan Menlu setiap berkunjung ke suatu negara.

“Nah pada saat kegiatan karena saya ada di situ, tema kedatangannya adalah perlindungan WNI. Ibu (Menlu) membicarakan tidak spesifik mengenai pilpres. Beliau bicara mengenai kondisi , ekonomi perdagangan dengan negara setempat,” jelas Iqbal.

Lebih lanjut Iqbal menuturkan, dalam kesempatan tersebut Menlu hanya meminta kepada seluruh perwakilan di KBRI dan KJRI untuk memastikan pelaksanaan pemilu di luar negeri berlangsung aman dan lancar.

“Pesan yang beliau sampaikan, adalah, satu meminta kepada perwakilan memberikan perhatian pada penyelenggara pemilu di luar negeri dan pastikan berjalan aman dan lancar,” tutur Iqbal.

“Beliau mengingatkan untuk tetap mengedepankan netralitas dan profesionalitas. Menlu bahkan memerintahkan pokja pemilu luar negeri, meminta untuk memastikan agar seluruh staf perwakilan untuk bersikap netral dan tetap berintegritas,” pungkas Iqbal.(*)

Gelar Diplomacy Festival 2019 di Makassar, Itjen Kemenlu Harap Generasi Muda Paham Politik Luar Negeri

ZonaMakassar.com – Setelah berhasil digelar di Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Padang, kini Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menggelar Diplomacy Festival atau DiploFest yang akan diselenggarakan pada 22-23 Februari 2019 di Makassar.

“Rangkaian acaranya dimulai pada tanggal 22 Februari yang akan diisi oleh disiminasi Universitas-universitas, dan esoknya (23/2) menjadi penghujung acara yang akan ditutup dengan acara hiburan pada malam harinya,” kata Itjen Kemenlu RI, Rachmat Budiman usai menghadiri audiensi di kediaman Wali Kota Makassar, Senin (11/2/2019).

Ia mengaku, Kemenlu akan mendiseminasikan semua kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan politik luar negeri.

“Disitu kita juga nanti akan mendiseminasikan apasih yang akan dilakukan oleh Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap dewan keamanan, apasih peranan Indonesia di dalam menciptakan ketertiban dan keamanan dunia,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, diharapkan agar generasi muda tahu persis segala kegiatan Kemenlu dan pengaruhnya terhadap masyarakat.

“Kami akan memberikan informasi-informasi dan pelatihan-pelatihan, misalnya generasi muda mengalami merasakan perdebatan di PBB,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dalam kegiatan ini juga akan diadakan simulasi.

“Kami nanti akan mengajarkan tentang public speaking, jadi nanti kami akan berikan semacam bimbingan teknis bagaimana cara berbicara di dalam bahasa Inggris dalam suatu forum internasional,” tegasnya.

Rachman menghimbau khususnya generasi muda untuk berpartisipasi dan memberi masukan yang terakit dengan kegiatan-kegiatan politik luar negeri dan diplomasi luar negeri.

“Pada saat yang bersamaan, kami ingin menginformasikan capaian-capaian dari pelaksanaan kegiatan diplomasi yang dilaksanakan oleh kementrian luar negeri,” pungkasnya.(*)