Target Raih KLA, Camat Makassar: Kita Senantiasa Mendukung

Zonamakassar.com, Makassar – Camat Makassar, Alamsyah menegaskan dukungan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar untuk kembali meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA).

Ia berkomitmen untuk mendukung program pengembangan Forum Anak yang berada di wilayahnya .

“Sama seperti kecamatan lainnya, di Kecamatan Makassar ini juga ada forum anak yang dinaungi oleh DPPPA Makassar, kita akan senantiasa mendukung hal itu bahkan ikut aktif mendorong kemajuannya,” jelasnya.

“Kita sudah menjadi Kota Layak Anak tingkat Madya selama 2 tahun berturut-turut, saya rasa prestasi itu tidak hanya harus dipertahankan bahkan masih perlu kita kembangkan, ke level yang jauh lebih baik yakni tingkat Nindya,” lanjutnya.

Sementara itu, Pj Walikota Makassar, Muh.Iqbal Samad Suhaeb menargetkan Makassar mampu meraih hasil yang maksimal pada penilaian Kota Layak Anak (KLA).

Namun untuk meraih hal tersebut, tentunya banyak hal yang harus dibenahi, salah satunya dengan penambahan fasilitas hingga membangun sinergitas antara SKPD terkait, serta stakeholder yang terlibat, baik pemerintah maupun swasta.

“Pertama, masalah keterlibatan dunia usaha dan bisnis harus didorong lagi. Indikator yg terkait dgn perlindungan khusus, ini masih mungkin penambahan fasilitas,” kata Iqbal di Balaikota Makassar.

“Tempat yang ada masih terbatas dan pengetahuan bagi unit kerja masih minim. Dan kami juga disini di losari akan kami siapkan fasilitas untuk anak,” pungkasnya.

Camat Makassar Siap Sukseskan Penilaian Kota Layak Anak

Zonamakassar.com, Makassar – Dalam rangka mendukung program Pemerintah Kota Makassar sebagai Kota Layak Anak (KLA) peran SKPD, khususnya para camat sangat penting. Setidaknya, hal itulah yang disampaikan oleh Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb.

Pernyataan itu dikemukakan Iqbal saat menerima kunjungan Tim Verifikasi KLA dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di Ruang Rapat Sipakatau, Balaikota Makassar, Senin (17/6/2019).

Menanggapi hal itu, Camat Makassar, Alamsyah Sahabuddin turut antusias mendukung itikad baik dari Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, terlebih untuk prestasi yang lebih baik bagi Kota Makassar sebagai KLA.

“Kita sudah menjadi Kota Layak Anak tingkat Madya selama 2 tahun berturut-turut, saya rasa prestasi itu tidak hanya harus dipertahankan bahkan masih perlu kita kembangkan, ke level yang jauh lebih baik yakni tingkat Nindya,” ungkap Alamsyah.

Selain itu Alamsyah juga menyatakan komitmennya untuk senantiasa mendorong pengembangan Forum Anak yang berada di wilayahnya.

“Sama seperti kecamatan lainnya, di Kecamatan Makassar ini juga ada forum anak yang dinaungi oleh DPPPA Makassar, kita akan senantiasa mendukung hal itu bahkan ikut aktif mendorong kemajuannya,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran forum anak sangat positif bagi warga dalam memastikan tumbuh kembang sang anak lebih baik di masa-masa yang akan datang.

Demi Wujudkan KLA, D3A Makassar Sudah Siapkan 5 Klaster Penilaian

ZonaMakassar.Com, Makassar – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) kota Makassar melakukan pengembangan gugus tugas Kota Layak Anak (KLA) Tahun anggaran 2019 di Hotel D’Maleo, Jumat (22/3/19).

KLA merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen, sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Adapun 5 klaster penilaian Kota Layak Anak yaitu klaster hak sipil dan kebebasan, klaster lingkungan keluarga dan pengasuh alternatif, klasted kesehatan dasar dan kesejahteraan, klaster pendidikan dan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, dan klaster perlindungan khsusus.

Forum ini dibuka oleh Wali Kota Makassar yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah kota Makassar, H. Baso Amiruddin.

Baso Amiruddin mengatakan, hal ini dilakukan demi mengimplementasikan Undang-Undang perlindungan anak sesuai vusi-misi, program dan kebijakan pemerintah Kota Makassar terhadap kualitas hidup dan tumbuh kembang anak.

“Tidak bisa dipungkiri masih banyak perilaku yang tidak menghargai norma-norma hak asasi manusia dan pelanggaran terhadap pemenuhan hak anak dan perlindungan anak,” ucap Baso Amiruddin.

Ia menambahkan, hal tersebut dapat berdampak serius pada kualitas hidup dan tumbuh kembang anak.

“Diperlukan komitmen dari pemerintah masyarakat dan dunia usaha,” tegasnya.