Air Tanah Semakin Menyusut, Dinas PU Makassar: Perlu Pengelolaan Baik

Humas Dinas PU Makassar, Hamka Darwis


ZonaMakassar.Com, Makassar – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar memberikan pemahaman sarana dan prasarana air bersih kepada masyarakat di Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala.

Humas Dinas PU Makassar, Hamka Darwis menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk memberi pemahaman terkait pengelolaan air.

Momen tersebut juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi masalah terkait ketersediaan air bersih yang dihadapi warga sebagai rangkaian kegiatan perencanaan.

“Di wilayah ini sudah masuk program Pamsimas melalui sumur bor dengan kedalaman 180 m. Kualitasnya cukup baik, namun debit air tidak mencukupi kebutuhan warga,” kata Hamka.

Diketahui, di wilayah yang berdekatan dengan TPA Tamangapa ini telah berjalan program Pamsimas. Sejak 2017 telah tersedia pipa induk. Namun, belum tersedia pipa penyambungan ke rumah warga.

“Warga telah membuat surat permohonan penyambungan jaringan di PDAM, namun sampai saat ini belum ditindaklanjuti,” ujarnya.

Maka dari itu, Dinas PU Makassar bakal berkoordinasi dengan PDAM untuk pemasangan jaringan pipa sambungan rumah agar dapat menjangkau rumah warga.

Gelar Whorshop Hari Air Sedunia, PDAM Makassar : Mari Lestarikan Air Kita

ZonaMakassar.Com, Makassar – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar menggelar workshop dalam rangka hari air sedunia yang digelar di Hotel Claro Makassar, Senin (25/3/19).

Direktur Utama (Dirut) PDAM Makassar, Haris Yasin Limpo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi PDAM kepada seluruh stakeholder.

“Iya, ini bentuk sosialisasi baik dari lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, maupun lembaga yang mengelola sumber air, supaya kita satu langkah dalam rangka melestarikan air kita,” ucap Haris.

Ia menambahkan, pelestarian air merupakan hal yang penting, khususnya bagi PDAM itu sendiri.

“Ini merupakan sumber untuk dikelola menjadi air bersih. Kalau ini tidak terjaga dan tidak terpelihara dari awal sebelum kita mungkin kita krisis air nantinya, ini akan berbahaya bagi kehidupan di masa yang akan datang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penting PDAM terdapat dalam ini, supaya SDG’s dalam rangka strategi nasional itu bisa tercapai di tahun 2020.

“Kalau mau mencapai itu, tidak bisa kalau air bakunya tidak tersedia. Artinya di musim penghujan berupa banjir, di musim kemarau hilang air. Itu artinya sustainable access ke air bersih kita tidak terjamin,” ungkapnya.

Haris mengimbau para peserta workshop agar perlu membicarakan segala masukan dalam kegiatan ini.

“Semua harus aktif, supaya bukan hanya tugas dari instansi tertentu, apakah itu dari balai atau instansi vertikal tetapi tugas kita semua termasuk lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat umum, pemerintah pengelola air, maupun para akademisi, itu tugas kita semua,” pungkasnya.