Nasdem Sulsel All Out Menangkan Thahar Rahmat di Luwu Utara

Zonamakassar.com, Luwu Utara –

Sekretaris DPW Nasdem Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif turun langsung dalam deklarasi pasangan Thahar Rum dan Rahmat Laguni Sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara Periode 2021-2026 di Kediaman Pribadi Thahar Rum di Kecamatan Sabbang, Senin (31/8/2020).

Tampak ribuan masyarakat hadir dalam deklarasi pasangan Thahar Rum – Rahmat Laguni di Luwu Utara.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan ini menyampaikan bahwa Nasdem Sulawesi Selatan all out dalam kerja kerja politik memenangkan usungan-nya di Luwu Utara.

“Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse telah memerintahkan seluruh kader untuk all out bekerja memenangkan pasangan Thahar Rahmat di Luwu Utara,” sahut suami Hj. Haslinda Hasan ini.

Syahar sapaan Syaharuddin Alrif juga menekankan bahwa pasangan Thahar Rahmat yang sangat di inginkan masyarakat Luwu utara untuk membawa perubahan nyata dan pasangan ini tidak banyak pencitraaan.

“Nasdem mendukung tanpa mahar di pilkada Luwu utara, Pasangan ini lahir dari rakyat Luwu utara, Pasangan ini natural tanpa pencitraaan, harapan besar masyarakat Luwu utara untuk perubahan ada pada pasangan Thahar Rahmat,” jelas Syahar. (**)

Meski Head to Head Pilkada Luwu Utara, Pengamat: Bupati Indah Sulit dikalahkan

Zonamakassar.com, Makassar – Penantang petahana Tahar Rum yang juga merupakan wakil bupati Luwu Utara, menyiapkan skenario head to head untuk menumbangkan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

Sekalipun head to head pengamat politik menilai Indah sulit ditumbangkan.Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto menilai posisi sebagai petahana tentu selalu diuntungkan, apalagi saat masa jabatan pemerintahan berjalan normal.”Petahana selalu diuntungkan ketika pemerintahan normal. Di situ dia dapat untung popularitas positif, selain petahana memiliki kendali dan loyalitas ASN,” kata Andi Ali.

Selain itu, lanjut Andi Ali, petahana selama berkuasa memiliki akses program pemerintahan, meskipun ada larangan menjanjikan program pemerintah, tapi tidak ada larangan mengklaim hasil itu.”Wakil bupati yang maju jarang menang jika melawan petahana. Kecuali bupatinya bermasalah. Ibu Indah saat head to head kemarin kan menang karena bupatinya memang bermasalah,” ungkap ketua jurusan Ilmu Politik Unhas itu, Selasa, 8 Oktober.

Dalam kondisi normal, lanjut Andi Ali, wakil bupati itu berada di posisi sub koordinat, meskipun populer dia tidak dikenal dalam kebijakan pemerintah. Yang selalu diuntungkan adalah bupati.”Sejauh ini tidak ada hal-hal yang luar biasa, yang bisa digunakan untuk menjatuhkan Indah, tidak pernah ada berita yang heboh terkait pemerintahannya. Bedah halnya jika bermaslah, tentu penantang apalagi head to head besar peluang untuk menang,” pungkasnya. (bay)

Dua Tokoh Luwu Utara Bertemu Bahas Pilkada 2020

Zonamakassar.com, Makassar – Dua Tokoh Luwu Utara yakni dr.Annas Maemal dan Thahar Rum menggelar pertemuan, menjelang Pilkada Luwu Utara 2020.

Pertemuan ini digelar di Cafe Masagena, Pangkep, Kamis 15 Agustus kemarin dengan agenda Silaturahmi.

Kedua Tokoh ini di sebut akan mengikuti Kontestasi Pilkada Luwu Utara yang bakal digelar Tahun depan.

Saat dihubungi, Juru Bicara (Jubir) dr.Annas, Ahmad Musafir mengatakan jika pertemuan itu hanya sebatas silaturahmi.

“Pertemuan antar kedua tokoh luwu utara tersebut hanyalah silaturrahmi biasa baik hubungan keduanya sebagai Alumni IPMIL maupun sebagai rumpun keluarga sabbang-baebunta.” Ungkap Ahmad kepada Awak Media, Jum’at, (16/8/2019).

“Tidak ada pembicaraan politik apalagi deal-deal politik dalam pertemuan tersebut. dr Annas menghormati pak tahar dalam kapasitasnya sebagai wakil bupati apalagi keduanya sama-sama mantan ketua ipmil komisariat sabbang-baebunta pada level generasi yang berbeda.”Jelasnya.

Eks Ketua Pemilar ini menyebutkan, dr annas adalah tipekal orang yang welcome sama siapa saja untuk berdiskusi atau pun bertatap muka.

“dr Annas adalah orang yang sangat terbuka dan welcome dalam bersilaturrahmi tanpa membedakan siapapun apalagi yang hadir adalah tokoh penting di tanah kelahirannya.”Tambah ahmad musafir.

Thahar Rum Sendiri di kabarkan telah fix melawan Petahana yang juga saat ini sebagai pasangannya.

Sementara dr Annas yang saat ini menjabat sebagai dirut RSUD Pangkep di sebut akan berpasangan dengan Petahana Indah Putri Indriani.

Setelah NasDem Enrekang, kini DPD NasDem Lutra Serahkan Calon Pimpinan DPRD Lutra

Zonamakassar.com, Makassar, Sekertaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif menerima usulan unsur pimpinan DPRD kabupaten Luwu Utara dari ketua Bapilu NasDem Luwu Utara, Andi Yusran Asmal di kantor DPW NasDem Sulsel, Jumat (26/7/2019).

Penyerahan nama-nama kandidat wakil pimpinan DPRD Luwu Utara setelah partai besutan Surya Paloh tersebut meraih 4 kursi atau pemenang kedua setelah Golkar yang mendapatkan 8 Kursi

Ketua Bapilu NasDem Lutra, Andi Yusran Asmal menyebutkan pihaknya menyerahkan seluruh empat nama tersebut kepada DPW untuk ditentukan siapa yang layak menjadi wakil ketua DPRD Luwu Utara

“Kita serahkan semua nama caleg terpilih nasdem lutra ke DPW NasDem Sulsel” katanya.

Andi Yusran menyebutkan jika pemilu 2019 ini, NasDem mengalami kenaikan ketimbang pada Pileg 2014 lalu, dimana sebelumnya NasDem hanya memiliki 3 kursi, namun pileg 17 April lalu pihaknya mendapatkan 4 kursi atau mengalami kenaikan 1 kursi

Yang paling menajubkan kata dia, empat kandidat unsur pimpinan DPRD diantarnya, Haeruddin Yusuf, Hamka Muslimin, Muhammad Said dan Awaluddin, mereka semuanya adalah pendatang baru.

“Tidak ada incumbent yang lolos, semuanya pendatang baru,” lanjutnya.

Tidak adanya petahan atau incumbent, DPD NasDem Luwu Utara menyerahkan sepenuhnya kepada DPW untuk menyeleksi siapa yang layak menjadi wakil ketua DPRD Luwu Utara

“Nama-nama ini kita serahkan kepada DPW untuk menyeleksi siapa yang layak menjadi wakil ketua DPRD,” tuturnya.

Sementara sekertaris DPW NasDem, Syaharuddin Alrif menyebutkan untuk saat ini pihaknya belum menentukan siapa akan menjadi pimpinan DPRD kabupaten/kota. “Belum kami tentukan unsur pimpinan,” katanya.

Wakil ketua DPRD Sulsel ini menyebutkan, jika saat ini baru sebagian kecil DPD menyerahkan nama-nama unsur pimpinan dan pihaknya menunggu hingga tanggal 31 Juli mendatang.

“Baru Parepare, Sidrap, Enrekang, sekarang lutra, yang lain kita menunggu hingga 31 Juli,” tutupnya.

Warga Desa Munte: Opu Luthfi Itu Pemimpin yang Sedikit Bicara tapi Banyak Bukti

ZonaMakassar.Com, Luwu Utara – Ismail (36), warga Desa Munte, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, menilai Muchtar Luthfi Mutty sebagai anggota DPR RI merupakan sosok yang mengayomi dan banyak memberi perhatian pada masyarakat.

“Opu (Muchtar Luthfi Mutty) itu orang baik dan bukan tipe pemimpin yang banyak bicara. Sedikit bicara tapi banyak bukti kerjanya untuk rakyat,” kata Ismail, warga Desa Munte, Kecamatan Tana Lili, Luwu Utara.

Saat ditanya apa bukti atau gebrakan yang pernah dilakukan Muchtar Luthfi Mutty?

“Tidak usah saya jelaskan, buktinya saja dia jadi bupati Luwu Utara dua kali, tambah jadi anggota DPR RI, artinya masyarakat tahu bagaimana Opu (Luthfi Mutty) memimpin,” jawab Ismail sambil menatap Muchtar Luthfi Mutty membawakan materi bimtek untuk nelayan.

Dalam kesempatan yang sama, Muchtar Luthfi Mutty menjelaskan bahwa pemerintah itu seyogyanya menjadi garda terdepan untuk rakyatnya.(*)

Tandu Jenazah Puluhan Kilometer, Warga Minta Bupati Luwu Utara Tak Diam

ZonaMakassar.Com, Luwu Utara – Jenazah warga Desa Rampi, Luwu Utara, Renti Tata harus ditandu puluhan kilometer akibat akses wilayahnya yang tidak kunjung diperbaiki. Masyarakat Rampi sangat berharap infrastruktur jalan segera dibangun.

“Pemerintah daerah Luwu Utara jangan hanya diam dan terus tutup mata dengan kondisi pahit yang dirasakan oleh keluarga kita atau masyarakat di Kecamatan Rampi,” ujar perwakilan pemuda Rampi, Bangsi Bati, dikutip dari detikcom, Jumat (15/2/2019).

Bangsi mengatakan pembangunan akses jalan menuju Rampi harus menjadi prioritas utama pemerintah. Sayangnya, hingga saat ini dia melihat pembangunan infrastruktur itu dinilai sangat lamban.

i membuat kita terisolasi. Pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat pada umumnya,” kata dia.

“Dengan tidak terbangunnya akses infrastruktur ini, tentunya akan mempengaruhi sejumlah komponen kebutuhan masyarakat. Seperti pelayanan publik di masyarakat. Contoh pendidikan, kesehatan, dan pembangunan,” sambung dia.

Tidak hanya itu, dia juga menyoroti sarana dan prasarana di Puskesmas Rampi yang dianggapnya masih sangat terbatas. Keterbatasan ini mulai dari jumlah tenaga medis dan fasilitas lainnya.

“Harusnya menjadi prioritas. Melengkapi segala perangkat yang tidak ada, agar tak ada lagi warga yang dirujuk sampai ke rumah sakit karena melihat situasi dan kondisi akses jalan yang belum terbangun,” kata Bangsi.

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengakui ini bukan pertama kalinya jenazah harus ditandu puluhan kilometer menuju Rampi.

“Ini kejadian bukan pertama kali. Kita ketahui kejadian yang sudah kesekian kali,” kata Indah saat ditemui wartawan di kantor Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan jauhnya jarak dan belum bagusnya akses jalan menuju Rampi menjadi kendala utama jenazah mengapa harus ditandu puluhan kilometer. Dia berharap akses pesawat menuju Rampi lewat bandara perintis dapat ditingkatkan, khususnya pada akses pengiriman kargo.

“Awal tahun pesawat belum subsidi, kemudian kalau kargo belum ada karena belum selesai lelang, sehingga kita berharap ada percepatan,” ungkapnya.

“Ini kan jadi keprihatinan bersama. Kami berharap ada sinergi ada pemda, pemerintah provinsi, dan pusat. Pusat kemarin minta percepatan tender kargo,” sambungnya.

Dengan dibukanya pengiriman kargo, Indah berharap pengiriman jenazah menuju Rampi tidak menjadi sangat mahal. Perlu diketahui, untuk mengirim jenazah ke Rampi, keluarga jenazah harus merogoh kocek Rp 50 juta.

“Sehingga masyarakat tidak membutuhkan biaya yang terlalu mahal. Kemarin Rp 50 juta itu nonsubsidi. Kalau kargo jauh lebih murah,” kata dia.

Untuk perbaikan jalan menuju Rampi, lanjut Indah, desain pembangunannya baru akan selesai tahun ini. Hal inilah yang menyebabkan dirinya mendorong segera dipercepat perbaikan sarana transportasi udara ke daerah itu.

“Kalau Rampi ini masih didesain. Fokusnya tahun ini masih desain,” kata Indah. (fiq/asp)

Rakyatnya Tandu Jenazah Puluhan Km, Ini Kata Bupati Luwu Utara

ZonaMakassar.Com,Makassar – Jenazah warga Rampi, Luwu Utara, Sulawesi Selatan yang ditandu puluhan kilometer menjadi viral. Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengakui ini bukan kali pertama jenazah harus ditandu puluhan kilometer menuju Rampi.

“Ini kejadian bukan pertama kali. Kita ketahui kejadian yang sudah kesekian kali,” kata Indah saat ditemui wartawan di kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Rabu (13/2/2019).

Dia mengatakan, jauhnya jarak dan belum bagusnya akses jalan menuju ke Rampi menajdi kendala utama jenazah mengapa harus ditandu puluhan kilometer. Dia berharap akses pesawat menuju Rampi lewat bandara perintis dapat ditingkatkan, khususnya pada akses pengiriman kargo.

“Awal tahun pesawat belum subsidi kemudian kalau kargo belum ada karena belum selesai lelang. Sehingga kita berharap ada percepatan,” ungkapnya.

“Ini kan jadi keprihatinan bersama. Kami berharap ada sinergi ada Pemda, pemerintah provinsi, dan pusat. Pusat kemarin minta percepatan tender kargo,” sambungnya.

Derngan dibukanya pengiriman kargo, Indah berharap pengiriman jenazah menuju Rampi tidak menjadi sangat mahal. Perlu diketahui, untuk mengirim jenazah ke Rampi, keluarga jenazah harus merogoh kocek seebsar Rp 50 juta.

“Sehingga masyarakat tidak membutuhkan biaya yang terlalu mahal. Kemarin 50 juta itu nonsubsidi. Kalau kargo jauh lebih murah,” kata dia.

Untuk perbaikan jalan menuju Rampi, lanjut Indah, desain pembangunannya baru akan selesai pada tahun ini. Hal inilah yang menyebabkan dirinya mendorong segera dipercepat perbaikan sarana transportasi udara ke daerah itu.

“Kalau Rampi ini masih di desain. Goksunya tahun ini masih desain,” kata Indah. (fiq/asp)

Masyarakat Luwu Utara Panen Raya Jagung Bareng PT Syngenta

Zona Makassar– Makassar, Panen Raya Jagung NK Sumo yang digelar Kamis, 31/01 ini dihadiri ratusan petani jagung, kelompok tani, gabungan kelompok tani dan unsur Muspida Kec Malangke Barat Kab Luwu Utara.Luwu Utara (31/01/2019)

Pimpinan PT Syngenta Seed Indonesia Sulawesi Kalimantan, Bahtiar Manadjeng mengungkapkan jika budidaya jagung saat ini sudah bisa membuat petani jagung lebih sejahtera sehingga jagung saat ini telah menjadi komoditi utama, bukan lagi komoditi pilihan terakhir dengan potensi hasil kecil.

“Tentu dengan budidaya jagung petani bisa lebih sejahtera melalui penerapan teknologi yg benar, sehingga hasil panen mereka bisa mencapai 10 ton/ha” Ungkap Batti panggilan akrabnya saat di temui awak media, Kamis 31/1.

Lanjut alumni Fakultas Pertanian Unhas ini menambahkan jika Prokduktivitas petani dalam waktu 1 tahun ini di Desa Pombakka memang sudah mengalami peningkatan setelah masuknya varietas benih unggul NK Sumo, namun penerapan GAP (Good Agriculture Practice) harus lebih dimaksimalkan sehingga produktivitas bisa terus ditingkatkan.

“Yah, Walapun produktivitas 1 tahun terakhir petani jagung desa Pombakka sudah meningkat 2 kali lipat dari 3-4 ton/ha menjadi 8-10 ton/ha namun petani tak boleh berpuas diri, harus tetap belajar dan meningkatkan kapasitas diri untuk hasil lebih maksimal”, imbuhnya.

Ia pun berharap, agar pembangunan jalan lintas pesisir Luwu raya bisa segera dilaksanakan agar masyarakat bisa lebih terbuka dari keterisolasian terutama di Desa Pombakka Kec Malangke Barat

“Harapan paling utama adalah adanya pembangunan jalan lintas pesisir Luwu Raya yang menghubungkan Lamasi Pantai Kab Luwu dengan Kec Malangke Barat Kab Luwu Utara. Dengan pembangunan jalan jalur Provinsi lintas pesisir dan jembatan yg melintasi sungai rongkong ini maka akses ini menghubungkan Lamasi Timur ke wilayah Kec. Sukamaju melintasi Kec Malangke Barat dan Kec Malangke”, Katanya.

“Kan kalau adanya akses ini maka masyarakat Kab Luwu Utara bagian pesisir dan Kab Luwu (Walmas) bisa lebih terbuka sehingga bisa memaksimalkan potensi sumber daya alam didaerah pesisir baik disektor kelautan, perikanan, peternakan maupun pertanian dan perkebunan.” tutupnya.(**)