Munaslub Hipma-KT di Hadiri 6 Cabang dan Plt. Bupati Kutai Timur

Zonamakassar.com – Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB) Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HIPMA-KT) digelar di Gedung Meranti Kantor Bupati Kutai Timur, Jumat (18/9/2020).

Diketahui dari 8 cabang di HIPMA-KT, 6 diantaranya hadir sebagai peserta Munaslub.

Munaslub sempat dipending oleh steering comitte dikarenakan Bendahara Pengurus Pusat HIPMA-KT, Aulia bersikeras untuk menghentikan kegiatan tersebut

6 Cabang yang hadir sebagai peserta Munaslub yakni, Makassar, Jogjakarta, Bandung, Malang, Balikpapan, dan Surabaya.

Salah satu inisiator Munaslub perwakilan dari Cab. Balikpapan, Mahendra Jayadi menuturkan, “kegiatan ini berjalan di atas rel Konstitusi organisasi, sebagaimana AD/ART sebagai dasar organisasi,” ucapnya.

Mahen menjelaskan bahwa “Munaslub ini dilaksanakan karena sudah ada mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh cabang-cabang ke pengurus pusat. Jadi tidak ada istilah dualisme, karena ini jelas keinginan serta aspirasi cabang-cabang yang sudah quorom,” pungkasnya.

“Ini langkah yang baik untuk membersihkan kembali HIPMA-KT yang beberapa periode sebelumnya berjalan tidak sesuai aspirasi cabang-cabang,” tegas Mahen.

Gara-gara Mahasiswi Ini, Dekan FKIP Mendadak Telpon Rektor Unismuh

Dekan FKIP Unismuh Makassar, Erwin Akib

Zonamakassar.com, MAKASSAR – Dekan FKIP Unismuh Makassar Erwin Akib langsung bergerak cepat sikapi ada oknum mahasiswinya terlibat kasus narkoba.

Erwin Akib mengaku pasca mendapat informasi tersebut, dirinya langsung menelpon Rektor Unismuh Makassar Rahman Rahim untuk dilakukan Drop Out (DO).

Sekadar diketahui, oknum mahasiswi di kampus ini yang tertangkap bekerja sebagai kurir narkoba.

“Iya, saya sudah telpen rektor supaya segera di DO,” tegas Erwin Akib.

Ia pun tak menyangka jika mahasiswi ini melakukan penyeludupan sabu-sabu. Padahal, pihak kampus telah mengantisipasi adanya kasus seperti ini. “Kalau di kampus, kami kontrol dengan ketat. Mahasiswa diberikan pembinaan secara maksimal, baik melalui mata kuliah maupun pengkaderan. Tapi, tidak ada yang menjamin kegiatan mahasiswa ketika sudah di luar kampus,” ungkapnya.

Erwin menegaskan, pihaknya sudah meminta ketua prodi yang menaungi EM memantau teman kelasnya. Apalagi, berdasarkan informasi yang didapatkan, EM juga merekrut orang-orang terdekatnya. (taq)