45 Menit Pejabat Walikota Makassar Dampingi Wapres JK di Masjid 99 Kubah

Zonamakassar.com, Makassar – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla bersama Mufidah Jusuf Kalla meninjau pembangunan Masjid 99 Kubah di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/8/2019).

Turut mendampingi Wapres Jusuf Kalla diantaranya Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama istri Liestiaty F Nurdin, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb bersama istri Murni Djamaluddin Iqbal, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin, Gubernur Sulsel Periode 2008-2018 Syahrul Yasin Limpo, Wali Kota Makassar Periode 2009-2014 Ilham Arief Sirajuddin, Pengusaha Sulsel M Aksa Mahmud, dan beberapa tokoh Sulsel.

Wapres Jusuf Kalla mengenakan kaos biru dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla dengan terusan cream meninggalkan kediaman pribadi pukul 06.03 Wita. Rombongan berjalan menuju Masjid 99 Kubah di kawasan CPI melintasi Jalan Haji Bau dan Jalan Metro Tanjung Bunga.

Tampak Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mendampingi Wapres Jusuf Kalla selama perjalanan yang ditempuh dengan berjalan kaki.

Wapres Jusuf Kalla mengelilingi kawasan Masjid 99 Kubah termasuk meninjau langsung pembangunan dan menyaksikan interior masjid hasil yang didesain Ridwan Kamil tersebut.

Selama 45 menit rombongan berkeliling di kawasan Masjid 99 Kubah. Selanjutnya Wapres Jusuf Kalla dan rombongan berjalan menuju Anjungan Pantai Losari. Di sana telah menanti anggota Paskibra Kota Makassar yang lebih dulu senam sehat bersama.

Wapres Jusuf Kalla disambut Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin, Kepala Dinas Pariwisata Rusmayani Madjid, Kepala Dinas Perhubungan Mario Said, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Andi M Yasir, dan beberapa pejabat OPD Pemkota Makassar.

JK duduk semeja dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin, dan pengusaha Sulsel M Aksa Mahmud sembari menikmati penganan kue tradisional Sulsel, Buroncong.

Kegiatan pagi ini diakhiri dengan foto bersama Paskibra Kota Makassar dan Satgas kebersihan di Anjungan Pantau Losari.

Sebelumnya, JK bersama rombongan ke Makassar untuk melaksanakan Salat Idul Adha.

Pemrov Sulsel nyatakan Masjid 99 Kubah Belum Bisa di Gunakan Ramadhan Tahun Ini

Zonamakassar.com, Makassar – Harapan sebagain Masyarakat Sulawesi Selatan menggunakan Masjid 99 Kubah yang berada di kawasan Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar pada Ramadhan 1440 Hijriah in dipastikan belum bisa terealisasi.

Hal ini dipastikan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, sebagai leading sektor pembangunan masjid, Jumat (3/5/2019) di Makassar, yang menegaskan masjid desain Ridwan Kamil tersebut belum bisa dioperasikan karena progres pembangunannya baru mencapai 70 persen.

“Masjid ini baru akan dioperasikan jika progres konstruksi sudah 100 persen selesai. Apalagi saat ini masih proses audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel,” terangnya.

Senada, Dinas Pengelolaaan Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel, Andi Darmawan Bintang menyampaikan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Daerah tengah melakukan audit dan eksistensi anggaran pembangunan masjid dengan gaya timur tengah ini.

Alhasil, pembangunan konstruksi masjid pun dihentikan. Sejak pembangunan 2016 lalu, 30 persen fisik masjid yang belum terealisasi yakni pemasangan kubah sebanyak 17 unit, penataan pelataran masjid, sebagian tempat wudhu, dan kantor pengelola masjid.

Kata Darmawan, pembangunan dipastikan akan tetap berlanjut, namun meski belum rampung, Masjid 99 Kubah diakui telah bisa digunakan.

“Sebenarnya masjid ini telah bisa dipakai sholat meski pembangunannya belum 100 persen. Hanya saja untuk sementara tidak ada aktivitas karena sedang dilakukan audit,” tandasnya.

Kendati demikian, sesuai aturan pemerintah, pelaksanaan sebuah proyek baru akan diserahkan pengelolaannya jika progres pembangunannya mencapai 100 persen.

“Untuk pengelolaan seutuhnya belum bisa diserahkan full, karena bangunan masjid masih dalam tahap pengerjaan,” ungkap Darmawan.

Pembangunan masjid dibangun melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Sulsel dengan total sebesar Rp176 miliar. Setelah pembangunan rampung, pengelolaan selanjutnya akan ditangani OPD bersama pengurus masjid.

“Untuk pengelolaan kita serahkan ke OPD yang menangani soal keagamanaan, kami di PDDA hanya membangun fisiknya,” Darmawan menambahkan.(*)