Kemnaker : Dana Bantuan Langsung (BLT) Rp 600 Ribu bagi Pekerja Tahap 2 Sudah Cair

Zonamakassar.com, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyebut bahwa dana bantuan langsung tunai (BLT) Rp 600 ribu bagi pekerja tahap 2 sudah dicairkan.

Dalam akun Instagram resmi milik Kementerian Ketenagakerjaan, pihak Kemnaker mengatakan bahwa dana bantuan langsung tunai (BLT) Rp 600 ribu tahap 2 telah cair.

Kepastian dana sudah masuk juga terlihat dari komentar warganet, beberapa diantara mereka menyebut dana sudah masuk pada Sabtu, 5 September 2020 pagi.

Namun masih banyaknya masyarakat atau pekerja yang belum mendapat bantuan dana langsung tunai (BLT) Rp 600 ribu tersebut ke rekeningnya ditanggapi kembali oleh pihak Kemnaker dalam akun Instgaramnya.

“Kami imbau pemberi kerja/perusahaan untuk membangun komunikasi dan dialog dengan para pekerja terkait data rekening pekerja guna memastikan tidak ada kesalahan dalam pelaporan rekening ke BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga penyaluran subsidi gaji/upah lancar dan tepat sasaran,” tulis Menaker melalui akuj Instagram yang dilihat mantrasukabumi.com pada Minggu, 6 September 2020.

Sebelumnya, menurut Menaker untuk tahap 1 saja hingga sampai saat ini baru 2.310.974 orang telah menerima bantuan langsung tunai (BLT) Rp 600 ribu.

Itu berarti baru 92,44 persen dari total penerima bantuan langsung tunai (BLT) Rp 600 ribu tahap 1, yakni 2,5 juta penerima.

Menurut Ida, sampai saat ini sekitar 15.659 pekerja belum dapat mengalirkan karena beberapa alasan seperti adanya duplikasi rekening, rekening sudah tutup, rekening pasif, rekening tidak valid, rekening telah dibekukan, dan rekening tidak sesuai dengan NIK.

Selain itu rekening yang masih dalam proses penyaluran juga masih banyak di sekitar 173.367 penerima.

Mengenai rekening yang bermasalah, Pelaku meminta pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk segera berkomunikasi dengan pemangku kepentingan agar segera menyelesaikan masalah pelaporan data yang dimaksud.

Selain itu Ida juga meminta bantuan perusahaan atau pekerja segera memberikan data rekening yang benar untuk mempermudah penyaluran.

Terkait pemilik bank swasta, pihak Kemnaker mengatakan bagi pemilik rekening bank swasta yang datanya sudah valid hanya tinggal memunggu dana masuk saja.

Yang paling penting adalah memastikan bahwa data kita sudah sesuai dengan Permenaker Nomor 14 Tahun 2020.

Menurut Permenaker Nomor 14 Tahun 2020, beberapa calon penerima bantuan langsung tunai (BLT) Rp 600 ribu adalah:

* Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK);

* Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan;

* Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 5 juta sesuai upah yang di laporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan;

Pekerja / buruh penerima upah;

* Memiliki rekening bank yang aktif;

* Tidak termasuk dalam penerima manfaat program Kartu Prakerja; dan

* Peserta yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juni 2020.

Dengan demikian, bagi calon penerima bantuan langsung tunai (BLT) Rp 600 ribu yang siap terlebih dahulu terdaftar dalam data calon penerima. (**)

Menaker: Koperasi Karyawan Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja

ZonaMakassar.Com, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengatakan pemerintah terus mendorong agar koperasi benar-benar bisa menjadi soko guru perekonomian para pekerja. Hal tersebut menurutnya bisa meningkatkan kesejahteraan para pekerja.

“Ke depan, pemerintah terus dorong agar koperasi ini bisa berkembang baik melalui aktivitas simpan pinjam dan mengelola kebutuhan pokok pekerja,” ujar Menaker Hanif, dalam keterangannya, Sabtu (9/3/2019).

Hal tersebut ia ungkapkan saat memberikan sambutan dalam acara Tour Akbar Koperasi Karyawan (Kopkar) PT Muara Tunggal (kabupaten Sukabumi) di Jakarta Utara. Selain itu, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan saat ini, jumlah koperasi pekerja di seluruh Indonesia terdapat 4.441 unit, dengan total jumlah anggota sebanyak 362.949 pekerja/buruh. Terdiri dari 302.160 anggota pekerja laki-laki dan 60.789 perempuan.

“Saya bayangkan misalnya di satu pabrik isinya 10 ribu pekerjanya belanja di koperasinya. Untungnya dari kita untuk kita sehingga manfaatnya pasti untuk masyarakat,” ucap Hanif.

detikfinance

Home Fokus Infrastruktur Ekonomi Bisnis Finansial Properti Energi Industri Perencanaan Keuangan SolusiUKM Konsultasi Market Research Bursa Valas Moneter Foto Infografis Market Watch Wawancara Video Fintech Loker

Home / Berita Ekonomi Bisnis / Detail

Sabtu, 09 Mar 2019 21:00 WIB

Menaker: Kopkar Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja

Nabilla Putri – detikFinance

Foto: Kemnaker

Foto: Kemnaker

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengatakan pemerintah terus mendorong agar koperasi benar-benar bisa menjadi soko guru perekonomian para pekerja. Hal tersebut menurutnya bisa meningkatkan kesejahteraan para pekerja.

“Ke depan, pemerintah terus dorong agar koperasi ini bisa berkembang baik melalui aktivitas simpan pinjam dan mengelola kebutuhan pokok pekerja,” ujar Menaker Hanif, dalam keterangannya, Sabtu (9/3/2019).

Hal tersebut ia ungkapkan saat memberikan sambutan dalam acara Tour Akbar Koperasi Karyawan (Kopkar) PT Muara Tunggal (kabupaten Sukabumi) di Jakarta Utara. Selain itu, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan saat ini, jumlah koperasi pekerja di seluruh Indonesia terdapat 4.441 unit, dengan total jumlah anggota sebanyak 362.949 pekerja/buruh. Terdiri dari 302.160 anggota pekerja laki-laki dan 60.789 perempuan.

“Saya bayangkan misalnya di satu pabrik isinya 10 ribu pekerjanya belanja di koperasinya. Untungnya dari kita untuk kita sehingga manfaatnya pasti untuk masyarakat,” ucap Hanif.

Baca juga: Pekerja & Pengusaha Diminta Sinergi Cegah Diskriminasi di Tempat Kerja

Hanif yang kala itu didampingi Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, Direktur Persyaratan Kerja Siti Junaedah dan Direktur Kelembagaan dan Kerja sama Hubungan Industrial (KKHI) Aswansyah, menyambut positif Kopkar PT Muara Tunggal yang dapat memenuhi kebutuhan simpan pinjam dan konsumsi bulanan secara rutin bagi 3.500 karyawannya.

“Kopkar ini bisa menjadi salah satu contoh ke depan agar pekerja di berbagai perusahaan dan pabrik bisa bersama-sama berkoperasi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan karyawan,” ujarnya.

Hanif juga menambahkan tour akbar sebagai salah satu ekspresi, sekaligus bentuk perwujudan dari pentingnya koperasi di kalangan pekerja.

“Di Ancol, pekerja bisa ber-refreshing, keluar dari rutinitas pabrik, menikmati hal-hal baru sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga. Ini suatu perkembangan menarik. Koperasinya bisa tumbuh dengan baik,” tambahnya.

Tour Akbar juga dihadiri oleh Kadiskop UKM Jabar Kusmana Hartaji, Ketua Kopkar PT Muara Tunggal Sudarno Rais dan 5.030 karyawan dan keluarga PT Muara Tunggal.

Senada dengan Hanif, Kadiskop UKM Jabar Kusmana Hartaji mengatakan koperasi merupakan solusi bagi peningkatan ekonomi karyawan atau pekerja. Termasuk ketika pekerja membutuhkan pembiayaan, bisa memanfaatkan koperasi karyawannya.

“Jangan sampai terkena dampak rentenir ya. Banyak yang macet. Pinjamnya Rp 500 ribu diteleponnya berkali-kali. Mendingan pinjam di koperasi saja,” pungkasnya. (**)