KNPI Sulsel Silaturahmi dengan Kapolda Sulsel

Zonamakassar.com, Makassar – Pengurus DPD I KNPI Sulsel melakukan silaturahmi dengan Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, Selasa (6/10/2020).

Dalam silaturahmi ini, turut dihadiri Ketua KNPI Sulsel, Sekretaris KNPI Sulsel serta beberapa Wakil Ketua dan pengurus lainnya.

Saat bertemu, Ketua KNPI Sulsel Arham Basmin mengucapkan terima atas sambutan orang nomor satu di Polda Sulsel ini.

“Pertama-tama kita ucapkan terima kasih atas atensi Bapak Kapolda menerima kami disini pengurus KNPI Sulsel. Tentu ini suatu kehormatan buat kami.” Ungkap Arham, diruangan Kapolda Sulsel, Selasa, (6/10).

Tentu, kata Arham, dari pertemuan ini, dirinya berharap bisa membangun sinergitas Polda Sulsel dan KNPI baik dalam mitra mau pun yang lainnya.

“Kita berharap ada kerjasama dari pertemuan ini, bagaimana pemuda Sulsel bisa bersinergi dengam Polri terkhusus Polda Sulsel dan pemeeintah.” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam berharap KNPI bisa bersinergi dengan pemerintah.

Merdisyam menyampaikan, ada tiga hal saat ini yang harus dilakukan KNPI Sulsel dalam membantu pemerintah yaitu pemulihan ekonomi, penanganan covid-19 dan menjadi mitra kritis.

“harapan kita bagaimana KNPI Sulsel bisa bersinergi dengan pemerintah serta semua stake holder yah bagaimana bisa membangkit ekonomi ditengah pandemi.” jelas dia.

Apalagi, lanjut Merdisyam, kita ketahui KNPI adalah tempat berkumpulnya pemuda yang potensi membangun bangsa kedepan.

“KNPI ini laboratorium pemuda, banyak melahirkan pemimpin yang besar. Tentu tidak diragukan lagi.” Pungkasnya.

Jelang Pilkada di Sulsel, Merdisyam: Polisi Harus Jaga Netralitas

Zonamakassar.com, Makassar – Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Drs. Merdisyam mengimbau anggota Polda Sulsel harus menjaga netralitas. Selain itu, ia mengharapkan proses Pilkada 2020 serentak di Sulsel dapat dilaksanakan dengan aman dan kondusif.

12 kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 09 Desember 2020 mendatang.

“Dalam Pilkada nanti, saya tegaskan anggota Polri di jajaran Polda Sulsel jaga netralitas, saya tidak mau mendengar, tidak mau ada laporan terkait dengan sikap netralalitas anggota dalam Pilkada khususya di kabupaten kota, kita tahu di daerah masing-masing apa lagi mungkin, yang terkait dengan beberapa pasangan calon yang sekarang sudah masuk tahap kampanye, pasti ada hubungan kekerabatan, pasti ada hubungan emosional, pasti ada hubungan satu sama lain yang dekat, jangan sampai ada di manfaatkan atau anggota berbuat sesuatu hal yang netral,” kata Merdisyam.

Mantan Kapolda Sultra itu menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Video Conference dengan anggota Komisi III DPR RI dan Kapolri, Rabu (30/09/2020) di Mapolda Sulsel.

Arahan diberikan langsung Kapolda Sulsel kepada seluruh anggota di jajaran kesatuan kewilayahan.

Dalam kesempatan itu, Kapolda mewanti-wanti seluruh anggota Polda Sulsel apabila terlibat politik, atau mendukung salah satu pasangan calon selama masa Pilkada nanti, pihaknya tidak segan-segan menindak tegas.

“Kalau Kapolri sudah menyampaikan akan menindak tegas tanpa menunggu ayam berkokok, dan saya juga mengikuti itu, sebelum azan maghrib kalau perlu kita ganti, jadi ini benar-benar saya ingatkan, sudah ada pedoman tentag netralitas anggota di dalam pilkada ini, tolong benar benar ini dijadikan perhatian dan atensi,” ujar Merdisyam.

Netralitas anggota Polri mengacu pada Pasal 28 Undang-undang RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Yang isinya dalam kehidupan politik bersikap netral, tidak melibatkan diri tidak menggunakan hak pilih atah dipilih.

Kemudian mengacu Pasal 6, Pasal 12, Pasal 21 Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri (wajib bersikap netral, dilarang melibatkan diri dalam politik praktis). (**)

Dua Perwira Menengah Polda Sulsel jadi Korwil KPK, Merdisyam : Semoga Menjadi Kekuatan Baru

Zonamakassar.com, Makassar – Dua polisi yang bertugas di jajaran Polda Sulsel lulus dalam tahapan seleksi untuk menjadi koordinator wilayah di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya mendapat pemberitahuan hasil seleksi dan panggilan bergabung pada Jumat (18/9/2020).

Dua perwira menengah itu adalah Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Agung Widjanarko dan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono.

Kapolrestabes Makassar dan Dir Krimum Polda Sulsel masuk ke dalam jajaran KPK,” kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam kepada awak media, Jumat (18/9/2020).

Kapolda Sulsel Irjen Pol. Drs. Merdisyam, M.si mengatakan bahwa kedua perwira menengah di jajaran Polda Sulsel itu harus melalui seleksi dan tes assesmen yang sangat ketat agar bisa menempati jabatan sebagai koordinator wilayah di KPK.

“Bukan ditunjuk tapi melalui proses seleksi dan assessment yg ketat, mereka bisa masuk berarti merupakan anggota Polri yg hebat dan terpilih serta terpercaya mempunyai integritas yg kuat,” lanjut mantan Kapolda Sultra itu.

Merdisyam pun berharap dengan bergabungnya dua perwira terbaik jajaran Polda Sulsel ini menjadi koordinator wilayah di KPK dapat menjadi kekuatan baru dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Semoga dapat menjadi kekuatan bagi KPK” Merdisyam memungkasi.

Berdasarkan surat yang diterima redaksi, ada sejumlah perwira Polri lain yang dipanggil bergabung sebagai Pegawai Negeri yang dipekerjakan di KPK. Diantaranya adalah Pati Bareskrim Polri, Brigjen Pol Setyo Budiyanto untuk menempati posisi Direktur Penyidikan, lalu ada Penyidik Utama Tk. II Rowassidik Bareskrim Polri Kombes Pol Agung Yudha Wibowo, Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri Kombes Pol Bahtiar Ujang Purnama dan Analis Kebijakan Madya Pidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Kumbul Ujang Purnama untuk menempati jabatan Koordinator Wilayah.(*)