Pemkot Makassar tidak Melarang Pemudik Membawa Pendatang

Zonamakassar.com, Makassar – Pemerintah kota (Pemkot) Makassar tidak melarang pemudik membawa pendatang baru saat kembali usai Lebaran 2019. Sebab, undang undang (UU) tidak melarang.

“Di dalam UU Kependudukan, setiap warga negara berhak memilih untuk tinggal di mana saja. Kami tidak bisa melarang kaum urban untuk pindah ke Makassar,” kata Kadisdukcapil Makassar, Aryati Puspa Abady saat dimintai konfirmasi, Minggu (9/6/2019).

Namun, Aryati berpesan kepada warga. Warga yang hendak datang ke Makassar diharapkan melengkapi dokumen dan berkas kepindahannya.

“Kami selalu menyampaikan untuk melengkapi dokumen kependudukannya dan di-update datanya termasuk status pindah,” kata Aryati.

Untuk diketahui, hingga kini jumlah penduduk di Kota Makassar sudah mencapai 1.449.690 jiwa. Dari jumlah itu, penduduk dewasa yang wajib memiliki KTP sebanyak 994.295 jiwa.

Seperti diketahui, pada umumnya para pemudik yang baru saja pulang kampung halaman usai lebaran biasanya membawa teman atau keluarganya saat kembali ke tempat perantauan. Salah satu tujuannya untuk mencari kerja.

Kangen Mudik ke Makassar Karena Kuliner Ini

Zonamakassar.com, Makassar -Kota Makassar banyak mengalami perubahan sejak beberapa tahun lalu. Makasar mulai dilirik, mulai dari wisatawan domestik hingga mancanegara. Termasuk para backpacker dalam negeri juga luar negeri.

Kulinernya? Jangan ditanya lagi. Dijamin komplit. Mau yang manis, pedas, gurih, kriuk-kriuk? Tinggal pilih saja sesuai selera. Coto, sop konro, pisang epe, pallu basa? Semua ada!

“Kalau kebetulan mudik ke Makassar, jangan sampai kehilangan momentum ini. Buru 10 kuliner paling khas di Kota Angin Mamiri ini!” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, Selasa (4/6/2019).

Anda boleh penasaran, juga boleh tidak percaya. Silahkan datang dan buktikan sendiri. Makassar punya segudang kuliner yang lezat.

“Kekuatan Makassar sebagai Kota Pariwisata salah satunya kuliner,” tambah Marketeer of The Year 2013 yang hobi blusukan mencari kuliner khas itu.

Berikut 10 kuliner yang wajib Anda kunjungi selama liburan Lebaran:

1. Coto Makassar

Ini adalah khas paling terkenal dari Makassar yang merupakan daging berkuah dengan bumbu rempah dan menggoda selera. Coto makassar biasanya dimakan dengan ketupat atau buras. Tak sulit mencari warung yang menjual makanan mantap ini. Biasanya, seporsi coto makassar dibanderol Rp10 ribu.

2. Pallu basa

Satu lagi makanan berkuah yang menjadi makanan khas Makassar, pallu basa namanya. Jika dilihat sekilas, pallu basa hampir mirip dengan coto makassar. Namun, bedanya adalah penggunaan santan kental dan kelapa parut sangrai di dalamnya, juga penambahan telur.

3. Sop Saudara

Sop saudara merupakan kuliner khas Sulawesi Selatan yang sayang untuk dilewatkan. Sama seperti coto makassar yang berbahan utama daging sapi, sop saudara menambahkan soun dan perkedel dalam semangkuk sajiannya.

4. Sop konro

Makanan berkuah lainnya yang menjadi khas makanan Makassar adalah sop konro. Bahan dasarnya iga sapi yang dimasak dengan kayu manis, asam Jawa, dan bumbu rempah lainnya. Tak ketinggalan pula campuran buah kluwak di dalamnya.

5. Pallu Mara

Masakan khas Makasar yang berbahan ikan dan sup kuah bumbu kunyit ini berasal dari dari bahasa Makassar. Pallu berarti masakan sedangkan mara berarti asam. Pallu mara memiliki cita rasa segar dan gurih dan resepnya dapat menjadi variasi sajian dalam bentuk hidangan ikan Bandeng, lho! Selain Bandeng, dapat diganti juga ikan Tongkol atau jenis ikan sesuai selera.

6. Pisang epe

Makanan berbahan dasar pisang ini juga menjadi makanan khas Makassar yang digemari semua kalangan. Pisang yang digunakan adalah pisang kepok yang dibakar. Pisang epe disajikan dengan gula merah yang dicampur air daun pandan, ditambah durian rebus kental.

Semuanya itu disiram di atas pisang yang telah dibakar. Pisang epe banyak dijual di pinggir jalan, sepanjang Pantai Losari yang bisa kamu dapatkan hanya dengan Rp6 ribu.

7. Konro Bakar

Setara dengan kenikmatan sop konro, jangan lewatkan juga untuk mencoba konro Bakar. Sesuai namanya, sebelum disajikan kepada pembeli iga sapi dibakar terlebih dahulu. Menambah lezat iga sapi yang sudah dibakar, makanan ini disajikan dengan siraman bumbu kacang khas Makassar dan kuah sop konro yang berwarna hitam.

8. Jalangkote

Mungkin di tempat lain, makanan ini disebut pastel, tapi tidak di Makassar. Di Makassar, makanan ini disebut jalangkote. Isian wortel, kentang, telur, dan daun bawang inilah yang membedakan jalangkote dengan pastel lainnya.

9. Mie Kering

Mie kering atau mie kering makassar adalah masakan Tionghoa Indonesia, jenis mie kering yang disajikan dengan saus kental dan irisan ayam, udang, jamur, hati, dan cumi. Makanan ini agak mirip dengan I Fu Mie Tiongkok, hanya saja mienya yang lebih tipis. Resep itu dibuat oleh keturunan Tionghoa, Ang Kho Tjao

10. Es pisang ijo

Siapa yang tidak mengenal es pisang ijo? Es dengan pisang kepok yang dilapisi tepung beras berwarna hijau, kemudian disajikan dengan es serut dan sirup berwarna merah. Tampilan es ini sangat menggugah rasa, terutama saat siang hari yang panas.(*)

Musim Mudik, Basarnas Siagakan 2 Kapal Penyelamat di Perairan Makassar

Kapal Basarnas Makassar (Foto: Taufiqurrahman)

Zonamakassar.com, Makassar – Basarnas menyiagakan dua kapal penyelamat di perairan Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), selama musim mudik. Kapal tersebut disiagakan untuk melakukan pertolongan jika ada keadaan darurat.
“Untuk mendukung arus mudik jalur laut, Basarnas Makassar menyiagakan KN SAR Antasena dan RB 303 yang standby di Pelabuhan Paotere. Jika dibutuhkan, maka personel beserta ABK siap untuk melakukan pertolongan,” kata Kepala Kantor Basarnas Makassar Mustari di Makassar, Sulsel, Jumat (31/5/2019).
Dia menyebut salah satu lokasi yang paling banyak dipenuhi pemudik adalah Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Dia berharap arus mudik di lokasi tersebut akan lancar pada tahun ini.
“Hari ini kami melakukan pantauan langsung untuk memastikan arus mudik lancar, utamanya di Pelabuhan Soekarno-Hatta yang setiap tahun memang selalu ramai penumpang menggunakan moda transportasi kapal laut,” ucap Mustari.
Mustari mengatakan tugas utama pihaknya adalah melayani masyarakat yang mudik. Menurut dia, Basarnas siap memberi pertolongan jika dibutuhkan
Apa yang menjadi tugas kita disini adalah memberikan layanan kepada masyarakat agar mudiknya bisa lancar dan aman. Kita harus siap memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan sesegera mungkin,” lanjut Mustari.
Dia menyatakan ada beberapa titik siaga khusus Basarnas Makassar yang digelar hingga arus balik mudik Lebaran pada tanggal 13 Juni 2019. Beberapa titik siaga ini di antaranya Bandara Sultan Hasanuddin, Pelabuhan Soekarno-Hatta, Pelabuhan Nusantara Parepare, dan Terminal Daya dan Malengkeri. (fiq/haf)

Iqbal Suhaeb Ingatkan Warga untuk Melapor Sebelum Mudik

Zonamakassar.com, Makassar – Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal S Suhaeb mengimbau warga yang ingin mudik untuk memperhatikan beberapa hal penting.

Ia mengingatkan warga Makassar agar sebelum mudik memastikan semua peralatan listrik mati sebab 60 persen penyebab kebakaran bersumber dari listrik (hubungan pendek/korsleting).

Ia juga meminta warga agar memastikan tabung gas dalam keadaan aman yang artinya, selang dan tabung tidak ada potensi kebocoran.

“Pastikan regulator tabung gas dalam kondisi off. Pastikan tetangga kita bisa dimintai bantuan untuk menitip kunci atau melihat rumah kita selama mudik, dan pastikan bahan – bahan mudah terbakar diamankan seperti solar dan bensin,” pesan Pj Wali Kota Iqbal, Kamis (30/5/2019).

Pengemudi yang akan melintas atau melewati tol juga di imbau agar menyiapkan kondisi fisik, tidak mengantuk selama perjalanan. Iqbal berpesan agar pemudik mengecek kondisi kendaraan sebelum digunakan untuk mudik. Ia juga menuturkan, bagi pemudik yang akan mengunakan jalan tol sebaiknya menyiapkan saldo e-tol.

Sementara, Kadis Damkar Makassar, Muhammad Yasir juga meminta kepada para pemudik agar menyimpan nomor telepon penting seperti jika terjadi kebakaran dan beberapa posko induk di beberapa titik.

“Jika terjadi kebakaran hubungi 112 atau nomor panggilan darurat kebakaran

Posko Induk (Jalan Ratulangi) 0411 -854 444, 0411-854 444 , 0411-854 214 dan 0411-831 939,” jelasnya.

Khusus untuk Posko Kima (Daya) 0411 472 3139, Posko Timur (Panakukkang) 0411 472 31 39. Ia juga menekankan jikalau pelayanan pemadam dan penyelamatan sama sekali tidak dipungut biaya.

Pj Wali Kota Iqbal berharap para pemudik selamat sampai tujuan dan rumah serta harta yang ditinggalkan dalam lindungan Allah SWT.

Demi Puasa Pertama, Ratusan Warga Mudik di Sulsel

Ratusan penumpang memadati Pelabuhan Ferry Kolaka, Sultra Foto: Sitti Harlina


Zonamakassar.com, Kolaka – Ratusan penumpang memadati Pelabuhan Ferry Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjelang awal Ramadhan 2019. Para penumpang mudik ke Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk berpuasa pertama bersama sanak saudara.

Sejumlah pemudik mengaku sengaja untuk pulang lebih awal guna menghindari antrian panjang jelang Ramadan. Rata-rata pemudik yang pulang merupakan warga dari Sulsel namun saat ini berdomisili dan bekerja di beberapa daerah di Sultra. Tidak hanya menggunakan motor, tampak pula kendaraan roda empat memadati pelabuhan.

Ato, salah seorang penumpang yang saat ini berdomisili di Unaha, Kabupaten Konawe, mengaku sengaja mudik agar bisa berpuasa pertama dengan keluarganya.

“Keluarga besar saya di Bulukumba, makanya awal Ramadhan sengaja mudik agar bisa sahur pertama dengan keluarga,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Haidir. Haidir yang berprofesi sebagai guru di Kabupaten Kolaka Timur ini, mudik dengan menggunakan sepeda motor. Ia bahkan sengaja mengambil izin agar bisa seminggu berada di kampung halaman.

“Liburnya sebenarnya empat hari, tapi saya sudah izin. Rencananya, saya seminggu di Bone,” katanya.

Sumber Detik.com