Belum Latihan dan Pemain Asing Tak Jelas, Bos PSM: Kan Tidak ada Degradasi

Foto Instagram @psm_makassar

Zonamakassar.com, Makassar – PSM Makassar menjadi satu-satunya klub Liga 1 2020 yang juga belum menggelar latihan.

Padahal Liga 1 2020 akan kembali bergulir kurang dari satu bulan yakni pada 1 Oktober 2020.

Sejauh ini PSM Makassar baru menggelar swab test yang hanya diikuti oleh 13 pemain dan dua asisten pelatih.

Setelah swab test, para pemain PSM Makassar tidak langsung menggelar sesi latihan.

PSM Makassar juga kesulitan untuk menggelar sesi latihan.

Sebab, Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, tengah direnovasi.

Juara Piala Indonesia 2019 itu awalnya berencana untuk menggelar sesi latihan di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Akan tetapi sesi latihan tersebut belum juga dilakukan dan tidak tahu apa penyebabnya.

Tak hanya itu, PSM Makassar juga dikabarkan akan meminjamkan beberapa pemainnya ke Liga 2 2020.

Sejauh ini baru Ferdinand Sinaga yang sudah pasti bergabung bersama PSMS Medan.

Kabar terbaru ada Osas Saha yang tengah dikaitkan akan berlabuh ke PSIM Yogyakarta.

Selain itu, PSM Makassar juga belum jelas memastikan bagaimana status pemain asing mereka.

Tim asuhan Bojan Hodak itu memiliki empat pemain asing yakni Hussein El Dor, Serif Hasic, Wiljan Pluim, dan Giancarlo Lopes Rodrigues.

Sampai saat ini keempat pemain asing itu belum tahu kapan tiba ke Indonesia.

Terkait hal itu, CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, merespon dengan santai terutama mempertahankan pemain asing.

Seperti dikutip dari BolaSport.com pria yang akrab disapa Appi itu mengatakan situasi perpindahan pemain asing ke klub lain mungkin saja bisa terjadi.

Appi juga tak panik ketika PSM Makassar belum juga latihan, sebab, Liga 1 2020 musim ini tidak ada degradasi.

“Ada beberapa fenomenanya seperti itu dan ini kan memang keadaan yang membuat seperti itu sehingga ada pilihan-pilihan untuk pindah.”

“Apalagi kita ada di dalam suasana yang tidak normal sehingga kalau ada kegiatan-kegiatan atau hal-hal yang berjalan saya pikir itu hal lumrah, dan tahun ini juga tidak ada degradasi,” ucap Appi.

Appi juga belum bisa memberikan kejelasan dengan status pemain asingnya.

Rencananya dalam waktu dekat manajemen PSM Makassar akan membahas negosiasi kontrak dengan empat pemain asing itu.

“Kami akan bicara dengan mereka, kita lihat saja nanti,” ucap Appi.(bs)

Kadir Halid Beber Alasan Coret Appi di Golkar

Zonamakassar.com, Makassar – Rapat pleno DPD Golkar Sulsel yang dipimpin langsung oleh Nurdin Halid, memutuskan tak mengirim nama Munafri Arifuddin (Appi) ke DPP.
Rapat pleno DPD I Golkar Sulsel, bersama tim sembilan Golkar Sulsel memutuskan tiga nama bakal calon yang mendaftar di Golkar untuk selanjutnya dikirim ke DPP.
Tiga nama itu adalah Syamsu Rizal, Moh Ramdhan Pomanto, dan Irman Yasin Limpo. Sementara nama Munafri Arifuddin tak dikirim.
Ketua Bapilu DPD 1 Golkar Sulsel, Kadir Halid menyatakan tidak adanya nama Munafri Arifuddin atau Appi telah melalui serangkaian penilaian, termasuk melihat hasil Pilwalkot tahun 2018 lalu.
“Kekalahan Appi di Pilwalkot itu jadi bahan pertimbangan,” ungkap Kadir setelah melakukan rapat pleno di kantor DPD I Golkar Sulsel, Minggu, 9 Februari.
Sekadar diketahui, pada Pilwalkot 2018 lalu, Appi yang berpasangan dengan A Rachmatika Dewi (Cicu) tidak dapat memenangkan pertarungan meski melawan kolom kosong. Appi-Cicu melawan kolom kosong setelah petahana, Danny yang saat itu berpasangan Indira Mulyasari Pramastuti didiskualifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.
Tahapan selanjutnya, tim penjaringan DPP Golkar akan menyeleksi tiga nama tersebut sebelum memutuskan kepada siapa rekomemdasi partai berlambang beringin rimbun itu diberikan.

Koalisi Pemuda Makassar Nyatakan Sikap Bersama Appi 2020

Zonamakassar.com, Makassar – Hajatan pesta demokrasi di kota Makassar sebentar lagi akan memasuki tahapannya, para bakal calon sudah mulai unjuk gigi mencari simpati. Namun ada yang menarik dari pilkada tahun ini khususnya di kota makassar, ternyata pilkada kali ini tidak lepas dari issue revolusi industri ke empat dan bonus demografi dimana yang jadi pelatuknya adalah kaum muda.
Sebuah organisasi yang menamakan dirinya Koalisi Pemuda Makassar (KPM) tidak ingin kehilangan moment besar ini. Dalam kesempatannya, KPM melakukan ngopi bareng bakal calon (balon) Walikota Makassar, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi.
KPM memandang pada pilkada-pilkada sebelumnya pemuda tidak begitu mendapat porsi yang besar pada proses demokrasi, tapi pada pilkada kali ini pemuda harus mendapat tempat yang strategis untuk dapat menentukan arah kebijakan khususnya pada kota Makassar.
Di jaman revolusi industri keempat (4.0) pemuda sedang berada pada era keemasan, issue bonus demografi harus kita jemput dengan mempersiapkan kaum muda untuk maju dan menjadi pemimpin, kita tidak ingin hanya menjadi penonton dan melewatkan jaman keemasan ini, olehnya itu pemuda harus mengambil sikap dalam menentukan siapa yg akan jadi pemimpinnya, kesamaan visi tentu menjadi pertimbangan utama kami dalam hal menentukan sikap politik dan kami melihat adanya kesamaan visi tersebut pada Bapak Munafri Arifuddin. Oleh karena itu setelah melalui diskusi panjang di internal KPM dengan ini kami nyatakan sikap politik kami dengan mendukung dan akan memenangkan bapak munafri arifuddin pada pilkada makassar, kami menganggap pak Appi adalah sosok yang paham betul apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan kaum muda.
“Gagasan-gagasan beliau sangat milenial dan aplikatif, kami tidak ingin Makassar ini di bangun oleh pikiran-pikiran imajinatif yang tidak punya narasi, kami menginginkan pemimpin yang mampu memaksimalkan seluruh potensi kaum muda agar kedepan dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah”, pukas jubir KPM Irfan Idham, saat di temui di Kedai Kita, Jl. Landak Makassar, Senin (27/01/20).
Dihadapan para pengurus dan anggota KPM, Appi sangat berterima kasih dan bangga dengan keinginan para pemuda Makassar yang ingin bersatu, berinovasi untuk membangun Makassar. (**)

Bojan Hodak Resmi Pelatih Baru PSM Makassar

Zonamakassar.com, Makassar – PSM Makassar resmi menetapkan pelatih baru tim untuk musim 2020.

Hal itu terungkap dari press conference yang digelar CEO PT PSM Munafri Arifuddin.

Press conference dilaksanakan di kediaman pribadi Munafri, Jl Chairil Anwar, Kota Makassar, Selasa (31/12/2019).

Pelatih tersebut bernama Bojan Hodak (48) yang telah memiliki pengalaman di Asia Tenggara.

Pelatih asal Kroasia ditunjuk menangani tim ayam jantan dari timur.

“Kami sudah menetapkan pelatih. Seperti yang saya bilang, ada tiga nama terakhir menjadi calon dan sekarang kami resmi menetapkan,” ungkap Munafri Arifuddin

Kata Appi sapaan akrab Munafri Arifuddin, Bojan pernah melatih Kelantan FA, Johor Darul Ta’zim, hingga pelatih Timnas Malaysia U-19. (*)

Jelang Pilwalkot Makassar, GSI : Tren Danny Turun, Appi Melonjak

Zonamakassar.com, Makassar – Tren survei mantan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto (Danny) jatuh bebas. Di sisi lain, elektabilitas Munafri Arifuddin (Appi) sebagai penantang semakin mengejar.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif PT General Survei Indonesia (GSI), Herman Lilo kepada wartawan usai diskusi ngopi: ngobrol politik bertema Menakar Peluang Kandidat Pilwalkot Makassar 2020 yang digelar Komunitas Wartawan Politik Sulsel di Warkop 212 Toddopuli, Minggu (1/12/2019).

“Grafik tren elektabilitas Danny Pomanto turun dari 43,1 persen pada September 2019 menjadi tersisa 32,4 persen pada November 2019. Sementara calon penantang mengalami tren kenaikan elektabilitas yang signifikan,” kata Herman.

Dia menjelaskan, elektabilitas Appi mengalami tren positif yang tinggi. Dari semula hanya 16,4 persen di bulan September, naik menjadi 25 persen di bulan November. Begitupun Ical juga naik dari 8,5 persen menjadi 14,3 persen.

“Posisi seperti ini sangat berbahaya bagi calon incumbent seperti Danny. Sebab kecenderungan elektabilitas incumbent dalam sebagian besar pilkada adalah grafiknya turun, bukan naik. Sangat jarang ditemukan kasus tren incumbent yang grafiknya naik,” lanjutnya.

Dengan mempertimbangkan, rentang waktu pemilihan yang masih lama, Herman menilai posisi Danny saat ini, meski masih bertengker di peringkat pertama namun sudah berada dalam radar merah. Dengan kata lain, berpotensi kalah.

Menurut analisanya, salah satu penyebab utama hilangnya pengaruh Danny di jajaran birokrat Pemkot Makassar adalah kebijakan mutasi yang tidak populer jelang akhir kepemimpinannya.

Seperti diketahui, sejak 4 Juni 2018 sampai 8 Mei 2019, Danny meneken 40 Surat Keputusan mutasi terhadap 1.228 pejabat di lingkup pemprov. Mutasi ini dilakukan beberapa sebelum pemilhan legislatif 2019, dan satu bulan setelah pemilihan. Istri dan putri Danny Pomanto termasuk dalam daftar caleg yang gagal lolos ke DPR RI di Pileg 2019.

Kebijakan mutasi ini dinilai melanggar peraturan pemerintah karena tanpa izin Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Olehnya Gubernur Sulsel dan Mendagri mengeluarkan kebijakan pembatalan terhadap SK mutasi tersebut, dan mengembalikan semua pejabat yang dimutasi ke posisi semula.

Masalah lain adalah tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Danny yang rendah. Makassar ini tidak seperti Kota Surabaya, di mana kepuasan publik terhadap Walikota Tri Rismaharini sangat kuat. Atau periode kedua Nurdin Abdullah di Bantaeng kemarin. Mengapa? Sebab tidak ada prestasi Danny sebagai walikota yang bisa membuat geleng-geleng kepala atau mencengangkan. Artinya prestasi Danny biasa-biasa saja,” kata Sawedi melanjutkan.

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr Abdi juga menilai demikian. Menurutnya corak preferensi politik perkotaan dengan kabupaten sangat berbeda jauh.

“Dalam perang kampung, jika masyarakat sudah diberi uang maka komitmen untuk memilih calon itu sulit berubah. Tapi dalam perang kota, pemilih di perkotaan menentukan pilihannya sendiri secara independen. Dalam detik, dalam hari, bisa berubah seketika,” tandas Abdi.

Penyebabnya adalah tingkat kedewasaan berpolitik warga perkotaan yang lebih mature/matang. Mengingat tingkat Pendidikan warga perkotaan lebih tinggi dibanding warga pedesaan.

“Yang perlu digaris bawahi adalah fakta bahwa pejabat camat dan lurah yang menjabat hari ini adalah orang-orang yang dulunya di mutasi oleh Danny Pomanto dan dikembalikan ke posisi semula oleh kebijakan Plt Walikota, Gubernur Sulsel dan Mendagri,” tambah Direktur Eksekutif Nurani Strategic Dr Nurmal Idrus.

Dampingi Appi Kembalikan Formulir, Irfan Darmawan : Appi Paham Budaya Siri’ Na Pacce

Zonamakassar.com, Makassar – Calon Walikota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) kembali akan bertarung sebagai kandidat Calon Wali Kota Makassar 2020 mendatang. Jumat (13/9/2019).

Bahkan kali ini dirinya mulai mempersiapkan kendaraan politiknya, salah satu partai yang dikendarai Appi yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sekitar pukul 15 : 30, Munafri Arifuddin (Appi) bersama rombongan mendatangi Kantor DPC (PDIP) di Jln Serigala No 89, Kecamatan Mamajang Kota Makassar, untuk mengembalikan Formukir Bakal Calon.

Nampak hadir Putra bungsu Politisi Senior Nasran Mone yang juga ketua Garda Rajawali Perindo (GRIND), Irfan Darmawan Nm turut mendampingi Munafri Arifuddin (Appi) saat pengembalian formulir di kantor DPC PDIP Kota Makassar.

Foto : Irfan Darmawan bersama rombongan Munafri Arifuddin di Kantor DPC PDI P Makassar

Saat dikonfirmasi, Irfan Darmawam Nm menyampaikan bahwa kehadirannya mendampingi Munafri Arifuddin (Appi) adalah panggilan hati nurani.

“Bismillah, Saya sudah bertekad untuk memberi dukungan kepada Appi, dengan alasan yang cukup sederhaji, Karena Appi bukan figur pajanji-janji, egois, merasa pintar sendiri.

Ippank Mone Sapaan akrabnya juga mengatakan Appi itu komunikatif dan paham budaya Siri’ Na Pacce bos.

“Asselang ma’ dan Insya Allah beberapa kelompok pemuda akan bergabung bersama-sama untuk memenangkan Appi ditahun 2020” Tutup Pendiri Gerakan Pemuda Peduli Bangsa ini (Gempa). (*)

Munafri Arifuddin Mantapkan Maju Walikota Makassar Lewat PDI Perjuangan

Zonamakassar.com, Makassar – Munafri Arifuddin alias Appi kembali bakal mencoba peruntungannya, bertarung sebagai kandidat Calon Wali Kota Makassar 2020 mendatang. Jumat (13/9/2019).

Kali ini Appi mulai menyiapkan kendaraan politiknya melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Tepat pukul 15 : 30, Munafri Arifuddin (Appi) bersama rombongan mendatangi Kantor DPC (PDIP) di Jln Serigala No 89, Kecamatan Mamajang Kota Makassar, untuk mengembalikan Formulir Bakal Calon Walikota.

Saat ditanya oleh awak media, siapa pasangan pak Appi nantinya di tahun ini beliau menjawab untuk sementara belum ada karena semua yang mendaftar hanya ingin menjadi Walikota.

“Untuk saat ini kita belum tau, karna saya lihat semuanya mau jadi Walikota, belum ada yang bersedia jadi wakil walikota” Kata Appi usai mengembalikan Formulir Pendaftaran di DPC PDIP, jl serigala Kecamatan Mamajang Kota Makassar.

Lebih lanjut CEO PSM Makassar ini mengatakan bahwa, untuk sementara kita membangun optimisme dulu semuanya mendaftar jadi Walikota.

“Sekarang ini kita bangun optimisme, semuanya mendaftar menjadi Walikota. Nanti tiba saatnya kita berafiliasi bersama untuk menghasilkan pasangan yang punya Visi Misi untuk membangun Makassar,” beber Appi

Saat disinggung hubungan dan komunikasinya bersama Ramdhani Pomanto, dirinya juga menyampaikan kami punya hubungan yang baik bahkan kemarin kami bertemu dan berdiskusi satu sama lain

“Kami punya komunikasi yang baik, bahkan kemarin kami bertemu dan berdikusi satu sama lain. Tapi kan untuk Pilwalkot ini tidak mungkin saya jadi wakilnya ataupun sebaliknya. Kan kemarin 2018 sama – sama bertarung jadi walikota kalau sekarang berpasangan kan aneh. Semua bisa berjalan tapi sekarang kan sama – sama jadi calon walikota,” pungkas Appi.

Sebelumnya Appi juga menjalin komunikasi dengan beberapa calon lainnya, termasuk anggota DPRD tiga periode Nasran Mone.(*)

Dukungan Pj Wali Kota Makassar untuk Klub PSM

Zonamakassar, Makassar – Skuat dan manajemen PSM Makassar menemui Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal S Suhaeb di Baruga Angin Mammiri Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Senin (10/6/2019) kemarin.

Dalam jamuannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyajikan Pallubasa. Iqbal Suhaeb mengaku sajian menu tersebut disediakan bertujuan untuk memberikan semangat agar bisa berjuang di AFC Cup dan Liga 1 Indonesia.

“Tim PSM kita jamu dengan pallubasa, agar semangatnya tidak kendor, kuat, dengan protein cukup. Agar mampu membawa PSM ke posisi puncak,” ujarnya.

Iqbal S Suhaeb juga mendoakan agar dalam pertandingan selanjutnya, PSM dapat meraih juara 1, dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat kota Makassar.

Sementara CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, dalam kesempatan yang sama menyampaikan prestasi yang telah diraih oleh PSM Makassar.

“Kesempatan ini, saya ingin melaporkan bahwa PSM menjadi satu satunya club di Indonesia yang bertahan di tiga kompetisi yang berbeda,” ujarnya.

Selain itu, ajang silaturahmi, agar tim PSM dapat mengenal pemimpinnya, yang memberikan support terbaik

“Berharap support dan doa dari pemerintah kota Makassar, dimana Makassar sebagai tempat bermarkas, dan melakukan segala aktivitas, agar memberikan harapan baru bagi PSM,” ujarnya.

Pemprov Sulsel Ingin Revitalisasi Stadion Mattoangin, Bos PSM : Kami Siap

ZonaMakassar.Com, Makassar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan belum juga menyelesaikan pembangunan Stadion Barombong.

Kini Pemprov dibawa kepemimpinan Nurdin Abdullah selaku Gubernur pun mencanangkan revitalisasi Stadion Mattoangin.

Langkah ini sebagai respon terhadap adanya titik terang kepemilikan kawasan Mattoangin yang diklaim kini milik Pemprov Sulsel.

Proses revitalisasi pun rencananya akan berlangsung di tahun 2019 dengan melakukan sterilisasi hingga pembongkaran bangunan Stadion.

Kemudian di 2020 mendatang, Pemprov Sulsel menyebut akan memulai pembangunan. Anggarannya pun akan masuk dalam APBD 2020 yang disebut Nurdin Abdullah telah mendapat lampu hijau dari DPRD Sulsel.

Untuk proses pembangunan Pemprov Sulsel rencananya akan melakukan sayembara dalam hal bentuk bangunan.

Hingga menyebut akan memikirkan proses pengelolaan kepada pihak yang dianggap layak dan berkeinginan.

Sejauh ini diketahui Stadion Mattoangin dan seluruh kompleks bangunannya berada di bawah pengelolaan Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS).

Pihak YOSS kemudian menyewakan Stadion Mattoangin kepada manajemen PSM Makassar yang menggunakan Stadion sebagai Homebase di kompetisi Liga 1.

Keinginan Pemprov untuk memugar Mattoangin dan mencari pengelola baru pun disambut baik manajemen PSM. Tim tertua Indonesia itu sedari dulu merasa kesulitan terkait dengan fasilitas stadion.

CEO PSM, Munafri Arifuddin, pun secara terang-terangan siap mengikuti sayembara. Bahkan pihaknya kini telah menyiapkan proposal pengelolaan hingga siap membangun Stadion baru.

“Kita menunggu kapan waktunya ini dikembalikan ke Pemerintah Provinsi secara resmi kalau sudah ada dan seperti apa Pemerintah mau bekerjasamakan ini apakah dalam bentuk sayembara dan sebagainya kami siap untuk mengikuti,” ujarnya, dikutip dari tribuntimur.com, Selasa (02/04/2019).

Appi sapaan Munafri menambahkan bahwa ia menginginkan pengelolaan secara menyeluruh. Bukan hanya sekedar bangunan Stadion tetapi fasilitas penunjang lainnya di area Kompleks Stadion yang terletak di Jl Cendrawasih itu.

“Sembari ini dibongkar (Mattoangin) kami ingin juga pada saat ini kami mengajukan untuk mengelola kawasannya secara total, bahkan membangun stadion baru kami siap. Ada dong (maket), sistem perencanaan secara kawasan sudah ada bahwa akan ada nanti detailnya itu akan kita tawarkan ke Pemerintah,” ungkapnya.(*)

Resmi! Darije Kalezic Asal Bosnia Pelatih Baru PSM Makassar

ZonaMakassar.Com, Makassar – Klub Ayam Jantan Dari Timur , PSM Makassar, resmi menunjuk pelatih asal Bosnia, Darije Kalezic menggantikan Robert Rene Alberts.

Melalui akun Instagram resminya, @PSM_Makassar telah merilis video perkenalan Kalezic sebagai juru latih baru. Kabar tersebut telah menjawab teka-teki pelatih baru Juku Eja.

Darije Kalezic sebelumnya menangani klub Australia (A-League), Wellington Phoenix FC. Ia juga memiliki segudang pengalaman di Eropa kala membesut tim-tim asal Belanda.

Pelatih yang pernah membawa klub De Graafschap promosi ke Eredivisie Belanda itu sempat dikabarkan menolak melatih PSM Makassar. Kabar tersebut tersiar melalui situs berita sportsport.bapada 23 Januari 2019 lalu.

Namun demikian, Kalezic kini telah resmi melatih PSM Makassar. Menurut pernyataan CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, Kalezic akan dikontrak selama satu tahun terlebih dahulu.

“Pastinya dari Eropa dan dikontrak satu tahun dulu. Ya, intinya pelatih baru ada di situ (rumor yang selama ini beredar),” ujar Munafri Arifuddin beberapa waktu lalu.

Kalezic akan memulai debutnya bersama PSM Makassar pada putaran kedua babak 32 besar Piala Indonesia 2018/19 melawan Kalteng Putra, Minggu (03/02/19), di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging.

Berikut biodata Darije Kalezic

TTL: Switzerland, 1 November 1969

Karir Pelatih:

2006–2008 De Graafschap (reserve/youth)

2008–2009 De Graafschap (assistant)

2009–2011 De Graafschap

2011 Zulte Waregem

2013 Stockport County

2013–2015 Jong PSV

2015–2016 Roda JC Kerkrade

2016 Al-Taawoun

2017–2018 Wellington Phoenix