Vanessa Angel Keluhkan Sidang Kasusnya Yang Berjalan Lambat

Instagram


Zonamakassar.com, Jakarta – Vanessa Angel sepertinya masih harus kembali bersabar, menjalani sidang kasus dugaaan penyalahgunaan narkoba yang menjeratnya. Bagaimana tidak, pada Senin (21/9) kemarin, Vanessa seharusnya mengikuti sidang lanjutan kasusnya itu di PN Jakarta Barat dengan agenda mendengarkan keterangan dari dua saksi fakta.

Namun apa mau dikata, lantaran JPU ternyata gagal menghadirkan dua saksi yang terdiri dari mantan pengacara Vanessa, Adam Malik dan Dokter Maxwadi Maas. menurut JPU, Adam Malik yang sedang berada di surabaya sempat meminta untuk mengikuti sidang melalui virtual. Namun, majelis hakim menyatakan saksi harus hadir ditempat. “mungkin nanti kita laksanakan (virtual), tetapi karena ini belum ada aturannya tentu kita laksanakan sesuai dengan hukum acara pidana kuhap. tentu saja harus dihadirkan,” kata majelis hakim.

Melalui kuasa hukumnya sekarang, Arjana Bagaskara, Vanessa pun mengungkapkan keluhannya terhadap kasus hukum yang dianggapnya berjalan lamban. “kita tunggu-tunggu banget kedua saksi tersebut. dia (Vanessa Angel) sendiri juga cerita kepada saya kenapa persidangannya begitu lama sampai 7 bulan. Sementara dalam perkara-perkara lain yang berhubungan dengan psikotropika sangat cepat. tapi kenapa untuk perkara vanessa begitu lama prosesnya sampai putusan,” ujar Arjana.

Dengan begitu, sidang dengan agenda saksi akan dilanjutan lagi Ssenin (28/9) pekan depan. Vanessa sendiri saat ini masih berstatus tahanan kota, karena ia harus mengurus putranya yang baru berumur 2 bulan.

Seperti diketahui, Vanessa ditangkap bersama suaminya, Bibi Ardiansyah, serta asistennya di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada 16 Maret 2020. Dari penggeledahan, polisi menyita barang bukti berupa 20 butir pil xanax dengan detail 15 butir ditemukan di laci meja televisi kamar dan 5 butir di dalam tas. (Car)

Status “Andi Arief” Ditentukan Dalam Waktu 3 × 24 Jam

ZonaMakassar.Com, Jakarta -Wasekjend Partai Demokrat Andi Arief masih menerima pemeriksaan terkait kasus narkoba yang menimpahnya.(05/03/2019).

Polisi membeberkan jika akan menetapkan status Pencetus Ungkapan “Jendral Kardus” 3 × 24 jam.

“Yang menarik adalah terperangkap karena penyidik punya waktu 3 × 24 jam untuk mengumpulkan,” kata Karo Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Brigjen Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi, Senin (4/3/2019) .Dikutip Dari Detik.Com

Andi Arief sendiri diamankan disebuah Hotel di wilayah Jakarta Barat sekitar pukul 18.30, Minggu 03/03.

“Benar bahwa ada di kamar ini adalah Saudara AA. Beberapa yang menggunakan barbuk, alat bantu untuk menggunakan narkoba sudah kami sita, ”kata Iqbal di Mabes Polri.

Andi Arief sudah menyetujui tes urin dan dinyatakan positif menggunakan sabu. Saat ini (**)

Vonis Bebas Bandar Narkoba 3,4 Kg, Ternyata PN Makassar Hanya Terima Barang Bukti 2,4 Kg Sabu

ZonaMakassar.com – Pengadilan Negeri (PN) Makassar, mengaku hanya menerima barang bukti narkoba seberat 2,4 Kilogram (Kg) dari kasus terdakwa bandar narkoba di Sulsel, Syamsul Rijal alias Rijal alias Kijang bin Abdul Hamid yang divonis bebas oleh majelis hakim pada, 8 Januari 2019 lalu.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Bambang Nurcahyono mengatakan bahwa pihaknya bukan barang bukti narkoba sebanyak 3,4 Kg sabu-sabu melainkan hanya sebanyak 2,4 Kg sabu-sabu.

“Barang bukti tidak seperti yang dikatakan yaitu 3,4 Kg. Namun pada fakta dan kenyataannya yang diajukan adalah hanya sebesar 20.497 gram atau 2,4 Kg. Bukan 3,4 Kg,” ungkap Bambang, Rabu (13/2/2019).

Dia menyebutkan bahwa pertimbangan dari majelis hakim untuk memvonis bebas Kijang karena dakwaan dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) tidak terbukti secara sah dan menyakinkan sesuai dengan ketentuan hukum.

“Pembuktian minumun dua alat bukti dan keyakinan hakim sebagaimana pasal 180 KUHAP itu tidak terpenuhi. Jadi dakwaan yang di dakwakan adalah alternatif pasal 114 , pasal112 dan pasal 131, UU no. 35 2009 tentang narkotika,” ucap Bambang saat ditemui di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (13/2/2019).

Dia menegaskan bahwa majelis hakim tidak pernah merubah pasal yang di persangkakan kepada terdakwa Kijang. Melainkan majelis hakim hanya menerima pelimpahan berkas berkas P21 dari kejaksaan atau berkas perkara sudah lengkap.

“Kami memeriksa dakwaannya, dan tidak ada perubahan pasal,”tegasnya.

Dalam persidangan ini, lanjut dia, ada empat saksi yang dimintai keterangannya. Mereka yaitu, Dicky Sugino, Suparman, Edi alias Bilo, Edi Candra bin Mustafa. Sementara saksi yang dihadirkan untuk meringankan terdakwa adalah Muhammad Iqbal dan Irwan.

“Perkara ini masih berjalan, jadi tidak semerta-merta ia bebas. Karena ini lanjut kasasi di MA terhadap putusan Pengadilan Negeri Makassar,” pungkasnya.

Ungkap Peredaran Sabu 5 Kg, 14 Personel Narkoba Polrestabes Makassar Dapat Penghargaan

Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas saat memberikan penghargaan kepada 14 personel Sat Narkoba Polrestabes Makassar di halaman Mapolrestabes Makassar, Selasa (12/2/2019)

ZonaMakassar.com – Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin, mengapresiasi keberhasilan personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Makassar, dalam menggagalkan peredaran 5kilogram sabu-sabu di Kota Makassar.

Dalam mengapresiasi hal tersebut, melalui Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Adnas, langsung memberikan penghargaan kepada 14 personel Sat Narkoba Polrestabes Makassar yang berperan dalam meringkus para pelaku pengedar narkoba 5 kg di Makassar.

Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Adnas mengatakan bahwa ini adalah pertanda polri dan jajaran serta seluruh masyarakat sungguh telah serius dalam melakukan penindakan terhadap para pelaku narkoba.

Menurutnya, jika melihat apa yang hasilkan hari ini yaitu pemusnahan 5kg sabu dengan 1.000 ekstasi yang dapat merusak puluhan ribu generasi khususnya di Makassar. Sehingga, patut untuk diberikan apresiasi.

“Olehnya itu, saya bersama unsur pimpinan memberikan apresiasi dan penghargaan bagi bhayangkara-bhayangkara Polri yang sudah bersungguh-sungguh melakukan ini. Oleh sebab itu, hari ini kita melakukan penghargaan kepada seluruh Bhayangkara yang telah berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku bersama barang bukti dan luar biasa membanggakan,” bebernya.

Dalam pemberian penghargaan kepada 14 personel Sat Narkoba Polrestabes Makassar ini, langsung diberikan langsung oleh Wakapolda Sulsel Brigjen pol Adnas dan didampingi langsung oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo di Mapolrestabes Makassar, Selasa (12/2/2019) siang tadi. (**)

Vonis Bebas Bandar Sabu 3,4 Kg, Polda Sulsel Kecewa

ZonaMakassar.com – Kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Selatan, merasa kaget mendengar bandar besar narkoba lintas provinsi, Syamsul Rijal alias Rijal alias Kijang bin Abdul Hamid, divonis bebas oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Bahkan Polda Sulsel kecewa atas sikap hakim yang membebaskan pemilik barang 3,4 Kilogram itu dan putusan bebas itu dikeluarkan oleh majelis hakim pada Selasa, 8 Januari 2019 lalu.

Dir Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan sangat menyayangkan hal tersebut. Karena menurutnya, kasus tersebut telah memenuhi unsur pidana.

“Wah, sangat disayangkan itu kalau dia divonis bebas,” kata Hermawan dengan wajah yang terlihat kaget, di Polrestabes Makassar, Sulsel, Selasa (12/2/2018).

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menerangkan bahwa polisi telah berbuat maksimal dalam penyidikan kasus narkoba. Terkait bebasnya bandar besar asal Sidrap yang ditangkap Polda Sulsel, 20 Mei 2018 lalu itu, ia meminta agar masyarakat menilainya sendiri.

“Silahkan masyarakat menilai sendiri, mengapa kasus bandar narkoba bisa bebas,” pungkasnya.

Sebelumnya, bandar narkoba asal Kabupaten Pinrang tersebut merupakan DPO sejak tahun 2016 silam. Tersangka dilakukan penangkapan oleh anggota Direktorat Narkoba Polda Sulsel di perbatasan Indonesia-Malaysia, Pulau Sungai Nyamuk, Desa Bambanga, Kecamatan Sabati, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada 20 Mei 2018 lalu.

“Pada saat itu, kami duluan di TKP menunggu pelaku. Saat Kijang datang langsung dilakukan penangkapan. Dan saat itu tidak ada perlawanan karena mungkin dia sadar tidak bisa berbuat bayak dengan kondisinya (hanya satu tangan),” ucap Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sulsel AKBP Ucuk Supriadi, saat konferensi Kamis (24/5/2018) lalu.

Akibat perbuatan tersangka, Polda Sulsel menjerat dengan pasal 114 ayat (2) Subs pasal 112 ayat (2) Lebih Subs Pasal 131 Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI NO.35 TH 2009 Tentang Narkotika.(*)