Sosialisasikan Aplikasi Sembakokota, Disdag Makassar: Harga Sembako Langsung Terpantau

ZonaMakassar.com – Dinas Perdagangan (Disdag) kota Makassar terus mensosialisasikan aplikasi Sembakokota ke masyarakat tentang pantauan harga sembilan bahan pokok (sembako) yang ada di pasar tradisional di kota Makassar.

Kepala Disdag Makassar Nielma Palamba menjelaskan dengan menginstal aplikasi Sembakokota, masyarakat bisa melihat secara langsung harga sembako di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Terong, Pa’baeng-baeng, Toddopuli, dan Daya.

“Kita turun ke pasar setiap hari Senin dan Kamis. Jadi kalau kita turun di hari Senin, updatenya Selasa. Turun ke pasar hari Kamis, update harga di Jumat,” paparnya.

Untuk memastikan agar informasi harga bahan pokok sampai di masyarakat, Nielma mengatakan telah bekerjasama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam bentuk periklanan di Videotron Balaikota Makassar.

“Pemkot punya dua videotron, satu di Jalan Ahmad Yani, dan satu lagi di dekat kantor DPRD Makassar, nanti saya cek di sana,” ujar Nielma.

Tak hanya sampai disitu, Nielma juga menegaskan aplikasi Sembakokota sudah bisa diunduh melalui Smartphone.

“Silahkan download di smartphone supaya kita tahu pergerakan harga sembako,” tandasnya.

Gelar Pelatihan Kerajinan, Disdag Makassar Ingin Eceng Gondo Bisa Bernilai Ekonomi

ZonaMakassar.com – Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Deskranasda) Makassar ingin mengubah eceng gondok memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat Makassar. Untuk itu, Disdag Makassar menggelar pelatihan kepada warga untuk menjadikan eceng gondok sebagai kerajinan di Hotel Ramedo, Selasa (19/2/2019).

Kepala Disdag Makassar, Nielma Palamba mengaku pelatihan keratin an dilakukan untuk memberdayakan masyarakat melalui kerja produktif dengan memanfaatkan tanaman yang kerap dianggap limbah ini. Dia menyebut, pelatihan ini sudah memasuki tahun kelima. Angkatan sebelumnya, kata Nielma, sudah berproduksi sendiri.

”Potensi eceng gondok punya potensi besar dijadikan kerajinan. Ini sudah tahun kelima,” ungkap Nielma Palamba.

Ia mengaku eceng gondok bisa diolah menjadi tas tempat tisu, kursi, dan souvenir lainnya,” ungkapnya.

Meski kerajinan eceng gondok mulai menggeliat proses produksi dan juga mulai dipasarkan, Nielma Palamba mengaku masih banyak yang perlu disempurnakan.

“Tentu kualitasnya, dan packaging-nya. Juga bentuk kerajinannya mungkin bisa yang unik dan fungsional, dan pastinya berciri khas Kota Makassar,” ujarnya.

Dia menyebut, bahan baku kerajinan ini juga turut menentukan kualitas kerajinan. Meskipun mudah ditemukan di sejumlah wilayah kanal, eceng gondok yang berada di Sungai Jeneberang yang memenuhi kualifikasi.

“Tidak sembarang eceng gondok bisa dipakai, harus yang besar dan panjangnya minimal 60 cm. Berdasarkan keterangan pengrajin, yang paling bagus itu di Jeneberang,” pungkasnya.