KPK Geledah Rumah Nurdin Abdullah dan Kantor Dinas PUTR Sulsel, Temukan Dokumen juga Uang Tunai

Zonamakassar.com, Makassar – Pelaksana Tugas Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Ali Fikri mengatakan, Tim Penyidik KPK telah melaksanakan penggeledahan di dua lokasi berbeda di Sulawesi Selatan.

Dua lokasi tersebut adalah Kantor Dinas PUTR Provinsi Sulsel dan rumah pribadi Nurdin Abdullah di Kompleks Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea, Kota Makassar.

“Dari dua lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan bukti diantaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini dan juga sejumlah uang tunai,” kata Ali Fikri kepada SuaraSulsel.id, Selasa, 2 Maret 2020.

Sebelumnya, Senin (1/03/2021) tim Penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan di dua lokasi berbeda di Sulawesi Selatan yaitu Rumah Jabatan Gubernur Sulsel dan Rumah Jabatan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Edy Rahmat.

Untuk jumlah uang tunai, kata Fikri saat ini masih akan dilakukan penghitungan kembali oleh tim penyidik KPK. Fikti tidak merinci dimana uang tunai tersebut ditemukan.

Selanjutnya terhadap dokumen dan uang tunai dimaksud akan dilakukan validasi dan analisa lebih lanjut dan segera dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini.

Sebelumnya, enam orang tim penyidik KPK menggeledah kantor dinas PUTR selama lima jam. Mereka mengamankan 3 koper dokumen yang diduga sebagai barang bukti.

Hingga kini awak media masih berusaha mengkonfirmasi pihak Pemprov Sulsel.

Nurdin Abdullah Diduga Terima Uang Rp5 miliar dari Kontraktor

Zonamakassar.com, Makassar – Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) diduga telah menerima uang suap senilai total Rp5 miliar lebih dalam kurun satu bulan terakhir.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, menuturkan, uang diduga suap tersebut berasal dari tersangka Agung Sucipto (AS) yang juga Direktur PT. Agung Perdana Bulukumba dan juga kontraktor lain.

Duit ini dimaksudkan sebagai “pelicin” dari Agung kepada NA, agar mendapat proyek infrastruktur pada APBD Sulsel tahun 2021. Kata Firli, Agung telah melobi NA sejak awal Februari melalui Sekretaris Dinas PU Pemprov Sulsel, Edy Rahmat. (Baca juga: Jadi Tersangka, Nurdin Abdullah Ditahan 20 Hari di Rutan KPK)

Menurut Firli, uang tersebut tidak langsung diberikan kepada NA, melainkan melalui perantara. Pemberian pertama dilakukan akhir 2020 senilai Rp200 juta.

“Pada akhir tahun 2020, NA menerima uang sebesar Rp200 juta,” ujar Firli pada konferensi pers OTT Nurdin Abdullah di gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021) seperti ditayangkan akun YouTube KPK.

Berselang dua bulan kemudian, kata Firli, NA kembali menerima uang dari kontraktor melalui perantara ajudan gubernur yakni Samsul Bahri. Duit yang disebutkan sebesar Rp1 miliar.

“Kemudian, pertengahan Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp1 miliar,” beber Firli.

Tak cukup sampai di situ, kontraktor Agung juga diduga memberi uang Rp2 miliar kepada Nurdin melalui perantara SB. “Awal Februari 2021, NA melalui SB menerima uang Rp2,2 miliar,” tutur Firli. (Baca juga: KPK Perlihatkan Duit Satu Koper dari OTT Nurdin Abdullah)

Selanjutnya, saat OTT pada Sabtu dini hari, KPK menyita uang yang disimpan dalam koper sebanyak Rp2 miliar yang diberikan Agung melalui perantara Edy.

Sehingga jika dihitung secara total, Nurdin melalui perantaranya menerima uang diduga suap sebesar Rp5,4 miliar dalam kurun waktu dua bulan sejak akhir Desember 2020 yang disebut Firli.

Akibat perbuatannya, Nurdin Abdullah dan Edy sebagai penerima melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Selain Nurdin Abdullah, KPK Tangkap Pejabat Pemprov Sulsel dan Pihak Swasta dalam OTT

Foto : Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (tengah) dikawal petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (27/2/2021). KPK mengamankan Nurdin Abdullah melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama lima orang lainnya dengan barang bukti sebuah koper berisi uang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.

Zonamakassar.com, Jakarta – Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, pihaknya menangkap enam orang di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi, Jumat (26/2/2021) malam.

Salah satu dari enam orang itu adalah Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Fikri mengungkapkan, selain Nurdin, KPK juga menangkap pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan dan pihak swasta.

“Ada enam orang terdiri dari Kepala Daerah, pejabat di lingkungan Pemprov Sulsel dan pihak swasta,” kata Fikri dalam keterangan tertulis, di kutip Kompas.com, Sabtu (27/2/2021).

Fikri melanjutkan, saat ini enam orang tersebut sudah berada di Gedung Merah Putih KPK Jakarta.

Pihak KPK, kata dia, akan segera meminta keterangan enam orang tersebut yang diduga melakukan tindak pidana korupsi.

“Tim KPK akan segera melakukan permintaan keterangan terhadap pihak-pihak dimaksud dan dalam waktu 1×24 jam KPK akan segera menentukan sikap,” terang dia.

Hanya 11 Dari 12 Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak Sulsel yang Dilantik Gubernur

Zonamakassar.com, Makassar – Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel memastikan pelantikan Kepala Daerah Terpilih di Pilkada Serentak Tahun 2020 dilakukan secara langsung alias tatap muka, dengan jumlah hadirin terbatas.

Selain itu juga disediakan fasilitas daring atau virtual bagi yang ingin menyaksikan pelantikan.

Dilantik secara langsung adalah bupati dan wakil bupati terpilih dan ketua TP-PKK.

“Ada virtual juga yang di daerah, jadi masing-masing di daerah menunggu. Yang ke sini hanya Bupati, Wakil Bupati, beserta seluruh Ketua Tim Penggerak PKK,” ujarnya, saat ditemui di Hotel Four Points by Sheraton, usai bertemu dengan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik, Senin, 22 Februari 2021.

Nurdin Abdullah menyampaikan, Dirjen Kemendagri telah menyetujui untuk melaksanakan pelantikan secara langsung yang nantinya akan digelar pada 26 Februari mendatang, yang akan digelar di Kantor Gubernur Sulsel Jalan Urip Sumohardjo Makassar.

“Pertemuan bersama Dirjen (Otda) yang diutus oleh Pak Menteri (Mendagri) ke sini. Yang inti saya mau sampaikan bahwa, surat kita untuk pelantikan hybrid itu direstui. Jadi nanti pelantikannya di Makassar, ibu kota provinsi,” ungkapnya.

Pelantikan hybrid adalah pelantikan secara during dan laring dengan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Ia menjelaskan, peserta pelaksanaan pelantikan ini akan dibatasi dengan jumlah 25 orang.

“Pesertanya tidak lebih dari 25 orang, per ruangan. Nanti PKK juga. Tanggal 26 kita pelantikan, pokoknya 25 malam SKnya datang, 26 kita pelantikan,” papar Nurdin.

Adapun sebelas daerah yang kepala daerahnya akan dilantik Bulan Februari ini adalah Kabupaten Gowa, Maros, Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Barru, Soppeng, Tana Toraja, Luwu Utara, Luwu Timur, Bulukumba, Kepulauan Selayar, dan Kota Makassar.

Diketahui, bahwa 12 daerah berpilkada di Sulsel. Satu pasangan kepala daerah lainnya, yakni Bupati-Wakil Bupati Toraja Utara akan dilantik Maret 2021 mendatang, karena masa tugas bupati sebelumnya sampai bulan Maret 2021. (*)

Pemprov Sulsel Jejaki Kerjasama University of Tasmania

Zonamakassar.com, Australia – Pemerintah Sulsel akan menjalin kerjasama dengan University of Tasmania melalui devisi The Institute for Marine and Antarctic Studies (IMAS), untuk melakukan penelitian dalam rangka pengembangan dan pengolahan sumber daya di Sulsel.
IMAS dikenal sebagai institut yang sukses melakukan penelitian dan pengembangan sumber daya maritim di Australia.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah dan rombongan di kampus IMAS, Rabu 9 Oktober 2019, Excecutive Director IMAS Mr Terry Bailey, menjelaskan, kampus mereka masuk rangking keempat di dunia dan tingkat pertama di Australia.
Terry Bailey di dampingi Mr Peter Craven, Chairmen Tasmanian Chairman Australia Indonesia Business Counsil; Mr Cameron Parsons, Acting Director Global Engagement; Prof Ted Lefroy, Acting Directur Tasmanian Instutute of Agriculture, Dr Quinn Fitzgibbon, Senior Research Fellow IMAS.
IMAS, jelas Terry, lebih fokus dalam penelitian tentang perikanan, budidaya ikan, dan kelautan. “Hasil penelitian diserahkan ke pemerintah dan pemerintah membuat kebijakan berdasarkan hasil riset,” katanya.
Berdasarkan hasil ruset mereka, kini pihak swasta di Tasmania telah sukses mengembangkan budidaya ikan salmon di air tawar.
Pada kesempatan itu, Prof HM Nurdin Abdullah mengatakan, Sulsel memiliki potensi perikanan dan kelautan yang bisa dikerjasamakan. “Saya minta IMAS menjalin kolaborasi dengan penerintah Sulsel dan Unhas dalam bidang penelitian dan budidaya ikan,” jelas Nurdin Abdullah.
Rombongan yang dipimpin Prof HM Nurdin Abdullah di dampingi Consul Australia di Makassar Aron Corbett, selama di Tasmania dan Melbourne.
Excecutive Director IMAS Mr Terry Bailey, mengatakan siap untuk kerjasama dengan Pemerintah Sulsel dalam penelitian dan kajian untuk pengembangan sumber daya yang tersedia di Sulsel.
Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah meminta IMAS melakukan kajian yang mendalam tentang sistem pengembangan sumber daya perikanan, pertanian, dan peternakan.
“Saya minta IMAS melakukan riset untuk pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan,” jelasnya.
Menurut Prof HM Nurdin Abdullah, harus ada langkah yang terukur untuk menjadikan Sulsel sebagai lumbung pangan untuk menutupi kebutuhan nasional dan bahkan kebutuhan dunia.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Prof Nurdin Abdullah akan mengirim beberapa staf dari Pemprov Sulsel yang memiliki bakat dalam penelitian untuk belajar di IMAS.
“Harus dari staf Pemprov supaya program ini jalan,” jelas Nurdin Abdullah usai pertemuan dengan Terry dan timnya.
Terry dan timnya siap ke Makassar dalam waktu dekat untuk merealisasikan program yang ditawarkan Gubernur Sulsel.

Nurdin Abdullah Dapat Dukungan Penuh dari Rektor Unhas

Zonamakassar.com, Makassar – Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Dwia Aries Tina Pulubuhu menegaskan kepada seluruh elemen yang berani bermain-main dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan berhadapan dengan Unhas Makassar. Unhas tengah menyiapkan Nurdin Abdullah menjadi tokoh bangsa di kemudian hari.

Dari keterangan resmi yang diterima, Dwia mengatakan hal ini dalam sambutannya di acara Dies Natalis Unhas Makassar ke-63 tahun di halaman Rujab Bupati Bone, Selasa (3/9/2019).

“Siapa pun yang macam-macam dengan Pemerintah Provinsi Sulsel siap-siap berhadapan dengan Universitas Hasanuddin,” tegas Dwia Aries Tina Pulubuhu,dikutip detik.com.

Karena itu, kampus yang berjas merah ini akan jorjoran untuk mendampingi Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Prof Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman, masing-masing sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.

“Kami siap berada di belakang beliau, kami siap berada di belakang Gubernur Sulawesi Selatan, karena kami sudah berkomitmen untuk menjadikan kampus sebagai dapur pemerintahan, bukan hanya Unhas saja, Pati juga UNM, UMI, UIN, dan beberapa kampus lainnya,” jelasnya. (*)

Iqbal Suhaeb Berharap tak Ada Gesekan Warga Papua di Makassar

Zonamakassar.com, Makassar – Bentrokan yang sempat terjadi di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Lanto Dg Pasewang menjadi perhatian Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb.

Untuk meredam kisruh semakin meluas, Nurdin Abdullah dan Iqbal Suhaeb menggelar pertemuan dengan warga dan mahasiswa Papua di kota Makassar.

Yahya salah satu tokoh masyarakat Papua mengatakan saat ini, ia bersama warga Papua lainnya meminta perlindungan kepada pihak berwajib dan juga pemerintah setempat dengan adanya kejadian ini.

Ia berharap kondisi bisa segera stabil agar dapat kembali beraktivitas seperti semula.

“Sebagai tokoh masyarakat Papua, tentunya berharap ini segera diredam. Meminta pihak berwajib bersama pemerintah untuk melindungi hak hidup kami di Makassar,” pinta Yahya.

Anto, Ketua Asrama Papua menuturkan saat ini ia bersama teman-temannya tengah berkumpul di asrama beserta warga Papua lainnya agar kejadian semalam tidak terulang kembali.

“Penghuni asrama saat ini ada 84 orang sudah berkumpul semua ditambah dengan beberapa warga Papua yang hidup di Makassar kami tampung menghindari aksi yang tidak diinginkan. Kami ingin dilindungi,” ucap Anto.

Menyikapi jeritan warga Papua ini, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, Sekda Kota Makassar M Ansar, Ketua DPRD Kota Makassar Farouk M Beta, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali dan sejumlah anggota DPRD Kota Makassar lainnya mengunjungi asrama Papua, dan mengajak makan siang bersama sekaligus memberikan jaminan keamanan kepada mereka.

“Selain mengajak warga Papua untuk makan bersama, kesempatan ini saya haturkan berikan jaminan keamanan pada warga Papua yang ada di Makassar dan Sulsel. Untuk sementara akan dijaga dulu oleh beberapa aparat hingga kondisi dipastikan kondusif,” tutur Nurdin di sela-sela makan siang bersama.

Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb yang mendampingi Gubernur Nurdin Abdullah mengatakan tak perlu takut karena semuanya sudah ditangani oleh pihak berwenang.

“Hilangkan ketakutan itu. Kita semua bersaudara. Mari kita junjung rasa saling menghormati dan saling menjaga.Tidak ada lagi kekerasan dan intimidasi, ada aparat dan camat serta lurah setempat yang akan mengontrol keadaan,” kata Iqbal.

Meski saat ini asrama Papua masih dikelilingi aparat untuk berjaga-jaga namun kondisi di sekitar sudah mulai berjalan aman dan arus lalu lintas juga sudah seperti semula.

Viralnya Uang Panaik Ratusan Juta, Nurdin Abdullah khawatir Anak Muda Takut Menikah

Zonamakassar.com, Makassar – Viralnya mengenai uang panai atau mas mahar yang tergolong besar di media sosial dalam pernikahan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah meminta agar masyarakat tak terlalu membesar-besarkan pernikahan tersebut karena bisa membuat anak muda takut untuk menikah.

Di media sosial heboh dengan postingan mengenai pernikahan dengan uang panai yang cukup besar, yakni Rp300 juta, satu hektare lahan, satu stell emas, satu ton beras, dan satu ekor kuda. Dalan foto di postingan tersebut, nampak seorang perempuan menunjukan setumpuk uang panai dan cincin yang melekat di jari manisnya.

Dalam keterangan postingan itu disebutkan, “Pernikahan mahal kembali terjadi, kali ini di Kabupaten Bantaeng. Uang Panaik Rp300 juta, tanah 1 hektar, emas 1 stell, beras 1 ton, dan 1 ekor kuda.”

Menanggapi postingan tersebut, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meminta agar tidak terlalu dibesar-besarkan. Karena uang panai itu merupakan budaya orang Bugis dalam meminang calon istrinya.

Menanggapi postingan tersebut, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meminta agar tidak terlalu dibesar-besarkan. Karena uang panai itu merupakan budaya orang Bugis dalam meminang calon istrinya.

Nurdin khawatir, jika berita ini terlalu dibesar-besarkan akan membuat kalangan muda takut untuk menikah. “Yang kami takutkan, anak-anak muda semakin takut untuk menikah dan lebih memilih jalur yang tidak benar,” tulis Nurdin.

Terakhir Nurdin mengingatkan, bahwa pada dasarnya yang terpenting dalam sebuah pernikahan adalah niat dan usaha. “Benar atau Betul?” tulis akun isntagram nurdin.abdullah.

(ysw)

Diresmikan Secara Langsung Gubernur Sulsel, Iqbal Suhaeb: Masih Banyak yang Perlu Dibenahi

Zonamakassar.com, Makassar – Usai menghadiri dalam acara open house Wapres Jusuf Kalla dan Wakil Ketua MPR RI Periode 2004 – 2009 Aksa Mahmud, Pj Wali Kota Makassar bergeser ke Kecamatan Kepulauan Sangkarrang mendampingi Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah.

Hadirnya orang nomor satu di Sulsel dan Makassar ini ke Pulau Barang Lompo dalam rangka peresmian beberapa gedung pelayanan masyarakat seperti Kantor Kecamatan Sangkarrang, Puskesmas Kodingareng, Pustu Pulau Langkai dan Masjid Darus Salam Pulau Lanjukang, Jumat (7/05/2019).

Camat Kepulauan Sangkarrang Akbar Yusuf menuturkan bahwa masih banyak hal mendasar yang sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah agar Kecamatan Kepulauan Sangkarrang juga bisa bersaing dengan kecamatan lainnya yang ada di Makassar.

“Persoalan umum seperti abrasi pantai, MCK,dan drainase pemukiman serta pembinaan UKM mandiri yang belum maksimal masih menjadi catatan kami. Selain itu tak kalah pentingnya dibutuhkan gedung pelayanan masyarakat, dermaga dan juga perbaikan infrastruktur jalan,” tutur Akbar.

Sementara itu Pj Wali Kota Makassar Iqbal S Suhaeb berharap agar persoalan yang disampikan oleh camat kepulauan Sangkarang bisa segera diatasi dan juga memperbaiki ketersediaan air bersih yang tak kalah pentingnya.

“Ada banyak hal yang menjadi sorotan serius dan semoga bisa segera dibenahi bersama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan karena memang melihat kondisi fisik yang ada sudah sangat penting untuk ditindaklanjuti. Ketersediaan air bersih dan listrik juga semoga bisa teratasi dengan cepat,” pungkas Iqbal.

Menanggapi hal ini Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah mengatakan akan membantu masyarakat kepulauan Sangkarang dan sekitarnya dalam hal perbaikan infrastruktur pembangunan juga ketersediaan air bersih, ketersediaan listrik, serta pembangunan sekolah negeri.

“Masyarakat pulau jangan diabaikan meskipun berbeda tempat tinggal, kita semua satu kesatuan Republik Indonesia. Olehnya itu yang paling utama menjadi perhatian saya yakni air bersih, listrik yang sangat dibutuhkan dan juga sekolah negeri. Tak kalah pentingnya selain perbaikan infrastruktur jalan dan dermaga, ambulans laut sangat diperlukan masyarakat pulau,” paparnya.

Hadir dalam acara peresmian ini selain Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, Pj Wali Kota Makassar Dr M Iqbal S Suhaeb, Sekda Kota Makassar Muhammad Anshar, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar Evy Aprialty, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyahtun Azikin, dan beberapa stake holder lainnya.

Libur Lebaran, Nurdin Abdullah Memancing di Sekitar Pulau Samalona

Zonamakassar.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM. Nurdin Abdullah (NA) menikmati liburan dengan memancing di sekitar Pulau Samalona, Kota Makassar, Jumat (7/6/2019).

Laki-laki yang telah menginjak usia kepala lima ini nampaknya betul-betul menikmati suasana laut dengan memancing dengan anak sulungnya Muhammad Fathul Fauzi Nurdin Abdullah yang akrab disapa Uji Nurdin.

Menurut, Nurdin Abdullah aktivitas memancing diyakininya sebagai hiburan sekaligus mengasah hobinya.

“Dapat tidaknya ikan bukan soal, tapi yang paling penting kita nikmati suasana mancing,” ungkap Nurdin Abdullah saat-saat menarik pancing dari dasar laut.

Aktivitas memancing ini biasa dilakukan mantan Bupati Bantaeng dua periode ini jika memiliki waktu luang.

Sosok dengan sejuta karya itu, berhasil mendapatkan beberapa ekor ikan jenis karapu, como-como (kembung) dan ikan bolu (bandeng) laut.

“Alhamdulillah mancing kali ini kita mendapatkan ikan karapu besar-besar. Ini namanya mancing mania,” kata alumnus Universitas Jepang itu.

Selain itu, Nurdin Abdullah juga melakukan diskusi persiapan rehabilitasi Pulau Samalona.

Pada kesempatan itu juga alumni Unhas Makassar ini melakukan diskusi bersama pengiat kapal pinisi untuk melakukan rehabilitas Pulau Samalona.

Rehabilitasi pulau Samalona sendiri akan diprioritaskan mengenai kebutuhan air bersih, keadaan toilet yang memadai.

“Kita akan buat fasilitas untuk kebutuhan publik, toilet yang bersih, air bersih, darmaga yang bagus supaya pendatang merasa nyaman,” pungkas mantan Sekjen Apkasi Indonesia itu.