Camat Sangkarrang Ajak Warga Jaga Tradisi dan Budaya

ZonaMakassar.Com, Makassar – Camat Kepala Sangkarrang, Akbar Yusuf tak ingin melewatkan peringatan Hari Kebudayaan di kota Makassar. Akbar Yusuf menegaskan dengan adanya hari kebudayaan mendorong warga untuk menjaga tradisi dan budaya masyarakat Kepulauan.

Dirinya menilai bahwa tradisi atau budaya warga Makassar tidak dapat dilepaskan dari kekayaan bahari yang kita miliki dan menjadi identitas warga di Kota Makassar.

“Pada pencanangan hari kebudayaan ini, kami hanya berharap tradisi atau kehidupan bahari serta masyarakat pesisir itu lebih terekspose setiap perayaan hari kebudayaan nantinya,” ungkap Akbar Yusuf.

Camat Akbar dalam menyambut hari kebudayaan ini, mengajak seluruh warganya bersuka cita karena nilai-nilai atau tradisi yang mulai redup kini akan kembali hidup dengan adanya peringatan hari kebudayaan.

Meski tergolong wilayah yang masih sangat baru, namun Akbar mengatakan bahwa warganya di Kepulauan Sangkarrang masih sangat merawat dan memahami nilai-nilai kehidupan serta kebudayaan bahari.

“Keindahan serta kekayaan bahari yang dimiliki oleh Kota Makassar tentu juga kita berharap lebih dijaga, hal itu juga sebuah budaya yang menjadi warisan dan identitas kita,” pungkasnya.

Peringati Hari Kebudayaan, Pegawai Hingga Siswa Kenakan Baju Bodo

Siswa-siswi sekolah mengenakan pakaian adat untuk memperingati Hari Kebudayan Kota Makassar,Setiap 1 April

ZonaMakassar.Com, Makassar -Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Makassar menetapkan 1 April sebagai Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya.

Memperingati Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya, seluruh instansi, perkantoran, hingga sekolah serentak mengenakan baju bodo yang merupakan baju adat suku Bugis-Makassar.

Kepala Disbud Makassar Sittiara Kinnang mengatakan pencanangan hari kebudayaan dan bulan Budaya merupakan wujud untuk menjaga budaya Sulsel, khususnya Makassar.

“Pencanangan Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya sebagai bentuk perhatian pemerintah akan budaya Makassar,” sebutnya.

Sebelumnya Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto sudah mengeluarkan surat edaran ke seluruh instansi pemerintahan lingkup Pemkot Makassar untuk mengenakan baju adat pada 1 April 2019.

Peringati Hari Kebudayaan, Pegawai Hingga Siswa Kenakan Baju Bodo

Siswa-siswi sekolah mengenakan pakaian adat untuk memperingati Hari Kebudayan Kota Makassar,Setiap 1 April

ZonaMakassar.Com, Makassar -Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Makassar menetapkan 1 April sebagai Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya.

Memperingati Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya, seluruh instansi, perkantoran, hingga sekolah serentak mengenakan baju bodo yang merupakan baju adat suku Bugis-Makassar.

Kepala Disbud Makassar Sittiara Kinnang mengatakan pencanangan hari kebudayaan dan bulan Budaya merupakan wujud untuk menjaga budaya Sulsel, khususnya Makassar.

“Pencanangan Hari Kebudayaan dan Bulan Budaya sebagai bentuk perhatian pemerintah akan budaya Makassar,” sebutnya.

Sebelumnya Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto sudah mengeluarkan surat edaran ke seluruh instansi pemerintahan lingkup Pemkot Makassar untuk mengenakan baju adat pada 1 April 2019.

Jelang Hari Kebudayaan, Dispar Makassar Ajak Penggiat Budaya Berpartisipasi

ZonaMakassar.Com,Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menentukan setiap tanggal 1 April sebagai Hari Kebudayaan Makassar. Untuk memeriahkan peringatan Hari Kebudayaan, Dinas Pariwisata (Dispar) Makassar mengajak seluruh penggiat budaya di Makassar untuk turut serta.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispar Makassar, Kamelia Thamrin Tantu mengaku Dispar Makassar mengajak pelaku seni dan penggiat budaya.

“Pada tanggal 1 April, Pemkot Makassar bakal mencanangkan Hari Kebudayaan Makassar. Dalam kesempatan ini saya mengajak seniman dan budayawan Makassar untuk turut serta meramaikan,” ungkap Kamelia Thamrin.

Dia menganjurkan agar seluruh warga Kota Makassar, mengenakan pakaian adat masing-masing saat beraktifitas rutin seperti biasa. Hal ini sebagai simbol bahwa warga Makassar adalah warga yang berbudaya.

“Salah satu bentuknya yakni kita kenakan pakaian adat masing-masing, biar dari etnis daerah mana saja. Kalau dia rapat di kantor dipakai juga baju adatnya,” kata Kamelia.

Dia mengatakan, momen Hari Kebudayaan Makassar akan dijadikan momentum untuk memperkenalkan keberagaman yang menyatu dalam kota yang bernama Makassar.

“Budaya itu identitas kita semua, keberagaman budaya adalah kekayaan kita, warisan kita. Budaya adalah pemersatu,” ujarnya

Lebih lanjut, Kamelia Thamrin memaparkan, pencanangan Hari Kebudayaan Makassar bakal dirangkaikan dengan ragam kegiatan kebudayaan selama sebulan penuh.