Promosikan Pariwisata, Dispar Makassar Partisipasi di Jember Fashion Carnaval

Zonamakassar.com, Makassar – Kepala Dinas Pariwisata, Rusmayani Madjid menghadiri acara puncak Jember Fashion Carnaval (JFC), yakni Grand Carnival, Minggu (4/8/2019).

Festival ini merupakan salah satu Top 10 Event Wonderful Indonesia. Dalam Grand Carnival tersebut ditampilkan delapan rancangan fesyen karnaval suku bangsa dunia, dan mewarnai catwalk sepanjang 3,6 kilometer di Kabupaten Jember.

Kehadiran Dispar Kota Makassar didampingi oleh Kabid Pemasaran Muhammad Roem, Kabid Ekonomi Kreatif Amalia Malik, Kabid Industri Pariwisata Andi Karunrung, mewakili pemerintah kota Makassar atas undangan Bupati Jember guna menyaksikan berbagai penampilan yang disajikan oleh carnaval terbesar di Indonesia ini sekaligus mempromosikan Kota Makassar di perhelatan ini.

JFC kali ini merupakan JFC ke -18 yang mengangkat tema “Tribal Grandeur” yang artinya keagungan suku-suku bangsa dengan delapan defile yang ditampilkan, yakni Suku Bangsa Aztec (Meksiko), Mongol (Mongolia), Zulu (Afrika Selatan), Viking (Norwegia), Karen (Thailand), Polynesia, dan Indonesia yang kali ini diwakili oleh Suku Minahasa (Sulawesi Utara) dan Hudoq (Kalimantan Timur).

“Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk sharing dan berbagi ilmu demi peningkatan kualitas pariwisata di wilayah masing-masing,” ujar Rusmayani Madjid.

Selain acara puncak, dihari sebelumnya pun digelar Pets Carnival, Kids dan Artwear Carnival, dan selanjutnya Wonderful Archipelago Carnival Indonesi

Kegiatan ini pun di hadiri langsung oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, Ketua Calendar Of Event Indonesia Ibu Esthy Reko Astuti.

Sulsel Sumbang 4 dalam 100 Event Wonderful Indonesia

ZonaMakassar.Com,Makassar – Pemerintah pusat melalui kementerian pariwisata telah melaunching event wonderful indonesia,dan dari 100 event nasional itu 4 diantaranya adalah event dari Provinsi Sulsel.

Syafruddin Rahim,Kepala Bidang pemasaran dinas kebudayaan dan kepariwisataan Pemerintah Provinsi Sulsel,mengaku,suatu prestasi yang sangat luar biasa 4 event dari Provinsi Sulsel masuk dalam 100 event nasional kementerian pariwisata.

“Prestasi luar biasa 4 event dari provinsi sulsel masuk dalam kelender nasional Wonderful Indonesia, dimana event tersebut yaitu Toraja internasional festival, Festival Phinisi, Festival Takabonerate, serta F8,Ungkap Syafruddin saat ditemui dikantornya kamis (28-3-19).

“Terpilihnya 4 event dari provinsi sulsel bukan hal yang mudah karena harus bersaing dengan provinsi lainnya di Indonesia, dengan penilaian dari kurator yang sangat ketat, bahkan event F8 masuk dalam Event top Ten atau terbaik 10 besar, Pungkasnya.

Pemerintah provinsi sulsel melalui Dinas kebudayaan dan kepariwisataan provinsi sulsel akan terus mendorong agar seluruh event-event yang selama ini dilakukan di Provinsi Sulsel, bisa masuk dalam kalender event Nasional.

“Pada akhir tahun 2018 dinas Kebudayaan dan pariwisata sulsel mengusulkan 14 event masuk dalam kelender Nasional, tapi setelah diseleksi hanya 4 yang lolos, Lanjutnya.

Syafruddin rahim lebih jauh mengatakan,potensi daya tarik event pariwisata provinsi sulsel sangat besar, tinggal perlu dilakukan pembenahan agar semakin menarik dan sesuai kriteria kementrian pariwisata.

“Bercermin dari pengalaman-pengalaman sebelumnya,maka event-event di provinsi sulsel akan terus dilakukan pembenahan agar semakin menarik dan sesuai kriteria Kementrian pariwisata, tegasnya.

“Target kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2019 sekitar 300.000 orang optimis bisa tercapai,apa lagi dengan adanya dukungan penerbangan lansung dari berbagai wilayah di Indonesia,termasuk rencana Gubernur Sulsel yang membuka penerbangan makassar lansung ke jepang.Tutupnya. [*]

20 Event Pariwisata Dispar Makassar Selama 2019, Target Tingkatkan Kunjungan Wisawatan

ZonaMakassar.Com, Makassar – Dinas Pariwisata (Dispar) kota Makassar terus berusaha meningkatkan jumlah wisatawan untuk datang berkunjung di kota Makassar. Untuk menarik wisatawan datang ke Makassar, pada tahun 2019 ini Dispar Makassar menargetkan kunjungan wisatawan berkisar 7 juta orang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispar Makassar, Kamelia Thamrin Tantu mengatakan tahun ini, Dispar Makassar menyiapkan 20 event pariwasata Makassar. Dari 20 event tersebut tiga even telah dilaksanakan yakni Festival Musik Taman (16-17 Februari), Pasar Seni Wisata Makassar (2 Maret)

dan Festival Bahari (17 Maret).

” 20 event pariwisata ini untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada di kota Makassar. Kami juga berharap event-event ini bisa membantu industri pariwisata untuk membuat paket wisata ke kota Makassar,” paparnya.

Meski sudah menyusun 20 event pariwisata, Dispar Makassar tetap akan mengandalkan event F8 Makassar. Apalagi, event F8 Makassar sudah masuk dalam 10 kalender resmi Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Ia berharap dengan adanya event pariwisata ini target 7,8 juta wisatawan nusantara dan 111.720 wisatawan mancanegara ke Makassar.

“Target itu mengalami peningkatan dibandingkan capaian tahun lalu yakni sebesar 5,4 juta wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara sebesar 105 ribu,” sebutnya.

Berikut Calendar Of Event Makassar 2019 :

1. Festival Musik Taman (16-17 Februari)

2. Pasar Seni Wisata Makassar (2 Maret)

3. Festival Bahari (17 Maret)

4. Pekan Produk Kreatif (1-2 April)

5. Celebes Beauty Fashion Week (3-7 April)

6. Makassar Culinary Night 1 (13 April)

7. Tradisional Food Vaganza (27-28 April)

8. Makassar Travel Fair (21-23 Juni)

9. Pekan Film Makassar (24-30 Juni)

10. Makassar Culinary 2 (13 Juli)

11. Jambore Fotografi Nasional (20-21 Juli)

12. Festival Losari (27-28 Juli).

13. Festival Layang-Layang (10-11 Agustus)

14. Pesta Komunitas Kreatif Makassar (24-25 Agustus(

15. Makassar International Eight Festival and Forum (6-8 September)

16. Festival Jazz Fort Rotterdam (21-22 September)

17. Makassar Tradisional Games Festival (26-27 Oktober)

18. Makassar Culinary 3 (2 November)

19. Makassar Expo (6-10 November)

20. Festival Seni Pertunjukan (9 November)

Gubernur Sulsel Ajak KKSS Memperkenalkan Potensi Keindahan Alam di Sulsel

Nurdin Abdullah di acara Pelantikan Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Kalimantan Barat di Pendopo Gubernuran, Pontianak, Rabu (27/2) malam.

ZonaMakassar.Com, Pontianak – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah meminta kepada warga Sulsel di perantauan untuk menjadi Public Relations (PR) yang memperkenalkan potensi dan keindahan alam di Sulsel.

Nurdin Abdullah menyampaikan hal tersebut saat memberi sambutan pada Pelantikan Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Kalimantan Barat di Pendopo Gubernuran, Pontianak, Rabu (27/2/2019) malam.

Topik serupa juga disampaikan Nurdin saat melakukan silaturahmi dengan pengurus dan anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan yang menghadiri acara Silaturahmi KKSS sebelumnya di The Sunan Hotel Surakarta, Jawa Tengah, Selasa 26 Februari 2019.

Menurutnya, Sulsel memiliki potensi yang besar di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.

“Kita memiliki obyek wisata Bira di Bulukumba, Takabonerate di Selayar, air terjun di Bantimurung Maros, air panas di Lejja Soppeng, wisata budaya di Toraja dan masih banyak yang lainnya,” jelas Bupati Bantaeng 2008-2018 itu.

Lanjut dosen Fakultas Kehutanan Unhas tersebut, warga KKSS diharap bisa menjual keanekaragaman potensi Sulsel di daerahnya masing-masing.

Saat ini, warga KKSS sebanyak 14 juta jiwa lebih menyebar di seluruh tanah air termasuk di luar negeri. Menurut Nurdin, hal ini semestinya menjadi kekuatan besar untuk mengembangkan Sulsel. Peraih Bung Hatta Award 2017 ini pun yakin ke depan Sulsel akan maju pesat.

“Saya menciptakan pemerintahan yang melayani. Semua perizinan dipermudah. Birokrasi dipangkas. Insya Allah Sulsel akan berkembang cepat,” tegasnya.

Menurutnya, perkembangan pembangunan akan melaju lebih cepat lagi, jika semua komponen warga KKSS terlibat aktif dalam membangun kampung.

Gubernur Sulsel Perkenalkan “Green Highland” Barru

Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah memberikan sambutan pada peringatan Hari Jadi ke-59 Kabupaten Barru di Barru, Rabu (20/2). (Foto istimewa)

ZonaMakassar.Com, Barru – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah memperkenalkan “Green Highland” yang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Barru, Sulsel.

“Green Highland ini menawarkan pemandangan eksotis dengan padang rumput yang luas,” kata Nurdin yang menghadiri Hari Jadi Kabupaten Barru, Rabu.

Dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl), menurut Nurdin, Green Highland yang berlokasi di Lappa Loana Desa Harapan Kecamatan Tanete Riaja itu

Selain keindahan pemandangan alam, tempat itu juga dilengkapi wahana `flying fox` sepanjang 2.770 meter dan gazebo serta kawasan wisata ini juga sering dijadikan sebagai lokasi `camping ground, mountain bike, dan uno stone`.

Menurut gubernur, keberadaan sejumlah fasilitas itu memberikan pilihan bagi wisatawan untuk datang dan menikmati keindahan objek wisata itu. “Sebuah daerah yang cukup sejuk, banyak potensi yang bisa dikembangkan,” kata Nurdin.

Untuk mendukung pengembangan pariwisata, pembangunan infrastruktur terus digenjot, di antaranya Pelabuhan Garongkong yang dapat menjadi jantung percepatan pembangunan, apalagi posisi Barru sebagai wilayah perlintasan akan mendukung pariwisata dan dunia usaha.

“Inilah salah satu alasan meletakkan rest area di Kabupaten Barru karena sepanjang 84 Km kawasan pantai Barru juga cantik. Untuk itu dunia usaha didorong untuk membangun di Barru agar di daerah ini bisa muncul usahawan-usahawan baru,” harap Nurdin.

Di hadapan warga Barru, Nurdin mengakui dirinya memiliki kedekatan dengan daerah ini. “Jujur saya ini KKN di daerah Wiringtasi, saya punya hutang budi untuk Kabupaten Barru dan kebetulan kakek laki-laki dari ibu saya orang Nepo, Barru,” ucapnya disambut tepuk tangan warga.

Sementara itu Bupati Barru Suardi Saleh mengatakan kekayaan potensi alam yang ada di Kabupaten Barru dapat menjadi daerah terkemuka di Sulsel.

Suardi menambahkan dengan semangat “Yasseberrui” akan menghadirkan pembangunan yang luar biasa dan karya yang baik yang untuk menjadi warisan kepada generasi yang akan datang. “Melalui peringatan hari jadi Kabupaten Barru ini, kita membangun formula dengan memperhatikan nilai kekinian tanpa melupakan masa lalu,” sebut Suardi.

Ia juga mengapresiasi penunjukkan Kabupaten Barru sebagai lokasi pembangunan rest area dan pembangunan jalan poros Takkalasi-Soppeng yang telah lama ditetapkan sebagai jalan provinsi Sulsel. “Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih atas pengalokasian berbagai bantuan di Barru,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu Suardi memaparkan program dan capaian hasil pembangunan di Barru, di antaranya pendapatan perkapita sebesar Rp34,47 juta pada tahun 2017 menjadi Rp37,14 per kapita tahun 2018, sementara indeks pembangunan manusia meningkat dari 69,56 tahun 2017 menjadi 69,73 tahun 2018.(*)

Badan Pariwisata Paris Bidik Wisatawan Asia Tenggara

ZonaMakassar.Com, Jakarta –

Asean dinilai masih menjadi pasar potensial dari sisi pariwisata. Khususnya Indonesia, dengan jumlah populasi yang besar menjadi daya tarik Badan Pariwisata Wilayah Paris dan sekitarnya (Paris Region Tourism Board) dengan mengadakan pameran bertajuk “Visit Paris Region Asean Roadshow” di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Sebelum di Jakarta, Bangkok dan Singapura turut menjadi persinggahan.

“Asia Tenggara merupakan satu kawasan yang paling dinamis di dunia. Pertumbuhan yang kuat dari pembangunan ekonomi dan populasinya yang mencapai 636 juta penduduk menjadikannya pasar utama bagi tujuan wilayah Paris,” kata Managing Director Paris Region, Christophe Decloux dalam konferensi pers.

Christopher mengatakan, pada 2017 sekitar 420.000 turis dari Asean datang ke wilayah Paris. Para pengunjung ini menghasilkan 358 juta euro dari pendapatan wisatawan. Beberapa tempat wisata favorit, di antaranya Menara Eiffel, Museum Louvre, dan Kastil Versailles yang megah.

“Kami melakukan perjalanan dan bertemu dengan mitra-mitra lokal yang ada di Indonesia, Bangkok, dan Singapura dengan tujuan mendorong wisatawan untuk mengunjungi dan terus mengunjungi Paris,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah langkah nyata pun telah dilakukan pihaknya untuk meningkatkan daya tarik pariwisata Paris, di antaranya dengan membuka pusat informasi pariwisata di bandara-bandara di mana para wisatawan akan disambut dan dilayani dengan bahasa ibu masing-masing. Selain itu, telah dibentuk Tourism Volunteer dengan melibatkan 600 mahasiswa jurusan bahasa dan pariwisata.

Langkah terbaru yang dilakukan Badan Pariwisata Paris adalah meluncurkan kartu Paris Region Pass yang memudahkan mobilitas wisatawan. Cukup dengan satu kartu, wisatawan dapat mengakses beragam moda transportasi di dalam kota Paris dan sekitarnya, keliling Paris dengan bus wisata Hop-on/Hop-Off, susur Sungai Seine dengan kapal sekaligus akses memasuki 60 museum yang tersebar di Paris dan sekitarnya.

“Kartu akses tanpa batas ini akan terus dikembangkan dengan penambahan beragam fasilitas dan pelayanan demi kemudahan wisatawan,” pungkasnya.