Kader Muda NasDem, Jul Sandy Ucapkan Selamat ke Danny Fatma

Zonamakassar.com, Makassar – Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar telah berlangsung 9 Desember kemarin, pasangan nomor urut satu, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) banjir ucapan selamat pasca dipastikan memenangi Pilkada Makassar oleh hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Kemenangan tersebut menorehkan sejarah baru dalam tatanan pemerintahan Kota Makassar. Ini kali pertama dinakhodai wakil wali kota dari unsur perempuan.

Sejak sore kemarin, Rabu (9/12/2020), ucapan selamat mengalir terhadap duet nomor urut 1 ini. Mulai dari tim, relawan, masyarakat hingga tiga kandidat lain nya.

Salah satu ucapan datang dari kader muda partai Nasdem Sulawesi Selatan yakni Jul Sandy yang juga merupakan bendahara Garda Pemuda Nasdem Sulsel.

Joul sapaan akrabnya mengucapkan selamat atas terpilihnya pasangan nomor 1 yang mempunyai tagline ‘ADAMA’

“Saya pribadi mengucapkan selamat kepada bapak Danny dan Ibu Fatma yang telah berhasil menang di Pilwali Makassar ini berdasarkan hasil hitung cepat,Bean insya Allah kemenangan ini sesuai dengan keputusan KPU nantinya”. Ujar Joul Kamis, (10/12/2020).

Joul juga mengharapkan bahwa amanah rakyat Makassar yang sudah diberikan dapat terlaksana sesuai visi misi saat masa kampanye.

“Semoga harapan masyarakat bisa terlaksana dan berjalan dengan baik, jangan sampai disia-siakan sesuai janji politik yang sudah di tawarkan saat masa kampanye, karena kemenangan ADAMA ini adalah kemenangan kita bersama .” Tambah pengurus BPP HIPMI ini.

Selain itu Joul merasa bangga kepada seluruh pasangan calon dan para pendukungnya dapat menciptakan Pilkada damai di Makassar.

“Saya merasa bangga dan hormat kepada pasangan calon lainnya beserta para pendukungnya, yang dapat menciptakan Pilkada yang damai”. Pungkas Joul.

Pasangan Kuat, RMS akan Paketkan Danny-None di Pilwali 2020

Zonamakassar.com, Jakarta – Ketua DPW NasDem Sulsel Rusdi Masse (RMS) akan memaketkan Muh. Ramdhan Pomanto (DP) dan Irman Yasin Limpo (None) di pemilihan Walikota Makassar 2020-2025.
Hal ini disampaikan RMS karena melihat dinamika politik dan kemungkinan menang jika 2 tokoh ini dipaketkan di Pilwali Makassar.
“Dengan melihat perkembangan di kota Makassar dan peluang menang, saya akan memaketkan kedua tokoh ini (DP-None), saat ini dalam proses, tunggu saja!”, kata RMS.
RMS yang juga Anggota DPR RI komisi III memastikan akan all out memenangkan usungan di Makassar, saat ini diketahui jika rekomendasi Nasdem sudah terbit mengusung Danny Pomanto.
Surat tersebut bernomor 020-SI/RP/DPP-NASDEM/II/2020 tertangal 20 Februari 2020, yang ditujukan ke ketua DPW NasDem Sulsel, bahwa DPP NasDem memutuskan mengusung Muh. Ramdhan Pomanto (DP) sebagai calon Walikota Makassar 2020-2025 dan ditandatangani Ahmad Ali sebagai wakil ketua umum dan Prananda Surya Paloh sebagai Ketua Koordinator Pemenangan Pemilu DPP NasDem.
“Saya bersama Nasdem Sulsel dan NasDem Makassar, akan bekerja keras memenangkan Danny Pomanto”, tegas RMS.(*)

Danny Pomanto dapatkan Rekomendasi Partai Nasdem di Pilwalkot Makassar 2020

Zonamakassar.com, Makassar – Partai NasDem sepertinya siap bertarung bersama Moh. Ramdhan Pamanto yang lebih dikenal dengan sebutan DP, di Pemilihan Walikota Makassar 2020.

Hal ini terlihat dari surat rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem tertanggal 20 Februari 2020, yang beredar di grup-grup WhatsApp.

Dalam surat rekomendasi tersebut, menyatakan DPP Partai Nasdem menyetujui Danny sebagai Calon Walikota Makassar untuk priode 2020-2025.

Surat tersebut, ditandatangani langsung oleh Wakil Ketua Umum Ahmad Ali dan Ketua Koordinator Pemenangan Pemilu Prananda Surya Paloh.

Diketahui, sebelum foto surat rekomendasi tersebar di beberapa grup WhatsApp, terlebih dahulu Ketua DPW NasDem Sulsel Rusdi Masse (RMS) mempostingnya melalui akun instagramnya.

Partai NasDem memiliki 6 kursi di Kota Makassar. Artinya, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto hanya membutuhkan 4 kursi lagi untuk bisa mendaftar sebagai Calon Wali Kota Makassar 2020.

Kendati NasDem menyatakan telah mengusung Danny maju di Pilwakot, akan tetapi dirinya belum menentukan sikap, apakah melalui partai atau jalur perseorangan.(*)

PDIP Ingin Ambang Batas DPR Jadi 5%, NasDem: Kami Usul 7,5%

Zonamakassar.com, Jakarta – Partai NasDem sepakat dengan PDIP soal kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT). NasDem mengaku sudah mengusulkan PT 7,5 persen.
“NasDem sepakat, dari awal NasDem sudah mengusulkan itu jauh-jauh hari. Kalau NasDem tidak hanya 5 persen, (tapi) 7,5 persen. Sehingga orang tidak main-main, tidak coba-coba,” kata Ketua DPP NasDem Willy Aditya kepada wartawan, Rabu (15/1/2020).
Menurut Willy, demokrasi harus terus dimatangkan. Willy berharap ambang batas parlemen berlaku secara nasional, termasuk DPRD provinsi, kabupaten, dan kota.
“NasDem tentu sepakat dengan PDIP, itu harus berlaku secara nasional. Tidak hanya berlaku di DPR RI, tapi berlaku secara nasional. Sehingga orang kemudian berpikir tidak spekulatif. Boleh ada partai baru, nanti kita bicara tentang skema partai baru itu akan seperti apa,” ujarnya.
Willy Aditya

Di sisi lain, Willy mengatakan NasDem menolak usulan sistem proporsional tertutup. Menurutnya, anggota DPR adalah wakil rakyat, bukan wakil partai.
“Tapi prinsipnya NasDem, pemilu itu adalah wakil rakyat, partai kemudian memfasilitasi itu. Jadi kita tidak ingin memundurkan demokrasi. Satu sisi kan spiritnya mematangkan demokrasi dengan menaikkan PT, ya harus sebangun dong. Kalau demokrasinya kembali pada proporsional tertutup, itu namanya kita set back kepada Orde Baru,” ujar Willy dikutip detik.com
PDIP sebelumnya merekomendasikan 9 poin rekomendasi untuk eksternal partai. Salah satunya berkaitan dengan revisi UU Pemilu dan peningkatan ambang batas parlemen menjadi 5 persen.
Ambang batas itu diusulkan untuk berlaku di DPR, DPRD kabupaten/kota, dan DPRD provinsi. PDIP juga merekomendasikan agar Pemilu kembali menggunakan sistem proporsional tertutup.(*)

GP NasDem: Tangan dingin Surya Paloh Jadikan NasDem Fenomenal! Lanjutkan!

Zonamakassar.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Garda Pemuda NasDem (GP NasDem), Ivanhoe Semen, menyebut bahwa kader GP NasDem se-Indonesia sepakat menginginkan kembali Surya Paloh kembali menjadi Ketua Umum Partai NasDem pada periode yang akan datang. Hal ini disampaikan berkaitan dengan akan digelarnya Kongres Partai NasDem pada 8 – 11 November di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

“Pencapaian membanggakan NasDem di Pileg dan Pilpres kemarin tidak lepas dari kepemimpinan Bang Surya. Sehingga seluruh kader Garda Pemuda NasDem se-Indonesia sepakat agar Bang Surya Paloh melanjutkan kembali kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Partai NasDem,” ujar Ivanhoe.(30/9/2019).

“Kemenangan kepala kepala daerah yang diusung Partai NasDem di pilkada adalah bukti kepiawaian Bang Surya.”

Ia menambahkan bahwa gagasan politik anti mahar yang diterapkan oleh Surya Paloh mendapatkan respon yang positif dari masyarakat Indonesia sehingga membuat NasDem meraih percapaian yang luar biasa pada Pemilu 2019.

“Respon positif atas gagasan ini juga datang dari para calon Kepala Daerah. Tangan dingin beliau berhasil menjadikan NasDem fenomenal,” ujarnya.

Menurut Ivanhoe, GP NasDem sebagai organisasi sayap Partai NasDem, berhasil menempatkan diri sebagai wadah bagi pemuda dari berbagai latar belakang untuk turut aktif berpartisipasi politik. Hal ini tidak lepas dari peran Surya Paloh yang terus mendukung peran anak muda dalam bernegara serta di dalam Partai NasDem sendiri.

“Garda Pemuda NasDem sebagai wadah berhimpunnya anak anak muda Partai NasDem sangat mengapresiasi Bang Surya karena telah memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda Partai NasDem untuk berkiprah dan berkontribusi dalam Partai, sehingga NasDem berhasil menempatkan kader muda terbanyak sebagai anggota DPR RI!” tutup Ivanhoe.

Menanti Nasdem Jadi Oposisi, Apakah Hanya Sekedar Gertak Sambal?

Zonamakassar.com, Jakarta – Partai Nasdem memberikan sinyal siap menjadi oposisi pada pemerintahan kali ini. Padahal, Partai Nasdem diketahui merupakan salah satu partai pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sinyal tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh usai menghadiri pelantikan Jokowi-Ma’ruf di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA) Samuel F. Silaen mengatakan rayuan akan ’empuknya’, enak dan nikmatnya kekuasaan pasti begitu menggoda siapa saja, untuk ikut bergabung bersama penguasa, “ujar Silaen kepada awak Media di Jakarta.

Hakikinya partai politik Itu, merebut kekuasaan sampai menggapainya digenggaman, namun hal itu sepertinya tidak berlaku bagi Partai NasDem, dari partai pendukung pasangan Jokowi- Amin hingga jadi pemenang, pastilah NasDem ikut berkeringat dalam memenangkan paslon dengan nomor urut 01 Itu, “ujar Silaen alumni LEMHANAS Pemuda 2009.

Keberanian NasDem harus diacungi dengan dua jempol jika hal itu menjadi pilihan politiknya untuk lima tahun kedepan, meski terkesan akan puasa dalam menikmati bagi-bagi kue kekuasaan. Langkah Surya Paloh adalah langkah tepat dalam melakukan “check and balance” dalam kekuasaan politik, agar tidak terjadi negara otoriter, “papar Silaen aktivis kepemudaan ini.

Surya sebelumnya menyatakan, bila seluruh partai menjadi koalisi pemerintahan, dikhawatirkan sistem check and balance akan hilang. Padahal, sistem tersebut diperlukan di dalam negara demokrasi seperti yang dianut Indonesia.

“Kalau begitu check and balance tidak ada, tidak ada lagi yang beroposisi berarti demokrasi sudah selesai. Negara sudah berubah menjadi negara otoriter, atau bermonarki,” ujar surya.

Lanjut, pengamat politik Milenial ini, mungkin itu juga yang jadi kekhawatiran seorang “sang ideolog” yang terpanggil untuk ambil bagian dibarisan oposisi, untuk memberikan pembelajaran demokrasi yang seimbang, pada bangsa ini, jika signal yang disampaikan Ketum Partai NasDem itu terbukti bukan “gertak sambal”, sungguh tidak kalah mulia dari yang bergabung dengan kekuasaan Itu sendiri, “tegas Silaen

Hari ini, Jokowi memanggil sejumlah kandidat calon menteri ke Istana Kepresidenan. Hingga pukul 16.30 WIB sudah ada sebelas orang yang menyambangi Istana.

Mereka yaitu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, Bos Gojek Indonesia Nadiem Makarim, dan Bos NET TV Wishnutama.

Selanjutnya, pengusaha Erick Thohir, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, mantan Mensesneg Pratikno, relawan Jokowi-Ma’ruf Fadjroel Rachman dan peneliti Populi Center Nico Harjanto

Terakhir yang datang yakni Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo.

Seperti diketahui, Partai Gerindra merupakan rival partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf saat pilpres lalu.

“Perjalanan bangsa ini masih panjang dan butuh kerja-kerja politik yang cerdas dan ‘brilliant’ demi masa depan bangsa dan negara ini dimasa yang akan datang, yang akan diwarisi kepada generasi anak-cucu selanjutnya, “tandas Silaen serius.(*)

Hasnah Syam Paling Berpeluang Wakili Nasdem Dapil II Ke Senayan

ZonaMakassar.Com, Barru – Lebih dari 10 Hari pasca Pemilu, 17 April kemarin berbagai spekulasi dan rumor mengenai siapa yang akan duduk sebagai Anggota DPR-RI terus bermunculan. Saling klaim antar tim Sukses terus saling tarik. Namun dari perekapan C1.

Hasnah Syam diperhitungkan sebagai peraih kursi pertama Partai Nasdem di dapilnya.

Terlebih lagi perkembangan terkini, hasil Pleno Rekapan Kecamatan PPK mencapai 83,96% kecamatan dari 106 kecamatan yang ada.

Ini diungkapkan Fauzi Sekretaris Garda Pemuda Nasdem Barru saat dihubungi disela-sela perekapan.(29/04/2019).

Kita sudah unggul sejak rekap C1, di internal partai. Namun untuk menghindari plus minus kesalahan perhitungan ditingkat TPS kami menunggu hasil rekap tingkat kecamatan atau menunggu hasil rekap Model DA1.

“Bersyukur hari ini, Hasil rekap kecamatan dalam bentuk DA1 sudah masuk 89 dari 106 kecamatan yang ada di 9 Kabupaten. Dan hasilnya Ibu Hasnah kursi pertama. Memang belum 100 persen, tapi kita sudah menganalisa yang tersisa itu tidak akan berpengaruh pada perolehan kursi karena kecamatan tersebut bukan lagi basis partai Nasdem. Tim Kami juga akan terus mengawal dan memantau rekap kecamatan ,rekap kabupaten hingga rekap provinsi ”ungkap Fauzy

Dua kursi diperkirakan direbut partai Nasdem di Dapil ini.

“Dari perhitungan kita, 2 kursi. Ibu Hasnah Syam dan Ibu Sitti Maryam. Suara partai kan sudah hampir tembus 200ribu”. simpulnya.(*)

Pengamat : Pemilu 2019 Milik Nasdem

ZonaMakassar.Com, Makassar – Bergerak tenang, Partai NasDem berhasil menarik perhatian publik dalam perhelatan Pemilu 2019. Partai yang baru berusia tujuh tahun serta baru dua kali mengikuti pemilu itu sukses menjadi partai dengan peningkatan elektoral paling signifikan dari Pemilu 2014 dibandingkan partai lain.

Sekadar catatan, pada Pemilu 2014 NasDem masuk ke parlemen dengan elektabilitas 6,7 persen. Kini, berdasarkan data yang ada di laman Komisi Pemilihan Umum (KPU), NasDem berhasil melesat menjadi empat besar partai peraih suara terbanyak dengan elektabilitas sebesar 10,28 persen. Catatan ini meningkat sekitar 3,5 persen dibandingkan dengan Pemilu 2014.

Keberhasilan NasDem meningkatkan elektabilitas dalam Pemilu kali ini tidak terlepas dari kerja keras dan investasi jangka panjang baik dilakukan kader maupun Ketua Umum, Surya Paloh. Sejak awal, NasDem konsisten menerapkan politik tanpa mahar serta total memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pakar politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai Pemilu 2019 secara tidak langsung dimiliki NasDem. Ketika partai-partai lain gagal mendongkrak perolehan suara di Pemilu 2019, perolehan suara NasDem justru melonjak. PDI Perjuangan sebagai partai peraih suara terbanyak di Pileg kali ini pun hanya meningkatkan suara sebesar satu persen dibandingkan dengan Pemilu 2014.

“Suka tidak suka, Pemilu 2019 ini sebetulnya milik NasDem. Dari 2014 yang cuma 6,7% menjadi 10% berdasarkan penghitungan riil sementara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU),” kata Adi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 25 April 2019.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia menuturkan, setidaknya ada sejunlah faktor yang membuat NasDem mampu meraih hasil positif dalam Pemilu 2019. Misalnya, sikap politik tanpa mahar, penentuan caleg tiap daerah pemilihan, serta konsistensi NasDem sebagai partai pendukung pemerintahan Joko Widodo.

“Ini tidak terlepas dari berkah NasDem yang sejak awal menjadikan Jokowi sebagai brand yang terus dijaga NasDem sejak awal. NasDem sama sekali tidak khawatir mengusung Jokowi meskipun berisiko suara pemilih disedot oleh PDIP,” tutur dia.

NasDem memang serius menatap Pemilu 2019. Ini bisa terlihat dari cara NasDem memilih caleg-caleg berkualitas untuk bertarung di setiap daerah pemilihan (dapil). NasDem mengusung caleg yang berpotensi besar menang di tiap dapil. Tidak adanya mahar politik, menjadi magnet bagi para politikus menjadikan NasDem kendaraan politik mereka.

“Banyak juga caleg yang sukarela pindah ke NasDem untuk maju bersama NasDem. Mulai dari kepala daerah, mantan kepala daerah maupun para caleg petahana dari partai lain. Itu artinya NasDem memiliki satu daya tarik sebagai kendaraan politik di mata politisi,” papar dia.

Dari 575 caleg DPR yang diusung NasDem, 50 caleg di antaranya merupakan petahana. Artinya, mereka ialah orang yang telah punya basis massa pada Pemilu 2014. Sebanyak 15 dan 50 caleg petahana itu juga merupakan pindahan dari partai lain.

NasDem mendapat setidaknya tujuh caleg petahana dari Hanura, partai yang dilanda konflik internal awal tahun lalu. Selain itu, sejumlah mantan kepala daerah juga maju sebagai caleg dari NasDem.

Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman mengatakan para caleg petahana dan mantan kepala daerah yang bergabung ke NasDem memiliki modal sosial besar. Mereka terbukti telah lolos ke DPR atau memenangkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) sebelumnya.

“Kenaikan suara NasDem dipengaruhi pemilihan caleg petahana, termasuk dari partai lain, dan mantan kepala daerah,” tutur Ikrama.

Ikrama menilai, kampanye politik tanpa mahar yang diusung NasDem cukup banyak dibicarakan. Secara tidak langsung, mirip dengan program anti poligami ala Partai Solidaritas Indonesia (PSI) atau janji pemberlakuan surat izin mengemudi (SIM) seumur hidup yang dikampanyekan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Program itu, meskipun menuai kontroversi, namun banyak dibicarakan publik jelang Pemilu 2019.(MDC)

Syaharuddin Alrif : Pastikan Nasdem Rebut 12-13 Kursi di DPRD Sulsel

ZonaMakassar.Com, Makassar – DPW Partai NasDem Sulsel melalui sekertaris wilayahnya Syaharuddin Alrif memastikan bahwa partainya akan merebut 12 sampai 13 kursi pada Pemilihan Umum (Pemilu) Tingkat Provinsi Sulsel tahun ini.

Hal itu berdasarkan hitungan C-1 di 11 Dapil yang dilakukan oleh internal NasDem Sulsel.

“Hampir semua Dapil terisi, bahkan di Makassar sangat memungkinkan NasDem tiga kursi,” kata Sahar, di Makassar, Minggu (28/04/2019)

Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menambahkan, khusus di Dapil I (Makassar A), NasDem sangat memungkinkan meraih tiga kursi DPRD Sulsel. Sebab komposisi Caleg NasDem di dapil itu memberikan kontribusi suara yang sangat signifikan bagi partai.

“Rachmatika Dewi 24 ribu suara, Andre 21 ribu suara, Riska 19 ribu suara belum suara caleg lain, makanya kita optimis bisa tiga kursi di Dapil 1,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menambahkan, khusus di Dapil I (Makassar A), NasDem sangat memungkinkan meraih tiga kursi DPRD Sulsel. Sebab komposisi Caleg NasDem di dapil itu memberikan kontribusi suara yang sangat signifikan bagi partai.

“Rachmatika Dewi 24 ribu suara, Andre 21 ribu suara, Riska 19 ribu suara belum suara caleg lain, makanya kita optimis bisa tiga kursi di Dapil 1,” ungkapnya.

Selain itu, beberapa Dapil masih menunjukkan persaingan di internal. Meski demikian namun NasDem dipastikan akan mengamankan kursi pimpinan di DPRD Sulsel.

Adapun Caleg NasDem DPRD Sulsel di 11 Dapil yang diprediksi lolos sebagai berikut

Dapil 1 (Makassar A)

Rachmatika Dewi

Andre Prasetyo Tanta

Memungkinkan tiga kursi yang diperebutkan oleh Riska Mulfiati Luthfi atau Arham Basmin

Dapil 2 (Makassar B)

Rezki Mulfiati Lutfi atau Indira Mulyasari

Dapil 3 (Gowa dan Takalar)

Capt Hariyadi

Dapil 4 (Jeneponto, Bantaeng dan Selayar)

masih bersaing

Hadiansar / Irman Abdullah / Dadang

Dapil 5 (Sinjai dan Bulukumba)

Arum Spink

Dapil 6 (Maros, Pangkep, Barru dan Parepare)

masih bersaing

Muhammad Irwan / Muslim Salam

Dapil 7 (Bone)

Haji Muhammad

Dapil 8 (Soppeng dan Wajo)

Dessy Susanty Sutomo

Dapil 9 (Sidrap, Pinrang dan Enrekang)

Syaharuddin Alrif

Dapil 10 (Toraja)

Sarwindi Biringkanae

Dapil 11 (Luwu Raya)

Rahmad Kasim

Rapimwil, Garda Pemuda Nasdem Sulsel Siap Menangkan Jokowi- Ma’ruf Amin

ZonaMakassar.Com,Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah Garda Pemuda NasDem (GPND) Sulawesi Selatan menggelar rapat pimpinan wilayah (rapimwil) dan Rapat pleno di perluas di Acacia meeting room Hotel Claro Makassar, Sabtu (30/3/2019).

Kegiatan dibuka Ketua DPP Partai Nasdem Bidang media Willy Aditya dalam sambutannya, mengapresiasi jajaran DPW GP NasDem Sulsel yang terus bergerak menjelang pemilu 2019.

“Kita harus terus bergerak mematangkan strategi menghadapi pemilihan umum yang tinggal menghitung hari”

Nasdem di Sulsel bisa menjadi nomor satu di hasil pemilu nanti

“Sulsel adalah salah satu yang akan menjadi lumbung suara bagi partai Nasdem, Kita bisa nomor satu di Sulsel, maka kita harus menjaganya dengan tindakan nyata”. Tegas sekertaris bapilu partai Nasdem ini.

Ketua Dpw GPND Sulsel Andi Troy Martino mengatakan di Rapimwil ini kita akan menindaklanjuti keputusan rapat pimpinan nasional GP NasDem januari lalu di Jakarta.

“Kita melanjutkan 5 hasil resolusi rapimnas , salah satunya memenangkan pasangan Joko Widodo – Maruf Amin di Sulawesi Selatan”. Tegas Troy.

Rapimwil yang di rangkaikan rapat pleno diperluas melibatkan seluruh kader yang ada di daerah untuk mengkonsolidasikan gerakan pemuda untuk tidak golput serta mengambil peran aktif pada pemenangan Partai NasDem menuju tiga besar pada Pileg 2019 secara nasional.

Sementara penanggung jawab acara Jul Sandy menambahkan,”Acara ini dilanjutkan dengan rapat pleno diperluas dimana setiap DPD memberikan pernyataan sikap menyukseskan pileg dan pilpres 2019, mendukung capres nomor urut 1 Jokowi – Amin dan memenangkan calon anggota legislatif dari partai Nasdem khususnya dari unsur perwakilan Garda Pemuda Nasdem Sulsel”.(*)