Anjangsana ke Panti Asuhan, Dirut PDAM Makassar: Saling Berbagi

Zonamakassar.com, Makassar – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Makassar mengunjungi Panti Asuhan Al Faqri yang terletak di Jalan Kompleks Perumahan Dosen Unhas Antang, Maanggala Makassar, Minggu (26/5/2019).

Dirut PDAM Makassar, Haris Yasin Limpo mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin PDAM Makassar untuk berbagi dengan kaum dhuafa dan anak yatim piatu yang ada di panti asuhan.

“Kita untuk berbagi dengan sesama dan kita khususkan buat kaum dhuafa dan panti asuhan, dengan menyerahkan bantuan sembako serta uang pembinaan bagi pengurus panti asuhan,” ujarnya.

Selain berbagi dengan anak yatim piatu, PDAM Makassar juga menggelar buka bersama warga di Masjid Nurul Iman di Jl.Tamangapa Raya 3 Antang.

“Kami ingin membina silaturrahim dengan warga masyarakat sekaligus meminta saran serta masukan untuk perbaikan kinerja PDAM ke depan,” tegasnya.

Diharapkan dengan kegiatan ini, manajemen dapat memperoleh informasi tentang pelayanan kita kepada pelanggan. Haris menambahkan seluruh Direksi dan pejabat PDAM akan ikut serta dalam kunjungan supaya dapat mendengarkan langsung jika ada keluhan pelanggan supaya dapat secara langsung mencari solusinya.

PDAM Makassar Pasang Pipa Air Baku Sepanjang 2,8 Km

Zonamakassar.com, Makassar – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Makassar terus berupaya tanpa henti dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Salah upaya yang dilakukan PDAM Makassar yakni bentangan jaringan pipa distribusi yang terpasang disekitar daerah Mallengkeri Makassar.

Direktur Teknik PDAM Kota Makassar, Kartia Bado mengatakan, pemasangan pipa tersebut merupakan jaringan pipa air baku dari Intake Mallengkeri ke IPA Maccini Sombala sepanjang 2,8 KM.

Hal ini sengaja dilakukan karena sudah setahun Perbaikan Bendung Karet Sungai Jeneberang tidak kunjung dikerjakan sementara keluhan Pelanggan di daerah Barat dan Utara Kota sudah sangat mendesak.

“Jaringan pipa air baku ini merupakan investasi langsung PDAM, yang artinya dibiayai sendiri. Karena kami tidak ingin masalahnya terus berlarut-larut dan tidak ada kepastian dari pihak Balai Besar Pompengan kapan perbaikan dilaksanakan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui daerah yang sangat merasakan dampak penurunan produksi dan supply sejak April 2018 adalah sekitar kawasan Deppasawi, Jl. Nuri, Dahlia, Sepanjang GMTD (Paling parah di cluster, Samalona, Gunung Agung, Taman Metropolitan, Orchad Park, Orchid sampai ke Gontang). Begitupun halnya ke Utara Kota Sekitar Sabutung, Barukang, Cambayya, Galangan kapal dan Sultan Abdullah.

Untuk rencana penyelesaian, Kartia menambahkan bahwa progresnya sudah 80%, hanya saja ada lokasi yang menyebabkan pekerjaan terhambat karena ada warga yang melarang lokasinya dilewati pipa.

“Jadi sementara terus diadakan pendekatan dan negosiasi. Semoga paling tidak bulan Juli 2019 sudah bisa Running untuk uji coba,” tegasnya.

Ia menambahkan jika proyek ini rampung, maka supply air ke kawasan diatas akan normal kembali karena produksi kami sudah bisa dimaksimalkan sampai 285-300 l/s yang saat ini hanya maksimal 140 l/s.

Gelar Whorshop Hari Air Sedunia, PDAM Makassar : Mari Lestarikan Air Kita

ZonaMakassar.Com, Makassar – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar menggelar workshop dalam rangka hari air sedunia yang digelar di Hotel Claro Makassar, Senin (25/3/19).

Direktur Utama (Dirut) PDAM Makassar, Haris Yasin Limpo mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi PDAM kepada seluruh stakeholder.

“Iya, ini bentuk sosialisasi baik dari lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, maupun lembaga yang mengelola sumber air, supaya kita satu langkah dalam rangka melestarikan air kita,” ucap Haris.

Ia menambahkan, pelestarian air merupakan hal yang penting, khususnya bagi PDAM itu sendiri.

“Ini merupakan sumber untuk dikelola menjadi air bersih. Kalau ini tidak terjaga dan tidak terpelihara dari awal sebelum kita mungkin kita krisis air nantinya, ini akan berbahaya bagi kehidupan di masa yang akan datang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penting PDAM terdapat dalam ini, supaya SDG’s dalam rangka strategi nasional itu bisa tercapai di tahun 2020.

“Kalau mau mencapai itu, tidak bisa kalau air bakunya tidak tersedia. Artinya di musim penghujan berupa banjir, di musim kemarau hilang air. Itu artinya sustainable access ke air bersih kita tidak terjamin,” ungkapnya.

Haris mengimbau para peserta workshop agar perlu membicarakan segala masukan dalam kegiatan ini.

“Semua harus aktif, supaya bukan hanya tugas dari instansi tertentu, apakah itu dari balai atau instansi vertikal tetapi tugas kita semua termasuk lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat umum, pemerintah pengelola air, maupun para akademisi, itu tugas kita semua,” pungkasnya.