PDIP Ingin Ambang Batas DPR Jadi 5%, NasDem: Kami Usul 7,5%

Zonamakassar.com, Jakarta – Partai NasDem sepakat dengan PDIP soal kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT). NasDem mengaku sudah mengusulkan PT 7,5 persen.
“NasDem sepakat, dari awal NasDem sudah mengusulkan itu jauh-jauh hari. Kalau NasDem tidak hanya 5 persen, (tapi) 7,5 persen. Sehingga orang tidak main-main, tidak coba-coba,” kata Ketua DPP NasDem Willy Aditya kepada wartawan, Rabu (15/1/2020).
Menurut Willy, demokrasi harus terus dimatangkan. Willy berharap ambang batas parlemen berlaku secara nasional, termasuk DPRD provinsi, kabupaten, dan kota.
“NasDem tentu sepakat dengan PDIP, itu harus berlaku secara nasional. Tidak hanya berlaku di DPR RI, tapi berlaku secara nasional. Sehingga orang kemudian berpikir tidak spekulatif. Boleh ada partai baru, nanti kita bicara tentang skema partai baru itu akan seperti apa,” ujarnya.
Willy Aditya

Di sisi lain, Willy mengatakan NasDem menolak usulan sistem proporsional tertutup. Menurutnya, anggota DPR adalah wakil rakyat, bukan wakil partai.
“Tapi prinsipnya NasDem, pemilu itu adalah wakil rakyat, partai kemudian memfasilitasi itu. Jadi kita tidak ingin memundurkan demokrasi. Satu sisi kan spiritnya mematangkan demokrasi dengan menaikkan PT, ya harus sebangun dong. Kalau demokrasinya kembali pada proporsional tertutup, itu namanya kita set back kepada Orde Baru,” ujar Willy dikutip detik.com
PDIP sebelumnya merekomendasikan 9 poin rekomendasi untuk eksternal partai. Salah satunya berkaitan dengan revisi UU Pemilu dan peningkatan ambang batas parlemen menjadi 5 persen.
Ambang batas itu diusulkan untuk berlaku di DPR, DPRD kabupaten/kota, dan DPRD provinsi. PDIP juga merekomendasikan agar Pemilu kembali menggunakan sistem proporsional tertutup.(*)

Ada Yang Coba Tekan Megawati Untuk Pecat Hasto

Zonamakassar.com, Jakarta – Ada pihak yang bermain di air keruh dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menjaring Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.
Begitu kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA) Samuel F Silaen menanggapi aksi yang digelar Persatuan Aktivis Hukum Jakarta Menggugat (Paham Jakarta) di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta, Jumat (10/1).
Berdasarkan pengamatan Silaen, permainan itu menyasar Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Hasto disebut-sebut ikut terseret karena salah satu yang terjaring OTT adalah stafnya.
Kata Silaen, trending topic di linimasa media sosial yang menyasar Hasto turut mengurai arah permainan tersebut.
Samuel F. Silaen

“Mereka yang melakukan aksi mencoba menekan Megawati Soekarnoputri untuk memecat Hasto. Salam analisa saya sebagai aktivis ini adalah sebuah bentuk pesanan politik,” ujar aktivis kepemudaan ini kepada wartawan.
Dia berharap Megawati tidak langsung tunduk dengan tekanan para pendemo. PDIP sebagai partai juga harus mengutamakan asas praduga tak bersalah pada Hasto.
“Apalagi kasus yang menimpa Wahyu Setiawan itu sarat dengan muatan politis, ”kata alumni Lemhanas Pemuda I 2019 itu.
Kepada pihak-pihak yang bermain, Silaen mengingatkan agar hal itu diurungkan. Sebab secara etika, tidak etis mengambil keuntungan dari sebuah masalah.
“Tidak etis ada pihak- pihak tertentu yang ambil keuntungan di saat ada partai sedang mengalami kesulitan,” tutupnya.(*)

Puan Maharani Resmi Jadi Ketua DPR Perempuan Pertama di Indonesia

Zonamakassar.com, Jakarta – Puan Maharani resmi menjadi Ketua DPR periode 2019-2024. Hal itu ditetapkan dalam rapat paripurna perdana DPR.

Rapat paripurna digelar di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). Rapat dipimpin pimpinan DPR sementara, Abdul Wahab Dalimunthe, dari Fraksi Demokrat.

Abdul Wahab membacakan hasil keputusan rapat konsultasi yang telah digelar hari ini. Berdasarkan rapat, ditetapkan 5 pimpinan DPR periode 2019-2024.

Ketua dan Wakil Ketua DPR 2019-2024 dipilih berdasarkan hasil Pileg 2019. Partai yang berhak mendapat kursi pimpinan DPR adalah PDIP, Golkar, Gerindra, NasDem, dan PKB. PDIP berhak mendapatkan jatah kursi Ketua DPR karena keluar sebagai pemenang Pemilu 2019.

“Sesuai hasil rapat konsultasi, bahwa pimpinan DPR RI adalah sebagai berikut,” kata Abdul Wahab.

“Puan Maharani dari PDIP sebagai Ketua DPR RI, Azis syamsuddin dari Golkar sebagai Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco dari Gerindra sebagai Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel dari NasDem sebagai Wakil Ketua DPR RI, A Muhaimin Iskandar dari PKB sebagai Wakil Ketua DPR RI,” tuturnya.(*)

Gubernur dan Wakilnya Tampak Kompak di Konferdacab PDIP Sulsel

Zonamakassar.com, Makassar — Gubernur Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Konferensi Daerah dan Konferensi Cabang V DPD PDIP se-Sulawesi Selatan di Claro Hotel, Jumat (19/7/2019).

Nurdin Abdullah dalam sambutannya sedikit melaporkan kinerjanya bersama Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman selama 9 bulan memimpin Sulsel.

“Saya sedikit melaporkan kinerja saya bersama Wagub Andi Sudirman Sulaiman. Meskipun 9 bulan sangat singkat untuk dilaporkan. Gerakan kita akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Seko, Bastem, dan wilayah Bua telah dikerjakan dan akan segera diselesaikan,” ungkap Nurdin Abdullah.

“Impeknya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, Ini karena Gubernur dan Wakil Gubernur selalu dilapangan, agar kami tahu permasalahan yang ada di masyarakat, ini manfaat kami yang disupport PDI Perjuangan. Saya dan Wakil Gubermur selalu di lapangan dan tidak ada niat memperkaya diri,” tegasnya.

Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dalam wawancara menyampaikan bahwa pihaknya terus mencoba meyakinkan pemerintah pusat. Terus bekerja untuk Sulawesi Selatan.

“Dukungan dan support dari PDI Perjuangan merupakan respons yang sangat positif dan terus kami butuhkan untuk mewujudkan visi dan misi kami dalam membangun Sulawesi Selatan agar masyarakat sejahtera,” jelas Andi Sudirman Sulaiman. (*)

Caleg di Dapil 1, Azrijal : Saya Maju Karena Senang Politik

ZonaMakassar.Com, Makassar – Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dapil 1 Kecamatan Rappocini, Makassar dan Ujung Pandang, Azrijal,SH mencoba peruntukan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Majunya Loly sapaan akrab Azrijal melalui partai PDI Perjuangan di Pemilu 2019.

Azrijal merasa senang dengan politik, salah satu alasannya maju di pileg tahun ini.

“Saya senang soal politik, dalam kehidupan sehari-hari saja kita berpolitik, politik itu ada semua dalam elemen masyarakat, makanya saya maju dalam Pileg kali ini” ungkap Azrijal melalui pesan WA, Senin (01/04/2019).

Azrijal mengatakan, tugas wakil rakyat sendiri adalah mencari solusi dari permasalahan masyarakat saat ini.

“Tidak boleh mengeluh soal masalah masyarakat, tapi tujuannya itu cari solusinya. Tidak perlu ribet. Tujuan saya itu jadi caleg untuk memperbaiki,” terang Azrijal.

Menurutnya, calon wakil rakyat juga perlu paham soal politik agar menghindari konflik antar kelompok hingga money politics (politik uang).

“Kita bukan pilih pemimpin kelompok tertentu , kita pilih pemimpin Indonesia,” kata Azrijal.

Maka dari itu, ia mengimbau untuk tidak saling menjatuhkan dengan menyebarkan informasi yang tidak benar.

“Saya harap masyarakat bisa filter informasi, agar dihindari lah itu konflik, seharusnya pemilu ini kita jadikan momentum untuk belajar,” tutup alumni SMP negeri 13 Makassar ini.(*)