Raih Top 45 Inovasi Pelayanan publik, Iqbal Suhaeb: Tantangan Pemkot di Masa Depan

Zonamakassar.com, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam satu hari ini berhasil meraih dua penghargaan dari pemerintah pusat. Sebelumnya Pemkot Makassar mendapatkan penghargaan Implementasi SIPD dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kali ini, Pemkot Makassar juga mendapatkan penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019 dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb di Istana Wapres RI, Selasa (15/10/2019).

Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 ini terdiri dari 8 kementerian dengan 9 inovasi, 4 lembaga sebanyak 4 inovasi, 5 provinsi dengan 5 inovasi, 16 kabupaten dengan 17 inovasi, 9 kota sebanyak 9 inovasi, dan 1 BUMN dengan 1 inovasi.

“Banyak kemajuan yang dilakukan pemerintah daerah untuk berinovasi dalam kerangka melakukan efisiensi dan efektifitas di bidang pelayanan publik,” kata Menteri PANRB RI Syafruddin.

Kompetisi inovasi pelayanan publik merupakan perwujudan gerakan One Agency One Innovation yang dimotori Kementerian PANRB RI. Kompetisi yang bisa diikuti oleh seluruh instansi pemerintah ini diselenggarakan sebagai pembinaan inovasi pelayanan publik dalam pelaksanaan reformasi birokrasi.

Tujuannya adalah pemberdayaan, pembelajaran, dan pengembangan untuk menyebarluaskan ide kreatif, gagasan, dan terobosan pelayanan publik di Indonesia guna percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Wapres JK dalam sambutannya mengatakan, inovasi merupakan keniscayaan bagi pemerintah daerah dalam menjawab dinamika yang berkembang.

“Sehingga daerah sedapat mungkin membuat terobosan positif dalam menjawab perkembangan tersebut dengan membuat dan menciptakan inovasi,” ujarnya.

sementara itu, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb merasa bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan apresiasi dan penilaian positif terhadap penyelenggaraan pelayanan publik di Pemkot Makassar.

“Sekaligus penghargaan ini merupakan tantangan untuk menciptakan inovasi lebih berkualitas di masa yang akan datang,” ucapnya.

Kepala Balitbang Makassar Nielma Palamba mengatakan Labinov Beken merupakan upaya Balitbang Kota Makasar untuk membantu OPD dalam membuat, mengkaji, input data serta melakukan supervisi, monitoring dan bimbingan teknis dalam mengaplikasikan sebuah inovasi.

“Labinov Beken juga berfungsi sebagai inkubator inovasi,” sebutnya.

Jalankan UU Pelayan Publik, Sekda Makassar: Pekerjaan Tidak Boleh Ditunda-tunda

Zonamakassar.com, Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar M Ansar bertekat menciptakan pelayanan publik terbaik lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Apalagi, pelayanan publik sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Undang-Undang (UU) tentang Pelayanan Publik dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum dalam hubungan antara masyarakat dan penyelenggara dalam pelayanan publik. Dalam UU tersebut, disebutkan pembina pelayanan publik adalah pimpinan lembaga atau instansi, gubernur, bupati, dan wali kota. Sementara sebagai penanggung jawab adalah sekretaris daerah, atau yang ditunjuk oleh pimpinan lembaga dan instansi bersangkutan.

Ansar menjadikan urusan pelayanan publik sebagai prinsip kerja yang harus menjadi prioritas. Tak perlu segan, warga pun bisa meminta tanda tangannya saat di mobil atau bahkan jika sudah berada di rumah untuk segera diselesaikan, jika hal tersebut menyangkut administratif.

“Saya secara pribadi memiliki prinsip agar segala hal yang sifatnya administratif, persuratan tidak boleh ditunda-tunda. Kalau perlu berkas-berkas yang harus segera didistribusikan bawakan saya ke mobil, saya tandatangani, bahkan kalau perlu bawah ke rumah,” ucap Ansar.

Hal ini ia sampaikan usai menghadiri dan ikut menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sekda kabupaten/kota se Sulsel terkait peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan penyelesaian pengaduan masyarakat. Kegiatan berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (4/9/2019).

Ansar berharap, dengan adanya PKS ini, pelayanan publik di pemerintah daerah, khususnya di Makassar bisa semakin maksimal lagi.

“Sebenarnya pola ini sudah lama kita jalankan di Pemkot Makassar. Namun, dengan PKS ini tentu kita harapkan akan jauh lebih maksimal lagi. Tentu yang perlu kami lakukan yah, dengan menurunkan hal-hal yang sifatnya percepatan layanan publik ini ke SKPD-SKPD yang ada. Kita pantau terus itu,” terang Ansar.

Pj Walikota Iqbal Suhaeb Sebut Aplikasi Qlue Akan Mudahkan Masyarakat Sampaikan Laporan

Zonamakassar.com, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan meluncurkan sebuah aplikasi yang bernama Qlue. Rencananya, pekan depan aplikasi tersebut sudah bisa dimanfaatkan warga Makassar.

Qlue merupakan salah satu aplikasi dalam bentuk sosial media yang mengajak partisipasi masyarakat untuk melaporkan keluhan dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Dengan aplikasi ini, warga Makassar dapat melaporkan aduan terhadap kondisi lingkungan seperti sampah, banjir, kemacetan, jalan rusak, kebakaran, dan lain-lain.

Selain itu, setiap laporan dapat dipantau progressnya untuk memastikan semua keluhan yang disampaikan ditindaklanjuti.

“Jadi ini aplikasi bisa sangat membantu pemimpin kota agar dapat menentukan keputusan berbasis data. Data yang dihimpun termasuk data pelaporan masyarakat, kondisi lalu lintas, kemiskinan, insiden, kemiskinan, pajak dan sebagainya,” ucap Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb di sela-sela kunjungannya di Operation Room lt 10, Kamis (15/8/2019).

Iqbal mengatakan dengan adanya Qlue yang digunakan secara massif, Pemkot Makassar dapat menghimpun dan memvisualisasikan data sehingga bisa menghasilkan kebijakan dan tindakan yang lebih efektif.

Aplikasi Qlue sendiri nantinya dapat didownload oleh pengguna Android dan AppStore.

Selain itu, dalam tinjauannya Iqbal sendiri banyak memberikan masukan seperti segera memperbaiki puluhan kamera CCTV milik Kota Makassar yang tidak berfungsi. Seperti yang berada di Jalan Arief Rate, Batu Putih, BTP, Karebosi dan beberapa titik sentral lainnya.

Ia juga meminta dalam dua hari ke depan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar agar memunculkan itext di layar operation room.

“Jadi bapak wali kota mau melihat langsung berapa realisasi pajak tiap harinya secara real di layar operation room ini sehingga bisa langsung memantau,” pungkas Ade Ismar Gobel, Kepala bidang informasi dan komunikasi publik.

Masuk Top 45 Sinovik, Pemkot Makassar Akan Kucuran DID

Zonamakassar.com, Makassar – Prestasi membanggakan di bidang inovasi pelayanan publik kembali ditorehkan oleh Pemkot Makassar.

Kali ini, Labinov Beken (Laboratorium Inovasi Berbasis Kemitraan) dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Makassar berhasil menembus Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Tahun 2019 yang digawangi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI.

“Kami sangat bersyukur atas prestasi ini. Perjuangan teman – teman SKPD mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. Tentunya, capaian ini menambah semangat kerja kami untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Makassar,” ucap Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb (15/8/2019).

Berkat prestasi itu, Pemkot Makassar berhak mendapatkan kucuran Dana Insentif Daerah (DID) dari Kementerian PAN-RB. Selain itu, Makassar juga bakal menerima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik yang akan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada akhir September 2019.

Iqbal Suhaeb berharap prestasi ini dapat terus berlanjut hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Labinov Beken bisa mewakili Indonesia berkompetisi di tingkat dunia pada United Public Service Award (UNPSA) yang diselenggarakan PBB.

Kepala Balitbangda Makassar Puspa Ariyati menuturkan, keunggulan Labinov Beken terletak pada kemampuannya berperan sebagai penghubung dan wadah bagi SKPD, Perusda, dan masyarakat pengguna layanan, dalam menerima pendampingan dari berbagai pihak yang bermitra dengan Labinov Beken untuk merancang, melakukan proses riset, inkubasi dan menguji solusi.

Labinov Beken menggunakan konsep 5D, yakni drum up, diagnose, design, delivery dan display. Labinov Beken juga dilengkapi dengan ruangan representatif yang diperuntukkan tidak hanya bagi SKPD dan Perusda, melainkan juga bagi dunia usaha, media, masyarakat, dan lembaga kemasyarakatan lainnya dalam mengembangkan kreativitas.

“Metamorfosis Labinov Beken akan menjelma menjadi living lab yang dapat bernilai komersil dan menjadi wadah stimulan bagi lahirnya wirausaha baru,” ungkap Kaban Puspa Ariyati.

Ia menambahkan, Labinov Beken disebut juga berbasis kemitraan karena dalam pelaksanaannya bermitra dengan berbagai pihak, di antaranya United Nations Development Program (UNDP), Yayasan Bakti, Pulse Lab Jakarta, Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Kemenristekdikti serta lembaga perguruan tinggi yang ada di Makassar.

Sejak dibentuknya, Laboratorium Inovasi telah melakukan pendataan dan pendampingan inovasi sebanyak 142 inovasi di tahun 2017, 185 inovasi di tahun 2018, dan 218 inovasi hingga Juni 2019.

Beberapa diantaranya berhasil menjuarai lomba inovasi baik skala provinsi, nasional maupun internasional, seperti Home Care penghargaan Sinovik Tahun 2016, Lorong Sehat (Longset) dan Dongeng Keliling (Dongkel) tahun 2017.

Penghargaan internasional untuk inovasi Pete – Pete Anak Sekolah (Pasikola) pada kategori Smart Mobility of Transportation di Taipe (Taiwan), serta menduduki peringkat ke tiga pada ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2017, dan meningkat menjadi peringkat ke dua pada ajang yang sama untuk tahun 2018. Tahun ini, Labinov Beken berhasil masuk dalam Top 99 dan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik.

Labinov Beken bertengger di posisi Top 45 Inovasi Pelayanan Publik bersama delapan kota lainnya di Indonesia yaitu :

1. Pemerintah Kota Ambon – Ambon City of Music

2. Pemerintah Kota Cilegon – Kader Gegana Pedes (Gerakan Warga Binaan Peduli Kesehatan)

3. Pemerintah Kota Cimahi – Gastrodiplomacy Cireundeu

4. Pemerintah Kota Denpasar – Senyum Melia di Tubin

5. Pemerintah Kota Malang – Brexit (Braille E-Ticket And Extraordinary Access For Visual Disabilities)

6. Pemerintah Kota Manado – Panada (Portal Analisis Data Berbasis Peta)

7. Pemerintah Kota Palembang – Selfi (Sekolah Filial – Layanan Pendidikan Formal Narapidana Anak di LPKA Klas I Palembang)

8. Pemerintah Kota Tangerang – Pelayanan Kunjungan Rumah Cageur Jasa

Sinovik 2019 diikuti kementerian, dan lembaga, serta kabupaten, kota dari berbagai provinsi di Indonesia. Tahun ini ada 3.156 proposal yang mendaftar. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang hanya 2.824.

Di Depan Tim Kemenpan-RB, Iqbal Suhaeb Jelaskan Keunggulan Labinov Beken

Zonamakassar.com, Makassar – Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menerima kunjungan Tim Evaluasi dan Observasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Laboratorium Inovasi, Menara Balai Kota, Rabu (7/8/2019).

Kunjungan Tim Kemenpan RB untuk evaluasi dan verifikasi lapangan inovasi dari Balitbangda Kota Makassar yaitu Laboratorium Inovasi Berbasis Kemitraan (Labinov Beken) yang telah masuk dalam TOP 99 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) untuk Top 45 Tahun 2019.

Dihadapan tim verifikasi, Iqbal Suhaeb menjelaskan sebagai laboratorium inovatif berbasis kemitraan. Labinov mengumpulkan best practise dari berbagai stake holder yang ada, begitu juga dari pemerintah daerah atau masyarakat umum dari berbagai daerah Kawasan Timur Indonesia.

Menurutnya, Labinov Beken juga bermitra dengan berbagai stakeholder, baik dari dalam maupun luar negeri seperti dengan United Nations Development Program (UNDP), Yayasan Bakti, Pulse Lab Jakarta, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Kemenristekdikti beserta lembaga perguruan tinggi dari berbagai daerah.

“Labinov Beken sudah kami presentasikan di Kemenpan RB saat Labinov Beken mewakili Kota Makassar pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 pada bulan Mei lalu di Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Fika Zaviera Remalia bersama Zakaria Wahab dari Kemenpan RB melakukan tanya jawab seputar evaluasi pemanfaatan Labinov Beken. Tanya jawab tentang bagaimana implementasinya dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi pelayanan publik kepada masyarakat dengan tidak berbasis bisnis ataupun profit.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Balibangda Kota Makassar Aryati Puspa, Kepala Laboratorium Inovasi Khairil Anwar, Kepala bidang Pengembangan Inovasi dan Teknologi Lasmana.

Iqbal Suhaeb Tinjau Pelayan Kantor Camat Panakkukang dan Mamajang

Zonamakassar.com, Makassar – Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb meninjau langsung pelayanaan di dua kantor camat yakni Panakkukang dan Mamajang usai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di kantor Balai Kota Makassar.

Iqbal yang tiba di kantor Kecamatan Panakkukang disambut Camat Panakukang Tahir Rasyid. Iqbal langsung memasuki ruang pelayanan di ruang depan kantor kecamatan seraya bercakap – cakap dengan warga yang sementara menunggu giliran mengurus administrasi kependudukannya di kantor camat.

Saat memasuki ruang pelayanan KTP, Iqbal menanyakan kepada staff kendala apa saja yang dihadapi saat melayani warga mengurus administrasi kependudukan.

“Tidak ada kendala yang berarti untuk pelayanan KTP semuanya lancar, hanya saja kalau blangko KTP habis kita berikan surat keterangan sementara, begitupun kalau jaringan sementara off line,” kata staf Kecamatan Panakukang.

Mini War Room yang berada di ruang tengah kantor kecamatan tidak luput dari pantauan Pj Wali Kota Iqbal. Demikian pula dengan ruang PPAT dan ruang bermain anak beserta ruang laktasi Balita yang dikhususkan bagi ibu menyusui.

“Untuk ruang laktasi perlu dipasangkan papan pemberitahuan jika sedang digunakan ibu – ibu bila menyusui anaknya,” ucap Iqbal saat memasuki ruangan tersebut.

Demikian pula saat Iqbal meninjau Kantor Kecamatan Mamajang, Pj wali kota yang didampingi Sekcam Mamajang Andi Akbar juga memantau ruangan pelayanan publik yang berada di kantor Kecamatan Mamajang.

Camat Makassar Minta Lurah Beri Pelayanan Maksimal ke Warga

Zonamakassar.com, Makassar – Camat Makassar, Ruly berkomitnen memberikan pelayanan terbaik untuk warga di Kecamatan Makassar. Ia katakan, hal itu tidak membuatnya ragu untuk memimpin, lantaran Ruly pernah menjabat di wilayah.

“Kita ini adalah pelayan masyarakat, di manapun ditugaskan, harus beri pelayanan yang maksimal,” paparnya, Selasa kemarin.

Setelah bertugas, Ruly langsung berkoordinasi mengadakan rapat dengan sekretaris camat dan para lurah, supaya pelayanan bisa dimaksimalkan. Ruly juga membuka dan melaksanakan kegiatan serah terima fisik bersama lurah lama dan lurah yang baru.

“Saya harapkan semua program pemerintah Kota Makassar dapat berjalan maksimal dan lancar. Baik di kantor maupun di wilayah. Seperti kebersihan dan menata lorong,” urainya.

Indeks Kepuasan Pelayanan Naik, DPMPTSP Makassar: Pentingnya Kenyamanan

Zonamakassar.com, Makassar – Indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar mengalami peningkatan.

Pada semester I Tahun 2019, IKM DPM-PTSP Makassar berada pada angka 89,60. Meningkat sebesar 8,5 poin dibanding semester I pada tahun 2018 lalu dengan poin 81,06.

Kabid Advokasi Kebijakan Data Informasi Layanan Pengaduan, Reza Nugraha mengatakan, capaian ini tidak terlepas dari komitmen DPM-PTSP Makassar untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga.

“Dari survei yang dilakukan semester pertama per Januari sampai Juni 2019 dimana nilainya adalah 89,60 poin. Itu mencakup 9 indikator unsur pelayanan,” ungkap Reza Nugraha, Rabu (24/7/2019).

Lebih lanjut, Reza Nugraha menyebut angka indeks ini termasuk kategori A atau sangat baik dalam cakupan sembilan indikator pelayanan yang tersedia di DPM-PTSP Makassar.

Sentralisasi pengurusan perizinan melalui Mall Pelayanan Publik PTSP Bintang Lima dinilai oleh Reza Nugraha, mempengaruhi peningkatan kepuasan masyarakat.

“Tentunya tahun ini sangat berpengaruh ketika PTSP sudah membuka layanan di PTSP bintang lima di Kantor Balaikota, di mana masyarakat dapat menilai pentingnya kenyamanan dan kecepatan dalam proses pengurusan izin menjadi salah satu indikator yang utama bagi masyarakat,” pungkasnya.

Meski IKM meningkat, pihak DPM-PTSP enggan berpuas diri. Reza Nugraha menyebut pihaknya tetap konsisten terhadap komitmen untuk memberikan pelayanan pengurusan perizinan yang prima bagi warga.

Berdasarkan informasi yang diterima survei dilakukan oleh pihak ketiga, yakni Garis Bumi Consultant. Survei semester I 2019 ini sedikitnya melibatkan 377 orang warga sebagai responden.

Di Depan Tim Penilai, Iqbal Suhaeb Kenalkan Program Labinov Beken

Zonamakassar.com, Makassar – Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb memaparkan inovasi program unggulan di depan tim penilai ajang Top 99 Kompetisi Pelayanan Publik 2019 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI.

Di ajang tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Makassar turut serta mempresentasikan inovasi yang dinamai Laboratorium Inovasi Berbasis Kemitraan (Labinov Beken), Jumat (5/7/2019).

Di hadapan dewan juri, Iqbal S Suhaeb memaparkan keunggulan Labinov Beken. Inovasi ini berfungsi sebagai penghubung dan wadah bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Perusahaan Daerah, dan masyarakat sebagai pengguna layanan dalam menerima pendampingan dari berbagai pihak yang bermitra (penta helix) dengan Labinov Beken untuk merancang, melakukan proses riset, inkubasi, dan menguji solusi.

“Labinov Beken menggunakan konsep 5D, yakni drum up, diagnose, design, delivery dan display. Novelty (kebaruan) yang terdapat pada Labinov Beken yakni dilengkapi dengan ruangan representatif yang diperuntukkan tidak hanya bagi SKPD dan Perusada, melainkan juga bagi dunia usaha, media, masyarakat dan lembaga kemasyarakatan lainnya dalam mengembangkan kreativitas yang nantinya menjelma menjadi living lab yang dapat bernilai komersil serta menjadi wadah stimulan bagi lahirnya entrepreneur-entrepreneur baru,” papar Iqbal Suhaeb.

Labinov Beken disebut juga berbasis kemitraan karena dalam pelaksanaannya bermitra dengan berbagai pihak, di antaranya United Nations Development Program (UNDP), Yayasan Bakti, Pulse Lab Jakarta, Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Kemenristekdikti serta lembaga perguruan tinggi yang ada di Kota Makassar.

Di sisi lain, dalam melaksanakan operasionalnya, Labinov Beken didukung dengan anggaran yang bersumber dari APBD dan kemitraan lainnya yang diperkuat dengan Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 41 Tahun 2019 tentang Laboratorium Inovasi Daerah.

Labinov Beken merupakan program yang bersifat pendampingan, asistensi, dan fasilitasi terhadap semangat dan aksi nyata dalam berinovasi menggunakan pendekatan cara berpikir kreatif dan praktis serta berpusat pada manusia dalam memecahkan masalah.

“Esensi dari design thinking adalah menggabungkan empati, kreativitas, dan pikiran rasional dalam pemecahan masalah. Dengan pendekatan ini diharapkan hadir sebuah solusi kreatif dan inovatif yang berbasis kebutuhan manusia (warga) untuk permasalahan yang dihadapi oleh Kota Makassar,” terang Iqbal.

Di samping itu, dengan menggunakan konsep 5D, maka seluruh proses kelahiran inovasi akan bermuara pada diseminasi inovasi, salah satunya berupa pengorbitan inovasi melalui pameran atau dengan mengikutkan kompetisi. Inovasi-inovasi tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam melaksanakan sistem kerja, Labinov Beken menerapkan empat pendekatan laboratorium kolaboratif, laboratorium kebijakan interaktif, laboratorium kemitraan, dan laboratorium transformatif. Pendekatan itu dilakukan dengan pelibatan penta helix, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, media, dan komunitas masyarakat seperti start-up dan LSM.

Kepala Balitbangda Makassar, Suwikyo mengatakan sebelum adanya Labinov Beken, inovasi yang terdapat pada Pemerintah Kota Makassar, khususnya yang berada di setiap SKPD tidak terkoordinir, cenderung berjalan sendiri -sendiri, tidak ada pendampingan dalam pengembangannya, dan belum ada wadah yang dapat menjadi tempat dalam melakukan inkubasi terhadap inovasi-inovasi tersebut.

“Setelah dibentuknya laboratorium inovasi sejak tahun 2017 telah dilakukan pendataan dan pendampingan inovasi sebanyak 142 inovasi, tahun 2018 berjumlah 185 inovasi, dan sampai saat ini (Juni 2019) sebanyak 218,” rinci Kaban Suwiknyo.

Inovasi tersebut beberapa di antaranya berhasil menjuarai lomba inovasi baik skala provinsi, nasional maupun internasional, seperti Home Care penghargaan Sinovik Tahun 2016, Lorong Sehat (Longset) dan Dongeng Keliling (Dongkel) Tahun 2017. Inovasi Pete-pete Anak Sekolah (Pasikola) pada kategori smart mobility of transportation.

Pasca Libur Lebaran, Camat Tamalate Minta Pelayanan Ditingkatkan

Zonamakassar.com, Makassar – Hari pertama masuk kantor pascalibur lebaran, camat Tamalate Fahyuddin Yusuf memimpin langsung pelaksanaan upacara penaikan bendera merah putih yang diselenggarakan di halaman Kantor Camat Tamalate, Jln. Danau Tanjung Bunga Makassar, Senin (10/06/2019).

Camat Tamalate Fahyuddin Yusuf berharap dengan berakhirnya masa libur lebaran, pelayanan sudah berjalan normal dan siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Pelayanan itu baik di tingkat kelurahan maupun di tingkat kecamatan.

“Saya berharap pelayanan di tingkat kelurahan, maupun di kecamatan sudah berjalan dengan normal dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tidak ada lagi pegawai yang menambah liburannya apapun itu alasannya,” kata Fahyuddin.

Selain itu Fahyuddin juga berharap pegawai maupun pejabat mampu bekerja dengan giat, dan bekerja sesuai dengan standar yang ditetapkan, serta mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

“Jabatan adalah amanah yang dipercayakan kepada Anda, bekerjalah sesuai aturan dan standar yang ditetapkan, keluarkan kemampuan terbaik Anda, kesuksesan dimulai dari kerja keras dan doa yang ikhlas,” tutup Fahyuddin.