Pemain PSS Rasakan Dampak Boikot Suporter di Piala Presiden

ZonaMakassar.Com, Sleman – PSS Sleman melawan Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, sepi penonton. Super Elang Jawa merasakan dampak instan dari hal itu.

Suporter fanatik PSS, Brigata Curva Sud (BCS) menepati ancamannya ke PT Putra Sleman Sembada (PSS), yakni memboikot seluruh pertandingan PSS hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Pertandingan Piala Presiden 2019 menjadi buktinya.

Tidak adanya dukungan langsung dari puluhan ribu suporternya di tribune stadion dirasakan oleh pemain. Laskar Sembada kalah 0-2 dari Madura United.

“Sedikit ada pengaruh,” kata kapten PSS, Bagus Nirwanto seusai pertandingan, Selasa (5/3/2019).

“Tapi yang penting dari kami sendiri, meski tidak ada atau ada suporter, kalau kami ingin menang pasti ada greget di situ,” ujarnya.

Di sisi lain, Bagus menilai permainan Madura United sangat bagus. Pemain PSS disebutnya kesulitan mengantisipasi kecepatan pemain Madura United.

“Madura sangat bagus, sulit antisipasi bola dan kecepatan mereka. Yang penting kami ambil poin untuk maju ke depan lebih baik untuk PSS Sleman,” imbuhnya.

Pertandingan PSS Sleman melawan Madura United sore tadi memang terbilang sepi penonton. Pemandangan di tribune stadion tak seperti biasanya yang penuh sesak dengan kehadiran BCS maupun Slemania.

Demo Penolakan Tayang Berujung Anarkis, Produser ‘DILAN 1991’ Lapor Polisi

ZonaMakassar.Com, Makassar – Jelang perilisan DILAN 1991, sekelompok mahasiswa di Makassar melakukan penolakan penayangan film besutan Fajar Bustomi tersebut. Alasannya karena menganggap karakter Dilan mengajarkan sikap yang tidak memuliakan sosok guru atau tenaga pengajar.(28/2/2019)

Drama remaja dengan bintang Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla akhirnya tayang pada Kamis hari ini (28/2/2019). Aksi pemboikotan rupanya benar-benar dilakukan sekelompok mahasiswa dengan mendatangi jaringan XXI di Mall Panakukang. Mereka mendatangi lokasi sekitar pukul 18.00 WITA.

1. Tindak Anarkis

Terlihat dari video yang diunggah akun Instagram @makassar_iinfo, sekelompok mahasiswa itu melakukan tindak anarkis. Dimulai dari membuat ricuh di depan pintu lobi diduga setelah dapat larangan masuk oleh sekuriti, lalu mereka merusak barang milik bioskop.

Melihat hal ini Ody Mulya Hidayat selaku produser mengaku kecewa. Menurutnya film adaptasi novel bestseller karya Pidi Baiq itu telah dinyatakan lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF) sehingga seharusnya sudah aman untuk patokan usia yang disasar yakni 13+.

“Film Dilan 1991 sudah lulus sensor LSF dan semua adegan tidak ada masalah,” katanya dikutip KapanLagi.com.

2. Bawa ke Ranah Hukum

Karena meresahkan, Ody Mulya Hidayat berencana melaporkan aksi ini pada pihak kepolisian setempat. Ia bahkan sudah menyiapkan pengacara.

“Karena sudah menjurus ke arah anarkis, tim saya di Makassar akan melaporkan ke polisi masalah ini. Kami sudah menyiapkan pengacara,” tandasnya.