Ajak Pemuda Sukseskan Pemilu, Kepala Dispora Makassar: Makassar Harus Kondusif

Zonamakassar.com, Makassar – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Makassar meminta peran pemuda dalam menjaga situasi dan kondisi Kota Makassar agar senantiasa aman dan kondusif usai hajatan lima tahunan, Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Kepala Dispora Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar di halaman Gedung Pemuda, Jalan AP. Pettarani, Sabtu (1/6/2019).

“Terima kasih telah menjaga kondusifitas Kota Makassar selama proses politik Pemilu sehingga Kota Makassar senantiasa dalam kondisi aman,” ungkap Achmad Hendra Hakamuddin.

Sebagai gerbang penghubung Timur dan Barat Indonesia, kata Achmad Hendra, Kota Makassar merupakan kawasan strategis yang harus dijaga agar tetap kondusif.

Dia mengaku kekuatan dan potensi pemuda Makassar sangat dibutuhkan. Achmad Hendra menyebut 30 persen dari total penduduk Kota Makassar adalah kaum muda.

“Pemuda adalah pondasi sekaligus harapan masyarakat kita. Secara demografis, populasi pemuda cukup signifikan, 30 persen lebih dari total jumlah penduduk Kota Makassar,” katanya.

Oleh karenanya, dia mengajak KNPI Makassar yang merupakan mitra Dispora agar menggali potensi pemuda yang dapat memberi kontribusi lebih bagi Makassar.

Pengamat : Pemilu 2019 Milik Nasdem

ZonaMakassar.Com, Makassar – Bergerak tenang, Partai NasDem berhasil menarik perhatian publik dalam perhelatan Pemilu 2019. Partai yang baru berusia tujuh tahun serta baru dua kali mengikuti pemilu itu sukses menjadi partai dengan peningkatan elektoral paling signifikan dari Pemilu 2014 dibandingkan partai lain.

Sekadar catatan, pada Pemilu 2014 NasDem masuk ke parlemen dengan elektabilitas 6,7 persen. Kini, berdasarkan data yang ada di laman Komisi Pemilihan Umum (KPU), NasDem berhasil melesat menjadi empat besar partai peraih suara terbanyak dengan elektabilitas sebesar 10,28 persen. Catatan ini meningkat sekitar 3,5 persen dibandingkan dengan Pemilu 2014.

Keberhasilan NasDem meningkatkan elektabilitas dalam Pemilu kali ini tidak terlepas dari kerja keras dan investasi jangka panjang baik dilakukan kader maupun Ketua Umum, Surya Paloh. Sejak awal, NasDem konsisten menerapkan politik tanpa mahar serta total memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pakar politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai Pemilu 2019 secara tidak langsung dimiliki NasDem. Ketika partai-partai lain gagal mendongkrak perolehan suara di Pemilu 2019, perolehan suara NasDem justru melonjak. PDI Perjuangan sebagai partai peraih suara terbanyak di Pileg kali ini pun hanya meningkatkan suara sebesar satu persen dibandingkan dengan Pemilu 2014.

“Suka tidak suka, Pemilu 2019 ini sebetulnya milik NasDem. Dari 2014 yang cuma 6,7% menjadi 10% berdasarkan penghitungan riil sementara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU),” kata Adi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 25 April 2019.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia menuturkan, setidaknya ada sejunlah faktor yang membuat NasDem mampu meraih hasil positif dalam Pemilu 2019. Misalnya, sikap politik tanpa mahar, penentuan caleg tiap daerah pemilihan, serta konsistensi NasDem sebagai partai pendukung pemerintahan Joko Widodo.

“Ini tidak terlepas dari berkah NasDem yang sejak awal menjadikan Jokowi sebagai brand yang terus dijaga NasDem sejak awal. NasDem sama sekali tidak khawatir mengusung Jokowi meskipun berisiko suara pemilih disedot oleh PDIP,” tutur dia.

NasDem memang serius menatap Pemilu 2019. Ini bisa terlihat dari cara NasDem memilih caleg-caleg berkualitas untuk bertarung di setiap daerah pemilihan (dapil). NasDem mengusung caleg yang berpotensi besar menang di tiap dapil. Tidak adanya mahar politik, menjadi magnet bagi para politikus menjadikan NasDem kendaraan politik mereka.

“Banyak juga caleg yang sukarela pindah ke NasDem untuk maju bersama NasDem. Mulai dari kepala daerah, mantan kepala daerah maupun para caleg petahana dari partai lain. Itu artinya NasDem memiliki satu daya tarik sebagai kendaraan politik di mata politisi,” papar dia.

Dari 575 caleg DPR yang diusung NasDem, 50 caleg di antaranya merupakan petahana. Artinya, mereka ialah orang yang telah punya basis massa pada Pemilu 2014. Sebanyak 15 dan 50 caleg petahana itu juga merupakan pindahan dari partai lain.

NasDem mendapat setidaknya tujuh caleg petahana dari Hanura, partai yang dilanda konflik internal awal tahun lalu. Selain itu, sejumlah mantan kepala daerah juga maju sebagai caleg dari NasDem.

Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman mengatakan para caleg petahana dan mantan kepala daerah yang bergabung ke NasDem memiliki modal sosial besar. Mereka terbukti telah lolos ke DPR atau memenangkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) sebelumnya.

“Kenaikan suara NasDem dipengaruhi pemilihan caleg petahana, termasuk dari partai lain, dan mantan kepala daerah,” tutur Ikrama.

Ikrama menilai, kampanye politik tanpa mahar yang diusung NasDem cukup banyak dibicarakan. Secara tidak langsung, mirip dengan program anti poligami ala Partai Solidaritas Indonesia (PSI) atau janji pemberlakuan surat izin mengemudi (SIM) seumur hidup yang dikampanyekan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Program itu, meskipun menuai kontroversi, namun banyak dibicarakan publik jelang Pemilu 2019.(MDC)

Ini Daftar 30 Negara Ucapkan Selamat Atas Penyelenggaraan Pemilu ke Jokowi

Jokowi saat kampanye rapat umum Akbar di Karebosi Makassar bersama Wali kota Makassar dan Gubernur Sulsel Maret 2019

ZonaMakassar.Com, Makassar – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Armanatha Nasir mengatakan, sebanyak 30 negara memberikan ucapan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi karena penyelenggaraan Pemilu 2019 di Indonesia berjalan dengan lancar. Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh kepala negara dan ada yang melalui sosial media.

Tiga kepala negara yang menyampaikan langsung kepada Jokowi antara lain, PM Malaysia Mahathir Mohamad, PM Singapura Lee Hsien Loong, dan Presiden Turki Erdogan. Mereka secara langsung menelepon Jokowi via telepon, sehari setelah pencoblosan pemilu pada 18 April 2019.

“Memang ada sekitar 20 negara yang menyampaikan ucapan selamat kepada Indonesia atas pelaksanaan pemilu yang lancar, damai dan adil, melalui berbagai cara. Kepala negara yang telp langsung kalau tidak salah Turki, Malaysia, dan Singapore,” kata Armantha Nasir dikutip Liputan6.com, Sabtu (27/4/2019).

Adapun negara yang mengucapkan selamat atau memberikan komen positif terkait pelaksanaan pemilu Indonesia, baik melalui sosmed, release maupun ke media adalah Inggris, Korea Selatan, Palestina, Denmark, Thailand, Belanda, Afrika Selatan, Australia, Jerman, Kanada, Turki, dan Spanyol.

Perancis, Amerika Serikat, Afghanistan, Timor Leste, Iran, Singapore, Belgia, Norway, Rusia, Hongaria, Malaysia, Finland, Austria, Myanmar, Mesir, RRT, Vietnam, serta Pakistan juga memberikan selamat kepada Jokowi.

“Ada juga statement dari organisasi Internasional antara lain, UE (Uni Eropa), OKI (Organisasi Konferensi Islam),” sambung Dubes RI untuk Perancis itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima ucapan selamat dari sejumlah petinggi negara atas terselenggaranya Pemilu 2019 di Indonesia. Hal itu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Pelataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 18 April 2019.

“Tadi siang sampai sore kita telah menerima ucapan selamat dari PM Malaysia Mahathir Mohamad dan juga PM Singapura Lee Hsien Loong, dan juga Presiden Turki Erdogan dan juga 10 negara lainnya yang telah memberikan ucapan selamat atas suksesnya pesta demokrasi di negara kita,” ujar Jokowi.

Jokowi yang kembali maju di Pilpres 2019 bersama KH Ma’ruf Amin juga mendapatkan ucapan selamat dari para petinggi negara terkait capaiannya di Pilpres 2019. Juga terhadap seluruh masyarakat Indonesia yang mampu menciptakan pemilu yang damai.

“Beliau juga menyampaikan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia dan juga Jokowi dan KH Ma’ruf Amin atas keberhasilan Pemilu 17 April kemarin,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan hasil penghitungan suara real count pada Sabtu (27/4/2019) sore ini, paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih mengungguli pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Real count dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU pukul 14.45 WIB, menunjukkan suara yang masuk sebesar 42.32286%. Suara tersebut berasal dari 344.233 TPS.

Berikut hasil sementara real count dari Situng KPU:

Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 56,36 persen atau 36.443.052 suara.

Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 43,64 persen atau 28.213.323 suara.

Ketua KPU: Terlalu Dini untuk Simpulkan Pemilu 2019 Curang

Zonamakassarcom, Makassar – Ketua KPU Arief Budiman meminta publik tak terburu-buru menyimpulkan berhasil atau tidaknya Pemilu 2019. Sebab, saat ini tahapan pemilu masih terus berjalan.

“Menyimpulkan bahwa Pemilu 2019 gagal, Pemilu 2019 curang, menurut saya terlalu dini,” kata Arief dalam diskusi berjudul Silent Killer Pemilu Serentak 2019 di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (27/4/2019).

Arief menekankan, pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan transparan. Masyarakat maupun peserta pemilu bisa memantau proses pemungutan, penghitungan, hingga rekapitulasi suara.

Tak hanya itu, Arief juga mengklaim, partisipasi masyarakat pada pemilu juga tergolong tinggi.

“Yang jelas saya sampaikan, bahwa Pemilu 2019 adalah pemilu yang sangat transparan. Itulah yang kemudian memunculkan partisipasi banyak pihak di banyak tempat,” ujar Arief.

Arief menambahkan, setelah seluruh tahapan pemilu selesai, pihaknya bakal menggelar evaluasi. Gagal tidaknya pemilu dapat diketahui setelah proses evaluasi.

“Jadi silakan menyimpulkan apakah ini gagal atau apakah ini curang, nanti setelah seluruh proses selesai mari kita evaluasi sama-sama,” kata Arief.(**)

Mencoblos Bersama Istri, Deng Ical Berharap Pemilu Berjalan Lancar dan Aman

ZonaMakassar.com – Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal Mi bersama sang istri Mellia Fersini menggunakan hak pilihnya di TPS 036, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Rabu (17/4/2019),

Saat datang ke TPS, tampak orang nomor dua di Makassar tersebut memakai baju kemeja bermotif lontara. Sedangkan istrinya mengenakan pakaian baju kaos lengang panjang warna hitam polos dan jilbab warna coklat.

Sebelum mencoblos, Deng Ical sapaan akrabnya terlihat menyalami satu persatu warga yang sejak pagi antri ditempat pemungutan suara.

“Alhamdulillah hari ini saya bersama istri sudah menyalurkan hak suara, dan kelihatan semua berlangsung aman dan lancar,” ujar Deng Ical, ditemui usai nyoblos.

Dia berharap pemilu 2019 ini dapat berjalan lancar dan aman tanpa ada intervensi dari pihak tertentu, karna dengan begitu masyarakat bisa menggunakan hak suarannya sesuai dengan keinginan mereka.

“Jangan karena dikasih sembako, diintimidasi atau diintervensi dari orang tertentu kita memilih orang tersebut. Makanya disini ada dari pihak kepolisian dan panwaslu untuk memastikan bahwa masyarakat memilih sesuai dengan hati nurani mereka tanpa ada pengaruh dari orang lain,” katanya.

Usai memilih, Deng Ical lalu meninjau tempat pemungutan suara di TPS 31 yang terletak di SDN unggulan BTN Pemda, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini.

Gunakan Hak Pilih, Danny Pomanto: Saya Coblos Aura Karena Satu Partai

ZonaMakassar.com – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama istri dan anak menggunakan hak pilihnya di TPS 001 Maricayya Selatan, Mamajang, Rabu (17/4/2019).

Usai mencoblos Danny Pomanto mengaku lebih memilih mencoblos sang anak Aura Aulia Imandara Ramdhan yang merupakan Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai NasDem dibandingkan mencoblos sang istri Indira Jusuf Ismail yang merupakan Caleg DPR dari partai Perindo.

” Saya coblos anak (Aura), karena satu partai. Wajib mencoblos anak,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan yang menemuinya, Rabu (17/4/2019).

Danny pun berkelakar alasan dirinya lebih memilih Aura dibanding Indira, karena sudah sering mencoblos bersama istri.

“Kalau ibu kan sering dicoblos,”candanya.

KPU Musnahkan 39.839 Surat Suara Rusak Pemilu 2019

ZonaMakassar.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan (Sulsel) memusnahkan sebanyak 39.839 lembar surat suara rusak, Selasa (16/4/2019). Sejumlah surat suara rusak itu merupakan hasil penyortiran dari dua jenis surat suara Pemilu 2019 yaitu DPRD Provinsi dan Kabupaten/kota.

Sedangkan untuk pilpres, DPD, dan DPR RI tidak dilakukan di daerah ini. Pemusnahan surat suara rusak dilakukan di halaman kantor Tribun Timur. Pemusnahan surat rusak itu disaksikan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sejumlah surat suara rusak itu dimusnahkan dengan cara dipotong-potong.

“Sesuai instruksi dari KPU pusat, surat suara rusak hasil sortir harus dimusnahkan pada H-1 pelaksanaan pemungutan suara,”ujar Komisioner KPU Sulawesi Selatan Sarifuddin Jurdi.

Sarifuddin mengungkapkan, total surat suara yang dimusnahkan sebanyak 39.839 lembar. Dengan rincian untuk surat suara DPRD Sulawesi Selatan yang tersebar di 11 daerah pemilihan.

Yaitu dapil Sulsel 1, 1.235, dapil Sulsel II, 1.152, dapil Sulsel III, 2.389, dapil Sulsel IV, 792, dapil Sulsel V, 2.196, dapil Sulsel VI, 2.165. Kemudian dapil Sulsel VII, 1.196, dapil Sulsel VIII, 1.325, dapil Sulsel IX, 1.828, dapil Sulsel X, 1.120, dan dapil Sulsel XI, 2.820 lembar.

“Sementara untuk surat suara DPRD Kabupaten dan Kota, yang tertinggi Makassar 2.589 dan terendah Kabupaten Bone 419 lembar,”katanya.

518 Napi Lapas Makassar Akan Gunakan Hak Pilihnya di Pemilu 2019

ZonaMakassar.com – Ratusan narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Makassar, akan ikut serta dalam pemilihan umum (pemilu), calon legislatif dan presiden 2019, Rabu (17/4/2019) besok.

Kepala Lapas Makassar, Budi Sarwono bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan KPU Sulsel, agar para napi tetap ikut memberikan hak suaranya atau ikut melakukan pencoblosan untuk memilih caleg dan capres 2019, besok.

“Warga binaan di Lapas Makassar juga akan ikut mencoblos. Dan dalam catatan, terdapat 83 orang daftar pemilih tetap (DPT) dan 435 orang daftar pemilih tambahan (Dptb) dari 994 napi,” ucap Budi Sarwono, Selasa (16/4/2019).

Dia menyebutkan bahwa didalam Lapas Makassar, petugas KPU menyiapkan empat tempat pemungutan suara (TPS). Para napi nantinya akan memberikan hak suaranya ke TPS yang telah disediakan dan tidak dibatasi dengan waktu.

“Ada empat TPS. Dan prosedur pencoblosan itu sama dengan yang diluar, hanya tidak dibatasi waktu,” terangnya.

Diketahui, 17 April 2019, seluruh warga negara Indonesia akan memberikan hak suaranya dalam pemilihan calon legislatif dan presiden. Dan di Sulawesi Selatan sendiri, petugas keamanan dari TNI Polri telah diterjunkan ke lokasi atau daerah masing-masing untuk melakukan pengamanan agar pesta demokrasi lima tahun sekali ini bisa berjalan dengan tertib.

Sekda Makassar Berharap Pemilu 2019 Aman dan Tertib

ZonaMakassar.com – Sekretaris Daerah (Sekda) kota Makassar Muh Anshar menghadiri apel siaga pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Makassar di Lapangan Karebosi Makassar, Minggu (14/4/2019).

Anshar berharap pelaksanaan Pemilu 2019 bisa berjalan dengan aman dan tertib. Apalagi memasuki masa tenang, seluruh pihak, khususnya peserta Pemilu bisa menaati peraturan untuk tidak melakukan kampanye maupun melakukan politik uang.

“Pemilu tahun ini harus aman dan tertib,” ujarnya.

Anshar pun menjamin akan memberikan bantuan kepada Bawaslu untuk menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) Caleg dan Capres dengan menurunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar.

Sementara Ketua Bawaslu Sulsel La Ode Arumahi mengatakan saat masa tenang kampanye ini, Bawaslu punya tiga agenda penting yakni pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK), memastikan logistik Pemilu sudah siap di tempatnya masing-masing, dan melakukan patroli pengawasan mencegah politik uang dan pelanggaran Pemilu lainnya.

” Hari ini Bawaslu harus memastikan semua wilayah harus sudah bersih dari APK Caleg maupun Capres. Mulai tadi malam teman-teman Bawaslu Kabupaten/Kota sudah melakukan pembersihan APK bekerja sama dengan instansi pemerintahan,” ujarnya.

Untuk pengawasan politik uang saat masa tenang, Arumahi mengaku seluruh wilayah di Sulsel berpotensi adanya praktik politik uang. Hal tersebut, kata dia, berdasarkan hasil pemetaan Bawaslu terhadap sejumlah wilayah di Sulsel.

“Tentu kami punya catatan terhadap potensi pelanggaran di masing-masing wilayah, tetapi semua jajaran Pemilu harus turun serentak. Jangan terjebak dengan hasil apakah di sini potensi atau tidak politik uang. Semua wilayah berpotensi akan terjadi Money Politics (politik uang),” tegasnya.

Survei Indikator: Delapan Partai Tidak Lolos ke Parlemen

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi (kanan) disaksikan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan (tengah) dan Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate (kiri) memaparkan hasil survei  Indikator Politik Indonesia terkait “swing voters’ pada Pemilu 2019 di Jakarta, Rabu (3/4/2019). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)


ZonaMakassar.Com, Makassar – Hasil survei terbaru lembaga Indikator Politik Indonesia menunjukkan delapan dari 16 partai politik peserta pemilu tidak memenuhi ambang batas parlemen atau tidak lolos ke DPR RI, jika pemilu dilakukan saat ini.Rabu (03/04/2019).

Berdasarkan data survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia di Jakarta, Rabu (03/04), kedelapan partai itu memiliki elektabilitas di bawah angka empat persen yang merupakan syarat perolehan suara bagi partai untuk bisa duduk di parlemen.

Partai lolos ke parlemen versi Indikator (urutan sesuai elektabilitas):

1.PDIP 24,2 persen

2.Gerindra 11,7 persen

3.Golkar 11,5 persen

4.PKB 8,8 persen

5.Demokrat 8,7 persen

6.PKS 6,0 persen

7.Nasdem 5,7 persen

8.PPP 4,9 persen

Partai tidak lolos parlemen (urutan sesuai elektabilitas):

1.Perindo 2,6 persen

2.PAN 2,2 persen

3.Hanura 1,3 persen

4.PSI 1,3 persen

5.Berkarya 0,8 persen

6.PBB 0,6 persen

7.Garuda 0,2 persen

8.PKPI 0,2 persen

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan responden tidak tahu/tidak menjawab sebesar 9,2 persen. Jumlah responden belum bersikap tersebut menurutnya semakin menurun menjelang hari pencoblosan 17 April 2019.

Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan 22-29 Maret 2019, melibatkan 1.220 responden melalui wawancara tatap muka dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(**)