Danny – Fatma akan Bangun Mal Pelayanan Publik Demi Kenyamanan Warga Makassar

Zonamakassar.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar merencanakan pembangunan mal pelayanan publik demi kenyamanan dan keamanan warga Kota Makassar.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dalam sambutan pidatonya saat Rapat Paripurna di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Jalan Andi Pangeran Pettarani, Jumat (26/02/2021).

“Percepatan adalah kata kunci dan sangat membutuhkan teknologi tinggi dan juga gerakan massif sentuhan hati serta dukungan kenyamanan aksesibility yang terkoneksi demi Makassar yang berprestasi, penuh inovasi dan tidak mundur lagi, untuk mencapai kesejahtraan rakyat yang penuh arti. Kami akan segera membangun mal pelayanan publik yang bergengsi,” kata Danny yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi.

Demi mewujudkan rencana tersebut, Ia mengajak kepada semua Partai Politik (Parpol) untuk bersinergi membangun Kota Makassar yang lebih baik lagi.

“Program ini akan mulus untuk dijalani kalau didukung dengan rakyat dan semua fraksi sehati. Bersama NasDem – Gerindra mari kita berkoalisi demi hari ini, hari nanti dan untuk menjaga Makassar dengan prestasi,” tuturnya.

Selain itu, dihadapan para legislator, dirinya menegaskan akan segera memperbaiki tata kelola birokrasi untuk menciptakan pemerintahan bersih.

“Semua inovasi hubungan akan kami aktifkan kembali dan akan secepatnya memperbaiki birokrasi, menegakkan promosi dan demokrasi, membersihkan kolusi dan indikasi korupsi,” tegasnya.

“Memperbaiki program aksi yang bukan solusi, memperkuat program kerakyatan yang menjadi aspirasi, pelayanan publik segera akan kami total benahi, karena inilah visi misi Danny Fatma tentang birokrasi,” tambah Danny.

Sebelumnya Danny – Fatma resmi dilantik oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (26/2/2021) jam 9 pagi.

Pemkot Makassar Lanjutkan Pembatasan Jam Malam Hingga Pukul 22.00 WITA

Zonamakassar.com, Makassar – Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin tetap melanjutkan pembatasan jam malam untuk seluruh pelaku usaha, dari warkop, kafe, restoran, hingga mal. Pelaku usaha sudah harus menutup usahanya pukul 22.00 Wita.

Dalam surat edarannya Pemkot Makassar melanjutkan Jam Malam operasional bagi pelaku usaha dan tempat umum mulai hari ini 26 Januari hingga 9 Februari 2021

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 003.02/26/S.Edar/Kesbangpol/I/2021 yang diteken Rudy Djamaluddin di Makassar, Selasa (26/1/2021).

Surat edaran tersebut dibuat berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tanggal 06 Januari 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19 dan Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 51 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penerapan Humum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Sebelumnya Pemkot Makassar membatasi Jam malam mulai pukul 22.00 WITA mulai tanggal 12 Januari hingga 26 Januari 2021.

Ada empat poin yang jadi atensi dari edaran ini, yakni fasilitas umum seperti cafe, mall, restaurant, rumah makan, warkop, dan game center serta kegiatan berkumpul dan mengumpulkan orang diizinkan sampai jam 22.00 wita.(*)

Setelah Lama di Tutup, Bioskop di Makassar akan di Izinkan Buka Kembali

Zonamakassar.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar mengisyaratkan memberikan izin pembukaan kembali seluruh bioskop yang selama ini ditutup menyusul mewabahnya virus Corona (Covid-19).

Izin operasional ini akan diberikan disertai dengan sejumlah aturan ketat tentang penerapan protokol kesehatan yang wajib diberlakukan di seluruh bioskop di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Rencana pembukaan kembali sarana hiburan ini mengemuka pada pertemuan antara Pj Wali Kota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin dengan sejumlah pengusaha bioskop di Gedung Balaikota Makassar, Senin (2/10/2020).

“Kita ingin mendorong ekonomi masyarakat agar kembali bergerak di tengah pandemi. Namun syaratnya itu tidak boleh memperburuk upaya pengendalian Covid-19 yang selama ini kita lakukan secara bersama-sama. Meskipun beberapa waktu lalu kita juga mensyukuri status Makassar dikategorikan sebagai zona oranye, namun itu tidak boleh sedikitpun membuat kita lengah, virus Covid-19 masih gentayangan dan masih mengintai kita,” jelas Prof Rudy.

Terkait permintaan sejumlah pelaku usaha bioskop agar bioskop kembali diizinkan untuk dibuka, Prof Rudy memberikan tanggapan.

“Sebenarnya sama saja dengan izin pesta pernikahan. Selama protokol kesehatan bisa dipastikan berjalan tentu saja bisa direkomendasikan untuk dibuka. Prinsipnya, seluruh potensi yang bisa memicu penularan agar dihindari, kita terapkan sanksi tegas jika ditemukan ada pelanggaran,” ungkap Prof Rudy.

Sementara itu, Sekda Kota Makassar, M.Ansar yang juga hadir dalam pertemuan tersebut berujar, pengawasan secara langsung harus dilakukan secara terus menerus, termasuk memastikan sirkulasi udara di dalam gedung bioskop berlangsung secara terus menerus, pemasangan CCTV di seluruh ruangan bioskop, termasuk sterilisasi ruangan setiap saat.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Kota Makassar menyarankan agar penjualan tiketnya bisa dilakukan secara online sehingga mengurangi interaksi langsung. Sedangkan Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Makassar, Andi Bukti Djufrie mengingatkan komitmen seluruh pengusaha bioskop untuk menaati seluruh kesepakatan yang dibuat, termasuk ancaman sanksi yang diatur di Perwali 51 dan 53. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah lainnya yang terkait terlihat hadir diantaranya Kepala Bapenda Makassar, Irwan Adnan, termasuk perwakilan dari Dinas Kesehatan, BPBD dan Dinas Kominfo.

Sementara itu, Ahmad Yani Hafid, Area Manager XXI Wilayah Indonesia Timur saat berbicara menyampaikan sejumlah komitmen dan persiapan yang dilakukan demi memastikan berjalannya protokol kesehatan di gedung bioskop.

“Kita akan melaksanakan seluruh poin-poin dalam kesepakatan, baik itu kapasitas penonton, penerapan protokol kesehatan, termasuk larangan aktifitas makan minum selama pemutaran film berlangsung,” paparnya.

Dalam pertemuan ini, disepakati untuk dibuat surat kesepakatan bersama yang akan ditandatangani seluruh stakeholder yang terkait. (ril)

Setelah di Tolak beberapa Daerah, Kapal Pesiar Akan Bersandar di Makassar

Zonamakassar.com, Makassar – Sebanyak 44 penumpang kapal pesiar Australia, Coral Adventure, dinyatakan sehat dan dibolehkan turun untuk berwisata ke Makassar. Penumpang akan mengunjungi Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang di dekat Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.
“Penumpangnya itu 44, tambah kru 34 orang, ini dari Australia semua. Sudah ada (petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar) yang ke sana (periksa). Rencana besok (Kamis 12/3) pagi jam 08.00 Wita sudah sandar dan (penumpang) bisa turun,” ujar Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Rabu (11/3/2020) malam.
Iqbal menyebut hanya 44 penumpang kapal yang akan turun di Makassar. Kapal hanya 4 jam singgah di Makassar untuk selanjutnya melanjutkan pelayaran ke daerah lain.
“Mereka (penumpang) hanya akan berfoto-foto di Fort Rotterdam, setelah itu makan siang di hotel,” katanya.
Sebanyak 44 penumpang kapal tersebut tidak akan kembali naik kapal. Usai makan siang di salah satu hotel di Makassar, para penumpang akan menuju Bandara Internasional Hasanuddin untuk kembali pulang ke Australia.
Iqbal menegaskan, meski para penumpang dan kru kapal sudah diperiksa secara ketat oleh petugas KKP Kelas I Makassar di 2 mil laut dari Makassar pada siang tadi, saat penumpang turun dari kapal, mereka akan kembali diperiksa.
“Kalau turun (dari kapal) tetap akan berlaku lagi thermal scanner. Jadi pada waktu nanti turun dari kapal tetap ada protokol pemeriksaan yang standar lagi,” ucapnya.
Iqbal meminta warga Makassar tetap tenang dan tidak panik atas sandarnya Kapal Coral Adventure di Makassar. Datangnya wisatawan asing akan memberi citra baik bagi pariwisata di Makassar.
“Dibanding dengan negara tetangga lainnya Australia termasuk yang tidak terlalu banyak orang yang terkena. Sehingga pemerintah pusat pun belum menganggap bahwa orang-orang dari Australia itu harus dicurigai karena kebijakan pemerintah menganggap belum sampai bahwa warga Australia itu bisa sebagai (positif) Corona,” jelasnya.

Iqbal Suhaeb Sebut Penghargaan Implementasi SIPD Jadi Motivasi Melayani Rakyat

Zonamakassar.com, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berhasil meraih anugerah implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Piagam penghargaan diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar dr Hadijah Iriani di Ballroom Hotel Grand Paragon, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Makassar di bawah kepemimpinan Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb dinilai telah berhasil mengintegrasikan perencanaan dan penganggaran berbasis eleltronik ke dalam SIPD.

SIPD adalah sistem informasi yang memuat sistem perencanaan pembangunan daerah dan sistem keuangan daerah, serta sistem pemerintahan daerah yang lain, termasuk sistem pembinaan dan pengawasan pemerintahan daerah.

Implementasi SIPD didasarkan pada terbitnya Permendagri Nomor 70 Tahun 2019 yang secara otomatis mencabut Permendagri Nomor 98 Tahun 2018 tentang Sistem Informasi Pembangunan Daerah.

“Diharapkan seluruh pemerintah daerah segera menyesuaikan dan mengikuti arah Permendagri yang baru,” kata Mendagri Tjahjo Kumolo.

Kepala Bappeda Makassar Hadijah Iriani menyebutkan, Makassar telah menerapkan sistem informasi pembangunan daerah yang kemudian berubah menjadi SIPD dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Penghargaan ini adalah keberhasilan seluruh SKPD yang pasti prestasi kota Makassar harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Tentu jangan lupa arahan penjabat wali kota yang utama,” ucapnya.

Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menyampaikan suka cita, dan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran pemerintahannya yang kembali membuktikan jika Makassar bisa berprestasi.

“Alhamdulillah. Penghargaan ini memacu kita semakin termotivasi untuk menjadi pemerintah yang melayani rakyatnya. Terima kasih dukungan seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah kota Makassar,” sebutnya.

Hujan prestasi yang kini diraih lanjutnya, tidak boleh membuat jajaran pemerintah kota Makassar berpuas diri, namun harus disikapi dengan meneguhkan komitmen sebagai pelayan masyarakat.

Raih Top 45 Inovasi Pelayanan publik, Iqbal Suhaeb: Tantangan Pemkot di Masa Depan

Zonamakassar.com, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam satu hari ini berhasil meraih dua penghargaan dari pemerintah pusat. Sebelumnya Pemkot Makassar mendapatkan penghargaan Implementasi SIPD dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kali ini, Pemkot Makassar juga mendapatkan penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019 dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb di Istana Wapres RI, Selasa (15/10/2019).

Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 ini terdiri dari 8 kementerian dengan 9 inovasi, 4 lembaga sebanyak 4 inovasi, 5 provinsi dengan 5 inovasi, 16 kabupaten dengan 17 inovasi, 9 kota sebanyak 9 inovasi, dan 1 BUMN dengan 1 inovasi.

“Banyak kemajuan yang dilakukan pemerintah daerah untuk berinovasi dalam kerangka melakukan efisiensi dan efektifitas di bidang pelayanan publik,” kata Menteri PANRB RI Syafruddin.

Kompetisi inovasi pelayanan publik merupakan perwujudan gerakan One Agency One Innovation yang dimotori Kementerian PANRB RI. Kompetisi yang bisa diikuti oleh seluruh instansi pemerintah ini diselenggarakan sebagai pembinaan inovasi pelayanan publik dalam pelaksanaan reformasi birokrasi.

Tujuannya adalah pemberdayaan, pembelajaran, dan pengembangan untuk menyebarluaskan ide kreatif, gagasan, dan terobosan pelayanan publik di Indonesia guna percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Wapres JK dalam sambutannya mengatakan, inovasi merupakan keniscayaan bagi pemerintah daerah dalam menjawab dinamika yang berkembang.

“Sehingga daerah sedapat mungkin membuat terobosan positif dalam menjawab perkembangan tersebut dengan membuat dan menciptakan inovasi,” ujarnya.

sementara itu, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb merasa bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan apresiasi dan penilaian positif terhadap penyelenggaraan pelayanan publik di Pemkot Makassar.

“Sekaligus penghargaan ini merupakan tantangan untuk menciptakan inovasi lebih berkualitas di masa yang akan datang,” ucapnya.

Kepala Balitbang Makassar Nielma Palamba mengatakan Labinov Beken merupakan upaya Balitbang Kota Makasar untuk membantu OPD dalam membuat, mengkaji, input data serta melakukan supervisi, monitoring dan bimbingan teknis dalam mengaplikasikan sebuah inovasi.

“Labinov Beken juga berfungsi sebagai inkubator inovasi,” sebutnya.

Iqbal Suhaeb Sebut Kawasan Peduli Inflasi di Bontoala dan Manggala Sukses

Zonamakassar.com, Makassar – Program kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dengan Bank Indonesia (BI) tentang Kawasan Peduli Inflasi di Kecamatan Bontoala dan Manggala berjalan sukses.

Hal tersebut diakui Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb saat panen cabai, tomat dan sayuran di Kecamatan Bontoala dan Manggala, Sabtu (12/10/2019).

Panen cabai, tomat dan sayuran merupakan program pengendalian kawasan peduli inflasi pemerintah kota melalui Dinas Ketahanan Pangan kerja sama dengan Bank Indonesia.

Lokasi pertama kawasan peduli inflasi yang dikunjungi Iqbal adalah Kelurahan Timongan Lompoa, kecamatan Bontoala, Makassar. Di kelurahan ini, Iqbal melakukan panen cabai bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Timongan Lompoa, serta Camat Bontoala Syamsul Bahri.

Iqbal Suhaeb mengatakan program pengendalian inflasi merupakan salah satu wujud kepedulian pemerintah daerah dalam hal ini pemerintah kota Makassar untuk tersedianya kestabilan harga cabai di kota Makassar.

“Kita tahu salah satu produk yang sangat fluktuatif harganya saat ini adalah cabai, rangenya mulai dari belasan ribu sampe ratusan ribu per kilogramnya. Beberapa tempat malah cabai bisa per kilonya lebih dari seratus ribu jadi jangan kita sia-siakan pekarangan kita untuk dimanfaatkan menanam holtikultura apalagi saat panen lagi banyak, harganya sekitar belasan ribu,” ucapnya.

Selanjutnya, Iqbal menuju ke KWT kelurahan Bangkala RT 01/RW 07, kecamatan Manggala. Di lokasi ini, Iqbal didampingi Camat Bangkala Ansar bersama KWT melakukan panen tanaman holtikultura berupa sayur bayam dan sawi. Begitupun di RT 06/RW 05 kelurahan Bangkala, Iqbal juga memanen cabai, sayur kangkung, dan bayam.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar Sri Susilawati mengatakan hasil dari budidaya yang dilakukan kepada Kelompok Wanita Tani dalam menekan laju inflasi khususnya pada tanaman holtikultura yakni dengan melakukan beberapa tahapan.

Sri menyebut ada empat tahapan yang harus dilaksanakan dalam melakukan budidaya ini, diantaranya melakukan sosialisasi perkenalan kepada KWT, penumbuhan dan pengembangan dengan melakukan pendampingan oleh penyuluh, dan tahap terakhir adalah kemandirian.

“Kita berharap dari empat tahap tersebut selanjutnya KWT dapat menjalankan budidaya secara mandiri tanpa kita bantu. Mereka sudah dapat merasakan hasilnya, mereka dapat terampil untuk berbudidaya sendiri. Apalagi saat ini mereka sudah memasarkan hasil produknya di toko-toko retail dan rumah-rumah makan,” terangnya.

Kemenhub Jadikan Makassar Jadi Pilot Project Program SUTRI NAMA dan Indobus

Zonamakassar.com, Makassar – Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menandatangani nota kesepakatan (MoU) sinergi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan proyek percontohan Sustainable Urban Transport Indonesia Nationally Appropriate Mitigation Action (SUTRI NAMA) dan Indonesian Bus Rapid Transit Corridor Development Project (Indobus) dengan Kementerian Perhubungan RI yang diwakili oleh Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, dan Pemprov Sulsel yang diwakili Plt Kepala Bappeda Sulsel Rudy Jamaluddin, di Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019.
Sinergi ini bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft Internationale Zusammenarbeit (GIZ) yang mendapatkan mandat dari Pemerintah Republik Federal Jerman, Pemerintah Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara, dan Konfederasi Swiss yang diwakili oleh State Secretariat for Economic Affairs (SECO) Swiss.
“Tahun 2019 telah dilakukan pra studi kelayakan, 2020 studi kelayakan, 2021 persiapan konstruksi, dan Insya Allah tahun 2022 BRT akan beroperasi,” ucap Iqbal Suhaeb.
Program SUTRI NAMA dan Indobus merupakan program kerja sama antara pemerintah pusat (Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI), pemerintah kota, dan pemerintah provinsi.
Diharapkan melalui program ini kota – kota di Indonesia dapat berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim melalui kebijakan transportasi dan proyek infrastruktur yang berkelanjutan dan didukung oleh program nasional transportasi perkotaan.
“Ruang lingkup proyek SUTRI NAMA, meliputi proyek transportasi perkotaan yang berkelanjutan yang mencakup lima kota percontohan, salah satunya kota Makassar di Sulsel,” ungkap Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setiyadi.
Indobus merupakan komponen teknis tambahan dari program SUTRI NAMA untuk memberikan bantuan teknis kepada kota percontohan untuk melaksanakan sistem Bus Rapid Transit (BRT) dengan lajur khusus yang jumlahnya mencapai lima kota percontohan di Indonesia.
BRT adalah moda transportasi massal berbasis jalan. Lajur khusus BRT adalah sistem moda transportasi massal berbasis jalan yang merupakan elemen vital untuk memastikan bus dapat bergerak dengan cepat dan tidak terhambat oleh kemacetan.
“Adanya kerja sama ini diharapkan dapat menghadirkan moda transportasi massal (umum) yang dapat menjadi alternatif pilihan bagi warga Makassar sehingga dapat menekan tingkat polusi udara,” harap Iqbal.
MoU sinergi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan pilot project ini berdasarkan Perjanjian Pelaksanaan antara GIZ dan Kementerian Perhubungan RI tentang Proyek SUTRINAMA dan INDOBUS yang ditandatangani pada tanggal 18 Desember 2017 lalu.
Pertemuan pertama steering committee SUTRI NAMA dan Indobus pada 30 Oktober 2018 menetapkan empat kota percontohan, yakni kota Batam, Pekanbaru, Bandung, dan Semarang.
Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pertemuan ke dua steering committee SUTRI NAMA dan Indobus pada 4 September 2019 lalu, yang menetapkan Makassar sebagai kota percontohan ke 5.

Makassar Raih IGA 2019, Mendagri: Inovasi Daerah Permudah Birokrasi

Zonamakassar.com, Makassar – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menyerahkan penghargaan Innovative Goverment Award (IGA) 2019 kepada sejumlah pemerintah daerah, salah satunya kota Makassar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sendiri berhasil meraih IGA 2019 kategori kota terinovatif dari Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Selain Makassar ada delapan kota lainnya di Indonesia yang meraih penghargaan serupa yakni, Bogor, Cimahi, Bandung, Magelang, Surakarta, Malang, Bontang, dan Denpasar.

Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo kepada Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb disaksikan Kepala BPP Kemendagri RI Dodi Riyadmadji, dan kepala daerah se Indonesia di hotel Borobudur, jalan Lapangan Benteng Selatan, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2019) malam.

Kepala BPP Kemendagri RI Dodi Riyadmadji menyebutkan penghargaan IGA tahun 2019 merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada kabupaten, kota, dan provinsi yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi serta berprestasi dalam aspek kepemimpinan birokrasi dan sosial.

Ada empat kategori yang dikompetisikan tahun ini yakni, kategori daerah perbatasan (3 kabupaten), dan daerah tertinggal (2 kabupaten). Kategori kabupaten terinovatif (10 kabupaten), kota terinovatif (9 kota), dan provinsi terinovatif (5 provinsi).

“Visi inovasi daerah ke depan memang harus dapat mewarnai setiap gerakan pembangunan di seluruh Indonesia. Membangun inovasi juga sebagaimana yang selalu diharapkan oleh bapak Jokowi, di mana filosofi inovasi yang dapat memangkas jalur birokrasi, memangkas penggunaan waktu, dan biaya,” kata Mendagri Tjahjo Kumolo dalam sambutannya.

Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, usai menerima penghargaan menyampaikan terima kasih atas apresiasi pemerintah pusat terhadap pemerintahannya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah kota Makassar yang telah menunjukkan soliditas, kekompakan, dan kinerja terbaik hingga berbuah penghargaan.

“IGA 2019 menjadi penunjuk arah bagi pemerintah untuk bekerja maksimal menghadirkan pemerintahan yang melayani masyarakat,” kata Iqbal.

Tahun ini adalah tahun ke tiga Makassar mengikuti kompetisi IGA. Ada 109 karya inovasi dari berbagai SKPD lingkup Pemkot Makassar yang disertakan dalam kompetisi ini.

Penilaian berjenjang telah dilalui Pemkot Makassar mulai dari mengunggah inovasi ke sistem indeks inovasi daerah, menerima peninjauan lapangan oleh tim BPP Kemendagri RI hingga presentasi di hadapan tim penilai IGA 2019.

Di antara 109 karya inovasi yang diikutkan, ada sejumlah inovasi yang menjadi andalan kota Makassar diantaranya, Labinov Beken (Laboratorium Berbasis Kemitraan) dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang).

Shelter Warga dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Smart Auditing dari Inspektorat, Kupas Tas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Sikamaseta (Sistem Informasi Kepedulian Masyarakat Miskin Elektronik Data) dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Iqbal Suhaeb Minta Semua Stakeholder Partisipasi Meriahkan HUT Makassar

Zonamakassar.com, Makassar – Perayaan HUT Kota Makassar yang akan jatuh pada 9 November mendatang akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik. Rangkaian kegiatan tersebut akan mengajak seluruh warga kota Makassar untuk turut bersama-sama larut dalam perayaan.

Hal ini terungkap saat Penjabat Wali Kota Makassar bersama Sekretaris Daerah Kota Makassar memimpin rapat persiapan HUT Kota Makassar yang ke 412 tahun di ruang Sipakatau, Balai Kota, Senin (7/10/19).

Rapat yang dihadiri oleh seluruh pimpinan SKPD ini membahas berbagai persiapan sebagai rangkaian acara yang rencananya akan dihelat dengan sentuhan adat Bugis Makassar.

Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb saat memimpin rapat meminta agar seluruh stakeholder berperan aktif dan mulai melakukan persiapan sejak dini untuk event besar kota Makassar nantinya.

“Tolong untuk semua stakeholder tanpa terkecuali, mulai sekarang disusun apa saja yang akan dipersembahkan pada HUT mendatang. Event besar ini juga menjadi wadah bagi pemerintah kota berinteraksi langsung dengan warganya,” pinta Iqbal.