Dugaan Pencemaran Nama Baik, Putra Bungsu Nasran Mone Laporkan Lurah Pisang Selatan

Zonamakassar.com, Makassar – Putra bungsu Politisi Senior Narsan Mone, yakni Irfan Darmawan NM, Mendatangi Polrestabes Makassar bersama kerabat dan sahabatnya sekitar Pukul 22 : 00 Wita malam tadi, guna melaporkan Lurah kelurahan Pisang Selatan, Andi Rina Palawagau atas dugaan pencemaran nama baik. Minggu (15/9/2019).

Saat dikonfirmasi, Irfan Darmawan membenarkan hal tersebut, bahwa dirinya telah melaporkan Andi Rina Palawagau, Lurah kelurahan Pisang Selatan, Kota Makassar.

“Ya betul, laporan itu, Secara jelas dan segaja Andi Rina Palawagau mengomentari postingan link berita di grup WhatsApp Kabar Nusantara News yang mengatakan “Tapi Paballe Toli” ji Anak Nasran Mone”.

Sehingga atas dasar itu, Ippank Mone Sapaan Akrabnya melaporkan Andi Rina Pallagau dengan Pasal 27 ayat 3 UU ITE “Menyebut melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”

Jelas ini penghinaan dan pencemaran nama baik, apa lagi di grup WhatsApp yang beranggotakan sekitar 256 orang ini, ada beberapa Tokoh dan penjabat Pemerintah dan Swasta didalamnya”

Padahal, saya sudah coba untuk berkomunikasi dan memberi kesempatan dengan mengajak beliau untuk ketemu, yang harapannya bisa kami selesaikan dimeja perkopian, tetapi dia tidak temui saya hingga malam Pukul 20.00 (14/09), Sehingga persoalan ini saya laporkan di polrestabes Makassar. Ungkapnya saat dikonfirmasi Via Telepon Seluler

Yaa semoga saja ini akan menjadi pembelajaran buat kita semua dan siapa saja, agar untuk tidak semberaut dalam menggunakan media sosial (medsos)

“Sebagai lurah dan pejabat negara dia seharusnya menjadi contoh yang baik, bukan malah sebaliknya. Di zaman ini kita dimudahkan dalam berkomunikasi di media sosial (medsos) Akan tetapi, jangan digunakan ke hal yang bisa merugikan orang lain dan ini akan menjadi pembelajaran bagi khalayak untuk selalu menjaga lisannya,” tutup Irfan

Diketahui, dia juga mengomentari salah satu link berita di dalam group yang sama, berjudul ; “Dampingi Appi Kembalikan Formulir, Irfan Darmawan: Appi Paham Siri’na Pacce” Kemudian kembali dikomentari oleh Andi Rina Palawagaul “Paham Baru Pajak Bosowa Menunggak” (*)

Dirut PD Pasar Laporkan Akun Facebook Andi Dikman ke Polda Sulsel

ZonaMakassar.com – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya, Syafrullah geram dengan adanya tudingan terhadap dirinya oleh akun Facebook atas nama Andi Dikman Maddusila.

Akibat cuitan tersebut, Syafrullah melaporkan akun tersebut ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi selatan (Sulsel), Rabu (20/2/2019).

Syafrullah mengaku akibat cuitan Andi Dikman Maddusila sangat memojokkan dan merugikan dirinya, padahal isi status tersebut tidak benar adanya. Ia mengaku sudah melihat dan membaca postingan tersebut dan langsung melaporkan ke Polda Sulsel.

” Ini sudah sangat merugikan. Tulisan di facebook itu tidak benar, makanya saya melaporkan kejadian ini,” tegasnya.

Sekedar diketahui akun Facebook bernama Andi Dikman Maddusila menuliskan “Bagi pedagang2 kaki lima yg ingin beli atau kontrak lapakdi pasar sentral Makassar, kalian perlu waspada sebelum ada kecolongan dengan pengurus2 PD Pasar apalagi dgn Dirut yg barunya itu yg mata uang. Baru sebulan menjabat sudah beli satu rumah mewah dan 2 unit mobil mewah. Lagi lagi pasar jadi lahan korupsi yg baru tuk dijadikan santapan baru.”

DPD PPNI Jeneponto Laporkan Akun FB Dugaan Pencemaran Nama Baik

ZonaMakassar.Com, Jeneponto- Profesi perawat kembali menjadi sasaran penghinaan melalui sosial media, kali ini terjadi di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan.(18/02/2019)

Berawal dari ciutan status Facebook dari pemilik akun Facebook Inisial RD, yang menuliskan status.

Puskesmas Bangkala perawatnya tugasnya apa Ya, saya Antar keponakanku pergi diperiksa di Puskesmas Bangkala Allu, tapi disuruh Pulang ,dengan alasan sibuk, trus dia bilang Paracetamolmo dulu kasi minum, padahal keponakanku sudah menggigil kesakitan, tapi responnya kalau tidak gawat tidak usah di bawa kesini.. Tolong Pemerintah yg bersangkutan harap dipertanyakan.. krna sudah banyak pasien mengeluh karna Pelayanannya. Terima kasih “, status tersebut di posting oleh RD pada hari Sabtu, 16 Februari 2019 di Grup BERITA KOTA JENENPOTO (SULSEL).

Postingan Facebook oleh RD pada hari Sabtu, 16 Februari 2019 di Grup BERITA KOTA JENENPOTO


Selang beberapa menit setelah postingan tersebut di kirim beberapa tanggapan muncul di kolom komentar sehingga dianggap sebagai kalimat yang tidak pantas dilontarkan oleh RD kepada perawat ,”Issengi itu perawat anjing semua, bnyakji distu perawat tapi disruh plng “, kalimat tersebut yang menimbulkan reaksi kecaman dari seluruh perawat Jeneponto.

Menindaklanjuti hal tersebut, Rinal selaku Ketua DPD PPNI Kabupaten Jeneponto bersama beberapa petinggi organisasi langsung melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik profesi perawat tersebut ke pihak kepolisian.

“Ini sudah sangat merendahkan dan mencemarkan nama baik profesi perawat dengan menuliskan kata-kata Kotor, sehingga kita akan tempuh jalur hukum dan menyerahkan semuanya ke pihak yang berwajib” ,ujar Rinal sesaat setelah melaporkan akun Facebook RD di Polres Jeneponto 17 Februari 2019.

Peristiwa tersebut terjadi pada sabtu, 16 Februari 2019 sekitar pukul 20.30 wita, dan selang beberapa menit tereksposlah Status dari pemilik akun RD tersebut.

Pada saat itu kami sedang melayani pasien Kecelakaan lalu lintas dan beberapa pasien lainnya, kemudian datanglah seorang ibu membawa anaknya dengan keluhan demam, setelah saya tanya dan mengobservasi mengenai kondisi anak tersebut , saya sarankan untuk berobat jalan saja serta sudah ada obat minum paracetmaol dan tidak membutuhkan rawat inap, pada saat itu kondisi di ruang UGD sangat padat begitupun diruang perawatan.

Setelah diberikan penjelasan, ibunya mengerti lalu pulang secara baik- baik dan kami tdak pernah mengeluarkan kata-kata “pulang maki karena kami sibuk”, apalagi sampai mengusir seperti di tuliskan distatus FB tersebut, ungkap Masriyati salah satu perawat jaga di puskesmas Bangkala.

“Kami sangat menyesalkan kata-kata kotor yang di ditujukan ke profesi kami, apalagi mengekspos ke sosial media yang saya rasa ini adalah bagian dari pelanggaran UU IT dan pencemaran nama baik. Olehnya itu siapaun oknumnya harus kita kasi efek jerah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku mengingat hal ini telah mencoreng citra perawat ,dan berharap tidak akan terulang lagi hal yang serupa” , tutup Sudirman Efendi Ketua GNPHI Jeneponto.