Petrokimia Gresik Tetap Komitmen Dukung Program Kementan Di Pinrang

Zonamakassar.com, Makassar – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia berkomitmen mendukung penerapan program Kementerian Pertanian, yaitu Kartu Tani di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Hal ini disampaikan Vice President (VP) Penjualan Retail Wilayah II Petrokimia Gresik, Muhammad Ihwan F saat menemui Bupati Pinrang, Andi Ihwan Hamid (Selasa, 29/9).

Ihwan menyampaikan bahwa tanggung jawab Petrokimia Gresik adalah menyediakan pupuk

bersubsidi dan menyalurkan kepada petani sesuai penugasan pemerintah.

Dengan demikian, apapun skema subsidinya, baik melalui produsen maupun kartu tani, pihaknya siap

mendukung demi tercapainya ketahanan pangan nasional.

“Kabupaten Pinrang merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadi pilot project penerapan Kartu Tani.

Melalui skema ini, kami berharap celah oknum tertentu untuk melakukan penyelewengan dalam rantai distribusi pupuk bersubsidi dapat dihilangkan secara menyeluruh. Sehingga pupuk bersubsidi dapat tersampaikan kepada petani yang berhak,” ujar Ihwan.

Petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi, lanjut Ihwan, adalah petani yang luas lahannya maksimal 2 ha, tergabung dalam kelompok tani, dan telah menyusun e-RDKK.

Untuk itu, Ihwan mengimbau kepada seluruh pihak agar memastikan pupuk bersubsidi dapat tersalurkan kepada petani yang memenuhi kriteria tersebut.

Sementara itu, Petrokimia Gresik bertanggung jawab menyalurkan 4 (empat) jenis pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan, yaitu pupuk jenis ZA, SP-36, NPK Phonska dan Petroganik.

Khusus untuk Kabupaten Pinrang, serapan pupuk jenis ZA telah mencapai 91,39%, SP-36 sebesar 98,88%, NPK Phonska 94,58%, dan Petroganik 51,43%.

“Angka serapan pupuk bersubsidi tersebut relatif tinggi dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama,” ujar Ihwan.

Sedangkan, stok pupuk bersubsidi per Selasa (29/9) di Kabupaten Pinrang untuk jenis ZA sebesar 155 ton, SP-36 272 ton, NPK Phonska 136,8 ton, dan Petroganik 68 ton.

Untuk itu, Petrokimia Gresik menawarkan solusi dengan menghadirkan Mobil Uji Tanah di wilayah

Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Pinrang agar penggunaan pupuk bersubsidi oleh petani lebih efektif, namun dengan hasil yang optimal.

“Mobil Uji Tanah dapat menguji kandungan hara tanah sehingga pengunaan sarana produksi pertanian terutama pupuk dapat lebih efektif lagi”, tandas Ihwan.

Di sisi lain, Petrokimia Gresik juga menghadirkan beragam pupuk non-subsidi berkualitas

sebagai solusi bagi petani dalam menghadapi musim tanam Oktober-Maret (Okmar) atau

musim tanam kedua tahun ini.

Pupuk komersial tersebut dapat menjadi alternatif bagi petani

mengingat kebutuhan pupuk sangat vital dalam program produktivitas pertanian.

“Petrokimia Gresik didukung dengan fasilitas 20 gudang yang tersebar di Sulawesi Selatan. Di Kabupaten Pinrang sendiri ada 1 (satu) unit gudang penyangga dengan kapasitas 2.000 ton.

Untuk itu kami siap mendukung program peningkatan produktivitas pertanjan di Pinrang dengan menghadirkan pupuk berkualitas serta kawalan pertanian yang komprehensif,”ungkap Ihwan.

Berbagai upaya ini merupakan wujud nyata dukungan Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri terhadap program peningkatan produktivitas pertanian pemerintah daerah, dengan menghadirkan produk berkualitas untuk menjaga swasembada pangan dan pertanian berkelanjutan.

“Kami berharap rekomendasi pemupukan berimbang yang didapat dari layanan Mobil Uji Tanah dapat diterapkan oleh petani di daerah Pinrang. Karena pilihan pupuk yang tepat dan penggunaannya yang pas dapat menjamin peningkatan produktivitas pertanian, dan pada

akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani setempat,” tandasnya.(*)

Wagub Sulsel Launching Mobil Uji Tanah PT Petrokimia Gresik

Zonamakassar.com, Makassar–PT Petrokimia Gresik meluncurkan inovasi bidang pertanian, yakni mobil uji tanah yang bermanfaat untuk menguji tingkat kesuburan tanah, sehingga bisa mempermudah petani dalam memberikan pemupukan di setiap bidang tanah.

Sebelum melaunching, Wagub Sulsel menerima Vice Presiden Penjualan Retail PT Petrokimia Gresik , Muhammad Ihwan F, di Kantor Gubernur Sulsel.

Ia hadir bersama jajaran pimpinan PT Petrokimia Gresik Indonesia perwakilan Sulawesi.

Vice Presiden PT penjualan retail Petrokimia Gresik Muhammad Ihwan F, Rabu (2/9/2020), mengatakan, mobil uji tanah merupakan sarana informasi bagi petani di Indonesia, sekaligus bagian dari pelayanan pelanggan, sehingga petani akan mudah memberikan pupuk di setiap tanah yang diuji.

“Selama ini, petani merasa kesulitan dalam memilih jenis pupuk yang akan digunakan, dengan hadirnya mobil ini diharapkan mempermudah permasalahan itu,” ucapnya.

Wagub Sulsel mengapresiasi Inovasi PT. Petrokimia Gresik tersebut, dengan harapan, masalah yang dihadapi para petani bisa teratasi dengan hadirnya mobil uji tanah.

“Saya dengar inovasinya dan saya tertarik. Saya mewakili masyarakat dan petani, dan dengan inovasi ini, banyak masyarakat atau petani khususnya yang membutuhkan,” imbuh Andi Sudirman Sulaiman.

“Inovasi ini kita apresiasi, dengan begini mereka lebih tepat untuk menentukan kebutuhan petani. Mobil ini berfungsi sebagai alat tes, sebelum melakukan proses pertanian, termasuk sawah dan perkebunan dapat di tes dulu. Bisa langsung dites ditempat. Mobil ini bisa menjangkau bahkan ribuan lokasi, sehingga bisa bergerak kemana saja di daerah yang membutuhkan,” sambungnya.

Dalam kesempatan ini, Wagub Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan keluhan dan masalah para masyarakat dan petani mengenai pupuk. Terdapat daerah di Sulsel yang diketahui kondisi petani sangat sulit mendapatkan pupuk karena mahal. Solusi itu dipertanyakan Wagub Sulsel kepada PT Petrokimia Gresik.

“Baik penambak dan pertani sama, harus ada solusi yang menguntungkan bagi para petani kedepannya. Apalagi kondisi saat ini, dimana mereka menghadapi kondisi pandemi,” lanjutnya.

Wagub Sulsel secara simbolis melepas mobil uji tanah. Sebelumnya, ia meninjau langsung mobil tersebut. Didampingi Vice Presiden PT Petrokimia Gresik, Wagub Sulsel diperkenalkan alat-alat perangkat uji tanah. (*)

PT Petrokimia Gresik Gelar Jambore Petani Muda 3 di 12 Kampus

Zonamakassar.com, Makaasar – Untuk mendukung regenerasi Petani serta perkembangan “Agrosociopreneur” di Indonesia, PT Petrokimia Gresik menggelar Jambore Petani Muda 3 di 12 Kampus di Indonesia.

Salah Satu kampus yang menjadi pelaksanaan Jambore Petani Muda 3 adalah Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar yang dimana di selenggarakan oleh Fakultas Pertanian Selasa, 17 September 2019.

Jambore Tani Muda 3 ini dikemas dalam bentuk Talk Show bersama dengan mahasiswa (i) Pertanian dan dihadiri 3 narasumber yakni Mardiana S.T, Dr.Ir.Muhammad Hatta Jamil dan Deni Dwiguna Sulaiman.

Dalam sambutannya, Muhammad hatta jamilu mewakili pimpinan fakultas pertanian Unhas menyampaikan terima kasih kepada PT.Petrokimia Gresik atas kerjasama kegiatan dalam hl ini jambore petani muda.

“Mewakil Fakultas saya mengucapkan terima kasih, Semoga kegiatan Jambore Petani Muda ini nantinya mendorong mahasiswa sebagai bahagian dari pemuda untuk berkiprah di dunia pertanian.”Ungkap

“Saya berharap dengan kegiatan ini, PT. Petrokimia Gresik memberi kesempatan magang di PT. Petrokimia Gresik.”Tutupnya.

Sementara itu Deni Dwiguna Sulaiman mengatakan, tujuan diadakan Jambore Petani Muda ini adalah untuk menyasar segmen lain atau sebagai soft promosi dimana petani muda adalah hal yang niscaya sesuai data-data Statistik.

“Jumlah petani muda itu sedikit sekali, sedangkan kedepan kita akan memasuki tahun 2030 dimana usia produktif lebih banyak mudanya dari pada tuanya nanti digeser, siapa yang melanjutkan pertanian.”Ungkap Manager Pengelola mitra Produksi PT Petrokimia Gresik, Selasa, 17/09.

Lanjut ia menjelaskan jika meskipun kedepan teknologi pertanian akan berkembang, Deni berharap ada sinergi keduanya.

“Ya soal pemanfaatan teknologi, robotisasi, digitalisasi kita berharap bisa sinergi nantinya.”Jelasnya.

Terkait dengan program ini, Deni menjelaskan jika saat ini kebijakan pemerintah sudah mengarah kesana sehingga kita badan usaha dibawahnya harus mensupport terkait pengembangan Sumber daya manusia khususnya bidang pertanian.

“Kami di petrokimia sudah intens kesana, dan sudah punya program kerja yang memberdayakan, harapanya kedepan akan terus berlanjut.”Tutupnya.

Kegiatan yang dibuka sejak 10 September dan berakhir 6 November 2019 ini digelar di 12 Kampus Besar di Indonesia diantaranya Universitas Sumatera Utara, Universitas Jember, Universitas Hasanuddin, Universitas Sebelas Maret, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Gadja Mada, Universitas Udayana, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Negeri Lampung, Institute Pertanian Bogor.(*)