Seorang Juru Parkir Tewas di Panah Sekelompok Pemuda

Zonamakassar.com, Makassar – Pria bertato tengkorak bersayap, khas salah satu band aliran metal ternama asal Amerika Serikat ini, tewas mengenaskan.

Namanya Ramadhan, 27 tahun. Dia merupakan warga Jalan Tidung III, Makassar, dan beprofesi sebagai tukang parkir.

Maksud hati ingin menegur empat orang pengendara motor bersuara bising, seorang pria di Makassar justru jadi korban.

Dia diserang menggunakan anak panah saat hendak menegur empat pengendara motor bersuara bising, yang melintas di depannya di Jalan Tamalate 1, Minggu (7/2/2021) pukul 07.45 WITA.

“Tidak lama, ada sekelompok pemuda bersepeda motor dan berboncengan, mendatangi korban dan melepaskan anak panah ke arah korban,” kata Kasubbag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriadi Idrus.

Nahas, anak panah itu pun akhirnya tertancap di dada kiri. Tak cukup satu, kawanan pemuda itu juga lagi-lagi melepaskan anak panah ke punggung kiri Ramadhan.

Saat itu pun korban terjatuh dari motornya. Dia meringis kesakitan. Senjata tajam yang terbuat dari paku besi itu membuatnya lemah tak berdaya di atas aspal.

Sementara sekelompok pemuda tadi, kabur meninggalkan korban yang tergeletak di jalan. Beruntung ada warga dan teman korban yang datang membawanya ke rumah sakit.

“Pukul 08.24 WITA, korban dibawa ke RS Grestelina untuk mencabut anak panah itu. Namun tak berselang lama, korban pun meninggal dunia,” tambah Kompol Supriadi.

Aparat kepolisian kini masih meminta keterangan teman korban dan saksi di lokasi kejadian. Sementara pelaku masih dalam pengejaran aparat. (Ishak)

Penjual Kue jadi Korban Begal Payudara, Pelaku di Duga Ojek Daring

Zonamakassar.com, Makassar – Aksi pelecehan atau begal payudara terhadap perempuan penjual kue, terekam kamera CCTV di Jl Teuku Umar 10 Lorong 7, Makassar, Kamis (5/11/2020) pagi.

Dalam rekaman video tersebut, terlihat sang pengendara berseragam ojol melaju dari belakang sang perempuan penjual kue.

Saat sejajar, sang pengendara terlihat mengarahkan tangannya ke area dada perempuan yang meneteng dua skan kue tersebut. Usai melancarkan aksinya, pengendara itu pun tancap gas.

Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady mengatakan jajaran Polsek Tallo saat ini telah mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP sementara.

“Jadi saya barusan komunikasi dengan teman-teman Polsek Tallo, jajaran telah mendatangi lokasi dan memeriksa beberapa rekaman CCTV di lokasi. Namun, plat nomor pengendara sementara ini belum terlihat jelas,” kata Kompol Suriady Idrus.

lanjut, Kompor supriady selain melakukan olah TKP, jajaran Unit Reskrim Polsek Tallo juga telah mengambil keterangan korban berinisial MR (31).

“Jadi korban sudah dimintai keterangan sementara di sekitar lokasi. Informasi dari korban, orang tersebut tidak kenali karna laki-laki tersebut memakai masker, memakai helm dan pelaku juga memakai jaket ojek online.

Dan pada saat pelaku memegang payudara korban (MR), korban berteriak namun tidak ada yang merespon teriakan korban”, ujar Kompol Supriady Idrus.

Meski telah menggali keterangan sementara dari korban (MR) kata Supriady, pihaknya belum menerima laporan resmi yang diadukan.

“Korbannya belum melapor alasannya masih di Maros. Anggota sementara tunggu di kantor untuk korban melapor secara resmi,” terangnya.

Namun demikian, pihaknya pun mengaku tetap melakukan penyelidikan untuk memburuh pelaku.(*)

Polisi Duga Pembobol ATM 100 Juta di Makassar Pernah Beraksi di Balikpapan

Foto: Hermawan M-detikcom/ Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono dalam rilis penangkapan WN Malaysia pelaku pembobol mesin ATM

Zonamakassar.com, Makassar – Warga negara Malaysia, Azmi bin Abdullah (35) ditetapkan sebagai tersangka usai membobol ATM Rp 100 juta di Makassar dengan modus skimming. Namun polisi menduga Azmi lebih dulu beraksi di Balikpapan sebelum tertangkap di Makassar.

“Diduga sebelumnya beraksi di Makassar. Karena di Paspornya dia ke Balikpapan dulu baru ke sini. Tapi kita akan menyelidiki,” kata Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono, di kantornya, Jl Ahmad Yani, Jumat (27/12/2019).

Azmi diketahui awalnya masuk dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Jakarta pada Sabtu (23/11). Tersangka yang memakai izin kunjungan Na disebut polisi menuju ke Balikpapan untuk selanjutnya masuk ke Makassar pada Senin (23/12).

“Izinnya ke Indonesia untuk wisata, ini bawa peta (tujuan wisata). Tapi itu kan cuma cover story saja,” kata Yudhiawan.

Azmi disebut polisi datang ke Indonesia dengan misi menarik uang lewat ratusan kartu member yang telah diisi data curian-hasil skimming data rekening nasabah bank di Indonesia. Ratusan kartu tersebut diperoleh Azmi dari seorang warga negara Bulgaria yang dipanggil dengan nama Bro.

“Jadi bisa diduga bersangkutan adalah sindikat Internasional,” ujar Yudhiawan.

Selain itu, polisi juga menemukan sebuah SIM C yang bertuliskan nama Azmi di dompet milik tersangka. Polisi mengaku akan menyelidikinya.

“SIM C, SIM nya dari Bali akan kita cek dulu, asli atau tidak ini. Ini SIM kan dikeluarkan di Bali,” katanya.

Azmi sebelumnya diamankan petugas bank BNI di jalan penghibur, sekitar pukul 09.30 Wita pagi tadi. Polisi yang mengembangkan kasus ini langsung membawa pelaku ke hotel tempatnya menginap di Jalan Maipa, Makassar.

“Di sana ditemukan tas berisi pakaian dan uang tunai hasil skimming. Jumlahnya Rp 100 juta (Rp 100.300.000),” katanya.

(detik.com)

Dugaan Pencemaran Nama Baik, Putra Bungsu Nasran Mone Laporkan Lurah Pisang Selatan

Zonamakassar.com, Makassar – Putra bungsu Politisi Senior Narsan Mone, yakni Irfan Darmawan NM, Mendatangi Polrestabes Makassar bersama kerabat dan sahabatnya sekitar Pukul 22 : 00 Wita malam tadi, guna melaporkan Lurah kelurahan Pisang Selatan, Andi Rina Palawagau atas dugaan pencemaran nama baik. Minggu (15/9/2019).

Saat dikonfirmasi, Irfan Darmawan membenarkan hal tersebut, bahwa dirinya telah melaporkan Andi Rina Palawagau, Lurah kelurahan Pisang Selatan, Kota Makassar.

“Ya betul, laporan itu, Secara jelas dan segaja Andi Rina Palawagau mengomentari postingan link berita di grup WhatsApp Kabar Nusantara News yang mengatakan “Tapi Paballe Toli” ji Anak Nasran Mone”.

Sehingga atas dasar itu, Ippank Mone Sapaan Akrabnya melaporkan Andi Rina Pallagau dengan Pasal 27 ayat 3 UU ITE “Menyebut melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”

Jelas ini penghinaan dan pencemaran nama baik, apa lagi di grup WhatsApp yang beranggotakan sekitar 256 orang ini, ada beberapa Tokoh dan penjabat Pemerintah dan Swasta didalamnya”

Padahal, saya sudah coba untuk berkomunikasi dan memberi kesempatan dengan mengajak beliau untuk ketemu, yang harapannya bisa kami selesaikan dimeja perkopian, tetapi dia tidak temui saya hingga malam Pukul 20.00 (14/09), Sehingga persoalan ini saya laporkan di polrestabes Makassar. Ungkapnya saat dikonfirmasi Via Telepon Seluler

Yaa semoga saja ini akan menjadi pembelajaran buat kita semua dan siapa saja, agar untuk tidak semberaut dalam menggunakan media sosial (medsos)

“Sebagai lurah dan pejabat negara dia seharusnya menjadi contoh yang baik, bukan malah sebaliknya. Di zaman ini kita dimudahkan dalam berkomunikasi di media sosial (medsos) Akan tetapi, jangan digunakan ke hal yang bisa merugikan orang lain dan ini akan menjadi pembelajaran bagi khalayak untuk selalu menjaga lisannya,” tutup Irfan

Diketahui, dia juga mengomentari salah satu link berita di dalam group yang sama, berjudul ; “Dampingi Appi Kembalikan Formulir, Irfan Darmawan: Appi Paham Siri’na Pacce” Kemudian kembali dikomentari oleh Andi Rina Palawagaul “Paham Baru Pajak Bosowa Menunggak” (*)

Melawan Saat Ditangkap, Buron Begal di Makassar Ditembak Polisi

Zonamakassar.com, Makassar – Aparat kepolisian menangkap pelaku begal di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), bernama Riswan alias Ciwang. Pelaku ditembak polisi lantaran melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

Ciwang dibekuk oleh tim Resmob Polda Sulsel di kawasan Kecamatan Tamalate, Makassar. Pelaku merupakan buronan kasus begal sejak 2018 lalu.

“Pelaku memberontak dan melarikan diri sehingga anggota mengejar dan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Namun tidak diindahkan oleh pelaku sehingga diambil tindakan tegas,” ujar Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel, Kompol Suprianto, pada Kamis (20/6/2019).

Setelah berhasil dilumpuhkan, pelaku langsung dibawa ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong.

“Pelaku dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pertolongan pertama. Pada saat tiba di rumah sakit pelaku di periksa dan dinyatakan meninggal dunia,”

Ciwang telah melakukan aksi pencurian disertai kekerasan sebanyak 43 lokasi. Dia beraksi di kawasan Kecamatan Tamalate.(zak/zak)

Polrestabes Makassar Amankan 7 Anggota Anarko Perusak McDonald’s di Hari Buruh

Zonamakassar.com, Makassar – PolrestabesMakassar mengamankan tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pengrusakan dan coret-coret di restoran cepat saji Mc’Donalds di Jalan AP Pettarani Makassar, Sulawesi Selatan, pada peringatan hari buruh, Rabu (1/5/2019) lalu.

Hal ini dikatakan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko dilansir Kompas.com, Jumat (3/5/2019).

“Saat ini sudah ada tujuh yang diamankan. Kami terus melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk ungkap pelaku-pelaku lainnya,” kata Indratmoko.

Indratmoko mengatakan tujuh orang ini juga diduga bagian dari kelompok AnarkoSindikalisme yang menurut Kapolri Tito Karnavian merupakan fenomena internasional.

Indikasi ini lanjut Indratmoko didadari dari temuan barang bukti polisi yang disita dari tujuh pria yang diamanakan tersebut.

Barang bukti tersebut berupa spanduk, stiker, dan buku-buku berisi paham anarkisme.

Selain itu, kelompok ini sewaktu melakukan pengrusakan, kelompok ini menggunakan pakaian hitam-hitam dan menutup wajah yang memiliki kemiripan dengan yang terjadi di Bandung dan Malang.

“Kami masih mendalami keterkaitannya tapi indikasinya begitu,” Indratmoko menambahkan.

Indratmoko mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami motif para perusuh ini melakukan pengrusakan dan aksi coret-coretannya di restoran cepat saji tersebut.

Namun dari 7 orang yang diamankan, Indratmoko menyebut berprofesi sebagai buruh dan ada juga yang pengangguran.

Sebelumnya diberitakan pada peringatan hari buruh sedunia, Rabu (1/5/2019) lalu, sekelompok massa aksi melakukan pengrusakan di restoran McDonald’s yang terletak di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Aksi ini awalnya disaksikan sekuriti McDonald’s bernama Syamsul.

Syamsul mengatakan kejadian pengrusakan itu bermula ketika sekelompok orang berjalan dari arah barat dan langsung mendatangi kantornya hingga melakukan aksi vandalisme.

“Setengah 12 terjadi tadi. Cepat sekali tadi kejadian paling dua menit sampai 5 menit paling lama. Laki-laki semua pake topeng pakai baju hitam,” ujar Syamsul saat ditemui di lokasi kejadian.(*)

3 Pelaku Pembunuhan dengan Busur dan Badik di Jl Veteran tertangkap Polisi, Ternyata Pembalap Liar

Zonamakassar.Com, Makassar – Polisi membekuk tiga pembalap liar yang membunuh seorang remaja di Makassar, Sulsel. Ketiga pelaku berinisial Iw, Il, dan S membunuh korbannya dengan busur dan badik.

“Kronologi, saat itu korban akan menuju ke Jalan Veteran, kebetulan di perempatan lampu merah, motor korban mogok dan pelaku dari arah Veteran menuju ke selatan berpapasan. Jadi kami menduga mungkin itu lawannya saat terjadi gesekan dengan orang lain, padahal salah sasaran,” ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Dwi Ariwibowo kepada wartawan, Senin (29/4/2019).

Peristiwa ini terjadi di Jl Veteran, Makassar, pada Jumat (26/4). Korban dikeroyok dan ditikam para pelaku dengan menggunakan badik dan anak panah.

Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui ketiga orang tersebut mempunyai peran berbeda-beda sebelum menghabisi nyawa korban.

“Tersangka Il, S, dan Iw memiliki peran berbeda-beda. Ada yang menendang dan membusur, dan S yang menikam,” ujar Dwi.

Polisi juga menyita sepeda motor dan masih mencari barang bukti senjata tajam yang dibuang pelaku setelah melakukan aksinya.

“Sepeda motor kami sita, sedangkan badiknya masih kami cari,” katanya.(*)

Kecelakaan di Jl Ir Sutami Makassar, Dua Orang Tewas

kecelakaan lalu lintas terjadi di Jl Ir Sutami, Kota Makassar, Jumat (8/3/2019). Kecelakaan melibatkan pengendara Yamaha Fino berwarna ungu, dengan nomor polisi DD 3139 KZ. – Instagram @makassar_iinfo

ZonaMakassar.Com, Makassar – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jl Ir Sutami, Kota Makassar, Jumat (8/3/2019).

Kecelakaan melibatkan pengendara Yamaha Fino berwarna ungu, dengan nomor polisi DD 3139 KZ.

Motor tersebut dikendarai pria bernama Syamsir dan Aldi, yang ditemukan meninggal di tempat.

Kanit Laka Satlantas Polrestabes Makassar, AKP Kun Sundarwati yang dikonfirmasi tribun-timur.com membenarkan kejadian tersebut.

“Sabar dulu nah, karena belum ada identitas,” kata Kun Sundarwati.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut melibatkan motor dengan truk kontainer.

Ungkap Peredaran Sabu 5 Kg, 14 Personel Narkoba Polrestabes Makassar Dapat Penghargaan

Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas saat memberikan penghargaan kepada 14 personel Sat Narkoba Polrestabes Makassar di halaman Mapolrestabes Makassar, Selasa (12/2/2019)

ZonaMakassar.com – Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin, mengapresiasi keberhasilan personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Makassar, dalam menggagalkan peredaran 5kilogram sabu-sabu di Kota Makassar.

Dalam mengapresiasi hal tersebut, melalui Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Adnas, langsung memberikan penghargaan kepada 14 personel Sat Narkoba Polrestabes Makassar yang berperan dalam meringkus para pelaku pengedar narkoba 5 kg di Makassar.

Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Adnas mengatakan bahwa ini adalah pertanda polri dan jajaran serta seluruh masyarakat sungguh telah serius dalam melakukan penindakan terhadap para pelaku narkoba.

Menurutnya, jika melihat apa yang hasilkan hari ini yaitu pemusnahan 5kg sabu dengan 1.000 ekstasi yang dapat merusak puluhan ribu generasi khususnya di Makassar. Sehingga, patut untuk diberikan apresiasi.

“Olehnya itu, saya bersama unsur pimpinan memberikan apresiasi dan penghargaan bagi bhayangkara-bhayangkara Polri yang sudah bersungguh-sungguh melakukan ini. Oleh sebab itu, hari ini kita melakukan penghargaan kepada seluruh Bhayangkara yang telah berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku bersama barang bukti dan luar biasa membanggakan,” bebernya.

Dalam pemberian penghargaan kepada 14 personel Sat Narkoba Polrestabes Makassar ini, langsung diberikan langsung oleh Wakapolda Sulsel Brigjen pol Adnas dan didampingi langsung oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo di Mapolrestabes Makassar, Selasa (12/2/2019) siang tadi. (**)

Taruna ATKP Makassar Tewas Dianiaya Senior

ZonaMakassar.Com, Makassar –Nyawa Aldama Putra Pangkolan tak tertolong. Taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Sulawesi Selatan ini tewas dengan luka lebam di sekujur tubuhnya pada Minggu (3/2/2019) malam. Diduga kuat korban tewas karena penganiayaan.

Polisi bergerak cepat untuk menyelidiki penyebab meninggalnya Aldama, sejumlah saksi diperiksa, mulai dari Pihak kampus hingga para senior Aldama. Benar saja, Polisi memastikan bahwa satu orang senior Aldama ternyata telah menganiaya pemuda 19 tahun hingga meregang nyawa.

Korban meninggal dunia akibat dianiayai oleh seniornya, Muhammad Rusdi alias Rusdi (21) yang merupakan angakatan kedua di ATKP Makassar,” ucap Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo, saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Selasa (5/2/2019) sore.

Rusdi menganiaya Aldama karena juniornya itu melakukan pelanggaran disiplin. Aldama kedapatan masuk kampus menggunakan sepeda motor tapi tidak menggunakan helm.

Kepolisian Resor Kota Besar Makassar menetapkan satu orang tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap Taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Setelah hasil otopsi korban keluar dan pemeriksaan saksi-saksi juga telah dilakukan, maka untuk sementara satu orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,” ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Dwi Ariwibowo di Makassar, Rabu.

Ia mengatakan, pelaku penganiayaan yang ditetapkan menjadi tersangka berinisial MR (21). Tersangka adalah kakak tingkat atau senior dari korban taruna tingkat pertama Almada Putra Pangkolan (19). Namun begitu, Kepolisian Resor Kota Besar Makassar mengatakan bahwa

Sehari sebelum meninggal dianiaya seniornya, taruna tingkat pertama Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP), Aldama Putra Pangkolan (19) mendapat telepon dari seniornya.

Bahkan, korban sempat disuruh ke daerah Antang, namun dilarang oleh orang tuanya.

Hal tersebut diungkapkan ayah korban, Pelda Daniel Pongkala yang merupakan anggota TNI AU ketika dikonfirmasi di rumah duka di Kompleks Leo Wattimena AURI, Sultan Hasanuddin, Rabu (6/2/2019).

Jenazah taruna ATKP Aldama Putra Pangkolan disemayamkan di rumah duka di kompleks AURI Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (6/2/2019). (KOMPAS.com/HENDRA CIPTO)

Menurut Daniel, dirinya sempat emosi melihat anaknya tertekan saat menerima telepon dari seniornya.

“Saya ditelepon jam sebelas malam. Awalnya cuma diberi tahu kalau anak saya jatuh. Saya langsung ke Rumah Sakit, di perjalanan saya pikir mungkin jatuhnya parah sampai harus masuk Rumah Sakit,” kata Daniel di rumah duka, Jalan Leo Wattimna, Kompleks TNI AU, Lanud Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros.

Setibanya di Rumah Sakit Sayang Rakyat, Daniel langsung dipeluk oleh pengasuh ATKP Makassar yang meneleponnya tadi. Pengasuh itu memberitahukan kalau Aldama telah tiada setelah terjatuh di kamar mandi.

“Saya pun langsung menuju ke kamar jenazah untuk melihat anak saya,” ucap Daniel.

Saat melihat jenazah putra tunggalnya itu, Daniel merasa janggal. Ia ragu kalau anaknya meninggal karena terjatuh dari kamar mandi setelah melihat ada banyak luka memar di tubuh anaknya itu. Dugaan penganiayaan menguat. (*)