Rekapitulasi KPU Selesai, Jokowi-Ma’ruf Menang di 21 Provinsi,Prabowo Sandi 13 Provinsi

Rapat Pleno Rekapitulasi Nasional. Foto :Faizal Fanani/Liputan6

Zonamakassar.com, Jakarta – KPU selesai melakukan rekapitulasi suara dari 34 provinsi. Provinsi Papua menjadi terakhir yang diselesaikan.
Pasangan 01 Jokowi Widodo- Ma’ruf Amin mendapat 85.036.828 suara. Mereka menang di 21 Provinsi. Yaitu Bali, Babel, Kalut, Kalteng, Gorontalo, Kalbar, Sulbar, DIY, Kaltim, Lampung, Sulut, Sulteng, NTT, Jatim, Jateng, Kepri, Papua Barat, DKI, Sumut, Maluku, dan Papua.
Sementara Pasangan 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno mendapat 68.442.493 suara. Mereka unggul di 13 provinsi. Yaitu Bengkulu, Kalsel, Malut, Jambi, Sumsel, Sulteng, Sumbar, Banten, NTB, Aceh, Jabar, Sulsel, dan Riau.
Selisih keduanya adalah 16.594.335 suara.
Berikut hasil rekapitulasi 33 provinsi dan 130 PPLN:
1. Bali
Pasangan 01: 2.351.057 suara
Pasangan 02: 213.415 suara
2. Kepulauan Bangka Belitung
Pasangan 01: 495.729
Pasangan 02: 288.235
3. Kalimantan Utara
Pasangan 01: 248.239
Pasangan 02: 106.162 suara.
4. Kalimantan Tengah
Pasangan 01: 830.948
Pasangan 02: 537.138
5. Gorontalo
Pasangan 01: 369.803
Pasangan 02: 345.129
6. Bengkulu
Pasangan 01: 583.488 suara
Pasangan 02: 585.999 suara
7. Kalimantan Selatan
Pasangan 01: 823.939 suara
Pasangan 02: 1.470.163 suara
8. Kalimantan Barat
Pasangan 01: 1.709.896 suara
Pasangan 02: 1.263.757 suara
9. Sulawesi Barat
Pasangan 01: 475.312 suara
Pasangan 02: 263.620 suara
10. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Pasangan 01: 1.655.174 suara
Pasangan 02: 742.481 suara
11. Kalimantan Timur
Pasangan 01: 1.094.845 suara
Pasangan 02: 870.443 suara
12. Lampung
Pasangan 01: 2.853.585 suara
Pasangan 02: 1.955.689
13. Maluku Utara
Pasangan 01: 310.548 suara
Pasangan 02: 344.823 suara
14. Provinsi Sulawesi Utara
Pasangan 01: 1.220.524 suara
Pasangan 02: 359.685 suara
15. Jambi
Pasangan 01: 859.833 suara
Pasangan 02: 1.203.025 suara
16. Sulawesi Tengah
Pasangan 01: 914.588 suara
Pasangan 02: 706.654 suara
17. Nusa Tenggara Timur (NTT)
Pasangan 01: 2.368.982 suara
Pasangan 02: 305.587 suara
18. Jawa Timur
Pasangan 01: 16.231.668 suara
Pasangan 02: 8.441.257 suara
19. Provinsi Sumatera Selatan
Pasangan 01: 1.942.987 suara
Pasangan 02: 2.877.781 suara
20. Sulawesi Tenggara
Pasangan 01: 555.664 suara
Pasangan 02: 842.117 suara
21. Provinsi Sumatera Barat
Pasangan 01: 407.761 suara
Pasangan 02: 2.488.733 suara
22. Jawa Tengah
Pasangan 01: 16.825.511 suara
Pasangan 02: 4.944.447 suara
23. Kepulauan Riau
Pasangan 01: 550.692 suara
Pasangan 02: 465.511 suara.
24. Banten
Pasangan 01: 2.537.524 suara
Pasangan 02: 4.059.514 suara
25. Nusa Tenggara Barat
Pasangan 01: 951.242 suara
Pasangan 02: 2.011.319 suara
26. Aceh
Pasangan 01: 404.188 suara
Pasangan 02: 2.400.746 suara
27. Jawa Barat
Pasangan 01: 10.750.568 suara
Pasangan 02: 16.077.446 suara
28. Papua Barat
Pasangan 01: 508.997 suara
Pasangan 02: 128.732 suara
29. DKI Jakarta
Pasangan 01 : 3.279.547 suara
Pasangan 02 : 3.066.137 suara
30. Sulawesi Selatan
Pasangan 01 : 2.117.591 suara
Pasangan 02 : 2.809.393 suara
31. Riau
Pasangan 01 : 1.248.713 suara
Pasangan 02 : 1.975.287 suara
32. Sumatera Utara
Pasangan 01: 3.936.515
Pasangan 02 : 3.587.786
33. Maluku
Pasangan 01 : 599.457
Pasangan 02 : 392.940
34. Papua
Pasangan 01: 3.021.713 suara.
Pasangan: 02: 311.352 suara.
Berikut hasil rekapitulasi 130 PPLN:
Pasangan 01: 114 PPLN
Pasangan 02 : 15 PPLN
Satu PPLN (Tunisia) kedua pasangan imbang.

KPU Siap Adu Data dengan BPN Prabowo – Sandi

Zonamakassar.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menerima tantangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga untuk buka-bukaan data terkait perolehan suara Pilpres 2019. KPU mengaku punya data komplet terkait perolehan suara Pilpres 2019

“Silakan, kami siap dengan data. Kami semua punya infrastruktur sampai ke bawah,” kata Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik ditemui di Jakarta, Rabu (15/5).

Evi mengatakan, adu data antara KPU dengan BPN Prabowo – Sandiaga bisa dilakukan saat rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional. Hingga saat ini, rapat pleno itu masih berlangsung hingga 22 Mei 2019.

“Ini kan bisa saling membandingkan data Bawaslu dan KPU provinsi. Jadi, enggak harus dikhawatirkan dalam forumnya,” ungkap Evi.

Sebelumnya, Laode Kamaluddin selaku tim pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi menyatakan, rekapitulasi formulir C1 memperlihatkan jagonya memenangi Pilpres 2019. Kamaluddin menjelaskan, pihaknya mengumpulkan data C1 dari 444.976 tempat pemungutan suara (TPS).

Angka itu setara 54,91 persen dari total TPS sebanyak 813.350. Menurut Kamaluddin, merujuk rekapitulasi C1 yang dilakukan BPN Prabowo – Sandi, duet Jokowi – Ma’ruf meraih 39.599.832 suara atau 44,14 persen.

Adapun Prabowo – Sandi meraih 48.657.483 suara atau sekitar 54,24 persen. “”Data ini bisa dipertanggungjawabkan. Pertanyaannya, mana datamu? Ini dataku,” ucap Kamaluddin. (jpnn)

Hari Pertama Kampanye Terbuka Capres, Ini Daerah yang Dikunjungi Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga

ZonaMakassar.Com, Makassar – Dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2019 memulai kampanye terbuka atau rapat umum, Minggu (24/3/2019).

Pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin memulai kampanye di Zona B sementara paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memulai kampanye di Zona A.

Masing-masing tim sukses sudah membuat jadwal kampanye rapat umum untuk paslon masing-masing.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir mengatakan, Jokowi dan Ma’ruf akan memulai kampanye rapat umum bersama-sama. Pada hari pertama ini, mereka akan berkampanye di Banten.

“Kampanye di Stadion Maulana Yusuf, tepatnya di Ciceri Banten, mulai setengah tiga sore,” kata Erick Thohir, di Posko Cemara, Jakarta Pusat, di lansir kompas.com, Sabtu (23/3/2019).

Meski dihadiri berdua, Erick mengatakan, Jokowi Ma’ruf tidak akan selalu bersama-sama dalam melakukan kampanye terbuka.

Jokowi-Ma’ruf dijadwalkan hanya dua kali melakukan kampanye bersama, yaitu saat pembukaan dan penutupan kampanye rapat umum.

Kampanye Terbuka di Banten hari ini akan dilakukan sore hari.

Berbeda dengan Jokowi-Ma’ruf, pasangan Prabowo Sandi akan melakukan kampanye terbuka di tempat berbeda.

Prabowo dijadwalkan berkampanye di Kota Manado dan Makassar pada hari ini. Sementara, Sandiaga Uno akan mengawali kampanye rapat umum di Kabupatan Sragen, Jawa Tengah.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Ahmad Muzani mengatakan, tidak ada alasan khusus terkait pengaturan hari pertama ini.

Namun, Prabowo-Sandiaga tetap memiliki jadwal kampanye bersama di empat kota.

Empat kota tersebut adalah Surabaya, Semarang, Bandung dan Jakarta.

“Selebihnya pasangan calon presiden dan wakil presiden akan berkampanye di tempat yang sudah direncanakan sebelumnya,” kata Muzani.

Kubu Prabowo Merasa Dirugikan atas Kampanye Hitam terhadap Jokowi di Makassar

ZonaMakassar.Com, Jakarta – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso, mengatakan, pihaknya merasa dirugikan atas kampanye hitam terhadap calon presiden nomor urut 02 Joko Widodo yang diduga dilakukan relawan BPN di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ia menyebutkan, BPN merasa dirugikan karena tak pernah membenarkan kampanye hitam sebagai cara kampanye.

“Ya pastilah kami merasa rugi, karena kami enggak perintah, garis dari BPN Nomor 02 tidak ada semacam itu,” kata Priyo saat ditemui di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2019).

Menurut Priyo, baik Prabowo maupun Sandiaga telah melarang kubunya untuk memakai cara-cara kampanye yang tidak baik.

Priyo mengklaim, BPN selalu berupaya menggunakan cara kampanye yang baik. Meski demikian, ia mengklaim BPN tak bisa mengontrol metode kampanye hitam yang mungkin dilakukan relawan di lapangan.

“Kalau di lapangan kita tidak bisa mengontrol apa yang terjadi,” ujar Priyo.

BPN cenderung menyerahkan proses dugaan pelanggaran pemilu ini kepada KPU dan Bawaslu yang dianggap menjadi “wasit”.

Oleh karena itu, ia meminta dua lembaga penyelenggara pemilu itu tegas dan netral dalam seluruh tahapan pemilu.

Baru-baru ini, beredar video di media sosial di mana seorang ibu yang diduga berkampanye hitam terhadap Joko Widodo (Jokowi). Diduga, hal itu dilakukan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam video berdurasi 45 detik itu, si ibu yang terlihat tengah bertamu ke rumah salah seorang warga, mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi akan menghapus kurikulum agama dan menghapus pesantren.

“Kalau kita pilih Prabowo itu, kita pikirkan nasib agama kita, anak-anak kita walaupun kita tidak menikmati.Tapi besok lima tahun atau 10 tahun akan datang ini, apakah kita mau kalau pelajaran agama dihapuskan oleh Jokowi bersama menteri-menterinya,” kata ibu tersebut, dilihat dari rekaman video.

“Itu kan salah satu programnya mereka. Yang pertama, pendidikan agama di hapus di sekolah sekolah. Terus rencananya mereka itu menggantikan pesantren Itu akan menjadi sekolah umum dan berbagai macam cara untuk ini,” lanjut dia.

Video ini menjadi salah satu yang dilaporkan Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf, Ade Irfan Pulungan, ke Kantor Badan Reserse Kriminal Polri, Rabu (6/3/2019).

Pilpres Sisa Dua Bulan, Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Masih Ungguli Prabowo-Sandi

ZonaMakassar.Com, Makassar- Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, elektabilitas dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yakni Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno terus bergerak.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis Celebes Research Centre (CRC), elektabilitas pada Januari 2019 Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin masih mengungguli Prabowo-Sandiaga.

Direktur Eksekutif CRC, Herman Heizer memaparkan berdasarkan survei yang dilakukan oleh pihaknya, Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin unggul elektabilitas sebesar 56,1 persen, sementara Paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno hanya sebesar 31,7 persen.

Herman menjelaskan survei yang dilakukan oleh CRC menggunakan metode Multistage Random dengan 1.200 reponden di 34 provinsi di Indonesia.

“Survei dilakukan dalam rentang waktu 23-31 Januari 2019. Untuk Margin of Error survei +/- 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Dari hasil survei, terlihat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin mencapai 51,6 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 31,7 persen. Yang tidak tahun atau tidak menjawab sebesar 12,2 persen,”paparnya melalui keterangan resminya, Minggu (10/2/2019).

Meski elektabilitas survei Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul dibandingkan Prabowo-Sandiaga, tetapi elektabilitas Prabowo-Sandiaga mengalami kenaikkan sebesar 0,4 persen dibandingkan Desember 2018. Sementara elektabilitas Jokowi-Ma’ruf turun tipis 0,1 persen.

Herman yang tak lain Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sulawesi selatan (Sulsel) ini menambahkan paslon Jokowi-Ma’ruf Amin unggul di 6 pulau di Indonesia yakni Jawa, Kalimantan, Maluku, Papua, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Sementara Prabowo-Sandiaga unggul survei di Pulau Sumatera.

“Elektabilitas Prabowo-Sandiaga di Pulau Sumatera sebesar 44,8 persen dan ini mengalahkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf yang hanya sebesar 37,6 persen. Meski kalah di Sumatera, Jokowi-Ma’ruf unggul di pulau Jawa, Kalimantan, Maluku, Papua, Sulawesi, dan Nusa Tenggara,” sebutnya.

Herman menegaskan hasil survei yang dilakukan akan sulit berubah saat pelaksanaan Pilpres yang tersisa 2 bulan lagi.

“Hasil survei memperlihatkan 46,9 persen masyarakat kecil kemungkinan mengubah pilihan dan bahkan 34 persen masyarakat hampir tidak mungkin mengubah pilihan,” tuturnya.(*)