Aturan Baru Pemecatan ASN, Tak Penuhi Kinerja Berkala, Resmi di Sah kan Presiden Jokowi

Zonamakasssar.com,Jakarta — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan mekanisme baru tentang penilaian kinerja PNS. Mekanisme tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja PNS.
Salah satu poin yang dalam aturan yang ditandatangani Presiden Joko Widodo 26 April lalu tersebut, adalah soal pemberhentian PNS. Dalam aturan tersebut, PNS tidak hanya bisa diberi penghargaan maupun diangkat ke posisi jabatan yang lebih tinggi, tapi juga diberhentikan.
Penghargaan dan hukuman tersebut diberikan berdasarkan pantauan kinerja berkala yang dilakukan oleh pejabat penilai kinerja PNS terhadap para abdi negara. Setiap PNS wajib mengikuti pengukuran kinerja tersebut.
Tolok ukur yang dijadikan penilaian kinerja PNS, salah satunya perilaku kerja mereka. Pejabat penilai kinerja memberikan penilaian terhadap unsur perilaku kerja PNS dengan bobot penilaian sebanyak 60 persen.
Nilai tersebut nantinya dituangkan dalam dokumen penilaian kinerja. Dari hasil penilaian tersebut, PNS yang mendapatkan penilaian kinerja dengan predikat sangat baik selama dua tahun berturut-turut dapat diberikan penghargaan berupa prioritas untuk diikutsertakan dalam program kelompok rencana suksesi pada instansinya.
Kepada mereka juga bisa diberikan penghargaan berupa tunjangan kinerja. Nah, bagi PNS yang tidak memenuhi target kinerja penilaian, mereka bisa dikenakan sanksi berbentuk administrasi sampai dengan pemberhentian.
Jokowi dalam penjelasan peraturan tersebut menyatakan beleid tersebut dibuat demi mewujudkan PNS yang profesional, kompeten dan kompetitif.
“Tujuan penilaian kinerja adalah untuk menjamin objektivitas pembinaan PNS yang dilakukan berdasarkan sistem prestasi dan sistem karier,” katanya seperti dikutip dari aturan tersebut, Jumat (17/5/2019).
Selain itu, aturan yang dibuat sebagai pelaksana UU Nomor 5 Tahun 2014 tersebut juga dibuat demi memperbaiki manajemen pengelolaan PNS. (iqr)

Ini Daftar 30 Negara Ucapkan Selamat Atas Penyelenggaraan Pemilu ke Jokowi

Jokowi saat kampanye rapat umum Akbar di Karebosi Makassar bersama Wali kota Makassar dan Gubernur Sulsel Maret 2019

ZonaMakassar.Com, Makassar – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Armanatha Nasir mengatakan, sebanyak 30 negara memberikan ucapan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi karena penyelenggaraan Pemilu 2019 di Indonesia berjalan dengan lancar. Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh kepala negara dan ada yang melalui sosial media.

Tiga kepala negara yang menyampaikan langsung kepada Jokowi antara lain, PM Malaysia Mahathir Mohamad, PM Singapura Lee Hsien Loong, dan Presiden Turki Erdogan. Mereka secara langsung menelepon Jokowi via telepon, sehari setelah pencoblosan pemilu pada 18 April 2019.

“Memang ada sekitar 20 negara yang menyampaikan ucapan selamat kepada Indonesia atas pelaksanaan pemilu yang lancar, damai dan adil, melalui berbagai cara. Kepala negara yang telp langsung kalau tidak salah Turki, Malaysia, dan Singapore,” kata Armantha Nasir dikutip Liputan6.com, Sabtu (27/4/2019).

Adapun negara yang mengucapkan selamat atau memberikan komen positif terkait pelaksanaan pemilu Indonesia, baik melalui sosmed, release maupun ke media adalah Inggris, Korea Selatan, Palestina, Denmark, Thailand, Belanda, Afrika Selatan, Australia, Jerman, Kanada, Turki, dan Spanyol.

Perancis, Amerika Serikat, Afghanistan, Timor Leste, Iran, Singapore, Belgia, Norway, Rusia, Hongaria, Malaysia, Finland, Austria, Myanmar, Mesir, RRT, Vietnam, serta Pakistan juga memberikan selamat kepada Jokowi.

“Ada juga statement dari organisasi Internasional antara lain, UE (Uni Eropa), OKI (Organisasi Konferensi Islam),” sambung Dubes RI untuk Perancis itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima ucapan selamat dari sejumlah petinggi negara atas terselenggaranya Pemilu 2019 di Indonesia. Hal itu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Pelataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 18 April 2019.

“Tadi siang sampai sore kita telah menerima ucapan selamat dari PM Malaysia Mahathir Mohamad dan juga PM Singapura Lee Hsien Loong, dan juga Presiden Turki Erdogan dan juga 10 negara lainnya yang telah memberikan ucapan selamat atas suksesnya pesta demokrasi di negara kita,” ujar Jokowi.

Jokowi yang kembali maju di Pilpres 2019 bersama KH Ma’ruf Amin juga mendapatkan ucapan selamat dari para petinggi negara terkait capaiannya di Pilpres 2019. Juga terhadap seluruh masyarakat Indonesia yang mampu menciptakan pemilu yang damai.

“Beliau juga menyampaikan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia dan juga Jokowi dan KH Ma’ruf Amin atas keberhasilan Pemilu 17 April kemarin,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan hasil penghitungan suara real count pada Sabtu (27/4/2019) sore ini, paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih mengungguli pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Real count dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU pukul 14.45 WIB, menunjukkan suara yang masuk sebesar 42.32286%. Suara tersebut berasal dari 344.233 TPS.

Berikut hasil sementara real count dari Situng KPU:

Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 56,36 persen atau 36.443.052 suara.

Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 43,64 persen atau 28.213.323 suara.

Singgung Pembangunan di Sulsel, Jokowi: Makassar Jadi Prioritas

ZonaMakassar.Com, Makassar – Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo mengaku menaruh perhatian terhadap kota Makassar. Hal tersebut disampaikan saat kampanye akbar di Lapangan Karebosi Makassar, Minggu (31/3/2019). Dalam kampanye akbar tampak hadir Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Jusuf Kalla (JK).

Dalam kampanye akbar, ratusan ribu massa relawan dan simpatisan Jokowi-Ma’ruf Amin tumpah ruah di Lapangan Karebosi Makassar. Di depan relawan dan simpatisannya. Jokowi menyampaikan bahwa kota Makassar menjadi salah satu daerah prioritas.

” Pagi hari ini saya sangat bahagia sekali. Alhamdulillah tadi sampai (di Makassar) jam 4 kurang. Dari debat, langsung rapat, setelah itu menuju Makassar,” ujarnya.

“Makassar prioritas yang harus saya kunjungi, karena saya dan pak JK sudah 4,5 diberi amanah oleh masyarakat Indonesia, khususnya Sulsel,” sebutnya.

Jokowi pun sempat menyinggung soal pembangunan infrastruktur yang sudah dilakukan selama dirinya bersama Jusuf Kalla memimpin Indonesia. Salah satu yang disinggung yakni proyek Kereta Api (KA) Trans Sulawesi.

“Saya tadi bisik-bisik dengan Pak JK bahwa di Makasaar ini, di Sulsel ini telah dimulai Kereta Api dari Makassar ke Parepare. Ini tentunya akan memberikan dampak besar, meskipun tidak langsung dirasakan. Perlu proses dan tahapan agar bisa berjalan dengan baik,” sebutnya.

Selain proyek KA, Jokowi juga menyinggung soal proyek pembangunan Makassar New Port (MNP). Ia menegaskan MNP merupakan pelabuhan terbesar di wilayah Indonesia Timur.

Tak hanya itu, Jokowi juga menyebut proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang ada di Jeneponto dan Sidrap.

“PLTB Ini merupakan yang pertama kali dibangun di Indonesia. Setuju ga kalau dibesarkan lagi. Karena Ini untuk memnuhi kebutuhan listrik dan menyerap tenaga kerja,” paparnya.