HUT Ke 45 Tahun, PPNI Makassar Bersama BKMM Gelar Program Kecamatan Sehat Mata

ZonaMakassar.Com, Makassar – Dalam rangka Hari Jadi PPNI ke 45 tahun yang mengangkat Tema : Keluarga dan Masyarakat Sehat bersama Perawat Selain Kegiatan Turnamen Futsal Nurse Cup 2019 dan Senam Sehat di Anjungan Pantai Losari 17 Maret 2019 mendatang, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar bersama Balai Kesehatan Mata Makassar (BKMM) menggelar Program ” Kecamatan Sehat Mata ” bagi siswa sekolah dasar yang berlokasi di Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Tamalanrea, yang di laksanakan sejak tanggal 31 Januari 2018 hingga 15 Maret 2019.

Kegiatan ini melibatkan anggota PPNI Komisariat BKMM sebanyak 32 orang yang turun langsung ke 36 Sekolah Dasar, adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu Penyuluhan Kesehatanan Mata, Screening Kelainan Refraksi dan Pemberian 1000 Kacamata Gratis Bagi Siswa Sekolah Dasar yg terjaring mengalami kelainan refraksi.

” Sesuai tema HUT PPNI Ke-45 Tahun 2019 ini mengangkat tema “ Keluarga dan Masyarakat Sehat Bersama Perawat ”, wujud nyata dari tema tersebut adalah kegiatan penyuluhan dan Skring Kelainan Refraksi ini sehingga PPNI Kota Makassar mengambil peranan sebagai pelaksana dilapangan untuk melakukan deteksi dini kelainan refraksi pada anak Sekolah terutama di Sekolah-sekolah Dasar di kota Makassar dan memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan mata. Kegiatan tersebut merupakan usaha preventif dan promotive dari anggota PPNI Kota untuk mendukung Keluarga dan Masyarakat Sehat bersama Perawat”, ungkap Ketua DPD PPNI Kota Makassar Bapak H. Hamzah Tasa, S.Kep,Ns.,M.Kes.,M,Kep.

Siswa yang terjaring akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk diberikan Bantuan Kacamata, dan Siswa yg tidak dapat dikoreksi dengan pemberian kacamata akan dirujuk untuk pemeriksaan Diagnostik yg lebih lanjut ke Balai Kesehatan Mata Masyarakat Makassar (RSK. Mata Masyarakat Makassar). (ASP)

DPD PPNI Jeneponto Laporkan Akun FB Dugaan Pencemaran Nama Baik

ZonaMakassar.Com, Jeneponto- Profesi perawat kembali menjadi sasaran penghinaan melalui sosial media, kali ini terjadi di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan.(18/02/2019)

Berawal dari ciutan status Facebook dari pemilik akun Facebook Inisial RD, yang menuliskan status.

Puskesmas Bangkala perawatnya tugasnya apa Ya, saya Antar keponakanku pergi diperiksa di Puskesmas Bangkala Allu, tapi disuruh Pulang ,dengan alasan sibuk, trus dia bilang Paracetamolmo dulu kasi minum, padahal keponakanku sudah menggigil kesakitan, tapi responnya kalau tidak gawat tidak usah di bawa kesini.. Tolong Pemerintah yg bersangkutan harap dipertanyakan.. krna sudah banyak pasien mengeluh karna Pelayanannya. Terima kasih “, status tersebut di posting oleh RD pada hari Sabtu, 16 Februari 2019 di Grup BERITA KOTA JENENPOTO (SULSEL).

Postingan Facebook oleh RD pada hari Sabtu, 16 Februari 2019 di Grup BERITA KOTA JENENPOTO


Selang beberapa menit setelah postingan tersebut di kirim beberapa tanggapan muncul di kolom komentar sehingga dianggap sebagai kalimat yang tidak pantas dilontarkan oleh RD kepada perawat ,”Issengi itu perawat anjing semua, bnyakji distu perawat tapi disruh plng “, kalimat tersebut yang menimbulkan reaksi kecaman dari seluruh perawat Jeneponto.

Menindaklanjuti hal tersebut, Rinal selaku Ketua DPD PPNI Kabupaten Jeneponto bersama beberapa petinggi organisasi langsung melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik profesi perawat tersebut ke pihak kepolisian.

“Ini sudah sangat merendahkan dan mencemarkan nama baik profesi perawat dengan menuliskan kata-kata Kotor, sehingga kita akan tempuh jalur hukum dan menyerahkan semuanya ke pihak yang berwajib” ,ujar Rinal sesaat setelah melaporkan akun Facebook RD di Polres Jeneponto 17 Februari 2019.

Peristiwa tersebut terjadi pada sabtu, 16 Februari 2019 sekitar pukul 20.30 wita, dan selang beberapa menit tereksposlah Status dari pemilik akun RD tersebut.

Pada saat itu kami sedang melayani pasien Kecelakaan lalu lintas dan beberapa pasien lainnya, kemudian datanglah seorang ibu membawa anaknya dengan keluhan demam, setelah saya tanya dan mengobservasi mengenai kondisi anak tersebut , saya sarankan untuk berobat jalan saja serta sudah ada obat minum paracetmaol dan tidak membutuhkan rawat inap, pada saat itu kondisi di ruang UGD sangat padat begitupun diruang perawatan.

Setelah diberikan penjelasan, ibunya mengerti lalu pulang secara baik- baik dan kami tdak pernah mengeluarkan kata-kata “pulang maki karena kami sibuk”, apalagi sampai mengusir seperti di tuliskan distatus FB tersebut, ungkap Masriyati salah satu perawat jaga di puskesmas Bangkala.

“Kami sangat menyesalkan kata-kata kotor yang di ditujukan ke profesi kami, apalagi mengekspos ke sosial media yang saya rasa ini adalah bagian dari pelanggaran UU IT dan pencemaran nama baik. Olehnya itu siapaun oknumnya harus kita kasi efek jerah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku mengingat hal ini telah mencoreng citra perawat ,dan berharap tidak akan terulang lagi hal yang serupa” , tutup Sudirman Efendi Ketua GNPHI Jeneponto.