2 Mucikari Prostitusi Online di Makassar Ditetapkan Tersangka

Zonamakassar.com, Makassar – Penyidik Polrestabes Makassar menetapkan MK (18) dan AM (17) sebagai tersangka kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur, Kamis (4/2/2021).

Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady Idrus mengatakan, MK dan AM merupakan dua remaja yang ikut diamankan oleh tim Penikam Polrestabes Makassar di Jalan Cenderawasih, Rabu (3/2/2021) dini hari.

Mereka diduga menjadi mucikari yang menawarkan anak di bawah umur yang berstatus pelajar SMP.

“Sudah ada dua tersangka kemudian tiga korban, semuanya perempuan. Jadi yang tersangka inisial MK (18), AM (17) laki-laki semua,” kata Supriady melalui telepon, Kamis sore.

Supriady mengatakan, kedua pemuda itu baru terlibat dalam dunia prostitusi sejak bulan Februari.

Awalnya, dia menjajakan korbannya pada tanggal 2 Februari 2021.

Kepada penyidik, para pelaku mengaku menjajakan korbannya melalui aplikasi pesan MiChat.

Usia korbannya bekisar 14 hingga 15 tahun. Korban sendiri berkenalan dengan dua muncikari ini melalui media sosial Facebook

“Korban diiming-imingi Rp 300.000-500.000 setiap kali kencan,” ujar dia.

Para tersangka, kata Supriady, disangkakan Pasal 81 ayat 2 juncto Pasal 76D UU RI Nomor 17 tahun 2016 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara serta denda Rp 5 miliar.

Polisi, kata Supriady, saat ini masih mengejar satu pelaku yang diduga ikut terlibat dalam kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur ini.

Pejabat Pelni Meninggal Setelah Bersama Wanita di Hotel, Ini Penjelasannya

Zonamakassar.com, Kepala Cabang Pelni Nabire, Papua, Marthin Matheus Tambunan (52), ditemukan tewas di salah satu hotel di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan sempat membawa seorang perempuan masuk ke dalam hotel. Pelni menjelaskan korban di Makassar dalam rangka perjalanan dinas.

“Saat transit di Makasar, yang bersangkutan meninggal dalam perjalanan dinas dari Nabire ke Jakarta,” kata Kepala Kesekretariatan PT PELNI (Persero), Yahya Kuncoro dalam keterangannya, Kamis (2/5/2019).

Pelni, kata Yahya, pun menjamin pelayanan kapal di Nabire tidak akan terganggu karena insiden peristiwan ini

“Pelni menjamin pelayanan operasional kapal di Nabire tetap beroperasi dengan aman dan lancar,” katanya.

Yahya juga menjelaskan mengenai status Marthin di Pelni. Marthin, kata dia, merupakan kepala cabang kelas C di Pelni.

“Kami sampaikan almarhum Marthin Matheus Tambunan (52) bukan ‘Bos BUMN’ namun yang bersangkutan merupakan seorang kepala cabang kelas C, Cabang kecil,” ujar Yahya.

Sebelumnya, Marthin Matheus Tambunan ditemukan tewas di salah satu hotel di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Marthin sempat ditemani seorang perempuan yang diduga Pekerja Seks Komersial daring (online).

Marthin ditemukan meninggal di lorong kamar hotel berbintang di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar pada Sabtu (27/4) malam. Kedatangannya ke Makassar diketahui hanya untuk transit dan melanjutkan perjalan ke Jakarta untuk menggelar rapat bersama para petinggi Pelni.

“Kita pelajari rekaman CCTV, saksi-saksi, resepsionis. Korban masuk ke hotel bersama perempuan, kemudian setelah kejadian perempuan yang sama-sama masuk ke dalam hotel bersama korban menghilang,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko.

“Kami telusuri, ada kuat dugaan wanita itu adalah (terkait) porsitusi dengan media online dan kami masih cari tahu itu,” imbuh dia.(*)