Dinas PU Makassar: Dibutuhkan Perbaikan Jalan Paving 350 Meter

ZonaMakassar.com – Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Makassar turun ke Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, Makassar, Sabtu (15/6/2019)

Humas PU Makassar, Hamka Darwis mengatakan Dinas PU Makassar menurunkan tim survei lapangan untuk mendata kebutuhan infrastruktur di Pulau Barrang Lompo.

Berdasarkan hasil survei yang dipimpin Kepala Bidang Teknik Dinas PU Makassar, Lenni Hasbullah, menunjukkan data jika ada 4800 jiwa yang menempati sekira 900-an rumah, baru 50 rumah yang memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) .

” Dari 900-an rumah yang ada di Pulau Barrang Lompo, baru sekitar 50 rumah yang memiliki sambungan IPAL. Jadi perlunya pembangunan IPAL di sini,” ujarnya.

Selain IPAL, kata Hamka, hasil survei Dinas PU Makassat juga mencatatkan adanya kebutuhan perbaikan jalan dan drainase di Pulau Barrang Lompo.

“Dibutuhkan jalan paving sepanjang 350 meter. Selain itu, juga perlunya pembangunan drainase di jalan utama,” ungkapnya.

Hal tersebut, imbuhnya, untuk mengantisipasi banjir Rob saat hujan turun.

“Ini juga sebagai tindaklanjut dari hasil kunjungan Pj Wali Kota beberapa lalu di Pulau Barrang Lompo,” pungkasnya.

Wujudkan Infrastruktur Makassar Berkelas Dunia ; Ini Keinginan Dinas PU Makassar di FPD

ZonaMakassar.com – Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Makassar menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) di Iconik Cafe, Jalan Amanagappa, Jumat (1/3/2019). FPD digelar untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelas dunia, selaras dengan visi misi dari Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

Humas Dinas PU Makassar, Hamka Darwis menyebutkan FPD juga untuk menyelaraskan program pembangunan Pemkot Makassar.

“Yang akan dibahas adalah terkait infrastruktur yang ada di Makassar sesuai dengan tugas pokok PU adalah bagaimana bisa menciptakan infrastruktur yang berkualitas dan berkelas dunia,” ungkap Humas Dinas PU kota Makassar, Hamka Darwis.

Adapun fokus pembahasan kali ini, terkait bidang pembangunan jalan dan jembatan, pemeliharaan pembangunan, drainase serta sarana dan prasarana umum.

“Kenapa kami pakai istilah berkelas dunia, karena kami bertekad melanjutkan visi misi Kota Makassar dan kota dunia itu tidak langsung merubah menjadi kota dunia ini kita sedang menuju,” jelasnya.

Sehingga melalui forum ini, mampu menselaraskan usulan LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyaraakat) yang hadir mewakili 15 Kecamatan dan mempertajam yang ada di Musrenbang.

“Beberapa pengadaan lampu lorong kemudian jalan lingkungan kami bahas semua. Sebenarnya penajaman dan dimantapkan lagi,” pungkasnya.