Lihat Tumpukan Sampah, Iqbal Suhaeb: Pemicu Terhambatnya Drainase

Zonamakassar.com, Makassar – Pemuda Panca Marga (PPM) menggelar Bersih – Bersih Lingkungan di Jalan Dg Hayyo, Pattunuang, Kelurahan Bittoa, Kecamatan Manggala. Kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan PPM dalam menciptakan Makassar bersih.

Pembersihan kanal, drainase dan sampah yang ditumpuk warga menjadi sorotan Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb saat melakukan peninjauan. Bukan itu saja tampak pula Iqbal Suhaeb mengamati kebersihan yang ada di tiap – tiap rumah warga. Melihat kondisi di lapangan, ia pun meminta camat, lurah, RT dan RW setempat agar segera mengawal dan mengawasi kebersihan lingkungan.

“Jangan biasakan membuat beton di atas saluran air karena ini bisa menjadi pemicu terhambatnya drainase yang bisa membuat genangan air nantinya, apalagi jelang musim hujan nanti,” ungkapnya.

Belum adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sekitar tempat tinggalnya juga menjadi sorotan bagi Iqbal Suhaeb.

“Warga tolong perhatikan sampah depan rumahta, jangan berharap selalu petugas kebersihan, kalau bersih sekitar tempat tinggal maka akan nyaman dihuni,” tambahnya.

Camat Manggala Anshar Umar yang turut mendampingi Pj Wali Kota Iqbal beserta anggota Pemuda Panca Marga (PPM) mengatakan akan menjalankan instruksi dan segera akan memperbaiki kondisi di kelurahan tersebut.

“Kami akan melakukan perintah pak wali dan akan segera berkoordinasi dengan jajaran agar kondisi hari ini bisa segera di benahi,” ungkapnya.

Dengan adanya Bersih – Bersih Lingkungan ini diharapkan seluruh warga Makassar dapat merawat dan menjaga kebersihan yang dimulai dari tingkatan RT/RW.

Danny Pungut Sampah pada Kerja Bakti dan Baksos HPSN Kejati Sulsel

ZonaMakassar.Com, Makassar – Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyampaikan Makassar adalah simbol kebersihan kota.

Pernyataan ini ia sampaikan saat hadiri Kerja Bakti dan Bakti Sosial dalam rangkan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang dilaksanakan kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan. Kegiatan berlangsung di Anjungan Toraja Mandar Pantai Losari, Jumat, (21/3).

“Terima kasih Pak Kajati Sulsel telah memilih tempat ini sebagai pusat pelaksanaan Indonesia bersih yang memang menjadi simbol kebersihan kota,” ucapnya.

Danny sendiri menyebut jika pemilihan Pantai Losari yang menjadi pusat kegiatan sudah sangat tepat. Karena persoalan sampah di tempat tersebut sangat komplit dan sensitif. Jika pantai losari kotor maka pikiran orang, Makassar ini kotor, sebaliknya jika tempat itu bersih maka orang akan menilai Makassar bersih tanpa harus melihat di tempat lain.

Masalah mendasar di pantai losari adalah sampah plastik. Persoalan plastik laut keluar dari muara kanal. Kesulitan pemerintah kota karena kanal adalah otoritas balai pemerintah pusat. Sementara laut dibawah penguasaan pemerintah provinsi. Akan tetapi pemerintah kota yang mendapat kecaman jika kotor.

“Karena itu kami tidak tinggal diam, dan alhamdulillah teman-teman tidak pernah surut semangatnya untuk membersihkan laut kita,” kata Danny Pomanto.

Sampah di Makassar sendiri mencapai 1200 ton per hari. Dalam 2 tahun terakhir pemerintah telah berhasil mereduksi hingga 30 persen. Sehingga produksi sampah sisa 900 ton.

Danny menjelaskan hal tersebut berkat kehadiran 1000 bank sampah swadaya masyarakt. Bank sampah ini tumbuh dan berkembang dengan baik hingga mampu menghidupi 32000 kepala keluarga.

Sementara itu, Kajati Sulsel Tarmizi dalam sambutannya menyampaikan kegiatan Indonesia Bersih ini adalah program ibu negara RI yang perlu kepeduliaan semua pihak. Bagaimana menjaga lingkungan bersih, bukan hanya lingkungan kota, pasar, laut, tetapi juga pada lingkungan rumah tangga.

Sampah pelastik memang menjadi persoalan besar. Paling sulit dileburkan. Karena ia susah menyatu dengan tanah apalagi air. Butuh waktu bertahun-tahun dan sangat susah hancur.

“Secara umum memang penggunaan plastik masih sangat banyak. Tapi ini pelan-pelan akan dihilangkan. Agar penggunaan plastik tidak berdampak pada lingkungan,” pungkasnya.

Akan tetapi, dengan pasukan orange yang dimiliki serta semakin sadarnya warga Makassar, Ia optimis kota Makassar ke depan akan jadi daerah pariwisata sangat bagus ke depan.

“Kalau kita lihat tempat di belakang saya (pantai losari) sangat indah. Maka salah satunya adalah mengurangi sampah agar tidak mencemari dan tetap indah,” ungkapnya. (*)